
Setelah menyempatkan diri sowan ke opa Aryanto dan oma Rani, lalu ke rumah Rain, malam harinya dengan diantar sopir keluarga Giandra, Savitri dan Jaehyun tiba di stasiun Gambir jam tujuh malam. Keduanya membeli makanan cepat saji untuk dimakan nanti sepanjang perjalanan.
Tepat jam delapan malam, Savitri dan Jaehyun sudah duduk manis dalam gerbong kereta sambil menata makanan yang dibeli tadi. Pria berdarah Korea itu hanya menggelengkan kepalanya melihat Savitri langsung melahap makanan di kotak hoka-hoka Bento.
"Bukannya tadi mau berangkat sudah makan di rumah Oom Abi. Kok ini makan lagi? Aku curiga deh Sav, jangan-jangan kamu cacingan?" goda Jaehyun yang mendapatkan lirikan judes.
"Aku nggak cacingan, Oppa!"
"Lha terus apaan?"
"Dragonan!"
Jaehyun melongo. "Apalagi kamu bikin istilah?"
"Kan kalau cacingan tampak biasa, normal, bosenin. Anti-mainstream dong, nagaan atau dragonan sekalian! Naga itu dragon kan lebih besar dari cacing."
Jaehyun menepuk jidatnya. "Astagaaa! Kamu itu ya aneh-aneh saja Savitri-ya."
Savitri mencium pipi Jaehyun.
***
Usai makan malam, Jaehyun membuka iPad nya untuk memeriksa pekerjaan besok yang dikirimkan oleh Yudha. Diliriknya Savitri pun melakukan hal yang sama dengan MacBook nya.
"Kamu besok langsung masuk kerja?" tanya Jaehyun.
"Iya Oppa. Soalnya aku ada rapat guru. Mau ada program baru dari pemerintah."
"Kalau ngantuk, pulang saja" senyum Jaehyun.
"Eh nggak ya Oppa, mending aku tidur di UKS lah. Pulang itu tandanya aku nggak bertanggungjawab sama pekerjaan aku."
"Oke. Kalau kamu sudah ngantuk, bobok saja."
Savitri mengangguk.
***
Sejam kemudian Savitri sudah membereskan semua pekerjaan dan memasukkan MacBook nya ke tas Hermès nya. Gadis itu melirik ke arah Jaehyun yang masih serius membaca laporan Yudha.
"Oppa..."
"Ya sayang?"
"Aku tidur dulu ya." Savitri menatap kekasihnya.
"Bobok saja dulu. Have a nice dream." Jaehyun mencium kening gadisnya.
"Night." Savitri lalu membenarkan selimutnya yang diberikan oleh pramugara kereta dan langsung mapan untuk tidur.
Jaehyun menatap sayang gadisnya lalu melihat pesan di emailnya.
*To Jaehyun Kim.
Terimakasih sudah mendukung hubungan aku dan Rain. Hanya kamu dan Savitri serta Rhea yang mau menerima kami.
Regards
Jeremy McCloud*
Senyum tipis tampak di wajah tampan Jaehyun saat membaca email yang singkat. Pria itu tidak mau tahu darimana Elang mengetahui alamat emailnya tapi yang jelas, dirinya senang jika Elang masih setia dengan Rain.
__ADS_1
*To Jeremy McCloud
Hanya dukungan dan doa yang kami berikan padamu. Kejar Rain dan taklukkan Oom Ryu dan Tante Giselle. Bagaimanapun mereka orangtua Rain.
Jangan lupa mengundang kami jika kalian menikah!
Regards
Kim Jaehyun dan Savitri Pratomo*
Jaehyun tersenyum melihat Savitri tidur sedikit terbuka mulutnya. Kamu pasti tidak percaya jika aku cerita padamu besok!
***
Stasiun Solo Balapan
Kereta Argo Lawu dari Jakarta tiba di stasiun Solo Balapan pukul lima pagi dan Jaehyun langsung menggandeng Savitri ke arah parkiran dimana pak Harto sudah menunggu mereka.
"Bagaimana perjalanannya Mr Kim? Nona Savitri?" tanya Pak Harto saat keduanya masuk ke dalam mobil Mercedes itu.
"Alhamdulillah lancar dan kami bertemu dengan banyak keluarga disana" jawab Jaehyun.
"Alhamdulillah. Mau sarapan dulu atau gimana?"
"Sarapan dulu pak Harto. Ke soto gading! Aku kangen teh wasgitel!" seru Savitri heboh.
Jaehyun hanya tersenyum.
***
Soto Gading Solo
"Jadi Jeremy email ke Oppa? Bilang makasih dukungannya sama Rain? Kok bisa tahu alamat email Oppa?" cerocos Savitri heboh.
