
Fa'at membuka mata perlahan. Ternyata Ia tertidur dalam mobil"Astaghfirullahal'azim. Sudah malam?!."Fa'at baru ingat jika Ia berjanji akan menjemput Desi di depan pesantren.
Mobil melaju menembus deras nya hujan di kegelapan malam kota solo.Mobil tidak bisa melaju terlalu kencang karena deras nya hujan saat ini.
Fa'at menurun kan kaca melihat sekeliling pagar pesantren Al ikhsan."Mungkin Desi sudah pulang."
gumam Fa'at dalam hati.
"Allahu Akbar." Fa'at membelalak seketika melihat Desi yang meringkuk memeluk lutut nya disana.
Fa'at bergegas turun kemudian mengangkat tubuh Desi yang sudah mengigil kedinginan.
Fa'at meletakkan Desi di jok belakang mematikan AC secepat itu langsung menginjak pedal gas melaju menuju kediaman Prana jaya.
Fa'at memarkir kan mobil nya sembarangan bergegas mengangkat Desi masuk ke rumah nya.
"Apa yang terjadi dengan mba Desi?"tanya Mai tersentak meninggikan suara.
" Ada apa Mai?"Ibu mertua juga anggota keluarga yang lain tersentak menoleh ke arah Maimunah.
"Itu nyonya!!."
Fa'at tidak menjawab langsung membawa Desi masuk ke kamar nya.Seluruh anggota keluarga melihat itu terkesiap dengan Desi yang basah kuyub dengan wajah yang pucat pasi dan bibir yang membiru.
"Mai..Gantikan pakaian Desi.CEPAT..!!" Fa'at sangat panik mengusap wajah nya kasar.
"Ba..baik mas." Mai langsung mengikuti perintah Fa'at.
"Apa yang terjadi dengan nya?"
Ibu mertua menatap anak nya.
Fa'at menarik tangan Ibu nya keluar dari kamar kemudian menutup pintu membiar kan Desi bersama Maimunah.
"Ini salah ku bu..Aku menyuruh nya menunggu di depan gerbang pesantren."
"APA??KAU MENINGGALKAN NYA?!"
Fa'at mengangguk."Maaf..Ku fikir dia sudah pulang tidak menunggu ku."ujar nya.
"KAU KETERLALUAN FA'AT..?!" bentak Ibu nya.
Pintu kamar terbuka,Mai telah mengganti pakaian Desi dan menyelimuti nya.Ibu mertua dan Faat langsung masuk ke kamar diikuti anggota keluarga yang lain.
Desi masih menggigil dibawah selimut,wajah nya pucat pasi dengan bibir yang masih membiru.
"Cepat buatkan teh hangat!!" Ibu mertua meninggikan suara."Ya Tuhan..kenapa bisa kau jadi begini."Ibu mertua meraba kaki Desi benar benar sangat dingin.
__ADS_1
"Baik nyonya." Mai bergegas kedapur.
"Fa'at kau itu sungguh bodoh?!tidak becus menjaga istri mu!!jika terjadi sesuatu dengan nya,Aku tidak akan memaaf kan mu." Ibu mertua sangat gusar saat ini."Dia wanita yang taat Agama tentu saja akan patuh pada mu,Jika kau menyuruh nya menunggu tentu dia akan menunggu."
Mai membawa teh hangat ke kamar.Ibu mertua meraih cangkir teh itu menyuapkan ke mulut Desi dengan sendok nya.
Semua orang disana tertegun melihat sikap nya yang begitu panik dan memperhatikan Desi menantu di rumah itu.
"Biarkan saja mbak yu..,Jika pun dia mati bukan urusan kita.Bukan kah kau itu juga membenci nya kan?"ucap bibi Fa'at.
"TUTUP MULUT MU!!" geram Ibunda Fa'at.
"Aku tidak pernah membenci nya.Aku hanya sangat tersinggung dan sakit hati ketika Desi membawa pria lain kerumah ini apalagi ingin membatal kan pernikahan nya dengan Fa'at.
Aku merasa harga diri keluarga ini diinjak injak apa lagi perasaan anak ku Fa'at."
Seluruh anghota keluarga tertegun dengan jawaban Ibu mertua.
