Goodbye KRISTIAN

Goodbye KRISTIAN
Rujak tumbuk.


__ADS_3

Kristian gusar mendapati istrinya yang merajuk memajukan bibir memalingkan wajah membenci Kristian.


Meringkuk di dalam kamar yang terdapat di dalam ruangan Presdir itu menghadap ke dinding.


Hingga pada Ahir nya Ia pun mengalah memanggil asisten nya mengumpulkan tukang rujak dari seluruh penjuru kota ini untuk berkumpul di depan kantor.


Para Karyawan terperangah melihat puluhan tukang rujak tumbuk berkumpul di depan kantor saat jam istirahat.


Asisten Kristian menggaruk kepalanya yang tidak gatal pusing memikirkan permintaan bos nya yang diluar akal sehat dan kewarasan manusia.


Sejak dua jam ini seperti orang tidak waras mengerahkan seluruh bodyguard nya mengangkut semua tukang rujak yang ada beserta alat penumbuk nya membawa mereka menggunakan mobil jenis Fuso mengangkut hingga depan kantor perusahaan.


"Astaga! Kepala ku pusing."


Ujar salah satu penjual rusak sambil turun dari mobil jenis Fuso.


Sementara di ruang Presdir Kristian sedang membujuk istri nya yang sedang merajuk hampir kehabisan akal


"Tukang rujak nya sudah datang, aku dengan senang hati akan menumbuk nya untuk mu."


Mengusap punggung Desi yang memunggungi nya.


"Kau sedang tidak berbohong untuk merayu ku?."


Menoleh pada Kristian.


"Aku tidak pandai berbohong, kau pun tahu itu."


Mengulurkan tangan pada Desi untuk segera bangkit.


"Dimana rujak nya?."


"Ada di lantai bawah, Ayo kita turun sekarang."


Desi mengikuti Kristian yang sedikit bernafas lega menggenggam erat tangan nya turun dengan menggunakan elevator khusus itu kemudian melewati para karyawan yang berkumpul di lantai bawah.


Tidak ada pembicaraan apapun hingga pintu kubaikel besi itu terbuka.


Desi bingung mengapa para karyawan berkumpul di sini.


Kemudian disambut sedikit membungkuk dari para karyawan menyapa Kristian dan Desi.


para Karyawan mundur untuk memberi jalan.


Desi terkejut melihat puluhan tukang rujak tumbuk di depan perusahaan.


" Ada apa ini? Mengapa seperti mereka akan berdemo"


Desi menatap Kristian.


"Kau bilang ingin rujak buatan ku kan? Biar aku buatkan, kau tinggal pilih penumbuk mana yang kau suka "


Kristian membuka kancing jas nya hendak melepaskan jas.


"Apa ini lelucon?!."


"Aku tidak pandai melawak, kau pun tahu itu."


"Tunggu, apa yang akan kau lakukan?."


Cegah Desi menyentuh lengan Kristian.


"Mau menumbuk."


Kristian sungguh melepas jas nya, memberikan pada asisten nya, melepas kancing di pergelangan tangan nya hendak melipat kemeja.


Astaga! Bos ku sungguh sudah gila.


Mengumpat dalam hati sambil memperhatikan bos nya yang akan menumbuk rujak di depan kantor.


"Tidak, lupakan tentang menumbuk."


Cegah Desi.


"Mereka saja yang menumbuk, aku hanya menginginkan rujak siapapun yang menumbuk tidak masalah."


"Kau jangan bercanda, Aku akan melakukan itu untuk mu. Tidak masalah." Kristian mengherdik kan bahu.

__ADS_1


"Tidak sayang."


Desi menggeleng kan kepala.


Kemudian menuju penjual rujak dan berkata.


"Buatkan rujak untuk semua karyawan disini, khusus untuk ku ditambah mengkudu."


Desi berbicara dengan lembut kemudian berbalik dan tersenyum menuju ke arah Kristian.


"Aku tidak ingin menambah dosa dengan menjadi istri yang merendahkan suami nya."


Desi bergedik merinding membayangkan Kristian menumbuk rujak di depan perusahaan dihadapan para karyawan.


"Membayangkan saja aku tidak sanggup."


"Tapi kau bilang tadi--"


Belum selesai Kristian bicara


"Tapi bukan seperti ini caranya."


Lirih Desi mengusap pipi Kristian.


"Kau bisa melakukan nya di dapur mu, aku akan menemani nya. Dan kita lakukan bersama."


