Guruku Bar-bar Sekali

Guruku Bar-bar Sekali
Bertemu Kembali


__ADS_3

SMKN 11 Surakarta


Pak Agus hanya bisa melongo melihat hasil rekaman video yang diambil oleh Savitri saat menjadi detektif patikelir.


"Saya tahu pak Herman sudah punya istri dan anak karena itu yang dilaporkan di laporan pajak dan PNS. Tapi melihat video seperti ini, saya jadi meragukan bahwa Nina tidak ada andil juga."


"Setahu saya selama saya menghandle Nina, anaknya polos tidak neko-neko eh ternyata kejeglong juga." Savitri memegang pelipisnya.


"Baik Bu Savitri, saya akan panggil pak Herman Satria. Ini sudah melanggar aturan PNS dan saya tidak bisa diam saja karena akan berdampak jelek di sekolah kita. Mau tidak mau harus saya laporkan ke Dinas."


"Saya harap pak Agus bisa bijaksana menghadapi pak Herman karena jika memang itu istri dan anaknya, kurang ajar sekali pria celutak macam itu!" ucap Savitri geram.


"Betul Bu Savitri. Sekarang ibu kembali ke ruangan ibu. Biar saya yang urus pak Herman."


Savitri pun berdiri sambil mengangguk hormat. "Saya permisi dulu Pak Agus."


"Monggo Bu... Eh Bu?" panggil Pak Agus sesaat hendak membuka pintu ruangan kepala sekolah.


"Njih pak?" Savitri pun berbalik.


"Nopo ibu serius mau beli mobil orang Korea tadi?" tanya pak Agus penasaran.


Savitri terbahak. "Mboten pak! Kulo mung emosi mawon ( saya cuma emosi saja ). Lagian pak, buat apa beli mobil seperti itu, macam wong tuwek wae!"


Pak Agus tertawa. "Kok bisa Bu?"


"Lha sekarang yang rata-rata naik mobil Mercedes model begitu kan macam orang-orang pemimpin pabrik, pengusaha atau pejabat dan rata-rata sudah tua."


"Tapi yang tadi masih muda dan ganteng lho Bu."


"Paling juga oplas, asline sampun sepuh niku tiyangipun ( aslinya sudah tua tuh orangnya )" jawab Savitri cuek.


***


Ruang Meeting Pabrik Tekstil Kim Sukoharjo


"Haaaattssyyiinnggg!" Jaehyun bersin dengan sangat keras membuat semua pegawainya yang sedang serius meeting terkejut mendengar suara bersin boss mereka yang baru macam bapak-bapak.


Masa gue flu? Jaehyun mengambil saputangan yang ada di saku suitnya dan mengelap hidungnya.


Rasanya juga nggak flu tapi kok hidungku gatal ya?


"Mr Kim? Are you okay?" tanya Hesti, manajer HRD yang masih single dan langsung kepincut dengan boss barunya.


"I'm fine. Please, continue" perintah Jaehyun ke manajer operasional yang sedang melakukan presentasi.


Brengsek! Udara disini jelek banget!


***


Savitri langsung dikelilingi oleh tiga rekannya yang heboh binti kepo saat tadi mereka datang melihat gadis itu marah-marah.


"Sing nggenah wae Kowe Vit, iso-isone nesu nganggo tiga bahasa ora jelas ngunu! ( Yang benar saja kamu Vit, bisa - bisanya marah pakai tiga bahasa tidak jelas begitu ) Parah tenan Kowe!" celetuk Dina


"Lha piyeee Bu Diah! Sopirnya wae sing pekok ( bodoh ) gak lihat-lihat motorku sing cantik mandraguna. Wis Cetho moto gonjreng nya iso kethok Seko planet Mars kok yo jek motong go*blog ngunu tho yooo ( Sudah jelas warnanya bisa dilihat dari planet Mars kok masih motong go*blog begitu )!" omel Savitri yang masih kesal dengan sopir orang Korea itu.


"Vit, tenanne meh mbok tuku mobile wong mau? ( Yang benar mau kamu beli mobilnya orang tadi )?" tanya Anita.

__ADS_1


"Halah! Aku mung gertak sambal wae! Sing arep tuku sopo ( Yang mau beli siapa )? Guwak-guwak duit wae ( Buang-buang uang saja )!" cebik Savitri.


Selain kepala sekolahnya, tidak ada yang tahu kalau Savitri adalah putri Reza Pratomo, CEO PRC group yang merupakan kantor kontraktor dan properti terkenal. Dirinya hanya dikenal Savitri Putri tanpa nama belakang keluarga terkenalnya.


"Lha iya, wong sok kayak ngunu kudu digertak sambal ( Lha iya, orang sok seperti itu harus digertak sambal )!" kekeh Bu Titi.


Keempat wanita di ruang bimbingan konseling itu tertawa geli.


