
Kediaman Keluarga Pratomo Jakarta
"Apa maksudmu angsal mboten ( boleh tidak)?" Reza menatap pria berdarah Korea Selatan Indonesia itu dengan gemas. Bakalan kacau nih calon mantu, ketularan Savitri.
"Lha niku. Angsal Boten angsal, dik Savitri Kawulo Suwun ( ya itu. Boleh tidak boleh dik Savitri saya minta )."
Savitri menatap judes ke Jaehyun yang masih meributkan angsal atau mboten ke daddynya sedangkan keluarga yang lain masih pada heboh tertawa.
"Sek, aku takon anakku ( Tunggu, aku tanya anakku )!" ucap Reza gemas. "Savitri, piye? Kowe gelem Karo cah Lanang ora Cetho ngene ( Savitri, gimana? Kamu mau sama pria yang tidak jelas begini )?"
"Kok malah ketoprakan?" celetuk Eiji.
"Mas Abi, ini kenapa jadi kocak begini acara lamarannya?" bisik Dara ke Abimanyu yang datang atas undangan Reza Pratomo.
"Mbuh, Adara ( Entah, Adara ). Aku sendiri ya pening lihatnya." Abi menoleh ke istrinya.
"Keponakan mu dan calon suaminya kacau juga, darling" kekeh Edward Blair ke istrinya Yuna Pratomo.
"Masih mending ini daripada kamu, Ed. Lamar di mobil dan di depan Dad dan Opa sama bang Mike." Yuna menatap judes ke suaminya.
Semuanya pun menunggu jawaban Savitri. Gadis itu menatap Jaehyun dengan wajah datar.
"Oppa... Ndak, mas Jaehyun karena tadi sudah manggil aku pakai kata 'dik' meskipun aku risih karena biasa dipanggil Sav atau sayang..."
Jaehyun tersenyum manis. "Bagaimana dik."
Savitri menghembuskan nafas panjang. "Well, ini mungkin lamaran paling kacau setelah Tante Yuna. Sesuai dengan keinginan aku, doa aku, mendapatkan calon suami yang ganteng dan Membagongkan. Oppa, kita tahu kan sudah pacaran lama dan asal kalian tahu ya, Oppa satu ini sudah ngajak nikah di soto gading solo."
"Haaaaahhh?" seru semua sepupunya heboh.
"Belum resmi, baru omong-omong tidak jelas tapi tujuannya sama, ngajak nikah. Sangat tidak romantis kan?"
"Eh tapi kemarin sudah aku ganti ya Savitri-ya, aku melamar romantis pakai acara dihajar dulu di depan saudara - saudara kamu" protes Jaehyun.
"Iya deh! So, kembali ke topik, Daddy, mommy, Oppa sudah memberikan cincin duluan dan ini buktinya." Savitri menunjukkan cincin cantik dengan berlian di tengahnya. "Jadi ini resmi nya ke mommy dan Daddy tapi aku tidak menyangka Oppa bakalan pakai bahasa Jawa yang sangat Membagongkan."
__ADS_1
"Jadi jawabannya?" Reza menatap putrinya.
"Tentu saja lamarannya pacar depan rumah aku diterima dengan senang hati." Savitri menatap lembut ke Jaehyun.
"Alhamdulillah..." ucap semua orang.
"So, sekalian kita bicarakan kapan akan dilangsungkan pernikahannya pak Reza." Kim Young-ji menepuk punggung putranya. "Apa kamu sudah berencana sama Savitri kapan?"
"Aku dan Savitri-ya pernah berdiskusi dan kami ingin mengadakan di bulan Desember karena bertepatan dua tahun Savitri menjadi PNS." Jaehyun menatap ke semua orang.
"Acara mau di Solo atau di Jakarta, Jae?" tanya Adrian.
"Monggo, mau dimana kami tidak masalah. Kalau di Solo, semua rekan kerja Savitri-ya bisa datang semua begitu juga dengan pegawai pabrik saya. Kalau di Jakarta, juga tidak masalah..."
"Solo saja! Kan kalian akan tinggal di Solo, jadi ngapain nikah di Jakarta kalau banyak teman yang di Solo?" usul Panji. "Toh Solo juga bisa sekalian kita liburan kan? Kuliner saudara - saudara."
"Aku sih setuju sama mas Panji" ucap Duncan. "Sekali-kali ke kota asal ya?"
"Bagaimana pak Kim?" tanya Reza.
"Oke. Sepakat ya, acara menikahnya di Solo. Hari ini perlu diulang nggak acara pasang cincinnya?" tanya Reza ke Savitri.
"Nggak usah Dad. Sudah syahdu kemarin, nanti feel-nya kurang" jawab Savitri kalem.
"Astagaaa!"
***
Acara ramah tamah setelahnya lebih banyak para orang tua membahas acara pernikahan yang akan berlangsung berdekatan karena rupanya, Ghani dan Alexandra pun hendak menikah di bulan Agustus tapi di New York.
Di halaman belakang, semua sepupu Savitri tampak geli melihat gadis itu memukul Jaehyun dengan bantal saking gemasnya.
"Aduh! Duh! Duh! Savitri! KDRT! KDRT!" protes Jaehyun yang berusaha melindungi tubuh dan kepalanya dari serangan gadisnya.
"Kamu itu! Hiiishhhh! Bikin kesal tahu nggak!" bentak Savitri sebal.
__ADS_1
"Lha mau gimana? Aku kan juga mau membuktikan bahwa aku juga bisa bahasa Jawa meskipun nggak terlalu mlipit ( lancar / fasih )."
"Apa lagi yang kamu sembunyikan?"
"Nggak ada... Eh baru itu Ding..." gumam Jaehyun sambil memegang dagunya.
"Oppppaaaaa!" Savitri memukul dengan bantal lagi.
"Tampaknya rumah tangga mereka bakalan rusuh deh" gumam Duncan yang disambut tawa Rhea.
"Sav, memang kenapa kamu nggak mau dipanggil 'dik' sama Jaehyun?" tanya Neil.
"Dih, ogah banget! Kupingku kèri ( geli ) mendengar nya. Macam si tukang stalking manggil aku dengan nada sok mersanya... 'Dik Savitri, bisa bicara sebentar?" Savitri menirukan cara Ekadanta memanggil dirinya membuat para sepupunya tertawa terbahak-bahak.
"Kok aku yang dengerin risih sendiri lho kupingku" komentar Audrey.
"Benar kan mbaaakk... Njelehi nek krungu asline... Eh aku terjemahkan... Menyebalkan kalau dengar aslinya!" ucap Savitri yang baru sadar banyak iparnya yang bukan orang Jawa.
"Jadi habis Ghani nikah, baru Savitri. Benar-benar keluarga Pratomo panen pernikahan" komentar Javier yang memang belum pulang ke Tokyo karena masih ada urusan bisnis dengan Abi.
"Kamu kapan sama Agatha, Javi?" tanya Duncan.
"Tahun depan, insyaallah. Soalnya aku sudah cocok sama Agatha juga."
"Syukurlah satu persatu pada mentas" ucap Mamoru.
"Memang sudah waktunya" timpal Duncan.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️