Guruku Bar-bar Sekali

Guruku Bar-bar Sekali
Muka Tembok


__ADS_3

Rumah Makan Kayu Manis Slamet Riyadi Surakarta


"Jadi istrinya mendatangi Nina terus langsung marah-marah dan ngatain di depan orang banyak?" tanya Jaehyun sambil memakan steaknya.


Tadi Jaehyun datang memilih menggunakan ojek online karena mobil Mercedes nya masih berada di kantor Sukoharjo. Pria itu masih belum mendapatkan rumah kontrakan yang cocok. Ketika sang mama menawarkan untuk membeli rumah, Jaehyun menolak. Dia lebih suka menyewa rumah karena yakin tidak akan lama di Solo.


"Kalau nggak dapat rumah ya apartemen saja tidak apa ma" jawab Jaehyun semalam saat sang mama menelpon.


"Terserah kamu tapi mama lebih suka kamu tinggal di rumah daripada di hotel. Bukan biayanya tapi kan lebih enak pulang ke rumah."


Dan dua Minggu Jaehyun di Solo, masih mencari rumah dan apartemen yang cocok.


"Iya Oppa. Langsung saja bikin Nina shock lah. Lagian, istrinya juga nggak ingat kalau dirinya dulu juga MBA!" sungut Savitri sambil memasukkan potongan besar tenderloin.


"MBA? Magister Business Administration?" tanya Jaehyun.


"Married By Accident, Jae" kekeh Abian.


"Ooohhh..." Jaehyun mengangguk paham. "Kalian tuh orang Indonesia hobinya bikin istilah aneh-aneh."


Abian terbahak. Padahal elu juga separo Indonesia bro!


"Tandanya orang Indonesia itu kreatif, sampai semua dikreatifin" sahut Savitri.


"Terus, apa yang akan kamu lakukan Savitri-ya? Mau kamu labrak istrinya Herman?"


Savitri menatap judes ke Jaehyun. "Lah opo aku labrak wadon sing ora level Karo aku? Rugi bandar tho ya! Dokok Ning Endi harga diriku Oppa! ( ngapain aku labrak cewek yang tidak level sama aku?... Taruh dimana harga diriku ). Kalau aku, yang ta hajar ya sing Lanang! Siapa yang manuke tukang jajan? Cewek kalau udah cinta, ga bakalan mau jajan sama pria lain, tapi pria itu bisa jajan kemana-mana dengan atas nama cinta padahal asline nepsong doang!" omel gadis itu judes sampai lupa dia memakai bahasa Inggris dan Jaehyun hanya menatap bingung.


"Hah?" Wajah Jaehyun tampak bingung.


"Intinya Jae, kalau Savitri mending hajar yang laki soalnya disini yang salah ya si lakinya" sahut Abian.


"Ooohhh. Habis kamu kalau sudah marah ngomel-ngomel pakai bahasa tidak jelas sih Savitri-ya" kekeh Jaehyun.


"Makane Sinau Oppa!" cebik Savitri.


"Apalagi itu?"


"Indonesia-eo baeugi ( belajar bahasa Indonesia )!" balas Savitri judes.


Abian semakin tebahak sedangkan Jaehyun mengacak-acak rambutnya gemas dengan guru bar-bar satu ini.



gemas ya bang?


***


Abian dan Savitri mengantarkan Jaehyun ke hotel Alila tempatnya menginap seminggu ini. Setelah berpamitan, keduanya pun meninggalkan hotel itu.


"Sav, kalau besok kamu didatangi istrinya Herman gimana?" tanya Abian.


"Ya aku hajar lah! Sekalian aku kasih tahu bahwa yang seharusnya dihajar itu adalah suaminya bukan aku bukan Nina."

__ADS_1


"Nama istri Herman adalah Ita Listiyo dan dia pegawai AJ Corp sebagai asisten manager" cengir Abian.


"Haaaaahhh? Seriously? Mas Abian tidak bilang kalau istrinya bekerja di AJ Corp!"


"Kamu saja yang bacanya nggak teliti, Savitri."


"Masa sih?" Savitri membuka ponselnya dan mulai membaca email yang dikirimkan Abian lalu wajahnya nyengir kuda karena tidak teliti. "Aku yang salah..." kekeh nya.


"Dasar guru sedeng satu ini! Makanya jangan langsung heboh sok jadi detektif patikelir tanpa memeriksa dengan teliti. Sherlock Holmes dan Columbo bisa nangis lihat kamu ceroboh begitu!"


Savitri terbahak.


