Guruku Bar-bar Sekali

Guruku Bar-bar Sekali
Nathan Pratomo Kim ( END )


__ADS_3

Pagi ini kehebohan terjadi di rumah Savitri yang ribut perutnya sakit. Memang kandungannya sudah masuk usia pas untuk melahirkan dan dokter Ratna memperkirakan Minggu depan tapi sekarang bumil absurd itu sudah merasa mulas.


Reza dan Andira yang sudah datang tiga hari lalu, langsung bergegas membantu Savitri dan Jaehyun. Reza lah yang akan menyetir mobil merah milik putrinya menuju rumah sakit.


"Mbok Mar, tas ku jangan lupa!" teriak Savitri di sela-sela rasa mulas dan nyeri jadi satu. Jaehyun dengan sabar memapah tubuh besar istrinya.


"Iya mbak." Mbok Mar langsung menyerahkan koper kecil dan duffle bag yang sudah disiapkan Savitri dan Jaehyun dua hari sebelumnya.


"Pelan-pelan nduk naiknya" ucap Andira saat membantu putrinya naik ke dalam mobil bersama Jaehyun.


"Duh Ya Allah rasanya... Mending aku hajar orang deh!" omel Savitri yang membuat Jaehyun yang duduk di sebelahnya mendelik.


"Awas kamu hajar aku di ruang bersalin!"


"Siapa lagi coba yang ada disana? Masa aku hajar susternya! Mending KDRT ke suami sendiri! Lagian yang bikin aku hamil kan kamu!" bentak Savitri sambil mendesis tidak nyaman.


"Ini mau lahiran malah ribut nggak jelas! Sudah semua? Berangkat ya!" hardik Reza yang auto pening mendengar keributan putrinya.


Lima belas menit kemudian mobil merah itu tiba di RS PKU Muhammadiyah dan dokter Ratna sudah ready disana bersama dengan Imelda.


"Duh Mel... Mending aku ikut pertandingan judo deh!" omel Savitri sambil duduk di kursi roda.


"Jangan dengarkan Mel, pening nanti kamu!" sahut Jaehyun yang dijawab cekikikan sahabat istrinya.


Rombongan itu pun masuk ke ruang rawat inap yang sudah dipesan Jaehyun tiga hari sebelumnya.


"Bapak Ibu, keluar dulu ya. Biar kami periksa dulu" pinta dokter Ratna yang ditemani oleh beberapa perawat.


Reza dan Andira pun menunggu di luar kamar VIP itu bersama dengan Imelda.


"Mel, kata Savitri, kamu mau nikah besok Desember?" tanya Andira ke sahabat putrinya.


"Iya Tante. Kata Mas Erik biar natalan kita statusnya sudah resmi."


"Disini atau Di Jakarta acaranya?" tanya Reza.


"Kata papa disini saja. Soalnya kemarin saat nikahannya Savitri, papa suka dengan hotelnya. Jadi pemberkatan disini dan resepsi tapi rencananya ngunduh mantu Februari di Jakarta. Bagaimana pun papa kan relasinya banyak di Jakarta."


"Pakai acara ngunduh mantu si Matt?" kekeh Reza.


"Iya Oom. Meskipun papa bule tetap saja sok njawani."


"Maaf bapak Reza dan Ibu Andira, tampaknya cucu bapak dan ibu sudah mau melihat dunia" senyum dokter Ratna sambil memberikan kode kepada suster untuk membawa Savitri ke ruang bersalin.

__ADS_1


"Apa sudah pecah ketubannya?" tanya Andira.


"Sudah dan pembukaan masuk delapan. Doakan ya bapak ibu. Mbak Savitri dan bayinya selamat dan sehat semua."


"Tentu saja dok."


***


Ruang Bersalin RS PKU Muhammadiyah


"Serius mau normal?" tanya Jaehyun menatap Savitri yang mengerenyitkan dahinya menahan sakit. Keringat bermunculan di wajah cantiknya.


"Normal Ahjussi! Sudah pembukaan delapan ini!" bentak Savitri sambil menatap tajam ke suaminya dan tanpa sadar mencengkeram lengan kekar Jaehyun.


"Mbak Savitri, sudah sempurna ini pembukaannya. Kalau saya bilang push ... Just push! Okay?" ucap dokter Ratna. "Siap mbak... PUSH!"


Savitri mulai mengejan dan Jaehyun selama itu memberikan semangat kepada istrinya. Setelahnya Savitri mengambil nafas dulu. "Haduuuhhh sakit! Aku nggak mau hamil lagi!" racau Savitri.


"Iya semangat ya sayang..." Jaehyun mengusap kepala istrinya sambil terus menggenggam tangan Savitri.


