
Usai acara lamaran yang absurd dan Membagongkan, Andira dan Kirana pun bersiap mempersiapkan acara pernikahan kedua anak mereka. Savitri dengan cueknya meminta pernikahan ala Arab India dengan tidak mau memakai adat Jawa.
"Ribet mom. Mending pakai sari dan gaun penuh dengan bling-bling jadi nggak repot kalau bertemu dengan para tamu. Kan kita konsepnya garden party jadi cari praktis nya lah!" Gadis itu malahan sudah memberikan desain ke omanya Niken yang memang desainer. "Nanti biar mbak Tuti yang jahit."
Andira dan Kirana hanya menggelengkan kepalanya melihat Savitri sudah persiapan. Tuti adalah penjahit di butik milik Niken Pratomo.
"Karepmu lah Nduk ( terserah kamu lah nak ) yang penting jangan kacau ijab qobul nya!" Andira menatap judes ke Savitri.
"Harusnya mommy bilang gitu ke Oppa. Kan yang baca ijab qobul dia, aku cuma tinggal cium tangan dan ditunggu ciuman di kening."
Kirana tertawa terbahak-bahak mendengar argumen calon menantunya. "Ya ampun Sav, besok bisa-bisa Jaehyun dan appanya pusing kalau tahu kita sama-sama Membagongkan".
"Duh Alhamdulillah aku diparingi calon mama mertua yang sangat mendukung kekacauan aku" ucap Savitri sambil memeluk Kirana.
"Ojo kurang ajar tapi kamu sama mama Kirana ya nduk, sepermisifnya beliau. Bagaimana pun mama Kirana adalah mamanya Jaehyun yang harus kamu hormati dan sayangi seperti ke mommy. Dan jangan terlalu bar-bar!" Andira menatap putrinya.
"Njih mommy."
***
SMKN 11 Surakarta beberapa waktu kemudian
Savitri terpaksa tidak bisa menghadiri pernikahan Ghani dan Alexandra karena harus mengawasi ujian semester kecil yang diadakan di sekolahnya. Dan dia hanya mendapatkan berita bahwa Valora sebentar lagi akan melahirkan si kembar dan Rain sedang hamil muda.
"Alamat kamu nggak bisa ke Solo dong Rain" ucap Savitri disaat istirahat sambil menelpon adiknya yang masih bedrest di rumah sakit. Savitri lupa, jam 12 siang di Solo berarti jam 11 malam di New York. Untung Rain belum tidur karena dirinya merasa lapar.
"Kayaknya nggak bisa mbak. Elang sudah pasti nggak kasih ijin, apalagi sekarang makin super protektif." Kedua bersaudara sepupu itu sedang melakukan panggilan video.
"Lha sekarang si elang Jawa kemana?"
Rain cekikikan. Nggak Eiji, nggak Savitri hobinya ganti nama orang seenaknya. "Elang membelikan burger di McDonald's. Nggak tahu tiba-tiba aku kebangun pengen itu."
"Kamu nggak sendirian kan Rain?"
"Nggak mbak. Ada pengawal dari MB Enterprise kok disini. Mbak kan tahu bagaimana riweuhnya Elang dan bang Duncan."
"Mereka itu sayang kamu Rain. Terus ada cerita apa?"
"Bang Ghani dan mbak Alexandra kabur."
"Hah? Kemana?" Savitri memegang pelipisnya. Pasti mau digagalkan durjana - durjana yang bercasing Kebagusan.
"Nggak tahu. Tante Yuna yang bantu mereka mbak, sama seperti aku dulu sama Elang. Oom Abi sampai ngomel-ngomel ke Tante Yuna."
"Terus? Singa betina itu gimana reaksinya?"
__ADS_1
"Mbak Sav kayak nggak hapal Tante Yuna sih? Cuek saja lah. Aku diceritain Rhea sih soalnya aku kan di rumah sakit."
"Ya sudah, aku telpon Rhea saja. Ada gosip kok aku terlewatkan! Nggak seru!" sungut Savitri.
"Eh mbak, Elang sudah datang..."
"Siapa telepon sayang?" tanya Elang yang tampak langsung mencium bibir Rain membuat Savitri menutup matanya.
"Astogeee Elang Jawa! Kalau mau cium-cium, lihat dulu chuy!" omel Savitri sebal.
"Eh? Halo Savitri" sapa Elang dengan santainya.
"Halo Savitri...halo Savitri... Kalau mau nyosor, lihat-lihat dulu J!" sungut Savitri sambil manyun.