***


SMKN 11 Surakarta


Pagi ini Savitri diantar oleh Abian ke sekolah nya menggunakan mobil Mazda CX-5 nya. Abian tetap mengeyel ingin mengantar Savitri agar tidak dikejar - kejar Ekadanta.


"Kayaknya yang namanya Ekadanta itu punya prinsip. Selama janur kuning belum nongol dan melengkung, kamu masih available didekati."


"Yaelah mas, aku masih pengen melajang apalagi aku baru enam bulan jadi PNS. Menikmati Urip Sik lah dan menikmati pekerjaan aku. Menyenangkan lho jadi guru bimbingan konseling."


"Kamu tuh macam Tante Dara saja yang jadi guru bimbingan konseling sebelum menikah dengan Oom Abi."


"Eh iya yaaaa, Tante Dara kan bekas guru BK di solo juga kan dulu?"


"Kamu coba deh ngobrol sama Tante Dara buat konsultasi soal pekerjaan Kamu. Pasti Tante Dara nostalgia deh!"


"Nah tuh tahu."


Tak lama mobil bewarna merah itu berhenti di depan gerbang sekolah Savitri dan keduanya melihat Ekadanta datang mengendarai motor Vario nya. Pria itu melihat Savitri diantar oleh Abian.


"Tuh, penggemar mu datang naik motor" goda Abian.


"Aku kan idol" sahut Savitri cuek.


"Lebay lu!" kekeh Abian.


"Aku kerja dulu ya mas." Savitri mencium pipi Abian.


"Hati-hati and have fun!"


Savitri pun keluar dari mobil dan melambaikan tangannya ke Abian yang segera melajukan mobil milik gadis itu.


"Bu Sav, pacarnya Bu?" goda murid-muridnya.


"Memang kenapa cah?" balas Savitri sambil mengerling centil.


"Cocok bu! Kapan diresmikan?"


"Sek tho cah! Aku jek pengen Natar Kowe! Ayo ndang mlebu! Isuk-isuk melu-melu acara gosip Ning tv !" usir Savitri sambil menyuruh murid-muridnya segera masuk halaman sekolah.


"Ya Allah Bu, Penataran P4 Wis gak Ono buuu..." protes murid-muridnya.

__ADS_1


"Penataran ala Bu Savitri wae! Gelem?" Savitri berlagak menarik lengan bajunya seperti hendak mengajak berkelahi.


"Mboteeeennnn ( nggak )!" teriak murid - muridnya heboh sambil ngibrit.


"Kamu tuh kalau pagi-pagi ga nantang murid kok kayaknya nggak afdol ya Vit" kekeh Anita yang baru datang. "Lho kok tumben jalan, si Saki dan Papa kemana?"


"Di rumah bikin anak!" jawab Savitri cuek.


"Astagaaa dragon ball! Bakalan jadi apa Kawasaki kawin sama Vespa?"


"Jadi Honda Beat."


Anita terbahak. "Ora nyambung, ndul!"


Savitri dan Anita berjalan bersama menuju ruang absen dimana mereka bertemu dengan Ekadanta yang memasang wajah kusut melihat Savitri.


"Dik Savitri..."


"Ya pak Ekadanta." Anita yang menjawab sebab Savitri sedang absen.


"Saya memanggil dik Savitri, bukan Bu Anita" balas Ekadanta judes.


"Dih pak Ekadanta belum sarapan ya? Pantesan tukang nyolot pagi-pagi. Memang istrinya pak Ekadanta nggak nyiapin?" goda Anita yang tahu sebenarnya


"Saya belum menikah bu Anita" ucap Ekadanta penuh penekanan.


"Oohh kirain pak Eka sudah menikah." Anita memasang wajah polos.


"Yuk udah absen. Hari ini tidak ada upacara bendera kan?" Savitri menghampiri Anita yang masih mencoba menjauhkan sahabat nya dari Ekadanta.


"Upacara lusa sekalian hardiknas" jawab Ekadanta.


"Thanks pak Ekadanta sudah memberitahukan" senyum Anita manis.


"Dik, aku mau bicara sama kamu." Ekadanta memegang lengan Savitri.


"Pak, ini jam masuk kerja. Jangan bikin masalah atau bapak mau merasakan dibanting sama saya seperti saya membanting pak Herman?" cengir Savitri santai.


Ekadanta melepaskan pegangannya dan membiarkan Savitri pergi bersama Anita.


"Guru edan! Ditolak kok ora rumongso ( tidak merasa )!" desis Anita kesal.


Savitri hanya menepuk bahu Anita.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote gift and comment


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2