
Sunday Morning Di Kediaman Pratomo Manahan Solo
"So, kamu kenal Jeremy dimana?" tanya Savitri sambil ngemil pisang goreng buatan mbok Mar disamping jajanan pasar yang tergeletak di sebelahnya.
"Ya ampun mbak Sav, itu jajanan pasarnya nggak kurang banyak?" Rain melihat ke arah piring di meja Savitri.
"Jangan mengalihkan pembicaraan, Rain. Kamu kenal Jeremy dimana?" gelak Savitri. "Paling nanti ada bala bantuan menghabiskan jajanan pasar." Savitri sendiri berada di ruang makan sambil video call dengan Rain.
"Elang itu kakak kelas ku waktu SD. Setelah lulus, dia langsung pindah ke London. Dan aku baru bertemu setelah kita pulang dari Tokyo, habis nikahan kak Eiji."
"Namanya siapa sih Rain. Aku bingung soalnya bang Duncan bilang Jeremy Eagle McCloud tapi kamu manggilnya Elang."
"Waktu sekolah di Jakarta, Elang pakai nama Indonesia nya, Panji Elang Samudera tapi di pasport, id semuanya pakai nama Inggris nya."
"Lha namanya kok sama ma mas Panji?" gelak Savitri.
"Eh iya ya mbak" senyum Rain.
"Kamu jatuh cinta beneran ya sama Jeremy?"
Rain menunduk dengan wajah memerah.
"Oom Ryu menutup akses berita soal Jeremy dan kamu tidak boleh tahu kan?"
"Iya mbak..." jawab Rain pelan.
"Rain, siapa yang mendukung kamu sama Jeremu?"
"Nggak...ada... Oh hanya mbak Rhea..." bisik Rain sendu.
"Sayang, mbak belum pernah bertemu Jeremy tapi mendengar cerita dari pianis durjana dan Ryoma, mbak rasa Jeremy juga cinta mati sama kamu."
"Mbak Rhea juga bilang begitu..."
"Jadi..."
"Savitri-ya! Kamu dimana?" tampak Jaehyun dengan santainya masuk ke dalam rumah.
Savitri menatap judes ke pria berdarah Korea itu. "Oppa!"
"Apa?" Jaehyun pun duduk di sebelah Savitri dan terkejut melihat gadisnya sedang melakukan panggilan video dengan seorang gadis ayu yang mirip dengan Savitrinya. "Halo? Maaf mengganggu. Aku..."
"Ahjussi!" potong Savitri judes.
"Oppa Savitri-ya! Oppa!" Jaehyun kembali menatap layar MacBook itu. "Halo, aku Kim Jaehyun. Kamu pasti sepupunya Savitri-ya."
"Halo Oppa. Aku Rain Reeves..."
"Kamu apanya Eiji Reeves?" tanya Jaehyun.
"Adik sepupunya. Kak Eiji kan anak tunggal" senyum Rain.
"Sav, adikmu kalem begini, kamu kok brutal sih?" goda Jaehyun yang membuat Savitri manyun.
"Nggak suka? Oppa sukanya yang kalem? Macam putri Solo? Yang klemak klemek? Capek tahu! Asal Oppa tahu ya, Rain kalem begitu aslinya sama bar-barnya! Dia jauh lebih jago menembak daripada aku!" omel Savitri yang membuat Rain cekikikan.
"Masa sih? Nggak kelihatan. Benar kamu jago nembak?" Jaehyun menatap tidak percaya ke wajah manis Rain.
__ADS_1
"Nggak Oppa, aku lebih jago bermain sama tepung dan mentega" kekeh Rain.
"Kamu chef? Tunggu... Kamu anaknya Ryu Reeves?"
"Baru dong pak?" sindir Savitri.
"Kan kamu nggak bilang Savitriii! Itu juga aku yang bikin kesimpulan!" Jaehyun menatap gemas ke guru cantik yang pagi ini hanya memakai kaos oblong hitam dan jeans sebatas lutut.
"Justru membuktikan Oppa itu cerdas! Lagian aku nggak suka cowok begok!"
Jaehyun langsung mencium pipi Savitri gemas membuat Rain memerah wajahnya, merasa malu melihat keuwuan kedua pasangan di hadapannya.
"Astagaaa! Oppa! Basah ini pipi aku!"
"Habis kamu gemesin! Sorry Rain, kalau kamu masih jomblo, maafkan kakakmu yang suka Membagongkan ini!"
"Rain nggak jomblo! Sudah punya pacar Oppa!"
"Ohya? Orang mana?"
"Orang Inggris, Oppa" jawab Rain pelan.
"Anyway, kamu sudah lihat fotonya bang Duncan dan bang Joshua waktu jadi manusia gips?" Savitri mengalihkan pembicaraan.
