
Ponsel berdering mengganggu pengantin baru yang sedang bercium*n.
Konsentrasi buyar akibat ponsel yang terus berdering.
"Mengganggu saja."
Kristian bangkit dari ranjang meraih ponsel dan membuka nya.
Klara. Mau apa dia malam malam begini.
Kristian meletakkan kembali ponsel nya tidak mengindahkan.
"Ada apa?."
Desi mendekat pada Kristian.
"Tidak ada. sebentar saja ya, Ada beberapa pekerjaan yang harus segera aku selesaikan."
Mengusap rambut Desi.
Muach..
Mencium dahi Desi kemudian.
Desi menjauh memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sedangkan Kristian fokus dengan layar lipat nya memeriksa pekerjaan yang sempat Ia tunda selama dua hari. Terus fokus hingga jarum jam telah berputar.
Hingga tidak menyadari Desi telah berdiri di belakang nya sejak tadi.
"Mengapa bisa Klara seceroboh ini."
"Ada masalah?."
Desi berkerut dahi.
"Ada beberapa file yang tidak Dia kirim kan pada ku."
Memijat pelipisnya.
"Dia marah? Atau ingin anda menghubungi nya?.Apa tadi yang itu Klara?"
Teringat saat ponsel Kristian berdering.
Kristian refleks menoleh pada Desi.
"Mengapa melihat ku begitu? Aku tidak marah."
Tersenyum disana.
"Aku?."
Kristian berkerut dahi.
"Senyum mu jelek sekali.Kau cemburu Desi Kumala Marwan."
Kristian Bangkit dari duduknya.
"tidak.,'
Mengumpulkan nafas sekuat tenaga agar tidak ketahuan.
"Kau tidak pandai berbohong."
Kristian mendekat pada Desi yang terus mundur kebelakang.
Tersenyum samar melihat Desi yang panik.
"Aww."
Brugh..!!
Desi terjatuh ke atas ranjang saat jari telunjuk Kristian menekan dahi nya dan Kristian pun menind*h tubuh nya.
__ADS_1
"Aku baru tahu jika kau itu cemburuan ya."
Kristian membelainya rambut Desi yang masih sedikit basah.
Cup
Mencium pipi Desi kanan dan kiri.
"Klara sangat cantik dan dia menyukai anda."
Pada akhirnya jujur itu lebih baik bagi nya.
"Lalu?"
Kristian meninggikan alis nya, namun tangan kekar itu mulai bergerak nakal.
Desi bergedik refleks menggerakkan tubuhnya saat tangan itu masuk kedalam piyama mem.be...lai pinggang nya.
"Lalu,Apa ya?."
berfikir sejenak, konsentrasi nya buyar karena tangan Kristian mulai tidak terkendali mere..maS bu..ah dadanya dengan lembut.
"Kau takut aku tertarik pada nya? Karena setiap hari bertemu dengan nya di kantor?."
Berbisik di telinga dengan lidah bermain disana.
"Kau bahkan tau jika aku hanya mencintai mu!."
Menggigit telinga namun tidak sakit. Dengan tangan kiri meraih remote mematikan lampu menyisakan remangnya lampu tidur.
Cup..
Cium*n hangat mendarat di bibir. Meresapi kehangatan malam saat hujan semakin deras.
Tangan kanan Kristian terus membe..lai me..re..mas Buah da..da disana.
Suara deras nya air hujan menambah sensasi tersendiri bagi pasangan yang sekarang masih saling bertaut di atas ranjang dengan nafas yang mulai tidak beraturan.
Li..dah kembali bergerak menuju leher menye.sap menciptakan tanda tanda. Mulai men..ji..lati setiap lekuk disana hingga menye...sap pada buah da..da.. dengan tangan me..re..mas disana.
aaahhh...
De...sa..han mulai terdengar menggema diruangan.
Membuat Kristian semakin bersemangat memainkan pu..ti..ng dengan Li..dah dan menye...Sap disana.
Dengan tangan mulai mem..be..lai turun kebawah sana Mera...ba me..re..mas bagian inti yang mulai basah.
Sayang...
Desi mencengkram rambut Kristian saat pergerakan nya semakin liar.
