
Solo Jawa Tengah
Tak terasa kandungan Savitri memasuki tri semester kedua dan selama itu pula, guru cantik itu tetap melakukan terapi guna menghilangkan kista di dalam ovariumnya. Pada saat kandungannya masuk bulan keempat, keluarga inti Savitri dan Jaehyun mengadakan pengajian empat bulan sekalian mendoakan agar Rain bisa segera sadar dari komanya.
Sengaja Jaehyun dan Savitri hanya mengadakan pengajian sederhana karena mereka tahu, keluarga besar Savitri masih sedih dengan kondisi Rain. Ayame dan Ingrid bahkan memilih stay di London karena Arjuna, anak Elang dan Rain tidak bisa minum susu formula, jadi mendapatkan ASI dari dua hot mommy itu.
Dan kini kandungan Savitri masuk usia lima bulan dan bumil cantik itu mengalah saat Jaehyun melarangnya menyetir mobil sendiri dan pak Dewo menadapat tugas tambahan jika Jaehyun tidak dapat mengantarkan ke kantor.
***
SMKN 11 Surakarta
Savitri tampak cemberut saat membaca laporan kehadiran seorang siswa yang sudah mengkhawatirkan. Apa aku kudu ngeluarin siswa lagi? Jujur semenjak hamil, jiwa keibuannya tampak meningkat, membayangkan jika itu anaknya yang nakal.
No, anakku bakalan jadi anak yang baik, nggak neko-neko. Savitri beristigfar berulang kali untuk memenangkan hatinya.
"Kenapa Sav?" tanya Dina yang duduk di seberang meja Savitri.
"Sepertinya aku harus mengeluarkan anak lagi, mbakyu."
"Sopo maning sing arep mbok tok ke ( siapa lagi yang mau kamu keluarkan )?" tanya Anita.
"Harianto Dani. Ini sudah membolos hampir dua Minggu tanpa kabar. Orang tuanya sudah aku coba hubungi juga tidak ada respon."
"Sudah sejak kapan?"
"Dua bulan terakhir ini Nit tapi lompat-lompat bolosnya."
"Coba aku ke rumahnya Sav. Kamu nggak usah ikut karena kamu sedang hamil. Bu Dina, gimana kalau kita ke rumahnya?" Anita menoleh ke koordinator nya. "Ini aku lihat rumahnya daerah Jebres."
"Yuk. Biar kita tahu alasannya."
"Terimakasih gaes, maaf aku tidak bisa was wus macam biasanya" cengir Savitri.
"Tenang saja. Kamu minta dibawakan apa?"
"Cabuk rambak!"
Dina dan Anita melongo. "Astagaaa! Ya udah nanti mampir ke pasar gede. Sama apalagi?"
"Tenongan. ( jajan pasar berisikan klepon, cenil, getuk, lupis ) Tapi aku minta isinya lupis, klepon dan cenil aja! Kan pasar gede masuk Jebres jadi masuk lah pak Eko" ujar Savitri sembari mengedipkan matanya berulang merayu dua temannya.
Tenongan Solo
"Beneran deh bumil satu ini. Iya dah! Nanti kita belikan" sungut Dina sambil manyun.
"Terimakasih bestie!"
***
Savitri masih menyelesaikan beberap laporan ujian tengah semester para siswanya ketika ponselnya berbunyi. Tampak nama 'Duncan Blair' di layar. Sedikit gemetar, Savitri pun menerima panggilan Duncan.
__ADS_1
"Assalamualaikum bang. Gimana?"
"Wa'alaikum salam Sav. Ada kabar... Rain sudah bangun dari koma..."
Air mata Savitri langsung mengalir dan rasa lega menguar dari hatinya. "Alhamdulillah..."
"Alhamdulillah Sav. Berkat doa kita semua..."
"Bagaimana ceritanya Rain bisa bangun?"
"Mamoru yang menyarankan agar Arjuna melakukan interaksi ke Rain untuk menstimulus otak dan pikirannya. Apalagi Juna kan sudah dua bulan dan Alhamdulillah..." suara Duncan terdengar tercekat.
"Hulk blonde pun nangis?" goda Savitri di tengah - tengah isakannya.
"Sialan lu Sav! Abang terharu beneran ini!" omel Duncan membuat Savitri tertawa.
"Kekuatan bonding ibu dan anak itu luar biasa, bang. Aku pun merasakan juga sama si boy."
"Anak kamu cowok?"
"Iya. Kenapa bang?"
"Kok generasi keempat banyak cowoknya ya" kekeh Duncan.
"Salam buat Elang Jawa dan Rain. Aku dan Oppa ikut bahagia mendengar kabar ini" ucap Savitri.
