Guruku Bar-bar Sekali

Guruku Bar-bar Sekali
Kejujuran Savitri


__ADS_3

RR's Meal Shibuya Tokyo Jepang


Savitri menatap Kirana Kim dengan tenang. "Tante Kirana, boleh saya bicara jujur?"


"Silahkan Savitri."


"Soal Oppa, saya menyukainya sebatas teman dekat dan kami tidak ada perasaan lebih dari itu. Entah kalau sambil berjalannya waktu karena di mata saya, Oppa pria yang menyenangkan dan saya tahu tipenya cewek yang kalem, bukan bar-bar macam saya ini. Bukan cewek yang sukanya asal njeplak, kalau ngomong nggak dipikir, kalau makan macam Hulk katanya..."


Kirana melongo. "Hulk?"


"Iya Tante. Saya pernah makan dengan kalap di hadapan Jaehyun Oppa karena habis menghukum murid-murid saya. Tante tahu kan kalau sudah marah-marah pasti endingnya lapar luar biasa dan itu terjadi pada saya."


"Memangnya kamu makan berapa wakul?" Tanya Kirana.


"Eeerrr...ayam goreng tiga potong, nasi dua porsi, satu terancam dan tiga es teh kalau tidak salah..." Savitri menghitung dengan jarinya.


Tanpa diduga Kirana tertawa terbahak-bahak membayangkan gadis cantik di hadapannya bisa makan sebanyak itu. "Aku pernah mengalami itu, Savitri dan memang makan banyak setelah marah-marah itu enak banget!"


"Benar kan Tante!" Kekeh Savitri seolah mendapatkan partner yang sama.


"Savitri, sejujurnya Tante sudah suka sama kamu tapi yang namanya perasaan kan tidak bisa dipaksakan. Jika kamu dan Jaehyun memang berjodoh, Tante akan senang sekali karena kamu adalah gadis yang baik dan menyenangkan. Terlepas kamu itu putri dan cucu siapa tapi Tante sudah suka sama kamu saat memarahi anak Tante. Jadi kalian bertemanlah seperti biasa dan nikmati hubungan kalian."


"Terimakasih Tante sebab kalau ditanya apa saya ada rasa sama Oppa, untuk saat ini perasaan nyaman sebagai teman tidak lebih. Saya tidak mau takabur, Tante , karena kita tidak tahu apa rencana Allah soal saya dan Oppa. Bisa berjodoh bisa juga tidak. Andaikan kami tidak berjodoh, saya merasa senang bisa dipertemukan dengan pria yang baik" senyum Savitri.

__ADS_1


Kirana tampak sedikit kecewa dengan jawaban Savitri karena putranya pun juga menjawab hal yang sama, senang berteman dengan gadis tetangga depan rumah. Masih banyak jalan menuju ke Roma. Semoga gara-gara witing tresno jalaran Soko kulino berlaku di dua orang ini.


***


Solo Jawa Tengah


Malam ini Savitri tiba ke kota Solo sendirian karena Abian sudah harus kembali ke New York sedangkan Joshua dan Miki tinggal kembali di Tokyo. Savitri memang memilih memakai pesawat komersial bersama dengan Rain tadi pulangnya tapi Savitri melanjutkan perjalanan ke Solo.


Dilihatnya rumah Jaehyun masih tampak sepi apalagi kata Kirana, pria itu berada di Amerika Serikat selama sebulan. Dan ini sudah hampir tiga Minggu dia ke amiriki. Savitri pun masuk ke dalam rumah setelah tadi pak Dewo menjemputnya di bandara. Paling kalau sudah pulang bakalan minta makan kemari.


***


New York Amerika Serikat


Jaehyun menatap pemandangan kota New York dari balkon hotelnya menginap sambil menyesap red wine yang dibelinya tadi usai menyelesaikan pertemuan bisnis dengan para pengusaha Amerika Serikat bersama dengan ayahnya. Esok pagi dirinya akan kembali ke Solo dan melakukan aktifitas rutin seperti biasanya.


Mendengar cerita dari sang mommy tentang perasaan Savitri ke dirinya, membuat Jaehyun sedikit kecewa tapi dia juga tidak bisa menyalahkan Savitri karena guru satu itu memang tampak masih jauh pikirannya soal asmara. Jaehyun tidak munafik setelah melakukan drama Korea abal-abal jilid sekian, ada rasa yang menempatkan Savitri berada di tempat spesial di hatinya.


Ditunggu saja lah ke depannya.


***


SMKN 11 Surakarta

__ADS_1


Savitri datang ke sekolah dengan membawa banyak oleh-oleh untuk dibagikan kepada semua rekan gurunya termasuk tiga rekan di ruang bimbingan konseling. Anita masih menatap marah karena Savitri bisa foto bareng bersama T.M Revolution dan Gackt, akhirnya batal karena sahabatnya itu memberikan merchandise dari kedua penyanyi itu lengkap dengan tanda tangan mereka yang ditujukan untuk Anita.


"Kok Takuya Kimura nggak sekalian?" Tanya Anita dengan wajah usil.


"Eh Bambang, si kimutaku itu lagi syuting film jadi kagak bisa hadir. Itu pun diwakilkan sama managernya" sahut Savitri judes. "Lama-lama ngelunjak nih bocah! Sini balikin!"


"Eh kasar sikut kau kalau minta balikin oleh-oleh yang sudah dikasih!" Ledek Anita sambil menjulurkan lidahnya.


"Sikut aku susah kasar gegara udah latihan ala Bruce Lee dulu!" Jawab Savitri cuek.


"Sav, kamu habis berapa beli oleh-oleh segini banyak?" Tanya Dina yang mendapatkan sebuah syal sutra.


"Yang jelas aku morotin saudara sepupuku yang kaya. Jadi kalian nggak usah khawatir" cengir Savitri. Tidak mungkin kan aku bilang beli dengan uangku sendiri?


Hari itu keempat guru disana membantu para panitia penerimaan siswa baru hingga sore harinya. Dan beberapa rekan guru yang masuk dan mendapatkan oleh-oleh dari Savitri mengucapkan terimakasih atas oleh-oleh dari Jepang. Ekadanta yang mendapatkan oleh-oleh pun awalnya ada rasa yang hangat saat menerimanya tapi setelah tahu barang yang diberikan sama dengan rekan guru yang lain, pria itu paham jika Savitri memang hanya menganggap dirinya sebagai rekan kerja saja.


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Lanjut besok soalnya aku sudah kena aji sirep


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu❤️🙂❤️


__ADS_2