Goodbye KRISTIAN

Goodbye KRISTIAN
Panggil Aku SAYANG.


__ADS_3

Mentari telah kembali ke peraduan. Senja berganti dengan malam.


para tamu undangan telah pergi menyisakan anggota keluarga yang sedang ber cengkerama


di pinggir kolam renang.


Farel melemparkan kunci mengarah pada Kristian.


Sepersekian detik Kristian menangkap nya.


"Pergilah lewati malam ini di Apartement mu.


Aku tidak ingin kau mengganggu kami semua malam ini."


Lagi lagi Abah Hengki dan Harli saling pandang. Sedangkan Tuan Ramadhian hanya memijat pelipisnya sepertinya Faham.


"Dengan senang hati."


Kristian bangkit dari duduk mengulas senyum samar meraih tangan Desi.


Hah!Memang apa yang akan Kristian lakukan.


"Kita disini saja."


Desi tersenyum malu malu tentu nya Enggan untuk beranjak.


"Kau ini keras kepala juga ya."


Kristian merendahkan tubuh nya.


Desi merinding karena bisikan Kristian terasa men..de..sah di telinga.


Pada Akhirnya Desi pasrah mengikuti langkah Kristian dengan tangan yang saling bertaut keluar dari Kediaman tuan Ramadhian.


Kristian melambai pada Farel dengan santainya menuju mobil nya dengan pelayan yang siap membukakan pintu.


Mobil telah meninggal kan pintu gerbang.


Security membungkuk menghormati mobil yang baru saja keluar.


"Setelah penantian sekian lama, Ahir nya aku resmi menjadi suami mu."


Menoleh pada Desi kemudian menatap jalanan.


Huh..Lagi lagi aku merasa bersalah.


Ambigu masa lalu.


"Terimakasih tuan. Tapi mengapa Anda tidak pernah membuka hati untuk wanita lain?."


Menoleh pada Kristian menatap nya lekat.


"Kau Fikir Aku bisa? Jika saja aku bisa, Aku sudah melakukan nya."


Berbicara datar sambil menatap jalanan mengendalikan kemudi.


"Jadi tidak perlu kau tanya kan seberapa besar Kau memenuhi hati ku."


Deg..


"Aku sampai terharu mendengar nya."


Mengusap mata nya yang basah.


Maaf,


Kata itu yang selalu tersirat di hati ku untukmu Kristian.


"Kau mudah sekali menangis. Bukan kah Aku pernah berjanji padamu.


Aku akan mengobati luka mu. Menghapus Air mata mu dan membuatmu bahagia. Kita akan berbagi rasa sakit itu bersama."


Kristian mengusap kepala Desi yang tertutup hijab.


"Tuan.."


Desi semakin terharu.


"Sayang."


"Apa,?."


Desi tidak mengerti.


"Panggil Aku SAYANG."

__ADS_1


Menyentuh dagu Desi sejenak kemudian beralih pada kemudi.


*Aaa.. Kristian kau manis sekali.*


Cit...


Mobil berdecit di area parkir VVIP apartment mewah di Ibu Kota.


"Sudah sampai."


"Tunggu disini sebentar."


Kristian keluar dari mobil Berjalan memutar


Membukakan pintu mobil untuk Desi, Kemudian meraih Desi dan menggendong nya.


"Apa yang anda lakukan?Sayang turun kan aku."


Dan sial nya tangan Desi malah mengalungkan di leher Kristian.


"Ucapan mu tidak sesuai dengan hati mu ya."


Melirik tangan yang melingkar di leher.


"Memalukan sekali!!"


Desi bergumam sabmil membenamkan wajah nya pada dada Kristian.


Kristian membawa Desi melewati Lift khusus disana


Pintu Apartement terbuka. Dekorasi Indah di dalam kamar Kristian terlihat. Bernuansa putih dengan ranjang yang di penuhi kelopak bunga mawar putih dan sebaket bunga mawar merah bertengger di atas bantal.


"Wow, ini menakjubkan."


Bergumam dalam hati.


"Kau suka?."


Desi mengangguk."Terimakasih."


Kristian membaringkan tubuh Desi di atas ranjang perlahan.


Dada nya semakin berdebar detak jantung nya menguat.


Bukan hanya Desi yang berdebar sepertinya detak jantung Kristian pun juga ikut menguat.


Dengan tangan Desi yang masih melingkar di leher.


Lengan Kristian menopang, dengan Tangan Kristian menyentuh kedua pipi Desi sambil menahan tubuh nya agar tidak ambruk menin. dih nya.


Dan terjadi lah. Yang seharusnya terjadi.


Di dalam indah nya kamar pengantin.


Hingga waktu yang cukup lama.