" Jangan menjadikan kehamilan ku dengan menyusahkan semua orang."


Meraih tangan Kristian memasang kacing di pergelangan tangan nya.


Meminta Jas di tangan Asisten Kristian kemudian membantu Kristian memasang nya.


"Ini untuk anda nona."


Memberikan rujak pada Desi kemudian Desi mengambil nya.


"Terimakasih."


Desi menggenggam Kristian kembali masuk ke dalan gedung perusahaan, melewati Para karyawan yang takjub dengan pasangan suami istri itu.


Menunjuk pada penjual rujak tumbuk.


"Anggap saja nona sedang berbagi kebahagiaan karena sedang hamil muda. Mohon do'a nya untuk kesehatan Nona juga baby nya"


Asisten Kristian berkata setelah Kristian dan Desi tidak lagi terlihat.


"Jika suami ku seperti tuan Kristian, hanya meminta satu mangkuk rujak saja sudah di datangkan beserta penjual nya se ibu kota."


Salah satu karyawan berkomentar.


" Mungkin jika meminta ayam goreng akan didatangkan beserta kandang dan peternakan nya. Hahaha.."


Karyawan lain menyahuti.


"Hus!."


Melirik Asisten tuan Kristian yang menatap tajam mereka.


Ampun!


Semua karyawan diam tidak ada lagi yang berani berkomentar.


"Simpan untuk kalian sendiri.,"


Kata kata itu terngiang ngiang di kepala para karyawan. diantara mereka bahkan sampai menelan Silva.


Glek...


***


"Ini enak sekali, kau mau coba.,"


Ujar Desi sambil duduk di sofa di dalam ruang Presdir.


Sambil terus menikmati semangkuk rujak yang baru Ia bawa dari lantai bawah..


"Makanlah, Aku tidak menyukai bau nya. Lagi pula masih ada beberapa pekerjaan yang harus segera diselesaikan."

__ADS_1


Kristian berbicara sambil terus fokus dengan layar lipat nya.


"Sangat disayangkan ya, padahal enak lho..?!"


Desi sengaja memancing, namun lawan bicara tidak menghiraukan ocehan nya itu.


Desi terus mengoceh hingga lelah sendiri pun akhirnya dia menyerah.


Akhirnya Desi pun menikmati nya sendiri hingga habis, sedikitpun tidak tersisa.


"Aku mengantuk."


Desi menguap menutup mulut nya.


"Tidurlah di kamar, aku akan menyusul jika , pekerjaan ku sudah selesai."


Berkata dengan serius sambil menatap layar lipat nya.


"Baik lah tuan Kristian."


Desi bangkit menuju kamar masih di dalam ruang Presdir.


Menyusun bantal kemudian merebahkan diri di sana."Huh, nyaman sekali."


Tidak membutuhkan waktu lama Desi pun memejam.


Kristian yang baru selesai dengan pekerjaannya, melihat istrinya ke dalam kamar.


Desi tidur dengan pulas nya, Kristian mendekat


mengecup pucuk kepala Desi.


tok..tok..


Seseorang mengetuk pintu.


"Masuk"


Pintu terbuka, "Ada pertemuan dengan Mr Lukas, 10 menit lagi tuan, Saya datang untuk mengingat kan."


Ujar asisten Kristian yang bernama Rama.


"Ya, aku tahu."


menjawab sambil keluar dari kamar kemudian duduk di sofa di depan Rama.


"Itu saja yang ingin Saya sampaikan tuan."


"Perintahkan seseorang untuk menjaga istriku Dia sedang beristirahat. skedul kan tempat pertemuan di kantor ini saja. Aku tidak ingin jauh jauh meninggalkan nya "


Melirik ke arah kamar.


"Baik tuan."


Rama sedikit membungkuk kemudian berbalik badan melangkah meraih handle pintu.


"Carikan pengawal wanita."


Apa lagi tuan...


Rama diam mematung, berfikir sejenak kemudian buka suara.


"Baik tuan, Segera saya Carikan."


Rama Keluar dari ruangan boss nya sambil mendengkus kesal. "Apa lagi ini, Pengawal wanita,,?!."


Artinya aku harus menyeleksi pegulat profesional untuk mengawal nona.


Sepuluh menit berlalu Rama masuk lagi ke ruang Presdir, Melaporkan bahwa pertemuan segera di mulai.


"Baik lah Ram, aku mengandalkan mu."


Tepuk Kristian di bahu Rama.


-


Next

__ADS_1


__ADS_2