"Yuk mbak, kepalanya sudah tampak. Ayo... PUSH!"


Savitri mengejan sambil mencengkram erat tangan Jaehyun dan jangan ditanya sakitnya seperti apa. Dan apa yang ditunggu-tunggu pun bagaikan suara lagu yang indah...suara tangis bayi.


"Hah... hah... Ya Allah, jadi ibu tuh begini..." ucap Savitri sambil terengah-engah. "Dok, bagaimana... lengkap?"


"Ini baby boy nya mbak, sekalian inisiasi menyusui dini ( IMD ). Bonding ibu dan anak akan lebih cepat terjalin" ucap Dokter Ratna sambil meletakkan bayi laki-laki tampan itu ke dada Savitri yang dibukakan oleh suster. "Alhamdulillah lengkap dan sehat si boy."


Bayi tampan itu berusaha mencari sumber makanannya dan ketika berhasil menemukan, Savitri langsung menangis. Rasa nyeri, rasa seperti tulangnya remuk seperti habis membanting sepuluh orang, hilang saat melihat putranya mulai mendapatkan kolostrum pertama.


"Ya ampun, kamu tampan sekali nak... tapi kok mamamu nggak dibagi sama sekali" ucap Savitri sambil menangis. "Appa mu curang!"


Jaehyun melongo melihat istrinya masih tetap mode absurd. "Sav, itu matanya seperti matamu kok..."


"Ini mah anak Korea banget!" omel Savitri sambil menatap sayang putranya.


"Kamu tuh sangat ambigu deh! Ya jelas anak Korea, wong bapaknya masih berdarah Korea." kekeh Jaehyun sambil mencium kening istrinya dan bersyukur putranya lahap mendapatkan ASI dan bersyukur sumber makanannya lancar.


"Ya ampun dibandingkan trio bayi di London, Tokyo dan Den Haag, bayi Solo paling ganteng" gumam ibu cantik itu sambil mencium putranya.


"Namanya siapa mas Jaehyun?" tanya Dokter Ratna yang selalu tampak terharu melihat keajaiban di ruang bersalin meskipun sudah ratusan kali dia hadapi.


"Kami sepakat nama putra kami Nathan Pratomo Kim." Jaehyun menatap Savitri dan putranya dengan penuh cinta.

__ADS_1


***


Ruang Rawat Inap VIP


"Ya ampun, ini mah anak Korea !" celetuk Imelda saat melihat Nathan yang tertidur dengan nyenyak.


"Lha bapaknya orang Korea" timpal Anita yang menyempatkan diri membesuk Savitri usai pulang dari kerja. Anita datang bersama Damar dan keduanya berencana tahun depan akan menikah.


"Namanya Nathan?" tanya Erik.


"Hu um. Entah kenapa aku dan Savitri suka nama itu" senyum Jaehyun.


"Itu tangan mu kenapa Jae?" tanya Imelda.


"KDRT di ruang bersalin" cengir Jaehyun.


"Ya Allah Sav, kamu tuh belum potong kuku?" Imelda menatap judes ke sahabatnya.


"Yeee mana aku ingat! Lagipula, aku baru berencana mau potong kuku tadi, eh si Nathan sudah bosan di dalam perut. Sumpek kayaknya" jawab Savitri cuek. "Enak di luar ya boy? Lebih lega, lebih luas dan banyak pemandangan. Dalam perut lihatnya apaan coba? Usus, rahim, nggak ada Netflix..."


"What?" pekik Anita dan Imelda sebal.


Jaehyun hanya memegang pangkal hidungnya.


"Sing sabar pak Jaehyun" kekeh Damar sambil menepuk bahu pria Korea itu.


"So, kamu tetap bekerja kan Sav?" tanya Anita. "Aku sepi pas kamu cuti hamil biarpun aku gemas dengan omonganmu yang absurd binti ngawur tapi bikin aku ketawa."


"Tetaplah. Oppa sudah bilang, aku boleh masuk kerja lagi sesuai dengan aturan PNS."


"Menjadi guru bimbingan konseling kan passionnya Savitri-ya jadi aku tidak bisa melarangnya. Dan aku yakin, Savitri bisa membagi waktunya untuk Nathan juga." Jaehyun menatap mesra ke istrinya.


"Awww come on! Kalian bikin kita iri tahu nggak!" protes Imelda.


"Mangkane ndang rabi ( makanya segeralah menikah )!" gelak Savitri durjana. Jaehyun mencium bibir istrinya lembut.


*** END ***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Bu Guru dan Oppa sudah tamat yaaaa. Terimakasih sudah mendukung cerita Savitri dan Jaehyun yang jauh dari kata kalem.


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2