Goodbye KRISTIAN

Goodbye KRISTIAN
SAH!


__ADS_3

Hari telah berganti. Mentari menampak kan sinar menguapkan embun pada dedaunan bersama menguapnya rasa sakit dan beban di hati desi beberapa waktu kebelakang.


Dekorasi indah, dan sederhana menghiasi halaman. Entah sejak kapan Kriatian menyiapkan itu semua.


Mungkin ketika Desi telah tertidur pulas dikamar nya.


"Anda sangat cantik nona."


Salah satu tim perias berkata sambil mbantu Desi memoles wajah nya.


Rona bahagia terlihat jelas disana. Sejak kemarin sore Kristian datang melamar nya.


Masih dengan perasaan tidak percaya, terasa seperti mimpi.


Hari ini aku menikah. Dengan Kristian,


huh..Senang nya.


Desi lagi lagi tersenyum sendiri di depan cermin yang memantulkan wajah nya.


Kristian. Pria yang telah memenuhi hati nya sejak lama. Tidak disangka, Kristian sedikitpun tidak melupakan nya walaupun dulu Desi pernah melukai.


Di kamar tamu. Kristian yang berada di dalam berdebar debar sendiri merasa sangat gugup.


Memandang pantulan wajah nya di depan cermin yang telah mengenakan stelan toxedo disana.


Rombongan dari Jakarta tiba, disambut pihak keluarga Desi beserta kerabat.


Tuan dan Nyonya Ramadhian beramah tamah pada Abah beserta keluarga nya.


"Apa kami terlambat Kris?."


Tuan Ramadhian memeluk Kristian.


"Tidak tuan, Ehm.. Maksudku Daddy."


Mempererat pelukan nya.


"Terimakasih"Lirih nya.


Nyonya Ramadhian menarik nafas lega. Hati nya menghangat melihat adegan itu.


Bu Inah dan Aisyah beserta Farel yang sambil mendorong stroller bayi datang untuk menyaksikan ijab kobul yang sebentar lagi di laksanakan.


"Ahir nya"


Farel menarik nafas lega sambil menepuk bahu Kristian.


Kristian mengangguk memantapkan hati.


Ikut menarik nafas lega sebab penantian nya yang dibilang sudah culup lama menunggu datang keajaiban dari takdir untuk menyatukan dirinya dengan Desi.


"Kakak"


Farel menurunkan tangan dari bahu Kristian dan memeluk nya.


Felisya menggenggam lengan Geo menghampiri Kristian yang sedang bercengkerama bersama keluarga nya.


Diikuti rangga yang datang sendiri tanpa membawa pasangan.


"Ahir nya kau laku juga brother."


Rangga dan Ktistian saling memeluk.


"Lalu kapan kau menyusul? Apa kau tidak laku."


Menggoda sambil menepuk punggung kemudian melepas kan pelukan nya.


"Aku?.Entahlah."

__ADS_1


Rangga mengherdik kan bahu.


Geo hanya menepuk bahu Kristian mengulas senyum samar.


Kristian sudah menangkap apa yang ingin Geo sampaikan melalui sorot mata itu.


Kristian sangat faham,mengangguk mengerti.


"Selamat Kris."


Ucapan lega dari Felisya terdengar di telinga Kristian.


Kristian mengangguk. Rona bahagia tentu saja terpancar di wajah Kristian saat ini.


Sahabat dekat datang dari jauh hanya untuk diri nya.


"Hai Felisya."


Rangga mendekat pada Felisya, Melirik Geo yang hanya diam tak bergeming.


"Kau semakin cantik saja ya."


Sengaja menggoda.


"Apa?."


Rangga melirik lagi pada Geo begitupun Felisya.


Tatapan mem..bu..nuh terlihat dari sorot mata nya itu.


Ampun!


"Aku hanya bercanda. hahaha"


Rangga menggeser tubuh nya beberapa langkah.


Kabur. tentu pilihan yang sangat tepat.


Semua yang datang tidak terkecuali para ustadz dan ustadzah dari pesantren Al- Ikhsan baik yang dari solo maupun Jakarta datang memenuhi undangan langsung dari Kristian.


Sementara Desi yang berada di dalam kamar duduk dengan dada yang terus berdebar. Ditemani kedua adik nya dan tim perias yang belum beranjak dari sana.


Tidak lama terdengar ucapan


"SAH...!!"