De..sa..Han berkali kali menggema syahdu di dalam kamar yang menjadi saksi bisu setiap belai..an disana.
Desi mulai melepas kancing kemeja Kristian satu persatu. Mengekspose tubuh atletis membuat siapapun wanita menelan Silva.
Desi mencium dada itu men..ji.lati leher hingga menciptakan tanda tanda di dada Kristian.
Desi membuka kancing ce..la..na Kristian perlahan. Walaupun wajah nya memerah karena malu.
Keduanya telah polos tanpa sehelai pun, Siap membelah karna yang dibawah sana telah menegang sempurna.
"Mungkin ini akan menyakiti mu lagi."
Kristian mengecup dahi Desi.
"Saya akan menahan nya.Tapi tidak akan semakin kemarin kan?"
Tersenyum sambil mengusap pipi Kristian yang telah me..nin..dih nya.
Kristian mulai membelah membenamkan mi..Lik nya. Sambil menautkan bibir agar rasa sakit itu tidak begitu terasa.
Tangan Desi mencengkram punggung Kristian.
__ADS_1
Rasa nya tidak sesakit kemarin saat sesuatu mulai masuk kedalam sana memenuhi inti nya.
aa .hhh
De..sa..han terdengar dari bibir indah Kristian.
Mulai memompa perlahan, mengganti rasa sakit dengan nikm*t yang membuat Desi mengeluarkan suara suara Syah di memenuhi ruangan.
Semakin cepat Kristian memompa semakin syahdu pula de..sa..Han terdengar di telinga.
Desi menumpahkan cairan hang*at melepas nikm*t yang membuat Kristian semakin bersemangat.
Kristian mengubah posisi dengan nya duduk bersandar dan Desi di at*s nya memimpin.
Kristian leluasa me..re..mas gundukan besar dengan bibir yang bertaut.
A..hhh...
Kristian membaringkan tub*h Desi lagi. menin..dih membenamkan lagi milik nya lagi memompa dengan ritme yang lebih cepat. membuat Desi kembali meledakkan disana.
Kristian semakin mempercepat ritme nya pun Ahir nya ikut meledak juga.
Kristian menautkan bibir nya meresapi cinta kedua nya.
"Terimakasih sayang"
Kristian mengecup dahi Desi.
"Aku mencintaimu mu."
Balas Desi.
Kristian mengembangkan senyum nya. melepas milik nya keluar dari inti Desi menarik selimut menutupi kedua nya.
"Aku ingin mersamamu seperti ini selama nya."
Kristian membelai rambut lurus Desi yang terurai.
"Saya pun begitu."
Membenamkan wajah nya di dada Kristian.
"Kau seperti nya tergila gila dengan tubuh ku."
Mendekap erat Desi dan mencium pucuk kepalanya.
"Diam.Ini tempat favorit saya sekarang."
Membenamkan wajah nya disana.
Kristian tergelak. "Tidur lah."
Membelai rambut Desi hingga tertidur pulas di dalam dekapan nya.
"Terimakasih Tuhan. Mengizinkan ku hidup bersama wanita ini. Wanita yang aku cintai yang menggerakkan hati ku untuk melindungi nya.
Mencintainya sepenuh hati hingga menua bersama nya. Sampai nanti. Sampai aku menutup usia "
Kristian bangun dari tidur nya perlahan.
Meraih bathrobe untuk menutupi tubuh polosnya.
Turun dari ranjang membuka tirai dan jendela kamar di lantai dua.
Hujan masih sangat deras. Waktu terasa berputar semakin lama. Teringat ketika dirinya di hotel kala itu bersama Desi. Saat akan melepas dirinya untuk terakhir kali.
Dan sekarang Kristian bisa bernafas lega setelah panjang nya perjalanan cinta yang seperti tidak menemukan jalan temu. dan pada Ahir nya sekarang Semesta menyatukan kedua nya lagi. di waktu yang berbeda namun dengan cinta yang sama.
Kristian menutup jendela dan tirai nya lagi.
Menuju ranjang dan mendekap istrinya lagi.
"Kau pulas sekali. Bahkan aku cubit saja tidak bangun."
__ADS_1