
Malam Midodareni
Jaehyun beserta dengan keluarganya dan asistennya Yudha, beberapa manager bahkan pak Harto si supir datang ke rumah Savitri. Karena keluarganya di Seoul tidak banyak apalagi ayah dan ibunya anak tunggal, jadi otomatis keluarga Kim meminta kerabat yang meskipun tidak berhubungan darah, ikut dalam acara sakral ini.
Pagi tadi sudah diadakan acara pengajian yang dilakukan di rumah Savitri sedangkan Jaehyun hanya bisa menyaksikan dari seberang rumahnya. Selanjutnya diadakan acara siraman yang tidak terlalu pakem karena Savitri tidak mau opa dan Omanya kelelahan meskipun mereka tampak bahagia.
Dan malam ini Joshua sudah mewanti-wanti Jaehyun untuk makan terlebih dahulu karena di tempat Savitri, calon pengantin pria tidak boleh makan hanya minum air putih segelas saja.
Karena rumah mereka berhadapan, jadi rombongan itu pun langsung sampai dan Jaehyun tersenyum ketika melihat di halaman sudah ada panggung wayang kulit. Pria tampan itu pun tersenyum simpul sudah tahu kalau gadisnya bakalan terkejut.
Jaehyun dan Savitri sama-sama disita alat komunikasinya jadi selama tiga hari ini mereka tidak saling berkomunikasi.
"Assalamualaikum" sapa Kim Young-ji ke keluarga besar Savitri membuyarkan lamunan Jaehyun.
"Wa'alaikum salam" balas Reza Pratomo yang langsung bersalaman dengan calon besannya. Para rombongan keluarga Jaehyun pun meletakkan beberapa barang seserahan yang sudah disiapkan oleh Kirana Putri.
Beruntung calon menantunya bukan tipe yang ribet karena sebelumnya sudah memberikan daftar warna dan brand favorit nya baik baju, pakaian da*am, sepatu, tas, make up dan parfum.
Para ayah saling berbicara acara penyerahan seserahan dan kemudian diadakan acara tantingan yaitu orangtua pengantin pria akan mendatanginya kemudian menanyakan kembali kemantapan hatinya dalam berumah tangga kemudian menerima lamarannya. Setelahnya, pengantin perempuan akan dengan ikhlas dengan keputusannya kemudian menyerahkan sepenuhnya kepada kedua orang tua. Dalam acara ini, pengantin wanita memang dilarang keluar dari kamarnya.
Setelah kedua calon pengantin sama-sama mantap untuk melaksanakan ijab qobul besok, maka acara selanjutnya adalah pembacaan Catur Wedha. Hal ini merupakan nasihat atau wejangan yang disampaikan ayah dari calon pengantin perempuan kepada calon pengantin laki-laki. Isi dari wejangan ini sendiri diantaranya:
Hangayomi dimana Pengantin pria akan dinasehati untuk mengayomi dan melindungi istrinya dengan sepenuh hati. Sama halnya ketika orang tua melindungi anaknya tanpa pamrih.
Handayani Nasihat kepada pengantin pria untuk mencukupi segala kebutuhan istrinya. Tidak dapat dipungkiri bahwa rumah tangga sendiri akan kekal karena kepala keluarga dapat mensejahterakan istrinya.
Hangayemi atau kenyamananlah yang kemudian dapat membuat pasangan memiliki rasa cinta yang tiada habisnya.
Hanganthi adalah dimana Laki-laki harus bisa menjadi pemimpin bagi keluarganya, yang nantinya akan menyetir semua perjalanan. Pria kemudian harus menuntun atau memimpin rumah tangga bersama anak-anak dan istrinya.
Jaehyun dengan serius mendengarkan permintaan Reza yang tampak terharu karena sebentar lagi putrinya akan dipinang oleh laki-laki pilihannya. Meskipun Reza sudah mantap menerima Jaehyun tapi perasaan kehilangan putrinya yang sudah dirawat sejak lahir hingga dewasa sekarang ini, tetap saja ada.
"Mas, Ojo mewek tho ( jangan nangis dong )" bisik Andira yang melihat Reza mengusap matanya usai membacakan Catur Wedha. Tentu saja para tamu tertawa maklum. Meskipun Reza dikenal pengusaha bertangan dingin, tapi jika berhubungan dengan keluarganya, dia pasti tampak rapuh.
"Oom Reza... eh Papa. Saya berjanji pada Papa dan mama bahwa saya akan mematuhi permintaan papa dan mama untuk selalu sayang, cinta, melindungi dan menghormati Savitri seperti rasa saya pada mommy. Karena jika saya berani menyakiti Savitri, bukan Papa saja yang bisa menghajar saya tapi mommy saya pun bakalan mencincang saya. Kata mommy, itu hak prerogatif seorang ibu" ucap Jaehyun.
