Goodbye KRISTIAN

Goodbye KRISTIAN
Status Janda


__ADS_3

"Ini enak sekali mba Desi."


Mai mencicipi masakan Desi mengacungkan ibujari nya disana.


"Kita siapkan."


Berbicara sambil meraik piring berlalu menuju meja makan.


"Ku dengar akan ada Abah, Mas harli dan mas hengki berkunjung kemari."


ujar Mai sambil mengikuti Desi membawa hidangan menyusun di meja makan.


"Sungguh???"


Antusias Desi yang tidak di beritahu sebelumnya.


"Mba Desi tidak tahu?"


Mai mengerutkan dahi.


Desi menggeleng kan kepala Memang tidah diberitahu sebelum nya.


"Mungkin ini kejutan dari mas Fa'at."


Senyum mengembang di bibir Mai.


"Iya."


Desi terlihat berseri,Ia sepertinya sangat senang Abah dan kedua adik nya datang.


"Sudah siap."


"Mai, aku panggil mereka sebentar."


Mai mengangguk sambil menatap meja yang tertata seperti di restoran.


"Kau hebat sekali mba... pantas saja mas Fa'at begitu mencintai mu. Udah baik, mandiri, pinter masak, lulusan Al Azhar pula"gumam nya.


Desi menuju tempat dimana keluarga berkumpul, Ia begitu gembira dengan datang nya Abah dan adik adik nya.


" Abah..."


Desi menghampiri Abah nya menyalami dan mencium punggung tangan nya disana. Abah menyentuh pucuk kepala desi mengusap nya kemudian.


"Abah, Bagaimana kabar abah? Maaf kami jarang sekali berkunjung."


"Alhamdulillah seperti yang kau lihat, Abah sehat nduk. Nak Fa'at sering mengunjungi Abah tanpa mu."


"Sungguh?"


Desi menoleh pada Fa'at tidak percaya.


Fa'at pun mengangguk meng iya kan


Hengki dan harlu menyalami Desi mencium punggung tangan nya disana.


"Sudah siap makan malam nya nak?" tanya Ibu mertua.


"Sudah bu"


"Mari semuanya,Abah hengki harli silahkan."


Ibu mertua mempersilahkan semua untuk menuju meja makan.


Seluruh anggota keluarga tidak terkecuali dengan Mai menikmati makan malam bersama. Semua memuji masakan Desi apa lagi Oma yang terdengar berlebihan.


Semua berkumpul di ruang keluarga sesuai permintaan Fa'at usai menikmati makan malam bersama.


Fa'at duduk disebelah Desi dengan Abah dihadapan nya bersama hengki dan harli.


Sedangkan Ayah Jaya Oma dan Ibu mertua disamping Fa'at disofa yang berbeda.


"Apa yang ingin kau bicarakan nak, Sepertinya kau serius sekali."ujar Ayah jaya.

__ADS_1


"Fa'at sebelumnya ingin meminta maaf buat keluarga, Khusus nya untuk Abah dan dek Desi."


Menatap serius Abah disana.


Abah mengangguk perlahan seolah Faham apa yang akan Fa'at utarakan.


"Apa maksud nya?"


tanya Oma menoleh pada Fa'at menatap penuh selidik.


Fa'at mencium Desi yang berada disamping nya.


Mengecup dahi, pipi hingga bibir disana.


Desi terkesiap dengan perlakuan Fa'at pada nya.


"Ada apa dengan mu?"lirih Desi.


Ibu,Oma, dan Ayah tampak saling pandang begitupun dengan hengki dan harli.


Namun tidak untuk Abah yang sepertinya sudah mengetahui apa yang akan Fa'at bicarakan


Fa'at meletak kan tangan kanan nya di pucuk kepala Desi.


"Maaf kan mas"lirih nya


" Maksud nya?"


Fa'at menatap Desi dengan serius.


"Aku mencintai mu karena Allah."


"Aku menikahi mu pun juga karena Allah."


"Dan malam ini, Aku melepaskan mu juga karena Allah."


Seluruh Anggota keluarga terperangah atas ucapan Fa'at. Tidak terkecuali Mai yang diam diam mendengar disana.


Abah menghela nafas nya menutup mata sejenak.


"Kau jangan bercanda Fa'at?!"


Pekik Oma.


"Mas, ada apa ini?" tanya Desi dengan jantung yang berdetub kencang.


Hengki dan harli saling pandang tidak percaya.