"Kan ada pacar depan rumah, nanti tinggal minta cium lah" gelak Elang yang langsung mendapat cubitan dari Rain.
"Gampang lah itu! Eh selamat ya, aku mau dapat keponakan lagi. Adikku dijaga J, jangan sampai kenapa-kenapa. Kalau ada apa-apa... Awas!"
"Pasti aku jaga Rain, Sav. Dapat dia itu pakai jalan terjal kan?" jawab Elang kalem.
"Ya sudah, selamat makan bumil, jangan sampai kelelahan ya. Kapan kalian pulang ke London?"
"Kata dokter seminggu lagi baru boleh ke London."
"Hati-hati karena sekarang kalian mau bertiga."
"Wa'alaikum salam."
Savitri mematikan panggilannya dan tersenyum melihat bagaimana pasangan itu tampak bahagia apalagi sekarang hendak memiliki buah hati. Guru cantik itu tak henti-hentinya mengucap syukur atas kebahagiaan keduanya setelah mengalami banyak hal sebelum akhirnya bersatu.
"Ah iya! Telpon Rhea! Gimana itu ceritanya si Ghani bisa jadi DPO Oom Abi." Savitri lalu menelpon Rhea yang ternyata belum tidur.
"Assalamualaikum" sapa hot mommy itu.
"Wa'alaikum salam. Belum tidur Rhea?"
"Belum mbak. Ini Kaia bangun habis minta ASI. Agak rewel mungkin kecapekan acara kemarin sama tadi dan sekarang lagi dinina bobok sama bang Duncan. Gimana Mbak?"
"Kakakmu dikirim kemana sama Tante Yuna?"
Rhea terbahak. "Dikirim mama ke planet Namec!"
"Haaaaahhh? Ya Allah, Tante Yuna tuh ya! Terus Oom Abi gimana?"
"Berantem sama mama sampai dipisah sama Papa. Apalagi papa bilang kalau dirinya sendiri nggak tahu mama kirim mas Ghani dan mbak Alexandra kemana."
__ADS_1
"Ya ampun. Pasti Oom Abi muring-muring ya?" gelak Savitri membayangkan besan julid itu ribut.
"Puuooollll! Daddy sampai ngeroweng nggak jelas" ucap Rhea sambil tertawa. "Sayang mbak Sav nggak disini ya, ramai lho. Mana Rain ketularan Valora pingsan gara-gara hamil."
"Iya lho. Kamu, Valora, Rain itu langsung isi semua ya? Benar - benar tokcer laki kalian."
"Nanti kamu juga begitu, Sav" timbrung Duncan sambil menggendong Kaia tanpa baju.
"Astogeee Hulk blonde satu ini! Pakai baju dulu kenapa sih?" sungut Savitri kesal melihat sepupunya seolah pamer body nya yang kekar. Kaia sendiri menjadi tampak mungil di dalam gendongan Duncan.
"Enak saja Hulk blonde!" protes Duncan.
"Lha kan rambut lu blonde, bang!"
"Gak gitu juga Savitriii!" sungut Duncan.
Rhea tertawa cekikikan melihat dua orang itu malah ribut di depan layar monitor. "Tapi kan memang badannya Abang kekar seperti Hulk."
"Abang nggak hijau ya Rey" ucap Duncan manyun.
"Makanya aku bilang Hulk blonde, bambaaannggg."
Rhea makin terbahak. "Astaghfirullah, malam-malam kalian ini malah ribut nggak jelas!"
"Untung cuma sama Savitri. Abang nggak yakin nggak tambah jutek kalau si pianis durjana itu ikutan video call."
"Mau aku panggil?" goda Savitri.
"Jangan! Awas kamu kalau panggil Eiji! Bisa nightmare aku!" hardik Duncan kesal.
"Kaia anteng banget padahal papi dan tantenya lagi rusuh" komentar Savitri sambil menatap keponakan cantiknya yang tetap bobok meskipun ramai di sekitarnya.
"Kaia kalau sudah digendong bang Duncan, sudah, ayem. Benar-benar anak papi." Rhea mengusap pipi gembul Kaia dengan sayang.
"Aku yakin, hanya cowok yang tahan banting yang bisa menghadapi bang Duncan dan Kaia besok besarnya. Soalnya aku lihat, dia ada tendensi bar-bar macam Tante Yuna."
Duncan hanya menatap wajah cantik putrinya. "Semoga yang jadi suaminya kelak, tabah menghadapi semua cobaan hidup di keluarga kita."
Savitri terbahak.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa gaeesss
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️