Ibu mertua menghela"Kalian tau bukan?aku sangat mencintai Fa'at anak ku.Aku benci jika ada yang melukai nya apalagi merendahkan harga diri nya."
Seluruh anggota hening mendengar ucapan Ibunda Faat.Desi mengusap bulir bening yang menetes si sana."Maaf kan Desi bu.."ucap nya tanpa suara.
Desi menerima suapan teh hangat dari Ibu mertua.Sendok demi sendok teh hangat masuk ke mulut nya.
"Kau sudah lebih baik?" tanya Ibu mertua.
"Mai,tolong ambil kan makan.Segera suapi dia." ujar Ibu mertua.
"Baik Nyonya."
"Aku akan buat susu jahe untuk nya agar tidak masuk angin." Ibu mertua berlalu dari sana.
Fa'at mengulas senyum disana,menghembuskan nafas lega.
Bibi Fa'at terlihat sangat muak melihat drama itu langsung di depan nya."Cih..aku sungguh muak melihat acting mu!!"ketus bibi Fa'at kemudian berlalu meninggalkan kamar Desi beserta anak nya.
"Faat pun menyuapi Desi yang masih kedinginan kemudian memberi kan susu jahe buatan Ibu nya."
"Tidur lah,besok kau akan lebih baik." ujar oma sambil menarik tangan anak dan menantu nya agar keluar dari kamar membiarkan Desi dan Fa'at berdua.
"Maaf kan aku." lirih Fa'at sambil memeluk istri nya dari belakang.
"Sebenarnya mas Fa'at pergi kemana?"
Huuh..Fa'at menghela."memeriksakan diri.Aku akan berusaha mengobati nya."ucap Fa'at kelu.
Desi tidak bertanya apapun lagi.Ia memilih memejamkan mata hingga Ia benar benar tertidur.
__ADS_1
"Jika aku tidak bisa disembuhkan,aku akan ikhlas melepas mu.Membahagiakan mu sesuai janji ku walaupun bersama orang lain." gumam Fa'at dalam hati.
***
Pagi ini Desi sudah tampil cantik mengenakan pakaian formal dengan hijab senada dengan nya.Keluar dari kamar menyapa anggota keluarga yang berkumpul menonton televisi setelah shalat subuh berjamaah.
"Oma,Ayah,Ibu dan semua nya Aku berangkat."
sapa lembut dari Desi.
"Kau mau kemana pagi pagi begini?" tanya Oma.
"Mulai hari ini Desi mengajar di pondok pesantren Al-Iksan,Oma." Fa'at yang tiba tiba sudah berdiri di belakang Desi menjawab pertanyaan dari Oma.
"Tidak sarapan dulu?"
"Tidak Oma,perjalanan cukup jauh nanti terlambat jika menunggu Mai memasak." ujar Fa'at lembut
"Bagai mana mungkin Desi mengajar pesantren di Al-Ikhsan? !Pesantren ternama di kota ini bukan lah orang sembarangan seperti mu yang bisa mengajar disana." Ketus bibi.
"Jika ingin membual kira kira dong?!." sinis nya.
"Desi tidak membuat atau menipu?! Silahkan saja anak bude nyantri disana agar diajar oleh istri ku."
Fa'at berlalu meninggalkan mereka dengan menggandeng tangan istri nya."Oh ya..bu lek..,Desi
bukan lah orang sembarangan. Desi lulusan Al-Azhar Mesir!! Assalamu'alaikum."tekan Fa'at pada kalimat terahir membuat Bibi nya menelan silva tidak lagi berucap.
"Siallan..!!" umpat bibi Fa'at dalam hati.
"Mari sayang." Fa'at membuka kan pintu mobil.
"Terimakasih" Desi duduk di samping kemudi.Kemudian Fa'at menutup pintu mobil nya disana.
Fa'at bergegas menuju tempat nya.Menginjak pedal gas melaju meninggalkan rumah.
Butuh waktu lama untuk sampai di pesantren.
-
-
Terimakasih sudah membaca..
Aku tidak ada apa apa nya tanpa kalian.
Mohon dukungan nya ya kawan..
__ADS_1