Goodbye KRISTIAN

Goodbye KRISTIAN
Selamat tinggal


__ADS_3

Hari hari dilewati saat di singapura hanya antara hotel dan Rumah sakit.Namun tidak ada perubahan yang berarti mengenai pengobatan Fa'at disana.


"Mas,masa cuti ku sudah hampir habis."


"Kita akan kembali besok."


ujar Fa'at sambil merebahkan diri di paha Desi.


Desi mengusap usap kepala Fa'at yang berada di pangkuan nya."Bagaimana dengan pengobatan mu?"


Fa'at menghela."Tidak perlu dihawatir kan. Dilanjut kan atau tidak,hasil nya tetap sama."


"Jangan pesimis begitu?!Mas disini saja melanjutkan pengobatan,biar aku yang pulang ke solo."


"Tidak sayang...Aku ingin pulang bersama mu."


"Tapi.."


Ssssttttt....


"Aku sedang tidak ingin dibantah."


ujar Fa'at bangun dari tidur nya memeluk Desi disana.


"Jika kita tidak lagi bersama,tetap lah menjaga silaturahmi denganku dan keluarga."


"Maksud nya?"


Desi tersentak kemudian melepaskan pelukan Fa'at dengan ucapannya barusan.


Fa'at tidak menjawab pertanyaan Desi.Fa'at meraih Desi merebahkan diri bersama Desi menyentuh pucuk kepalanya membelai dan mencium nya kemudian."Aku mencintai mu."


Fa'at mendekap erat Desi menghirup aroma tubuh nya dalam.


"Mas.."


"Tidur lah."


"Ada apa dengan mu?"


"Tidak ada...Tidur lah sayang." Fa'at mengusap pucuk kepala Desi mengusap usap disana.


Desi merasa nyaman disamping Fa'at, Seorang sosok suami yang baik yang tidak semua wanita bisa mendapatkan nya.


Namun,berbeda dengan Fa'at. Fa'at merasa bersalah jika terus menerus membelenggu Desi dalam pernikahan sedangkan Ia tidak mampu memberi nafkah dalam tanda kutip hubungan bio...lo...gis.


Fa'at pria yang faham Agama, tidak ingin egois dengan terus membelenggu Desi dalam cinta nya yang bahkan dia sendiri tidak mampu memenuhi kewajiban nya.


Berkali kali Fa'at shalat istikharah berkali kali pula Ia seolah mendapatkan petunjuk untuk melepas kan Desi karena Allah.


"Mungkin memang kita tidak berjodoh." lirih Fa'at mengusap usap ubun ubun Desi yang sudah terlelap.

__ADS_1


Sepertiga malam Fa'at dan Desi terbangun melaksanakan Shalat sunah juga membaca Al-Qur'an hingga menunggu waktu subuh.


Dalam diam Fa'at berdo'a memohon petunjuk atas dirinya kepada Allah,Tuhan Seluruh Alam.


Adzan subuh berkumandang di ponsel Desi sebagai alarm mengingatkan waktu subuh telah tiba.Desi dan Fa'at pun melaksanakan kewajiban nya sebagai seorang muslim berjama'ah disana.


Desi melipat mukena dengan Fa'at yang meraih handuk memasuki kamar mandi. Desi memasuk kan pakaian nya kedalam travel bag juga pakaian milik suami nya. Hanya menyisakan yang akan mereka kenakan nanti.


Fa'at keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit di pinggang nya meraih pakaian yang disiapkan Desi kemudian mengenakan nya. Desi melesat menuju kamar mandi membersih kan diri kemudian bersiap untuk pergi.


"Kau sudah siap?"


tanya Fa'at sambil melihat arloji di tangan nya.


"Iya."


"Maaf tidak seperti rencana bulan madu pada umum nya."


Ucap Fa'at meraih tangan Desi menggenggam dan mengecup nya kemudian.


Desi mengangguk."Tidak apa?!."Senyum tulus Desi pada Fa'at memperlihatkan giginya.


"Senyum mu jelek sekali?!Ayo..."


Desi tertegun sekilas teringat Kristian mendengar ucapan Fa'at itu dengan gaya bicara mirip dengan nya.


"Ada apa sayang?"


Desi menggeleng."Tidak ada."


