Goodbye KRISTIAN

Goodbye KRISTIAN
Rumah baru


__ADS_3

Sore ini Fa'at keluar dari klinik setelah selesai melakukan pemeriksaan juga terapi oleh Spesialis Andrologi disana.


Fa'at menginjak pedal gas melaju meninggalkan klinik menuju pesantren Al-Ihsan.Telah menunggu Desi didepan pintu gerbang pesantren.


Mobil Fa'at berhenti di depan gerbang yang telah disambut senyum yang manis dari Desi.


"Assalamu'alaikum"


Desi membuka pintu melesat duduk di samping Fa'at.


"Wa'alaikumsalam."


"Kau bersemangat sekali?apa hari mu menyenangkan?"


Fa'at mengulas senyum menyentuh kepala istrinya dan mengusap usap disana.


"Hm..Sangat menyenangkan.Ustadzah menyambut ku dengan baik,mengenalkan ku pada ustadzah lainya.Semua orang orang hebat disana.Ada juga yang lulusan Al-Azhar dan juga maroko.Benar kata bibi,mengapa orang seperti ku bisa mengajar di Al-Ikhsan?"


"Mungkin kau sedang beruntung." ujar Fa'at tersenyum pada Desi.


"Mas benar,Aku juga cepat bisa bergabung dengan mereka.Mungkin karena aku terlalu banyak bicara." antusias Desi berbagi kebahagiaan nya pada Fa'at suami nya.


"Aku senang jika kau bahagia."


"Aku sangat terluka ketika hampir setiap saat mendapati mu menangis di kamar mandi,alih alih berendam di bathub.Namun kau selalu menumpahkan air mata mu disana."


"Eh..." Desi terkesiap dengan ucapan Fa'at reflek menoleh Fa'at tiba tiba.


"Maafkan aku." Desi menunduk.


"Tidak apa..Aku tidak marah.Seharusnya aku yang meminta maaf." Fa'at berbicara sambil menatap kedepan.


"Kenapa begitu?"


"Aku sudah menyiksa batin mu.Aku memisahkan mu dengan nya.Pria baik yang juga tulus mencintai mu." Faat diam sejenak.


"Hahaha.Mungkin jika bersama nya kau akan bahagia." Fa'at tertawa bukan terpaksa namun Ia menertawakan diri nya sendiri.


"Jangan membahas dia lagi,nanti aku maupun dirimu akan terluka.Yakin lah...Aku akan berusaha mencintai mu.Perlahan melupakan diri nya."


Senyum Desi pada Suami nya.


"Maaf kan aku..Aku tidak pernah bermaksud menipu mu.Namun sampai hari ini pun aku belum bisa melupakan Kristian." gumam Desi dalam hati.


"Baik lah kenakan seatbelt nya,aku punya kejutan untuk mu." Fa'at membantu Desi mengenakannya.


"Aku bisa sendiri."


Fa'at tidak mengidahkan ucapan Desi. "Terimakasih" ucap Desi kemudian.


Mobil melaju meninggalkan area pesantren.


"Sebenar nya kita mau kemana?Ini kan area komplek perumahan."


Fa'at memberhentikan mobil nya.Turun dari mobil kemudian membukakan pintu untuk Desi.


"Keluar lah sayang."


"Mas,kau ini berlebihan."


Fa'at meraih tangan Desi yang turun dari mobil.


"Ini Rumah kita."

__ADS_1


"Ya?"


"Ini rumah kita sayang." ujar Fa'at mencium pipi istri nya.


Fa'at membawa Desi memasuki rumah minimalis yang nyaman dan tidak terlalu besar.


"Maaf hanya ini yang baru bisa ku berikan."


"Terimakasih mas,Aku sangat menyukai nya." Desi terlihat tersenyum bahagia.


"Alhamdulillah..terimakasih juga sayang."


"untuk?"


"Untuk semua nya."


Fa'at mengusap pucuk kepala istri nya.


***


Mobil melaju menembus hening nya malam memasuki kediaman Prana jaya.


Fa'at menggandeng tangan sang istri memasuki rumah nya.Rumah begitu tampak sepi berbeda dari sebelum nya.


"Duduk lah sebentar,kami ingin bicara."


ujar Ibu mertua.


Fa'at dan Desi mengikuti perintah ibu nya.


"Ada apa bu?"


"Bibi mu sudah pulang ke jawa timur,menitip kan salam untuk mu."


