
Villa di Kasihan Bantul Yogyakarta
Usai menikmati kota Jogjakarta, pasangan pengantin baru ini pun kembali ke villa tempat mereka menginap. Tidak ketinggalan makanan camilan khas Jogja seperti bakpia pathok, geplak dan ukel. Tadinya Savitri hendak membeli jadah tempe tapi Jaehyun melarangnya sebab lebih enak beli besok untuk oleh-oleh keluarga di rumah.
Malam ini keduanya kembali menikmati bulan madu dan Jaehyun tidak khawatir istrinya bisa terbangun tengah malam karena kelaparan usai kegiatan enak-enak suami istri.
***
Kediaman Keluarga Pratomo Manahan
Menjelang siang, mobil Mercedes hitam milik Jaehyun tiba di halaman rumah istrinya. Dan keduanya turun dengan membawa banyak oleh-oleh disana. Karena kamar honeymoon Jaehyun dan Savitri kosong, akhirnya Vivienne dan Jammie yang memutuskan untuk tidur disana menikmati berdua.
"Assalamualaikum" sapa pengantin baru itu ke semua tetua keluarga Pratomo dan tampak kedua orangtuanya Jaehyun pun ada disana.
"Wa'alaikum salam. Akhirnya ingat pulang" goda Niken.
Jaehyun dan Savitri mencium semua tetua keluarga bahkan Ki Dalang Kartokusumo pun ada disana untuk mengobrol dengan Adrian dan Aryanto sebelum para opa kembali ke Jakarta.
"Ini ada oleh-oleh banyak" senyum Savitri yang dibantu Jaehyun dan Bik Mar.
"Jebule ke Jogja tho kalian itu? Tahu nggak, Eiji sampai nuduh Tante mu Yuna, menyembunyikan kalian!" gelak Aryanto.
"Ke Jogja Opa. Dekat-dekat saja dan banyak makanan biar Savitri-ya tidak kelaparan" senyum Jaehyun ambigu.
"Memang Eiji bikin perkara apa?" tanya Savitri bingung.
"Kamu ke rumah Tante Shanum saja. Tahu kan mereka pada demen jadah tempe dan bakpia" kekeh Adriana Reeves.
"Ya udah ke rumah Tante Shanum biar bisa dapat jadah tempenya masih hangat" ucap Jaehyun.
"Kita ke rumah Tante Shanum dulu nanti baru ke Solo Baru soalnya katanya generasi aku pada kumpul di rumah bang Joshua."
***
Kediaman Shanum dan Hiroshi Al Jordan
Semua oom dan Tante Savitri tampak antusias mendapatkan oleh-oleh khas Jogja apalagi Nabila, Shanum, Dara dan Yuna sangat menyukai jadah tempe.
Jadah Tempe
Edward Blair dan Mike Cahill hanya mengerenyitkan dahinya melihat makanan itu.
"Setahu aku, jadah ya jadah. Tempe ya tempe, kagak bisa dicampur" celetuk Mike.
"Dicoba dulu pakdhe..."
"Oom, Savitri. Oom!"
"Pakdhe tuh kok ngeyelan gak hilang-hilang! Pakdhe lah, wong aku manggil budhe Nabila pakai budhe. Herman dari jaman bang Moru masih kecil sampai sudah bisa bikin anak, kok masih ngotot ih" balas Savitri gemas. "Aduh!"
__ADS_1
"Kamu tuh memang ya!" kekeh Mike sambil menoyor keponakannya yang cantik.
"Sav, memang kamu beli apalagi?" tanya Hiroshi.
"Walang ( belalang ) goreng."
Sontak para Oom nya langsung menatapnya horor.
"Savitri, kita gak doyan. Pas ke Bangkok saja aku sampai biduran! Apalagi disini?" Abimanyu menatap jijik ke toples berisikan belalang.
"Kalau para oom dan pakdhe nggak doyan, ya gak usah dimakan tho. Santai saja" kekeh Savitri.
"Saya juga nggak doyan kok" ucap Jaehyun.
"Ah thanks God. Ada temannya aku" ucap Edward penuh syukur.
"Mr Edward, ini enak lho jadah tempenya. Atau kalau nggak mau, ya dimakan sendiri-sendiri" bujuk Yuna ke suaminya yang makin banyak uban di brewoknya tapi malah semakin seksih dimatanya.
"Suapin, darling. Kayaknya lebih enak kalau dari tanganmu" rayu Edward yang membuat semua orang di sana jengah.
