
Berada di dalam lingkungan pesantren membuat Desi pun terbawa dengan suasana yang semakin mendekatkan diri terhadap Allah, Tuhan Seluruh Alam. Berkumpul dan berinteraksi dengan orang orang baik pun juga membawa kebaikan untuk diri nya.
Kejadian demi kejadian dalam hidup nya membuat diri nya jadi lebih Dewasa.
Seperti biasa di ahir pekan setiap minggu nya Desi datang ke Apartement Kristian untuk mengajar.
Melangkah masuk dengan lift yang mengantar nya,melewati lorong yang sering Ia lalui.
"Sudah sering bertemu namun tetap saja berdebar."
Bergumam di depan pintu. Masih enggan untuk menekan tombol bell.
"Kondisikan dirimu Desi, Bersikaplah profesional."
Desi menghela. Berusaha menetralkan diri nya.
Pintu terbuka sebelum Desi menyentuh tombol bell.
"Kau sudah datang Ustadzah?, Mengapa hanya berdiri di situ?."
Kristian muncul disana.
"Assalamu'alaikum."
Desi sedikit membungkuk kemudian masuk kedalam apartement.
"Wa'alaikum salam."
Kristian masuk menuju ruangan. tempat biasa Desi mengajar.
Desi mengikuti Kristian dari belakang.
Kali ini berbeda dari sebelum nya. Kristian sudah lancar membaca kitab suci. Desi hanya menyimak dan sesekali memperbaiki jika Kristian salah dalam membaca.
Kristian membaca kitab suci hingga 1juz.
"Untuk hari ini cukup tuan. Saya permisi."
Desi sedikit membungkuk kemudian berpamitan.
"Tunggu."
Desi pun berhenti melangkah.
"Maaf tuan, Saya terburu buru."
Berusaha menghindar.
"Aku tidak memintamu membuatkan makan malam lagi untuk ku, Aku hanya ingin kau menemani. Itu saja."
Kristian berlalu menuju dapur.
Menarik kursi kemudian duduk di sana.
"Anda selalu saja bertingkah seenak nya."
Gumam Desi dalam hati.
Ingin rasanya menolak dan mengatakan jika sedang buru buru dan kabur tanpa harus menemani nya makan malam.
Tapi hati nya tidak tega melihat Kristian duduk sendiri sambil menyuapkan sendok ke mulut nya terlihat di sana.
"Huuhhh."
Desi menghela. Menghampiri Kristian kemudian duduk saling berhadapan.
"Aku membuat nasi goreng. Coba lah."
Kristian menyodorkan sendok berisi nasi goreng pada mulut Desi.
"Tidak, Terimakasih."
"Kau yakin? Ini enak sekali."
Kristian menyuapkan lagi ke mulut nya.
"Aku terlihat seperti orang bodoh."
Gumam Desi.
"Coba lah, Sedikit saja"
Kristian menyuapkan lagi.
Ahir nya Desi membuka mulut.
"Hap."
"Enak kan?."
Desi mengangguk.
"Tidak buruk."
"Tuan, Maaf tapi Saya harus kembali ke pesantren sekarang. Saya akan menemani anda lain waktu.
Saya permisi."
Sedikit membungkuk kemudian berlalu dari sana.
"Desi tunggu."
Desi menghentikan langkah nya tanpa menoleh kebelakang.
__ADS_1
"Biar ku antar."
Lagi lagi tidak mampu menolak.
"Sejujur nya, Bertemu denganmu adalah hal yang sangat menyenangkan."
Batin Desi sambil terus melangkah de belakang punggung tegap itu.
Memasuki lift khusus yang hanya mereka berdua di dalam sana.
"Kau murung sekali ada apa?."
Menatap dinding besi yang memantulkan mereka berdua.
"Tidak, tuan."
Desi menunduk.
"Apa begitu terlihat ya?."
Desi bergumam dalam hati.
"Jika tidak ingin bercerita, tidak apa."
Menoleh pada Desi yang berdiri di belakang nya.
"Ibu mertua saya meninggal tuan, Beliau begitu baik. Saya terlalu terbawa perasaan hingga mengingat Ibu yang telah melahirkan saya. Itu saja."
Desi menarik nafas panjang.
"Jika aku halal untuk mu. Aku akan membiarkan mu bersandar di bahu ku dan membagi rasa sakit itu bersama."
Lirih Kristian.
"APA?."
Desi tersentak.
"Tidak. Lupakan."
Pintu lift terbuka. Kristian melangkah keluar dari sana.
"Apa aku tidak salah dengar tadi?."
Desi mengulas senyum samar di belakang Kristian.
"Kristian."
Suara wanita cantik memanggil. terlihat menghampiri dari kejauhan.