Fa'at hanya diam,hening seketika di sana.


"Kalian baru menikah,apa tidak sebaik nya berbulan madu saja?" ucap oma memrcah keheningan.


"Bulan madu bisa ditunda dulu,karena aku dan Desi sudah mulai masuk kerja.Oh ya..Besok kami akan pindah,rumah ini terlalu jauh dari tempat kami bekerja." tutur lembut Fa'at pada Ibu nya.


"Pindah??"


"Iya,kami membeli rumah dekat dengan pesantren.Jadi tidak perlu terlalu terburu buru jika ingin ke kantor atau Desi ke pesantren."'pungkas nya.


" Baik lah terserah kalian saja."


***


Ibu mertua memberi petuah panjang lebar pada Fa'at dan Desi.Tidak lupa memperingatkan agar mengunjungi mereka setiap minggu nya. Desi menangkap ada perhatian dan rasa kasih sayang wanita terhadap anak nya.Desi menghangat.


Entah sudah adat atau kebiasaan wanita,Selalu ada drama menangis ketika berpisah. Drama itu pun muncul disana.


Ayah mertua telah siap untuk mengantar Fa'at dan Desi dengan membawa Pick Up berisi perabotan dan barang barang hadiah dari Ayah untuk mengisi rumah anak nya.


Ibu dan Oma tidak sampai hati melepas anak nya kemudian ikut mengantar menuju rumah baru.


Maimunah pun diajak untuk ikut membereskan barang barang nanti ketika disana.


"Jika ingin mengantar,kenapa harus menangis sejak tadi?" Bisik Fa'at pada Desi.


"Ssttt...Itu arti nya mereka begitu menyayangi mu juga aku?!."


Fa'at hanya mengangguk meng iya kan.

__ADS_1


Dua mobil melaju meninggalkan kediaman prana Jaya menuju perumahan di kota solo.


Fa'at menggenggam tangan istri nya.Mengecup nya disana.


"Aku mencintai mu."


"Terimakasih." Senyum manis Desi pada suami nya.


Sampailah didepan rumah minimalis yang Fa'at beli.Mereka pun turun dari mobil memasuki rumah itu.



"Rumah ini kecil sekali nak?" ujar oma melihat bangunan di depan nya.


"Tidak apa oma,aku sangat menyukai nya" Senyum Desi pada Oma.


"Terserah kau saja."


Maimunah bergegas membersihkan rumah itu, Menyusun perabot dibantu Fa'at dan Desi.


Ayah dan Ibu mertua ikut membantu kecuali Oma yang memang sudah tua.Oma hanya duduk manis sambil memperhatikan yang lain nya.


Terkadang memberi komentar jika susunan barang tidak sesuai keinginan Oma.Layak nya orang tua pada unum nya Oma cerewet di bidang ini.Tidak ingin ada kesalahan jika menyangkut susunan barang di dalam rumah.


Mai sangat Faham terhadap Oma.


Oma tidak suka ada barang yang berpindah satu senti pun dari susunan sebelum nya.


"Alhamdulillah,selesai juga."


Fa'at mengetik di ponsel nya memesan makan siang untuk mereka.Tidak lama pesanan datang.


Seluruh anggota keluarga juga maimunah duduk melantai sambil menikmati makan siang bersama.Bercengkrama dengan raut wajah bahagia disana.Desi tersenyum lega,Ia merasa sudah mulai diterima di keluarga ini yang sebelum nya terjadi kesalah pahaman antara dirinya dan Ayah dan juga sang Ibu mertua. Ayah dan Ibu pun sudah mulai memaafkan Desi.


"Assalamu'alaikum."


Terdengar suara yang sangat Desi kenali.


"Wa'alaikumsalam."


"SURPRISE...."


ucap Fa'at.


Desi tertegun melihat siapa yang datang.


Abah,Hengki dan juga Harli.


"Abah...?!" Desi menyalami dan mencium punggung tangan Abah nya.


Diikuti Hengki dan Harli yang juga melakukan hal yang sama pada Desi.


"Terimakasih mas.." Desi menitik kan air mata bahagia secepat itu langsung mengusap nya.


Fa'at hanya tersenyum mengangguk meng iya kan.


-


-


Maaf bila masih banyak kesalahan dalam menulis..


Terimakasih sudam mampir di cerita Desi dan Kristian..

__ADS_1


Mohon dukungan nya kawan..


__ADS_2