"Tentu saja. Nanti kalau Rain sudah kuat, kamu video call saja. Oh gimana kistanya? Apa terapinya menghasilkan kabar baik?"
"Alhamdulillah. Ini benar-benar kabar yang dobel bahagia. Semoga sehat-sehat sampai persalinan ya Bu Guru."
"Aamiin. Doakan ya pakdhe..." gelak Savitri.
"Awas kamu kalau bahasain anakmu ke aku pakdhe! Secara awu, kamu lebih tua dari aku! Kan Oom Reza kakaknya mommy" ancam Duncan judes.
"Eh bang, berarti kalau ketemu pakdhe Mike, jadinya Opa pakdhe Mike gitu?"
Duncan terbahak. "Alamat elu bakalan ribut sama pakdhe lho tar!"
Savitri tertawa. Hatinya benar-benar bahagia, rasanya beban, sedih dan galau selama dua bulan ini, hilang seketika mendengar berita bahagia.
Sudah waktunya Rain dan Elang menikmati hidup bahagia.
***
Rumah Jaehyun Manahan Solo
"That's a good news!" seru Jaehyun saat istrinya memberikan kabar baik itu. Jaehyun memang baru pulang dari dinas ke Jakarta karena ada meeting penting dan Savitri memilih untuk memberitahukan kepada suaminya secara langsung berita bahagia itu saat pulang.
"Rasanya aku lega banget, Oppa. Galauku dua bulan ini hilang!"
"Iya. The power of Arjuna beneran bisa membuat ibunya bangun." Jaehyun sudah bersiap untuk beristirahat sedangkan istrinya malah membuka iPad nya. "Kamu ngapain?"
"Mau FaceTime sama Rain. Tadi aku sudah ijin sama Elang Jawa dan dikasih ijin."
__ADS_1
"Astaga naga, Jeremy sayang, Elang hanya Rain yang boleh manggil tapi jangan ditambahkan Elang Jawa dong!" Jaehyun menggelengkan kepalanya gemas dengan istrinya yang masih saja Membagongkan.
Tak lama wajah ayu Rain muncul di layar iPad bersama dengan Arjuna.
"Masyaallah...itu anakmu Rain?" seru Savitri heboh. "Cakepnya...macam bang Duncan."
"Heeeeiiii! Aku tidak terima Sav!" teriak Elang membuat Rain cekikikan.
"Habis blonde rambutnya. Eh, jadi Juna berbagi ASI dengan Levi dan Fuji?"
"Iya mbak. Kenapa?" tanya Rain dengan wajah bingung. "Di Islam boleh kan selama masih sama jenis kelaminnya."
"Bukan masalah itu, Rain. Apa kamu tidak khawatir anakmu ketularan gesreknya Eiji dan kakunya bang Moru?"
Jaehyun menatap horor ke istrinya. "Seriously, Sav! Nggak ada hubungannya!"
"Sayang, kalau diurutkan pasti ada gen yang nyangkut."
Elang menunjukkan wajahnya di layar iPad Savitri. "Sav, aku tidak tahu kamu dapat teori dari mana tapi aku berharap amat sangat berharap, Juna tidak tertular gen kacaunya Eiji."
"Look, Elang Jawa, Juna - Levi - Fuji hanya dibedakan beberapa bulan saja dan aku yakin mereka bertiga akan membuat pusing generasi kita" ucap Savitri yakin.
"Aduh, mbak. Aku tidak kebayang rusuhnya mereka nanti..." Rain menatap bayi tampannya.
"Sudah sehat Rain? Sudah bisa kasih ASI?" tanya Jaehyun concern.
"Sudah mas. Mbak Aya dan mbak Ingrid banyak membantu aku. Tidak menyangka aku kehilangan dua bulan pertama Juna."
"Sekarang kamu nikmati bersama Jeremy dan Juna, Rain. Sudah cukup kalian mendapatkan situasi tidak enak. Kami semua selalu mendukung kalian" ucap Jaehyun serius.
"Iya mas. Oh ngomong-ngomong jenis kelaminnya anak kalian apa?" tanya Rain.
"Sama dengan Juna."
"Lha, cowok lagi?" kekeh Rain. "Beneran ini generasi berikutnya banyak cowoknya."
"Apa kalian tahu, Hulk blonde itu sempat nangis lho saat memberitahukan padaku kalau kamu sadar Rain" senyum Savitri.
"Bang Duncan maksudnya?"
"Siapa lagi Rain. Kebayang kan bodi gedhe terus mewek... tapi aku juga ikutan mewek sih..."
Rain tertawa sedangkan Elang melengos mendengar ucapan Savitri.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1