"Selain ini, kamu bawa apalagi Sav?" tanya Vivienne mengacuhkan sepupu dan iparnya. Oma bar-bar itu sudah check out dari hotel dan akan pulang ke Tokyo nanti malam bersama rombongan keluarga Reeves dan Kim.
"Ada bakpia kukus, bakpia patok, geplak... Banyak. Sengaja aku beli banyak buat oleh-oleh para paklek, bulek, pakdhe dan Budhe" cengir Savitri yang mendapatkan pelototan Mike.
"Kenapa jadi paklek dan bulek?" gumam Nabila.
"Biar Pakdhe Mike kagak iri, budhe" senyum manten anyar itu.
Setelah mengobrol, Savitri dan Jaehyun pun menuju area Solo Baru dimana para sepupunya sedang berkumpul disana sebelum pulang ke negara masing-masing nanti malam dan besok.
***
Rumah Triple M Al Jordan
"Ingat pulang juga kalian?" ucap Eiji sinis saat mereka tiba di rumah besar itu.
"Idiihhh, gagal gangguin langsung nyolot aja lu pianis durjana!" ledek Savitri. "Dah, nggak usah manyun. Ingat, kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan! Waspadalah.. Waspadalah!"
"Elu kira gue bang napi, guru bar-bar?" pendelik Eiji kesal.
"Lha apa bukan kejahatan itu namanya mau mengganggu malam pertama adiknya?" balas Savitri judes.
"Eh sudah, sudah... Malah berantem. Mas Eiji, masih kurang dijewer Oom Abi? Mau ditambahin dari aku?" ancam Ayame.
"Ojo tho Diajeng Aya-aya. Ini saja masih kerasa nyeri. Ampun deh mertuanya D itu sungguh terlalu!" omel Eiji.
"Enak saja bilang Daddy terlalu! Kak Eiji juga yang cari gara-gara! Salah sendiri!" balas Rhea galak tidak terima Abi dinistakan oleh Eiji.
"Lha Oom Abi saja yang sensi..."
"Siapa juga yang kagak sensi dibilang gugur di depan pemilik namanya?" sahut Duncan kesal.
__ADS_1
"Lagian kenapa juga namanya Oom Abi pakai Abimanyu? Parikesit kek!" eyel Eiji.
"Lu minta dihajar Oom Abi lagi?" kali ini Joshua yang ikut buka suara. "Kalau mau nonton lakon Abimanyu Gugur, nonton sendiri di YouTube! Repot amat!"
"Eh, sudah. Ini ada belalang goreng" cengir Jaehyun.
Semua pria disana sama dengan ayah - ayah mereka menatap wajah Jaehyun dengan tatapan horor.
"Elu ada makanan yang lebih manusiawi nggak? Elu kira kita burung ciu yang hobinya makan belalang?" hardik Eiji judes.
"Kan salah satu oleh-oleh khas nya ada itu..." jawab Jaehyun.
"Memangnya nggak ada jadah, bakpia, geplak atau apalah yang lebih masuk akal?" ujar Ryoma yang tampak jijik melihat belalang goreng.
"Kalau nggak mau kan bisa dikasih ke teman sekolah aku. Nggak usah dramatis deh!" sungut Savitri.
"Bawa pergi jauh-jauh deh tuh makanan burung daripada aku muntah lihatnya..." Eiji pun langsung berlari menuju kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya.
"Aya, bukannya fase ngidam kamu kan sudah lewat?" Savitri menatap istri Eiji yang blasteran Jepang, Indonesia dan Belanda itu.
"Udah sih tapi kan mas Eiji tidak bisa melihat makanan seperti itu" kekeh Ayame.
"Sav, memang opa Oma, oom tante sudah kamu bagi-bagi oleh-olehnya?" tanya Miki sambil mengambil bakpia pathok.
"Sudah mbak. Oh kami juga beli banyak buat dibawa pulang... Nggak ada belalang, pianis durjana! Cuma bakpia saja" ucap Savitri ke arah Eiji yang baru keluar dari kamar mandi.
"Jadi kalian berdua memilih honeymoon ke Jogja?" tanya Javier.
"Iyalah yang dekat. Di villa daerah Bantul."
"Bagus?" tanya Miki.
"Bagus mbak. Nanti aku kasih alamatnya" jawab Savitri.
"Kenapa kita nggak kepikiran ke Jogja ya?" gumam Eiji.
"Soalnya elu udah main nuduh mommyku sampai mommy mau kasih keplak pakai swallownya !" sungut Duncan.
"Keplak pakai Swallow?" tanya Jaehyun bingung.
"Aku ceritain deh!" cengir Duncan.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1