
"Dasar kau Idiot!!"
Farel terus memarahi Kristian sepanjang jalan mulai dari dalam mobil hingga sampai di dalam pesawat pribadi yang mengudara menerbangkan mereka.
"Tidak kah kau lihat di belakang mu para ustadz dan ustadzah Al-Ikhsan. Bahkan pimpinan yayasan pun datang langsung sebagai saksi?!."
Farel geram dan terus memaki.
Semakin geram karena yang di ajak bicara terlihat santai sepertinya tidak perduli.
Kristian hanya mengherdik kan bahu.
"Katakan saja jika kau iri."
"Apa?!"
Percuma bicara dengan nya, Kristian sangat tidak waras.
Apa dia lupa kejadian tadi?
Penghulu saja sampai menganga karena selama bertahun tahun menikahkan pasangan pengantin baru kali ini yang berbuat demikian di hadapan nya.
Wajah penghulu terlihat merah padam hingga pergi tanpa menyentuh hidangan sedikit pun.
Juga Faat mantan suami Desi yang hadir bersama istri nya ikut terperangah di sana.
Desi lagi lagi harus menutupi rasa malu nya karena Kristian menyandar pada bahu nya di sofa, masih di dalam pesawat.
"Aku mencintai mu."
Berbisik di telinga. Membuat Desi merinding.
Kristian semakin mendekat kan wajah nya.
"Muach"
Mencium bibir tanpa aba aba.
Membuat Desi sejenak berhenti bernafas.
Wajah nya lagi lagi memerah.
Kristian, apa apaan kau ini! Lihat Abah di sebelahmu!
"Hentikan, saya sangat malu."
Mencubit pinggang Kristian.
"Aww"
Kristian tergelak menahan tawa.
Abah, hengki dan harli saling pandang.
Berpaling pura pura tidak lihat.
Sementara Tuan dan Nyonya Ramadhian memilih beranjak dari sofa masuk ke dalam kamar di balik pintu di sana menemui Aisyah dan cucunya disana.
"Benar yang Farel katakan. Mom Anak mu sudah gila."
Tuan Ramadhian menyentuh dahi nya.
"Dady Demam?."
"Ayo masuk saja, Lupakan si Idiot itu."
Nyonya Ramadhian manggut manggut mengikuti suami nya.
Farel memijat pelipisnya Frustasi.
"Tahan lah sebentar lagi. Dady menyiapkan resepsi pernikahan indah untuk mu. Jangan buat kekacauan."
Nada ancaman terdengar disana.
Bangkit dari duduk kemudian menuju kamar masih di dalam pesawat.
Abah, hengki dan harli masih terpaku di tempat
__ADS_1
yang mereka duduki.
Mau tidak mau menyaksikan secara live ulah kail Kristian pada wanita yang baru tadi Sah menjadi istri nya.
Kebahagiaan macam apa ini. Aku bahkan sejenak lupa jika tidak hanya kau dan aku yang berpijak di atas bumi . He...
***
Di Kediaman tuan Ramadhian.
Dekorasi indah dan megah terpampang disana.
Dua mobil terparkir sempurna di halaman kediaman tuan Ramadhian.
Sopir membukakan pintu mobil.
"Silahkan tuan."
Kristian menggandeng Desi berjalan di atas karpet merah yang membentang di sana.
Dengan Tuan dan Nyonya Ramadhian di belakang mereka. Diikuti Abah dan Bu Inah serta dibelakang nya Farel menggandeng Aisyah dengan tangan kiri mendorong stroller bayi terdapat baby Fasya disana.
Hengki dan Harli berada di paling belakang. Disambut tepuk tangan dari para tamu undangan yang hadir serta disiarkan secara live di stadiun Tv swasta.
Para wartawan mengabadikan moment itu dengan camera terbaik mereka.
Secepat itu pemberitaan mengenai pernikahan putra pertama salah satu pengusaha terkaya di negri ini membanjiri media.
Namun tidak satu pun disana menulis status dari Desi sang mempelai wanita.
Desi sangat terharu, diperlakukan se istimewa ini. Keluarga Kristian menerima nya dengan tangan terbuka. Apa lagi Kristian yang terlihat sangat bahagia menikahi dirinya.
Tidak perduli jika Desi hanyalah anak Desa dari keluarga kurang beruntung. Apalagi status nya yang janda menyedihkan karena di ceraikan suami nya.
