Goodbye KRISTIAN

Goodbye KRISTIAN
Anak jalanan


__ADS_3

Mobil memasuki area pinggiran kota Jakarta. Kawasan pinggiran sungai, Tempat kumuh yang padat penduduk. Disini lah anak anak jalanan yang kurang beruntung tumbuh.


Kristian keluar dari mobil disambut hangat dari para penduduk tidak terkecuali anak anak disana.


Disini lah tempat Kristian menghabiskan waktu di hari minggu setiap sore nya.


Membagi bagi kan uang dan mengajar ilmu yang sekira nya akan bermanfaat untuk mereka. Kristian juga membuat home schooling gratis untuk anak jalanan dan mengajarkan ibu ibu kreatifitas seperti menjahit, membuat kue dan beberapa kerajinan yang terbuat dari sampah.


Hasil karya mereka Kristian beli kemudian dibagikan lagi untuk yang sekira nya membutuh kan.


Kristian mendatang kan guru untuk mengajari mereka juga para ibu ibu.


"Kakak datang bersama siapa?."


Anak kecil yang berada di gendongan Kristian menunjuk Desi yang baru saja turun dari mobil.


"Itu Ustadzah yang akan mengajari kalian mengaji setiap minggu nya."


Anak anak berhambur menghampiri Desi menyalami dan mencium punggung tangan nya disana.


"Selamat datang Ustadzah. Anda begitu cantik."


Ujar anak kecil sambil menyalami Desi.


Desi merendahkan tubuh nya. "Kau juga sangat cantik sayang."


Desi menyentuh hidung anak kecil di depan nya.


"Kau tidak pernah berubah tuan. Itu mengapa aku selalu menyukai anda hingga hari ini pun."


Batin Desi melihat Kristian disana.


Kristian membuka bagasi mobil nya. "Ambil ini untuk kalian."


Kristian membagi bagikan kotak berisi makanan untuk mereka. Menyisakan dua untuk dirinya Dan Desi nanti.


"Terimakasih tuan, Anda selalu baik terhadap kami."


Hanya sedikit orang yang peduli terhadap anak anak kurang beruntung seperti mereka.


Desi memasuki kawasan itu mengikuti Kristian menuju bangunan tua yang telah bersih beralaskan tikar untuk mengajar mengaji disana.


Terdapat 5 guru yang datang bergantian setiap hari nya sesuai jadwal.


Mulai dari mengajar materi umum hingga mengajarkan ibu ibu kreatifitas.


Sedangkan Desi mengajar membaca Al-Qur'An dan FiQih yaitu tata cara ber Ibadah yang baik dan benar.


Desi mulai mengajar anak anak disana dengan Kristian memperhatikan nya tanpa Desi sadari.


Anak anak begitu gembira dengan cara mengajar Desi yang sangat menyenangkan.00


Desi melambai pada anak anak yang mengantar kan Desi masuk kedalam mobil Kristian setelah selesai mengajar.


"Terimakasih tuan, Anda membawa saya kemari."


Berkata sambil memasang seatbelt disana.


"Kau tidak keberatan kan mengajar mereka di setiap hari minggu?"


Berkata sambil melajukan mobil nya.


"Saya tidak keberatan. Justru sebalik nya. saya senang sekali."


Tersenyum manis pada Kristian.


"Anda begitu perduli dengan keadaan disekitar. Secara pribadi saya kagum pada anda."


"Kau mungkin bisa jatuh cinta lagi dengan ku."


"Kita Shalat maghrib disana."


Menunjuk pada Masjid di pinggir jalan.


"Baik tuan."


Adzan Maghrib berkumandang. Desi dan Kristian pun ahir nya ber Ibadah di masjid tersebut.


Shalat di laksanakan dengan berjama'ah kemudian setelah itu Desi dan Kristian membaca ayat ayat suci.


"Masuk lah."


Kristian membukakan pintu mobil untuk Desi.


"Tuan, sudah ku katakan aku bisa membukanya sendiri."

__ADS_1


Ahirnya Desi masuk dan duduk manis di sana.


Kristian kembali melajukan mobil nya menembus ramai nya malam di kota Jakarta.


"Kau mau kesana."


Menunjuk ramai nya pasar malam itu.


"Sebelum nya kita pernah ke tempat seperti itu kan?."


Menoleh pada Kristian.


"Kau masih mengingat nya?"


Berkata dengan pandangan lurus ke depan.


