
Kediaman keluarga Pratomo Manahan Solo
Entah berapa lama Savitri menangis dalam pelukan Jaehyun dan pria itu mengusap punggung guru cantik dengan lembut serta sesekali mencium pucuk kepalanya.
Nggak modus atau cari kesempatan kan ini? Jaehyun menunggu sampai Savitri sadar dan bersiap kena amuk. Tapi kayaknya memang lagi mental drop dia.
"Udah dong Savitri-ya. Nanti mbok Mar laporan sama Mr Pratomo, dikira aku nakali kamu..." ucap Jaehyun. Bisa berabe kalau dua pria Pratomo datang!
"Eh? Siapa yang nakali?" tanya Savitri di sela-sela senggukannya.
"Aku nanti yang dikira nakali kamu terus bikik kamu nangis..."
"Hah?" Savitri menatap Jaehyun bingung.
Pria itu mengusap air mata yang masih menempel di pipi mulus itu. "Kamu nangis kenapa?"
"Aku kesal, Oppa. Merasa gagal jadi guru, meskipun murid itu belum jadi muridku..." Savitri lalu mengambil tissue dan mengeluarkan ingusnya.
"Astaghfirullah! Anggun dikit kenapa?" gerutu Jaehyun melihat hidung Savitri tampak merah.
"Susah!" balasnya judes.
"Kasih tahu begini nih! Diragukan lho kamu anaknya Reza Pratomo dan cucunya Adrian Pratomo."
"Bodo! Hasil tes DNA bilang aku keturunannya kok!"
"Salah tuh hasil DNA nya. Ketuker kali!"
"Idiihhh! Lihat nih!" Savitri mengambil album foto dan membuka halaman saat Panji menikah. "Lihat! Aku, Daddy, Opa. Garis mukanya sama! We have the same bone structure! Kalau bukan karena gen, nggak mungkin bisa sama begini!"
Jaehyun hanya tersenyum melihat Savitri kembali judes dan cerewet. Dengan cueknya dia memegang kening Savitri memakai punggung tangannya. "Demamnya sudah turun."
"Apa?" Savitri mendelik.
"Soalnya tadi itu seperti bukan kamu, Savitri-ya. Memang ada masalah apa dengan muridmu?"
Savitri mulai bercerita tentang muridnya yang membuatnya shock dan moodnya berantakan.
"Aku tuh nangis karena aku tidak tahu harus gimana lagi lampiaskan emosi aku. Aku tuh marah tapi nggak tahu harus marah sama siapa, wong sudah kejadian. Mau aku larang tapi apa hak aku?"
Jaehyun yang sedari tadi hanya menyimak tanpa memotong cerita Savitri hanya menatap lembut. "Tidak ada yang bisa kamu lakukan, Savitri-ya. Karena memang itu bukan ranah kamu. Beda kalau misalnya, persoalan itu terbawa sampai sekolah, kamu baru berhak menkonseling."
"Aku nggak habis pikir, Oppa. Bayangkan anak umur 13-14 tahun sudah melakukan intercourse! Aku umur segitu, mikirnya gimana aku dapat nilai bagus dan kalau nakal bolos nggak ketahuan!"
"Beda, sayang. Anak cowok itu keponya tinggi. Memang anak cewek dibilang lebih matang saat sudah mendapatkan periodenya tapi didikan disini membuat anak cewek cenderung menahan hormon curiosity nya karena perempuan pasti akan ada bekasnya jika sudah tidak perawan. Beda dengan laki-laki, mau dilihat bekasnya dimana coba?"
"Iya ya. Punya Oppa kalau berdiri kan ga kelihatan udah pernah nyoblos atau belum" gumam Savitri tanpa filter membuat Jaehyun melongo.
"Astaghfirullah!" Jaehyun pun menoyor kening Savitri. "Itu mulut yaaaa!"
"Lho kan benar tho Oppa? Kagak kelihatan baik posisi tegak sempurna atau masih mengkeret!" lanjut Savitri dengan wajah polos.
"Ya Allah. Perasaan tadi ada yang mewek, tapi kenapa ini malah bahas makin absurd?" Jaehyun mengusap wajahnya kasar.
__ADS_1
"Ini tuh bahasnya ilmiah Oppa! Jangan pikiran meshum dong!"
"Terserah kamu deh! Ternyata jadi guru BK banyak story dan dramanya ya Savitri-ya."