"Tampaknya memang Jeremy mencari dukungan keluarga apalagi cuma kita dan Rhea yang hanya mendukung mereka berdua."
"Aku rasa Jeremy sangat mencintai Rain sampai dia berani mencari dukungan karena semua akses ditutup Oom Ryu."
Savitri menatap Jaehyun. "Tampaknya meskipun akses komunikasi Rain ke Jeremy ditutup Oom Ryu, aku rasa Jeremy tidak sebodoh dan sepolos itu."
"Maksudmu apa Savitri-ya?" Jaehyun menoleh ke kekasihnya.
"Jane itu adalah pengawal yang dikirim Jeremy untuk mengawal Rain."
Jaehyun terkejut. "Serius?"
"Serius! Karena bukan tidak mungkin Jeremy melakukan segala cara agar bisa tahu Rain."
Jaehyun hanya mengangguk. "Aku harap mereka berdua bisa bersatu. Sedih rasanya harus berpisah seperti itu."
"Ah Oppa, kenapa pagi ini kamu kok menggemaskan sih romantis nya?" kerling Savitri.
"Soalnya, aku juga ingin kita juga meresmikan hubungan yang sudah berjalan setahun lebih ini, Savitri-ya."
Savitri menatap Jaehyun cemberut. "Kalau ini lamaran, kamu itu sangat sangat sangat tidak romantis! Mana ada melamar atau ngajak nikah di warung soto? Kagak pas lah Oppa!"
"Bukannya kamu suka yang Membagongkan dan anti mainstream?" gelak Jaehyun.
"Ya nggak gini juga Oppppaaaaa!"
Jaehyun terbahak.
__ADS_1
***
SMKN 11 Surakarta
Savitri manyun karena dirinya terlambat sepuluh menit saat absen dan ini kali pertama dirinya terlambat masuk kantor.
Bah! Rekorku tidak pernah terlambat, berantakan deh!
Guru cantik itu lalu masuk ke dalam ruangannya yang langsung disambut Anita dan Dina.
"Selamat pagi semua! Ini ada oleh-oleh dari Jakarte punya cerite..." Savitri membawakan banyak makanan yang dibelinya sebelum pulang.
"Wah, sering-sering ajah kamu pergi Sav, biar kita dapat oleh-oleh terus" kekeh Anita.
"Ah kalau kamu mah memang tukang memamah biak alias melebarkan lemak ke samping" senyum Savitri.
"Gimana acara reuninya?" tanya Dina yang mengambil sepotong lapis legit.
"Brutal" kekeh Savitri.
"Kethoke Kowe kiiee gowo magnet kerusuhan dimana-mana deh Sav ( Kayaknya kamu itu bawa magnet kerusuhan dimana-mana)" gelak Anita.
"Kayake. Tapi aku nggak gawe gara-gara lho..."
"Ayo, ceritakan pada Bu Anita yang baik hati dan rajin makan banyak. Kowe ketemu musuhmu?"
"Ohya mesti! Reuni masa nggak ketemu!" balas Savitri.
"Cerita dong Sav. Aku kangen cerita kacaumu" balas Dina.
Savitri pun bercerita tentang latar belakang dirinya saat dibully jaman SMP tanpa menceritakan siapa kedua orangtuanya sampai akhirnya dia menghajar Rizki. Lalu saat bertemu kembali di acara reuni, dirinya pun masih saja dianggap bisa dibully.
"Lho kan Wis berbeda dong! Sekarang kita sudah bekerja, bukan jaman SMP." Anita menatap Savitri.
"Terus gimana ?" tanya Dina penasaran.
Savitri menceritakan bagaimana perilaku Rizki hingga salah satu istri selingkuhannya datang, ditambah dengan kehadiran pemilik bank tempat dia bekerja guna memecat Rizki serta semua perilaku bejatnya diungkap semua di hadapan orang banyak sampai terjadi perkelahian.
"Asoy ya reuninya. Kalau semua reuni begitu, banyak drama, seru lho!" gelak Anita. "Itu namanya karma is the b1tch my man!"
"Nit, kita semua cewek lho" kekeh Savitri.
"Aku kan hanya meniru gaya di film saja."
Tiba-tiba Bu Titi masuk. "Bu ibu, ditunggu pak Agus untuk meeting lho!"
"Kuy lah!" ucap Savitri sambil mengambil notes nya. Lalu keempatnya menuju ruang pertemuan.
"Pagi dik" sapa Ekadanta.
"Pagi pak" balas Savitri santai.
"Sudah siap ikut meeting?" tanya Ekadanta basa basi.
"Siap lah!" Meskipun aku tidak yakin untuk tidak ketiduran nanti.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️