"Aku, Fa'at Prana Jaya malam ini melepaskan dan mengembalikan mu, Desi kumala marwan menyerahkan pada orang tua mu. Aku melepas kan mu dan aku menceraikan mu." Ucap Fa'at terbata sambil mengusap bulir bening yang lolos dari ujung mata nya.


"Aku tidak mau... "


Desi menggeleng kan kepala, menutup mulut nya sambil menunduk menangis disana.


Oma tersentak dan tiba tiba tidak sadarkan diri.


"Apa maksud mu???Apa kau sudah gila?!."


Pekik Ibu Fa'at memegangi dada nya yang tiba tiba sesak terduduk di sofa kemudian.


"Ada Apa dengan Kalian???. Pertengkaran biasa dalam rumah tangga, namun bukan dengan cara bercerai?!."


Ayah juga meninggikan suara menatap Fa'at dan Desi.


Fa'at diam sambil terus mengusap Air mata nya disana."Maaf..."


itu saja yang bisa terucap saat ini.


"Ketidak mampuan ku menunaikan kewajiban ku. itu yang menyebabkan aku mengahiri pernikah-.an ini." berkata sambil menatap langit lagit ruangan memejam kemudian.


"Apa maksud nya??? Katakan dengan jelas jangan berputar putar?!." Pekik Ayah nya Fa'at sambil memeluk Oma yang jatuh pingsan.


"Aku tidak mampu memberi nafkah pada istri ku Ayah."ucap Fa'at kelu.

__ADS_1


Seketika itu Ayah langsung Faham. Ayah menunduk mengusap mata yang basah. Begitu pun dengan Ibu mertua menangis di sana.


Mai terduduk di lantai menangis disana, masih tidak percaya mendengar semua yang mereka katakan.


" Abah...Maaf kan Fa'at."


"Kau sangat baik nak, Kau pria yang baik. Abah tidak marah pada mu. Kau juga tidak bersalah. Ini semua sudah takdir."


ujar Abah.


Fa'at mengangguk"Terimakasih Abah."


"Maaf kan mas,dek Desi."


"Mas tidak pernah melakukan kesalahan apapun. Tapi mengapa harus begini? Mas memutuskan secara sepihak?!. Kau melukai ku?!."


"Mas sudah membicarakan dengan Abah sejak awal kita menikah. Memusyawarah kan perkembangan setiap konsultasi ke Dokter. Mas juga sudah beberapa kali shalat istikharah memohon petunjuk pada Allah Tuhan Yang Maha pengasih. Namun ini lah jalan yang terbaik."


Desi menatap Abah kemudian.


"Nak Fa'at Faham Agama nduk, Nak Fa'at tidak ingin menyakiti perasaan mu juga batin mu."


"Maaf kan Desi juga mas..."


Desi mengusap mata nya yang basah menatap pria yang baik, bahkan terlalu baik untuk nya.


"Kau akan sembuh, maka yakin lah jika Allah akan menyembuhkan mu."


Fa'at mengangguk tersenyum pada Desi.


"Aku akan merindukan mu.." Ucap Desi kembali mengusap pipinya yang basah.


"Sungguh?"


Desi mengangguk.


"BODOH?!."ujar Fa'at berbicara dengan khas Kristian.


" Eh?!"


Desi mendongak kan kepala mengerut kan dahi.


"Mas,Kau jauh lebih BODOH?!."


"Hahahaha..." Mereka tertawa bersama kemudian menangis juga bersamaan.


"Teruslah menyambung silaturahmi dengan keluarga kami." ujar Fa'at kemudian.


"Insya Allah mas."Desi mengangguk.


"Maaf membuat mu menyandang "Status Janda""


"Tidak apa, Aku bangga pernah menjadi bagian dari hidup mu."ucap Desi dengan mata berkaca kaca.


" Terimakasih. Berbahagialah walaupun tidak bersamaku."


"Oh ya.. Aku melupakan sesuatu."


"Apa?"


"Ini."


Fa'at mengeluarkan ponsel Desi yang dulu pernah dibuang oleh Ibu mertua.


"Ini...?!" Desi memperhatikan ponsel nya. Menatap Fa'at kemudian.


"Dia masih menyayangi mu hingga hari ini."


ucap Fa'at dengan tersenyum.


"Kristian..." Batin Desi....


-

__ADS_1


-


Mohon maaf masih slow up...


__ADS_2