"Joshua Hyung kecelakaan?" tanya Jaehyun.
"Lho Oppa kenal sama bang Joshua?" Rain terkejut sembari menatap wajah kekasih Savitri itu.
"Kenal. Kami bertemu disini."
"Ooohh. Aku sudah lihat mbak, dikirim sama kak Eiji. Ya ampun, antara kasihan dan geli..." kekeh Rain.
"Rem mobil blong Oppa" jawab Savitri yang menutupi kejadian sebenarnya. ( Bisa dibaca di Elang Untuk Rain )
"Tapi Hyung nggak papa kan?"
"Nggak papa" senyum Savitri sambil menepuk bahu Jaehyun.
"Kalian kalau ketemu, apa ya selalu ribut begini?" tanya Rain.
"Well, biasanya lebih parah!" gelak Savitri.
"Rain, apa kamu tahu kalau kakakmu ini makannya macam kuli? Aduuuhh!" Jaehyun mengelus bahunya yang dikeplak Savitri.
"Apa mbak Sav habis ngamuk atau jengkel?"
"Yup!"
"Biasanya begitu Oppa. Mbak Sav kalau sudah selesai marahnya, makan banyak. Katanya buat mengembalikan energi yang hilang plus healing" senyum Rain. "Memang kenapa mbak?"
"Biasa, ada cowok celutak!"
"Mbak, kata mas Abian, teman gurumu ada yang patah ya anunya?" Rain menatap Savitri dengan wajah bergidik.
"Aduuuhh! Jangan kamu ingatkan Rain! Aku jadi nightmare mengingat suara yang tidak mau aku ingat-ingat lagi!" Savitri menutup kedua telinganya membuat Rain tertawa dan Jaehyun memeluk gadisnya.
"Oppa, kok bisa sih suka sama mbak Sav. Secara kan mbakku satu ini brutalnya minta ampun" kekeh Rain.
__ADS_1
"Sebenarnya aku juga nggak suka cewek bar-bar tapi Savitri itu menggemaskan. Kamu tahu Rain, mommyku malah yang jatuh cinta duluan sama gadis ini" senyum Jaehyun.
"Wah, padahal biasanya calon ibu mertua tidak suka cewek bar-bar" goda Rain.
"Not my mom!" Jaehyun tersenyum kecut.
"Eh? Bang Joshua mau ikutan video call." Savitri pun memencet tombol yang mengijinkan Joshua bergabung.
"Hai adik-adikku yang cantik" sapa Joshua riang. "Lho ada Jaehyun? Ngapain kamu?"
"Ngapelin pacar nyebrang rumah" balas Jaehyun.
"Bang, kok udah dilepas gipsnya" komentar Savitri.
"Udah. Abang nggak betah!"
"Hyung, katanya habis kecelakaan ya? Rem blong?"
Joshua menatap Jaehyun serius. "Iya, aku dan Duncan sedang dalam perjalanan ke kantor, tiba-tiba mobilku selip dan baru sadar rem blong. Kecelakaan deh!"
Savitri dan Rain saling berpandangan dan bersyukur Joshua mengikuti cerita mereka.
"Alhamdulillah kalian berdua selamat" ucap Jaehyun.
"Aku sudah berpikir hidung aku bakalan harus operasi karena kan terkena kantong udara pas tabrakan."
Hidung lu gak papa Joshua...
"Ya paling rekonstruksi hidung, bang" kekeh Savitri.
"Ih ogah banget!" sahut Joshua.
"Mbak Miki kemana bang?" tanya Rain.
"Tidur sama anak-anak. Abang suruh istirahat karena semalam ngopeni Abang ganti perban kaki. Kasihan, capek banget mbakmu itu."
"Untung semua selamat ya" ucap Jaehyun.
"Alhamdulillah. Ohya Sav, kata Oom Stephen, kemarin di pengadilan, kamu ngajak gelut tim pembela terdakwa?" Joshua tertawa melihat wajah judes adiknya.
"Lagian ya bang, nanyain nya bikin aku emosi. Masa iya aku harus diam saja mau dipukul sama si Safri? Daddy dan mommy saja nggak pernah mukul aku, eh ada orang lain dari antah berantah celutak penjahat kela*min main tangan ke aku, lalu aku harus diam saja? Tidak semudah itu férguso! Sebelum elu mukul gue, mending gue hajar dulu!" Savitri mengomel panjang lebar.
"Nih ada tahu bakso, dimakan dulu Sav. Pasti lapar kan kamu." Jaehyun menyerahkan tahu bakso ke Savitri yang langsung memakannya.
Rain dan Joshua terbahak.
"Sudah hapal kebiasaannya Savitri ya Jae" kekeh Joshua.
"Hapal banget!"
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️