"Hanya terlintas saja tuan. Oh ya, peraturan pesantren melarang kembali diatas jam 8 malam.


Sebaik nya saya langsung pulang saja."


Mengalihkan pandangan nya lurus ke depan.


"Mengapa kau bercerai dengan nya?."


Melirik pada Desi.


Desi terkesiap.


"Bagaimana anda bisa tau?!."


"Jadi benar ya?."


Tersenyum samar.


"Anda Tersenyum apa itu menertawakan ku?."


Desi memajukan bibir nya.


"Apa aku terlihat sedang melakukan nya?."


Kristian memicingkan mata nya.


"Faat pria yang baik, mengapa kau bisa berpisah?."


"Mengapa anda mencampuri urusan pribadi ku."


"Aku bertanya karena jika aku bersama dengan mu, tidak ada hati yang akan terluka."


Terus berbicara sambil mengemudi.


"Eh, mengapa anda bicara begitu?."


Batin Desi.


"Saya itu seorang janda Tuan, Tidak kah anda malu jika dekat dengan saya?."


"Memang nya aku berkata ingin mendekati mu?."


Berkata sambil menatap Desi memajukan wajah nya.


" aaaa Memalukan sekali?! Benar juga. Mengapa aku begitu terbawa perasaan. Kristian tidak mengatakan ingin dekat dengan ku. Ya Tuhan..."


Gumam Gumam Desi dalam hati.


Jika saja bisa menghilang Desi sudah menghilang lenyap di telan bumi.


Desi seketika berpaling. Mulut nya terus diam seperti terkunci karena merasa sangat malu.


"Sudah sampai."


Mobil berhenti di depan gerbang pintu masuk menuju area rumah dinas para Ustadzah Al- Ikhsan.


"Terimakasih untuk hari ini tuan."


Membuka seatbelt hendak membuka pintu.


"Tunggu."


"Ya?."


Desi menoleh.


Kristian meraih paper bag berisi Jas dan mengeluarkan nya.


"Pakai ini. Cuaca diluar sangat dingin."

__ADS_1


Desi meraih Jas Kristian dan memakai nya.


"Terimakasih tuan."


Desi membuka pintu mobil Kristian kemudian keluar dari sana.


"Desi?."


Kristian menurunkan kaca mobilnya.


"Kau belum makan malam bukan?"


Desi menggeleng.


Kristian keluar dari mobil membuka bagasi.


"Sisa dua kotak. untuk mu satu."


Menyodorkan pada Desi.


Pada ahir nya Kristian dan Desi menikmati makan malam di dalam mobil.


Sesekali bercanda dan tertawa bersama.


"Rasa nya waktu ini tidak ingin cepat berlalu."


Batin Desi.


"Masuk lah, sampai bertemu lagi di ahir pekan."


"Selamat malam."


ujar Kristian.


"Selamat malam tuan."


Melambai pada Kristian yang kemudian berlalu menjauh dengan mobil nya.


Desi masuk kedalam rumah nya dengan wajah yang berseri.


Mencium Jas menikmati aroma parfume yang belum menghilang.


***


Di tempat lain.


Gerbang terbuka. Security sedikit membungkuk menghormati siapa yang datang.


"Assalamu'alaikum."


Kristian membuka pintu utama kediaman tuan Ramadhian.


"Wa'alaikumsalam Kris."


"Duduk lah."


Kristian mengikuti perintah tuan Ramadhian.


"Dua hari ini kau tidur di apartement mu, apa ada sesuatu?."tanya Nyonya Ramadhian.


"Kris belajar mengaji mom."


"Mengaji?."


Tuan ramadhian menimpali sambil menikmati secangkir kopi.


"Dia yang mengajariku mengaji"


"Dia datang kembali dan sekarang mengajar di Al- ikhsan."


"Dia? Maksudmu?."


"Desi, wanita yang pernah aku kejar dari Kairo hingga sampai di desa nya."


"Bukankah dia sudah menikah?."


Nyonya Ramadhian berkerut dahi.


"Apa tuan keberatan jika Aku menghitbah seorang janda?."


Kata kata serius terlontar dari bibir Kristian.


"Apa yang kau bicarakan Kris? Sayang, dengarkan Mommy. jika kau mencintai nya. Maka menikah lah. Kami merestui mu."


" Terimakasih mom, Dad."

__ADS_1


Kristian merendahkan tubuh nya meletak kan kepala nya pada pangkuan nyonya Ramadhian dan mencium punggung tangan nya disana.


Next


__ADS_2