Serempak dari orang orang yang ada di luar dana.


Hati Desi bergetar. Ingin rasa nya beiak dan menangis karena bahagia.


Alhamdulillah..


Desi keluar bersama hengki dan harli yang berjalan disisi kanan dan kiri dari Desi.


"Ahir nya kau menikah dengan nya mba."


ujar Hengki.


"Dengan pria yang sangat kau suka."


Bisik Harli.


Air mata menetes penuh haru. Mendengar lantunan Shalawat nabi yang menyambut dirinya disana.


Mulai hari ini, dan seterus nya Ia telah sah menjadi istri dari Kristian.


Desi duduk di samping Kristian. Mengulurkan tangan untuk mencium punggung tangan nya.


Kristian menyambut tangan Desi. Desi mencium punggung tangan Kristian dan menangis sesenggukan.

__ADS_1


Membuat para tamu ikut mengharu.


"Hei.. Sudah, jangan menangis."


Kristian mengusap pipi Desi yang basah.


"Apa aku mimpi?."


menatap Kristian dengan wajah sendu.


"Sepertinya iya."


"Haaaa"


Kembali menangis semakin keras.


"Dasar bodoh!."


Kristian mengecilkan volume nada bicaranya.


Hik..


"Biar!."


Desi terkesiap ketika bibir lembut itu mendarat di dahi nya.


Terasa hangat dan mendebar kan.


Aku tidak mimpi.


"Jika terasa kau itu tidak mimpi."


Desi merinding, bulu halus nya terasa berdiri semua. Bukan hanya karena ucapan lirih itu terdengar hangat di telinga, tapi Kristian menyandarkan kepala nya di bahu Desi. membenamkan wajah nya di sana.


Dihadapan semua orang. Tidak perduli dengan wajah Desi yang memerah antara bahagia, terharu ataukah sangat malu.


Kristian memejamkan mata, melepas perasaan yang lama sekali tertahan.


Hening. Itulah suasana di acara pernikahan itu saat ini. Desi meletak kan tangan nya pada punggung Kristian. Pipi Desi Ia tempelkan di rambut Kristian. Hanya nafas kedua nya yang terdengar.


Para tamu yang hadir hanya diam terpaku menyaksikan itu. Rasanya ikut mengharu. Menyaksikan sendiri betapa besar Desi telah memenuhi hati Kristian.


Aisyah terbawa suasana, Ia mengusap bulir bening yang lolos dari mata nya.


Farel kemudian meraih bahu istri nya dan mendekap disana.


Nyonya Ramadhian justru mengharu biru. Kristian yang tidak pernah menunjukan kesedihan nya, tidak pernah bersandar pada siapapun, kini terlihat di depan mata betapa rapuh nya Kristian.


Tuan Ramadhian pun melakukan hal yang sama seperti yang Farel lakukan. Meraih bahu istri dan mendekap nya.


Berbeda dengan Felisya. Ia malah sangat iri dengan adegan yang sedang Ia saksikan. Ia melirik Geo yang tidak ber ekspresi saat Felisya bersandar di bahu Geo.


Aaaaa Sebal!."


Felisya menggerutu dalam hati.


Geo hanya mengulas senyum samar tanpa terlihat orang lain.


Meletak kan tangan nya di atas kepala Felisya dan mengusap nya beberapa saat.


Aaaa Geo, Ini kenapa aku sangat tergila gila pada mu..


he..


Mata para tamu tiba tiba membelak sempurna, hingga sebagian para jomlo bangun dari duduk nya karena kaget. Hengki samai mencengkram lengan harli. Apalagi Pak penghulu yang tiba tiba mulut nya menganga.


Melihat Kriatian yang menempelkan bibir nya pada bibir Desi. Desi membelakak hingga refleks mencondongkan tubuh nya kebelakang. Kristian menahan Dengan tangan kekar itu menyentuh pinggang nya. ******* bi..bir itu dengan lembut.


Desi sial nya pun ahir nya terbawa suasana. Menautkan bibir nya disana cukup lama. Tidak menghiraukan para tamu yang masih menganga disana. Waktu terasa berhenti. Para tamu yang membelalak menganga mematung, tapi kedua mempelai menikmati hangatnya ciuman di depan mereka disana.

__ADS_1


"Dasar Kristian IDIOT"


Umpat Farel.


__ADS_2