Goodbye KRISTIAN

Goodbye KRISTIAN
Maaf kan abah.


__ADS_3

"Silahkan masuk nak." Pria paruh baya itu mengajak Kristian juga anak nya masuk ke dalam.


Abah Desi terlihat sudah tua,wajah yang hitam keriput mungkin karena faktor usia juga setiap hari bekerja di sawah di bawah terik matahari.


Abah mempersilahkan Kristian dan Desi duduk.


Desi yang terlihat gusar mengikuti perintah abah nya.


"Abah,perkenalkan nama saya Kristian." Ujar Kristian dengan lembut dan sangat sopan.


"Saya Abah nya Desi." Balas Abah.


"Le..buatkan minum untuk Nak Kristian juga mbak mu?!." Perintah Abah pada anak bungsu nya.


"Baik Abah." Adik Desi berlalu meninggalkan mereka.


Abah melihat Kristian.Ada tatapan berbeda saat Kristian melihat Desi begitu pun sebalik nya.Abah menangkap ada cinta di sana.


Tidak lama teh hangat pun sudah di letak kan di meja untuk Desi juga Kristian. "Silahkan diminum dulu." Abah tersenyum ramah pada Kristian.


Abah memahami sesuatu,Ia menangkap jika Kristian adalah pria yang baik.


"Terimakasih Abah." Kristian membalas senyum pada Abah Desi.


"Nak Kristian dari jakarta?" Abah berbasa basi untuk mencairkan suasana.


"Saya berasal dari jakarta,namun saya bekerja di Kairo." jawab nya.


"Nak Kristian mengantar Desi dari Kairo?" Ujar Abah sedikit penasaran,rasa khawatir di hati abah jika mereka saling cinta satu sama lain.Namun dengan lancang Abah tiba tiba menerima Khitbah dari orang yang tidak Desi kenal sebelum nya.


"Saya menyusul nya sampai di jakarta,kemudian saya antar Desi kemari." Jujur Kristian membuat Desi tersentak juga Abah nya atas jawaban itu.


Kedua adik laki laki Desi bertatapan berusaha mencerna kata kata Kristian disana.


"Jika boleh saya jujur pada Abah,Saya mencintai Desi sejak lama.Kami saling dekat dan menyayangi satu sama lain.Namun kami sangat menjujung tinggi syari'at Agama,dan Kehormatan diri.Oleh karena Itu,Saya Kristian memohon izin pada Abah untuk menjadikan Desi istri saya."


Deg...


Abah dan Adik adik Desi terkesiap atas ucapan Kristian. Desi hanya menunduk tidak berkata apapun.Adik adik Desi menatap Abah nya"Bagai mana ini?"bisik adik bungsu Desi pada kakak laki laki di sebelah nya.Karena memang acara pernikahan Desi dengan Fa'at akan segera dilaksanakan.Bahkan undangan telah tersebar.


Abah menghela."Mengapa kau tidak pernah memberi tau Abah nak?"Abah menatap Desi penuh tanya.Semua yang ada di sana melihat Desi menunggu alasan itu.

__ADS_1


"Desi memang mencintai tuan Kristian,Abah...


Namun saat itu Desi merasa tidak pantas untuk bersanding dengan tuan Kristian.Abah lihat bukan seperti apa keadaan kita.Mana mungkin Desi berani mengatakan pada Abah,tentang nya."


Desi diam sesaat menghapus air mata nya.


"Namun tuan Kristian meyakin kan Desi, memperlakukan Desi seolah Desi wanita yang sangat istimewa.Mencintai Desi sepenuh hati apapun keadaan nya.Seolah Desi merasa jadi wanita paling beruntung." Usap Desi pada air mata yang terus lolos dari netra nya.


"Nak Kristian, jika saja anda datang kemari sebelum ada yang menghitbah Desi,mungkin keadaan tidak serumit ini." Ujar Abah.


"Nak Kristian,mungkin Desi belum berjodoh dengan mu." Lirih Abah,merasa tidak tega mengatakan itu.Namun Abah tidak ada pilihan lain.


Kris hanya diam tak bergeming.Desi menunduk dengan air mata yang menetes.


"Jika saja Abah bertanya pada mba Desi,dan tidak langsung menerima khitbah dari mas fa'at.Mba Desi tidak akan terluka." ujar adik bungsu Desi menimpali,Ia merasa geram dan memang tidak suka dengan sikap Abah tiba tiba menerima lamaran itu.