"Wis kerja maning Bu ibu!" ajak Dina.


***


Savitri sedang makan siang bersama Anita di kantin ketika Ekadanta mendatangi dirinya. Wajahnya yang lumayan tampak khawatir dan langsung duduk di kursi ujung meja makan Savitri dan Anita.


"Apa hal pak Eka kemari? Bukannya biasanya makan di ruang guru?" sindir Anita yang sebal dengan ketidaksopanan guru matematika itu.


"Dik Savitri ora Popo?"


"Ndak papa. Memang kenapa? Saya sehat walafiat. Tanya Bu Anita" jawab Savitri cuek.


"Kan tadi dik Savitri habis marah-marah sama orang nggak sopan. Saya lihat tadi mobilnya main potong dan nyaris ketabrak."


"Tenang saja pak Eka. Savitri baik-baik saja" sahut Anita yang kesal diacuhkan oleh Ekadanta yang hanya menatap Savitri sedangkan yang ditatap malah asyik makan bakso.


"Iya Bu Anita. Tapi kan saya khawatir takut ada luka atau apa..."


"Tidak ada luka apapun. Yang ada luka batin pak! Soalnya saya lagi syahdu dan sayang-sayangan sama bakso, mbok ganggu pak!" celetuk Savitri kesal. "Saya ta makan dulu sama Bu Anita. Maaf pak Eka mengganggu sedikit."


Ekadanta tersenyum mendengar ucapan asal njeplak guru cantik itu.


"Oh maap. Selamat makan siang." Ekadanta pun meninggalkan Savitri dan Anita.


"Malesi!" balas Savitri.


"Kamu beneran tidak suka sama dia?" tanya Anita.


"Siapa? Ekadanta? Nope. Bukan kriteria aku."


"Kenapa? Ganteng kok..."


"Tidak membagongkan. Aku tidak suka cowok lamis macam dia, Nit. Sok manis, sok iye... Ogah deh!" Savitri memasukkan baksonya. "Eh kampret! Ada bomnya tho nih bakso?"


"Namanya juga bakso mercon!" kekeh Anita.


"Haaaiissshhh, pedasnyaaaa!" Savitri langsung menghabiskan air mineral nya.


***


Perusahaan Tekstil Kim Sukoharjo


Yudha menatap tidak percaya hasil penyelidikan guru cantik yang mengendarai motor Kawasaki Ninja pink.


Astaghfirullah. Apakah ini benar?


Suara intercom di meja Yudha berbunyi.


"Ya Mr Kim?"

__ADS_1


"Mana laporan guru bar-bar ? Aku ingin tahu siapa lawanku!"


Yudha menghela nafas panjang. "Siap Mr Kim. Ini sudah saya dapatkan."


"Bawa kemari!"


Yudha segera memperint hasil penyelidikan dan masuk ke ruang kerja Jaehyun.


"Siapa cewek kasar itu?" tanya Jaehyun yang hanya dijawab Yudha dengan memberikan laporan di dalam map biru.


Jaehyun pun membuka map itu dan wajahnya tampak terkejut.


"Kamu nggak salah ini?" tanya Jaehyun sambil menatap tajam asistennya.


"Nggak Mr Kim. Itu hasil penyelidikan saya bahkan saya menemukan akun sosial nona Savitri."


Savitri Putri Pratomo. Usia 24 tahun, lulusan psikologi Universitas Indonesia, putri kedua Reza Pratomo dan Andira.


"Cucu Adrian Pratomo? Komisaris PRC Group?" Jaehyun semakin pening membaca susunan keluarga Savitri.


"Astagaaa, masih keponakan Hiroshi Al Jordan, Alex Reeves, dan Edward Blair?" gumam Jaehyun. "Pantas dia dengan cueknya tanya mau transfer atau cek! Rupanya dia memang kaya raya!"


Jaehyun tertawa terbahak-bahak.


"This is getting better and better ( ini menjadi lebih menarik )! Yudha, siapkan mobil. Aku kan janji akan menemuinya di sekolah tempat dia bekerja."


***


Ruang Kerja Bimbingan Konseling


Savitri tiba-tiba menggigil. Kalau gue merinding begini, bakalan ada demit nongol ini! Duh semoga bukan si guru angka itu!


"Mbak Savitri..." panggil Pak Yahya sang penjaga sekolah.


"Astaghfirullah Sadako! Pak Yahya! Ngagetin saja!" jerit Savitri yang memang sendirian di ruang BK karena masih membuat laporan. "Apa pak? Ta kira penampakan!"


Pak Yahya tertawa mendengar umpatan guru cantik itu yang kadang latah.


"Mbak, dicari."


"Sama siapa?" tanya Savitri.


"I'm the one who's looking for you ( aku yang cari kamu )!"


Savitri melongo melihat Jaehyun datang ke ruangannya.



Nah lho bang. Tahu kan tuh guru siapa?


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2