"Jae, nggak gitu juga lah!" protes Kirana.
"Kan mommy suka begitu bilangnya kalau aku nakal" cengir Jaehyun ke arah ibunya yang membuat para sepupu Savitri tertawa.
__ADS_1
"Tenang Jaehyun, kita juga sama. Jadi welcome to the club!" gelak Eiji. "Our moms itu memang badass!"
"Eiji!" tegur Alex Reeves yang langsung membuat pianis itu diam.
"Jadi besok acaranya di Lor In jam delapan ijab qobul nya dilanjutkan acara resepsi. Begitu pak Reza?" tanya Kim Young-ji.
"Betul pak Kim. Karena acara inti sudah selesai, Monggo para tamu undangan menikmati hidangan makan malam tapi tidak untuk Jaehyun ya. Tidak boleh makan sama sekali" senyum Andira.
"Iya mama. Untung aku sudah makan di rumah" cengir Jaehyun.
***
"Masyaallah! Kartokusumo?" seru Adrian begitu melihat dalang yang akan mendalang di rumahnya.
"Apa kabar mas Adrian" sapa Ki Dalang Kartokusumo sambil memeluk Adrian. "Lama banget kita tidak bertemu."
"Kartokusumo?" sapa Aryanto yang sekarang harus duduk di kursi roda karena kesehatannya.
"Mas Aryanto. Jek kelingan wae ( masih ingat saja )" kekeh Dalang Kartokusumo.
"Kelingan lah! Codet Ning alismu Kuwi sing dadi ciri khas mu ( bekas luka di alismu itu yang menjadi ciri khas kamu )" senyum Aryanto.
"Pak Kartokusumo?" sapa Rudy Akandra saat melihat dalang yang sempat manggung di gedung perusahaannya.
"Bibite sing apik ( bibitnya yang apik )" balas Adrian.
"Tapi putumu sing ayu dhewe, sing dadi guru, nurun Kowe galake lan luruse ( tapi cucumu yang cantik sendiri, yang jadi guru, nurun kamu galaknya dan hidup lurusnya )" puji Ki Dalang Kartokusumo. "Sangar mbak Savitri Kuwi."
"Lha Kowe arep ndalang? Lakonne opo ( kamu mau ndalang? Ceritanya apa )?" tanya Adrian.
"Savitri."
Para opa dan Rudy Akandra melongo.
"Savitri?"
"Pas tho? Cerita cinta Savitri Karo Setiawan Kuwi romantis tenan. Eh calon bojone jenenge Setiawan dudu ( calon suaminya namanya Setiawan bukan )?" Ki Dalang Kartokusumo celingukan mencari calon suami Savitri.
"Untungnya bukan. Calonnya namanya Kim Jaehyun, campuran Korea Indonesia dan ternyata dia iso kromo Inggil sithik ( sedikit )" kekeh Adrian mengingat saat lamaran yang Membagongkan.
__ADS_1
***
"Nggak boleh minta lho Jae!" ucap Eiji sambil memamerkan nasi liwet khas Solo.
"Nggak bakalan, Ji."
"Pokoknya nggak boleh!" eyel Eiji yang membuat Jaehyun melengos.
"Kamu yakin mau nikah sama adikku Jae?" tanya Panji.
"Lha kok malah baru ditanyakan sekarang?" Jaehyun tampak panik. "Yakin lah!"
"Semoga hidden gem mu selamat sampai tujuan, kagak kena tendang mengingat si guru bar-bar itu hobinya menendang seenaknya" gumam Eiji sambil makan yang langsung mendapatkan pelototan para sepupu prianya. "Lho, aku hanya mengatakan apa adanya kan? Coba tanya Bang Joshua, bang Neil yang urus kasusnya si guru satu itu. Berapa hidden gem yang sudah jadi korban keganasan dengkul Savitri?"
"Perasaan cuma satu deh..." ucap Joshua.
"Yang ketahuan? Yang kagak?" balas Eiji durjana.
"Kagak usah dikomporin deh Ji!" hardik Duncan.
"Eh tahu nggak. Aku tuh kemarin usul lakonnya wayang kulit buat Savitri tapi sama Duncan, malah dikeplak" adu Eiji.
"Lha kamu usulin apa?" tanya Mamoru.
"Lakonnya Abimanyu Gugur! Padahal bagus lho ceritanya..."
"Kamu doain saya mati, Eiji Adipramana Reeves?"
Sebuah suara bariton dengan nada dingin membuat Eiji membeku.
"Eh...Oom Abi..." cengir pianis itu dan tampak Abimanyu Giandra menatap tajam ke keponakannya dengan wajah judes.
Mati aku!
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️