"Tidak kah Abah merasa bersalah melukai hati mereka?jika begini apa yang akan Abah lakukan?ujar harli,adik Desi lagi.


" Jangan Kasar begitu?!"kata hengki,Adik desi pada harli adik bungsu nya.


Abah diam menunduk,seketika suasana hening disana."Maafkan Abah..."Tatap Abah berkaca kaca pada Desi juga Kristian.


Kristian menghela merasa tidak tega pada pria renta dihadapan nya.Saya akan bertemu dengan Fa'at."tegas Kristian.


"Tidak akan tau jika belum mencoba." pungkas Kristian.


"Abah akan coba menjelaskan pada mereka,semoga keluarga besar nya mengerti." Abah berdiri berlalu meninggalkan mereka menuju kamar mengambil sesuatu untuk di berikan pada keluarga Fa'at.


Keluarga besar Fa'at adalah orang terpandang di desa itu,Abah tidak yakin jika orang tua Fa'at mau membatalkan pernikahan anak nya.Undangan telah tersebar,beberapa prosesi adat pun telah di lakukan.Keluarga besar Fa'at pasti akan sangat malu jika pernikahan anak nya batal.Apalagi Fa'at memang menyukai Desi sejak lama.


Rombongan Keluarga Desi sampai di depan rumah Fa'at diikuti Kristian,Abah mengetuk pintu


kemudian disambut sang pemilik rumah.


"Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumsalam abah.." Antusias Fa'at melihat kedatangan Abah.Faat menatap Desi di sana


"De Desi sudah datang?mengapa tidak mengabari mas,biar mas menjemput mu." Ucap Fa'at lembut.


Desi hanya sedikit membungkuk tanda menghormati.

__ADS_1


Ucapan Fa'at sedikit membuat Kristian memanas.


Namun Ia hanya diam tak bergeming.


"Mari silahkan masuk."


Mereka memasuki rumah Fa'at,salah satu rumah terbesar di desa itu.


"Perkenalkan ini nak Kristian. Nak Kristian ini Fa'at." Fa'at mengulurkan tangan nya dan Kristian pun menjabat tangan itu.


Orang tua Fa'at datang ikut menyambut tamu itu.


Ibu Fa'at tersenyum pada Desi di sana,Desi pun membalas nya.


Abah mulai mengutarakan maksud kedatangan nya kemari menggunakan bahasa daerah yang halus,Kristian tidak mengerti yang Abah katakan.Namun bisa menangkap dari suasana tegang disana.Abah menyerahkan yang sejak tadi berada di tangan nya.Seperti sejumlah uang disana.


Seketika ayah Fa'at marah,merasa di permainkan oleh Abah.Juga Ibu Fa'at terdengar ikut marah dan kecewa pada Abah.Itu lah yang Kristian tangkap dari percakapan mereka.Abah hanya menunduk di hina oleh orang tua Fa'at.


Desi merasa tidak tega pada Abah nya.Ia menunduk mengusap bulir bening lolos dari ujung mata nya.


"Sudah lah ayah..Aku ikhlas jika memang de Desi menikah dengan Kristian.Pria yang memang Ia cintai.Mungkin de Desi memang bukan jodoh ku." ujar Fa'at lembut,tersenyum pada Kris dan Desi.


Kristian menangkap jika Fa'at itu orang yang baik.


"Kau sadar tidak tuan?Kau ingin menghancurkan pernikahan anak ku yang sudah di depan mata??" Tanya Ayah Fa'at meninggikan suara nya."TIDAK KAH KAU MALU DATANG KEMARI??"Bentak Ayah Fa'at pada Kristian.


"Maaf tuan,tapi aku hanya ingin memperjuangkan orang yang memang aku cintai." ujar Kristian.


"CINTA?dengan yang anda sebut cinta namun anda melukai keluarga kami!!Kami tidak akan membatalkan pernikahan ini.Sebaik nya anda pergi dari sini dan jangan mengganggu Fa'at juga CALON ISTRI NYA!!"


Desi dan keluarga juga Kristian berlalu meninggalkan kediaman Fa'at dengan perasaan terluka.


"Maaf kan Abah..." Sentuh Abah pada bahu Kristian.


"Mungkin memang ini harus berahir." ujar Kristian menghela.


-


-


Like..like..like...

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca..Maaf masih banyak tempo bertebaran..


__ADS_2