Klara terperangah ketika memasuki kediaman tuan Ramadhian. Ia tidak begitu memperhatikan undangan yang Ia bawa sekarang.
Kristian menikah? Dengan siapa? Apa Mommy menjodohkan nya? pertanyaan itu berkali kali mengiang di kepala.
Mata Klara membelalak sempurna ketika membaca tulisan yang terpamang indah itu. Ia mengucek mata nya dua kali tidak percaya saat membaca nama "DESI" Tersemat disana.
Klara mendekati pelaminan dengan hati sangat Kesal. Menyaksikan Kristian di atas pelaminan dengan raut bahagia.
Bersama Desi wanita yang sial nya terlihat sangat cantik melebihi Klara ketika sedikit teroles make up.
Sialan!
"Kalian tau? Wanita yang tuan Kristian nikahi. Itu Janda lho?!."
Lirih nya pada salah satu reporter stasiun tv.
"Apa?."
Reporter itu terperanjat tidak percaya.
"Lihat."
Menunjukan foto foto pernikahan sebelum nya Desi bersama Faat.
"Ini berita yang luar biasa."
Reorter mulai menulis artikel itu dan mempublikasikan nya.
"Bye..!!"
Klara puas dan meninggalkan reorter itu menuju pelaminan.
"Kris, mengapa kau menghianati ku."
Klara memeluk Kristian di hadapan orang banyak.
Para tamu terperanjat begitupun reporter yang hadir. Pandangan mata tertuju pada Kristian.
"Apa yang kau lakukan? Kau pasti sudah gila!."
Kristian menghempaskan Klara.
Bodyguard langsung mendekat.
__ADS_1
"Keluar lah nona, jangan membuat kegaduhan di sini. Sebelum kami berbuat kasar."
Bodyguard membawa Klara untuk keluar.
"Lepaskan!!. Aku bilang lepaskan!!."
Klara terus memberontak.
" Kris, apa kau sadar? Dia itu seorang Janda! Dia menipu mu! Dia menipu kita semua!."
Pekik Klara sambil berlalu di bawa Bodyguard Pergi.
Kristian sangat geram. Ia ingin melangkah membungkam mulut wanita itu.
Namun Desi menarik lengan Kristian dan tersenyum.
"Sudah biarkan saja."
Desi mengusap bahu Kristian untuk meredam amarah.
Berbeda dengan Farel. Dia terlihat memicingkan mata ketika membuka layar ponsel nya.
Tiba tiba
Brrrakkkk!!
Farel menghantam salah satu camera milik reporter Tv swasta.
Semua orang terperangah skan hal itu.
Reporter Tv gemetaran nyali nya langsung menciut.
Bodyguard bergerak menyeret reporter itu keluar.
"Bekerjalah dengan baik.Buat pemberitaan sebagai mana mesti nya."
Farel kembali menuju pelaminan.
Para reorter kembali bekerja, dengan raut wajah yang menciut. Adegan Klara tidak sedikitpun tercantum di media. Apalagi membahas status dari Desi, istri dari Kristian.
Awas kau Janda!! Akan aku buat perhitungan dengan mu.
Plak!!
"Aww!!"
Pekik Klara menyentuh pipinya yang baru saja mendapat tamparan keras.
Geo menarik rambut Klara.
"Don't make me rude to you!."
"Ampun."
Klara berlutut memohon ampun. Dia tau siapa pria yang baru saja menampar pipi nya.
Geo pergi dari sana melangkah lebar, merapikan jas nya menuju acara resepsi yang sedang berlangsung.
Para tamu undangan silih berganti datang dan pergi. Desi sudah tiga kali berganti pakaian Hingga waktu terus berputar.
Acara resepsi pun telah usai.
"Maafkan kami Abah, Ada kejadian kurang menyenangkan tadi."
Tuan Ramadhian berkata pada Abah.
"Tidak apa apa tuan. Kami tidak merasa terganggu."
Sedikit membungkuk menghormati.
"Dia Klara, Sekertaris Kristian di kantor. Sebenarnya tidak terlalu penting karena Kristian hanya menyukai putri anda."
Tuan Ramadhiam menjelaskan tanpa.
"Apa kau baik baik saja nak. Maaf ada kejadian seperti tadi di hari bahagia mu."
Nyonya Ramadhian memeluk Desi.
__ADS_1