"Silahkan Tuan." ujar sopir taxi kemudian memasuk kan travel bag kedalam bagasi pun secepat itu taxi berlalu meninggalkan hotel melaju menuju airport.Fa'at dan Desi keluar dari taxi dengan sopir taxi menurunkan tavel bag disana.


Fa'at terus menggenggam Desi hingga armada besi menerbangkan mereka berdua bersama penumpang yang lain.


Desi sedikit heran mengapa Fa'at sama sekali tidak ingin melepaskan genggaman nya dan terus menciumi punggung tangan Desi berkali kali.


Armada besi mendarat sempurna di kota Jakarta untuk transit beberapa waktu.


"Bagaimana jika kau bertemu lagi dengan Kristian?"tanya Fa'at melirik Desi penasaran dengan ekspresi nya.


" Jangan membahas itu jika akan melukai perasaan mu, Seiring berjalan nya waktu aku akan melupakan nya."Desi mendongakan kepala mengulas senyum disana.


"Berjanjilah, kau tidak akan melepaskan liontin mu kecuali sang pemilik yang melepaskan nya dan mengganti nya dengan yang baru?!."


"Eh..Apa maksud nya?'gumam Desi reflek menoleh pada Fa'at tanpa bicara.


" Nanti kau akan mengerti."mengusap kepala desi disana kemudian membawa Desi untuk kembali melanjutkan perjalanan.


Armada besi menerbangkan mereka menuju Solo.


***

__ADS_1


Di kediaman keluarga prana jaya, Fa'at masuk dengan mengetuk pintu sebelum nya dan mengucapkan salam.


"Alhamdulillah... ada yang baru pulang bulan madu rupa nya." antusias Ibu mertua,memeluk Desi disana.


"Ini untuk Ibu." memberikan satu paperbag pada ibu mertuanya.


"Terimakasih Nak."


Senyum mengembang pada Ibu mertua nya.


Desi juga menyerahkan paperbag pada Oma,Ayah Jaya,Mai dan juga untuk Bibi dan juga menitipkan untuk Bibi dan anaknya jika nanti berkunjung.


"Terimakasih mba Desi,mas Fa'at."


antusias Mai meraih isi didalam paperbag dengan


senyum mengembang kemudian.


"Kalian menginaplah disini."


ujar Oma sambil berlalu menuju kamar nya membawa paperbag ingin mencoba dress yang barusaja Desi berikan pada nya.


"Kami akan menginap, Aku juga ingin istri ku yang memasak makan malam." ujar Fa'at menduduk kan diri di sofa.


"Aku akan membantu mu mba Desi, Aku juga ingin belajar." antusias Mai yang kegirangan.


"Mai, kau bahkan sampai lupa membuatkan Mas mu kopi?!."


"Oh iya.. Maaf Mas.." Mai bergegas menuju dapur dikuti dengan Desi yang akan memasak makan malam.


"Sayang...Buat kan yang istimewa untuk kali ini?!."


Fa'at meninggikan suara.


"Mas tenang saja..."


Desi semakin bersemangat membuka lemari pendingin mengeluarkan beberapa danging dan sayuran disana.


Mai mengikuti Desi yang juga membawa buku catatan ajar bisa mencatat setiap resep yang Desi ajarkan pada nya.


Desi terus bertempur dengan alat alat dapur di bantu Mai disana.Fa'at memperhatikan punggung Desi yang sedang sibuk disana mengulas senyum kemudian.


"Maaf kan aku, mungkin ini yang terahir aku melihat punggung mu. Memperhatikan mu dan menjaga mu." Fa'at mengusap bulir bening yang lolos begitu saja dari netra nya.


"Berbahagialah walau tidak lagi dengan ku. Aku bukan suami yang baik untukmu. Terimakasih sudah menemaniku dan berusaha menerima ku apapun keadaan nya. Berusaha bertahan walaupun kau sering menangis dalam diam."


" Selamat tinggal Desi Kumala Marwan. Aku mencintai mu"


Gumam Fa'at dalam hati.


Fa'at kembali menuju sofa tempat nya duduk sebelum nya.Memijat pelipisnya dengan wajah murung tidak seperti biasanya.

__ADS_1


-


Maaf masih slow Up... mohon dukungan nya kawa..


__ADS_2