"Klara?."
"Hi Kris, Aku ingin ke rumah mu. Tapi sepertinya kau akan keluar."
Netra Klara menangkap sosok wanita disana.
"Dia siapa Kris."
Menatap Desi dengan tatapan tidak suka.
Desi membalas Klara dengan senyuman manis disana.
"Siapa wanita ini. Sepertinya mereka sangat dekat."
Gumam Desi.
"Dari tatapan nya, dia tidak menyukai ku."
"Kris, Kau membawa wanita ini ke dalam apartement mu?."
Klara menatap Kristian penuh selidik.
"Bukan urusan mu!."
"Cih!"
Klara Tersenyum sinis disana.
"Maaf nona, Anda salah faham. Saya hanya ditugaskan untuk mengajari tuan Kristian mengaji. Tapi sekarang sudah selesai. Saya permisi nona, tuan Kristian. Assalamua'alaikum."
Ujar Desi lembut sambil tersenyum ramah.
"Ya pergi lah."
Klara mengherdik kan bahu.
"Benar juga, mana mungkin Kristian berkencan dengan wanita seperti itu. Lihat saja penampilan nya."
Gumam Klara dalam hati.
Desi berlalu meninggalkan Klara dan Kristian disana.
"Desi tunggu?!."
Kristian mengejar Desi.
" Aku akan mengantar mu."
"Kris!."
Pekik Klara.
Kristian tidak menghiraukan Klara, Ia mengejar Desi membuat Klara sangat kesal.
__ADS_1
"Sial."
Umpat Klara menghentak kan kaki.
Klara mengejar Kristian menuju parkiran.
"Kris, tunggu!."
"Kau mau kemana Kris, Biarkan saja dia pulang naik taxi."
Klara menarik lengan Kristian, Menyandar kan kepalanya di bahu.
"Lepaskan. Klara, Jagalah sikap mu?!."
Kristian meninggikan suara.
"Kau marah? Kau membela wanita ini?."
Menunjuk Desi yang hanya diam sejak tadi.
"Dia wanita ku.
Kristian menghempaskan tangan Klara yang tersentak dengan ucapa Kristian barusan.
Kristian membukakan pintu mobil untuk Desi yang masih tertegun dengan kata kata Kristian barusan.
" Masuk lah."
"Tapi, Tuan."
Desi sedikit ragu.
"Kumohon."
Menatap lekat Desi.
"Baik lah."
Desi pasrah, Ahir nya masuk kedalam mobil dan Kristian kembali ke tempat nya. Menginjak pedal gas melajukan mobil nya meninggalkan Klara sendirian.
"Sialan kau Kristian!. Kau menolak ku Demi wanita seperti itu?."
Klara nampak sangat kesal. Menuju mobil nya menutup pintu dengan keras.
Memukul kemudi melampiaskan kekesalan nya.
Terngiang ngiang di kepala, Wanitaku. wanitaku. wanitaku.
"Aaaaa"
Klara meremas rambut nya.
Dulu Klara pernah diabaikan oleh Farel. Sekarang pun diabaikan oleh Kristian. Ambisi nya untuk menjadi menantu di Keluarga Ramadhian pun sepertinya harus pupus.
Klara adalah anak dari teman Nyonya Ramadhian.
Wanita cerdas yang ahir nya lolos dan masuk ke perusahaan menjadi sekertaris Kristian.
Klara mencengkeram kemudi.
"Akan ku buat kau tergila gila pada ku. Kristian."
***
Ditempat lain, Kristian terus melajukan mobil nya.
Hening.
Tidak ada pembicaraan apapun disana.
"Maaf tuan."
Ucap Desi memecah keheningan.
"Aku yang seharus nya minta maaf.
Dia Klara, Sekertaris ku di kantor. Aku tidak memiliki hubungan khusus dengan nya. dan Kau sebaik nya tidak perlu menghiraukan wanita itu ."
Kristian menjelaskan tanpa di tanya.
Desi memang sempat cemburu tadi, namun mendengar Kristian berhawa "Dia wanita ku." Membuat hati Desi menghangat.
"Apa hubungan nya dengan ku. Klara Cantik sekali. Dan lihat dia, sangat serasi dengan anda tuan."
Desi tersenyum disana.
"Serasi? Kau memintaku untuk mendekati nya?.Dasar bodoh."
"Aku tidak salah kan?. Klara cantik dan terlihat sangat cerdas. Dia juga sangat menyukai anda."
"Omong kosong!"
"Apa kau tidak bisa merasakan nya Desi?.
Sampai hari ini pun hanya kau yang aku ingin kan."
Batin Kristian.
-
-
Maaf Up nya lamaaaaa...
__ADS_1
Terima kasih kalian masih setia menunggu