Sebuah ciuman hangat mendarat di bibir, saling bertaut melepas kerinduan dan cinta kedua nya yang sempat tertunda.


Heingga keheningan menyelimuti kamar itu, hanya nafas kedua nya yang semakin tidak beraturan.


"Temani aku mandi."


Suara Kristian lagi lagi men..de..sah di telinga. Mengusap ujung bibir Desi yang basah dengan Ibu jari nya.


Membuat Desi merinding karenanya.


"Mandi sendiri sana."


Desi melengos karena malu. Wajah yang semakin merah merona ditutupi agar tidak terlihat.


Tubuh Kristian bergetar menahan tawa. Desi semakin merinding karena bibir lembut itu menyentuh bahu nya.


Aww


Kristian mencubit pinggang Desi membuat Desi menggeli..at.


Mengapa bertingkah menggemaskan begitu.


Kristian menuju kamar mandi di ikuti Desi dari belakang. Dengan tangan yang masih saling menggenggam. Tidak mampu lagi menutupi rasa malu disana.


Dada nya semakin berdebar ingin rasanya kabur dan melompat dari sana.


Desi menutup pintu kamar mandi.


Terkesiap karena tangan nya ditarik Kristian masuk kedalam dekapan nya.

__ADS_1


Dada semakin berdebar ketika tangan Kristian mulai membuka bunga yang menghiasi hijab yang menutupi kepala. Melepas peniti kemudian hijab nya terjatuh.


Menarik ikat rambut dan membiarkan rambut lurus terurai sempurna.


"Kau masih memakai nya."


Menyentuh liontin yang melingkar di leher.


Desi mengangguk. ,"Aku tidak pernah melepas nya"


"Kau cantik."


Kristian menyentuh ujung rambut Desi kemudian menjatuhkan nya.


Kristian mendekap erat tubuh Desi.


Sedikit menunduk meletakkan dagu nya di bahu Desi.


Tangan Desi refleks mendekap punggung Kristian. Perasaan lega Ahir nya bisa bersama.


Eh..!


Kristian perlahan menurunkan resleting yang Ahir nya mengekspose punggung putih mulus itu Sempurna.


Perlahan melepas gaun indah membiarkan jerjatuh di lantai.


"Kita mandi bersama."


Berbisik di telinga kemudian menggigit disana.


Membuat Desi bergedik merinding seperti ada aliran listrik menyengat tubuh nya.


Muach..


Kristian mengecup dahi Desi beralih di pipi kanan dan kiri kemudian.. Menyentuh Dagu Desi dengan tangan kiri berada di pinggang nya


Mendekatkan bibir yang perlahan menaut sempurna.


Tautan semakin dalam dengan tangan Kekar itu menyentuh bukit kenyal yang masih tertup Cup warna putih senada dengan gaun nya.


Nafas Desi terdengar tidak lagi beraturan, Seperti jutaan kupu menggelitik menciptakan efek tagih yang me manas.


Tangan Kristian memutar Kran membuat Shower mengguyur kedua.


Perlahan Kristian membuka Cup itu dan membiarkan terjatuh di sana.


Meremas lembut bukit ke..nyal itu sambil terus menautkan bibir hingga lidah melilit sempurna.


Li..dah nakal semakin menggila menjelajahi telinga hingga leher Jenjang menciptakan tanda tanda.


"Sayang.."


De..sa.han terdengar syahdu di telinga. Membuat Kristian semakin menguat meremas bukit ke..nyal itu dengan lidah bermain me...nye..sap diatas bukit ke..nyal yang putih indah terawat.


Guyuran Shower yang hangat, Semakin panas pula aktifitas di bawah nya.


"Aaahhh...."


Tangan kanan Kristian mulai me...Ra...ba ke bawah sana bermain di area inti dengan lidah yang terus me..Nye..sap.


"No..."


Desi terus men..de..sah mencengkram rambut Kristian disana.


Desi Menarik jas Kristian yang telah basah, membantu melepaskan kancing dan membuka nya.


Satu persatu kancing kemeja terbuka, mengekspose tu..buh.. kekar sempurna.


Dibawah guyuran Shower, Kedua nya telah polos tanpa se..he..lai pun.


Kristian kembali melanjutkan aksi nya.


Bergerilya dengan lidah nya menye..sapi setiap lekuk disana. memainkan bukit Ke..nyal kemudian turun memainkan inti di bawah sana.


"No..sayang.."


Kristian membawa Desi menyandar kan pada dinding Kristian mulai membenamkan milik nya yang telah menegang. Sedikit hentakan membuat Desi menjerit kecil.


"Aww..!"


"Sakit."


lirih nya.


Kristian sadar ada yang tertahan didalam sana.

__ADS_1


"What?You're still a virgin?."


-Bersambung


__ADS_2