"Banget Oppa. Antara suka dan duka. Sukanya itu kalau ada alumni yang sukses terus main ke sekolah laporan sama bekas guru-gurunya. Aku sering lihat itu ke rekan-rekan aku yang senior. Ada rasa bangga, didikan kami bisa mandiri dan mendapatkan pekerjaan yang bagus. Dukanya ya seperti kasus Nina dan ini..."
"Nina bagaimana?"
"Pindah dari Solo, Oppa. Katanya ke Jogja atau Klaten, aku kurang tahu."
Jaehyun mengangguk. "Membuka lembaran baru lebih baik daripada disini malah mengingatkan kejadian yang tidak mengenakkan."
"Iya Oppa."
"Dah, habis nangis kan capek. Makan martabak dulu!" Jaehyun lalu mengambil sepotong martabak manis yang diikuti oleh Savitri.
"Oppa..."
"Ya?" tanya Jaehyun sambil mengunyah martabak nya.
"Tadi kok pakai acara cium-cium kepala aku? Modus ya!"
UHUK!
***
Setelah drama tersedak martabak diselesaikan dengan acara menepuk punggung Jaehyun keras, akhirnya keduanya menikmati film drama komedi dengan santai.
Savitri menoleh. "Oom Rudy? Dalam rangka apa?"
"Ngobrol saja dan bertanya tentang kita, apakah pacaran atau nggak."
"Terus? Oppa bilang apa?"
"Ya aku bilang kita itu memiliki persahabatan bagaikan kepompong..."
"Oppa. Itu judul lagu. Serius dikit kenapa?" Savitri melirik judes.
"Iiissshhh, diajak bercanda lagi susah! Ya aku bilang saja, kita teman rasa catering kost."
Savitri terbahak. "Ya ampun! Ga usah dijabarkan dong!"
"Lha kita itu kan pacaran tanda kutip demi Konten, biar kamu nggak diganggu sama guru stalker itu. Tapi kita sih boleh dibilang hubungan tanpa status, pacaran nggak, sobatan iya, tempat cari makan benar, teman curcol dan minum yoiii."
"Iya juga sih. Lha apa kita enaknya pacaran beneran daripada hubungan tanpa status tidak ada kejelasan yang haqiqi membuat orang banyak bertanya sehingga sering Membagongkan?" Savitri menatap Jaehyun serius.
"Kamu bisa nggak sih ngomong pakai jeda koma atau titik gitu? Satu kalimat panjang amat!" celetuk Jaehyun.
"Lha gimana?"
"Hadddeeehhh! Tapi aku cuma masuk satu kriteria dari kamu sih..."
"Apa itu Oppa?"
__ADS_1
"Ganteng doang! Membagongkan... Entah apa sudah masuk kategori itu atau belum."
Savitri memegang dagunya. "Kadang Oppa tuh membagongkan kok..."
"Jadi?"
"Ya Wis. Kita pacaran beneran. Mau?"
Jaehyun tertawa terbahak-bahak. "Beneran deh Sav, ini adalah cara proklamir pacaran yang super absurd!"
"Lha meh piyee? Kita itu udah dewasa Ahjussi!"
Jaehyun mendelik. "Oppa Savitri-ya! Aku baru 26 tahun!"
"So?! Kan Dimata keponakan aku, pasti Oppa dipanggil Ahjussi" kekeh Savitri.
"Tapi kamu kan bukan keponakan, Savitri-ya!" ujar Jaehyun gemas. Ini cewek lebih Membagongkan benar deh. Tadi Kamis sekarang Minggu. Bar nangis, ngguyu ( Habis nangis, ketawa ).
"Oh? Lha terus aku apa?" tanya Savitri polos.
"Pacar aku" bisik Jaehyun sambil mencium kening Savitri.
"Aaaaaahhhh! Oppa modusss!" teriak Savitri heboh!
"Haaaddeehhh!"
***
Jam sepuluh malam Jaehyun berpamitan dengan pacar depan rumahnya setelah membawa satu panci sup iga buat sarapan besok.
"Kamu mau diantar nggak ke sekolah besok?" tawar Jaehyun.
"Nggak usah Oppa. Aku seminggu ini harus berangkat pagi buat ngawasin masa orientasi siswa baru. Kalau naik mobil, takutnya telat."
"Ya sudah. Martabaknya dimakan n bisa dibawa buat bekal besok."
"Iya. Makasih ya Oppa sudah dengerin curcol aku."
"Hei, apa gunanya punya pacar depan rumah?" kekeh Jaehyun.
Tiba-tiba Savitri berjinjit dan mencium pipi Jaehyun. "Maaf bikin kaosnya basah tadi."
Jaehyun hanya bisa melongo.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1