
RS PKU Muhammadiyah Surakarta
Sore ini Jaehyun mengajak Savitri membesuk Ekadanta karena berdasarkan informasi dari Samsul, pria itu sudah boleh pulang besok Jumat pagi.
Meskipun Savitri manyun karena merasa calon suaminya yang tampaknya masih menyimpan banyak kejutan itu sok baik, tapi dirinya tidak bisa mengatakan tidak pada Jaehyun.
"Ada kalanya kita tidak perlu menghajar seseorang dengan kekerasan. Membuat dia malu dan merasa bersalah saja itu sudah merupakan satu cara yang halus tapi nampol" ucap Jaehyun yang sore itu menyetir sendiri Mercedes nya.
Savitri menatap Jaehyun. "Oppa, apa Oppa sudah wamil?"
Jaehyun menoleh. "Sudah sepuluh tahun lalu jadi di usia aku 18 tahun. Sebenarnya aku sudah kuliah waktu itu tapi karena harus wamil, kampusku memberikan toleransi cuti dua tahun. Usai wamil, aku lanjutkan kuliah lagi deh."
"Terus belajar taekwondo?"
"Dari usia lima tahun."
"Sekarang sabuk apa?"
"Sabuk hitam tapi aku belum ujian kenaikan tingkat lagi gara-gara harus ke Solo jadi aku biarkan saja lah."
"Tapi apa benar kalau sekuat tenaga bisa mati?"
"Bisa saja Savitri-ya. Beruntung Ekadanta kemarin aku tendang pakai sneaker dan tenaga aku kurangi sedikit. Kalau aku pakai sepatu macam Dr Martens dan tenaga aku full, dia bisa patah leher."
Savitri bergidik. Di balik wajah tampan dan sok polosnya, ternyata Jaehyun menyimpan power yang mengerikan.
"Maaf sayang, tapi memang dia orangnya bebal sih jadi harus dobel hajar ini." Jaehyun menggenggam tangan Savitri.
"Tidak apa, Oppa. Mungkin kalau aku sudah aku banting dan kruwes hidden gem nya."
Kali ini giliran Jaehyun yang bergidik. "Oh, stop it, honey. Kamu sudah terlalu banyak menghajar hidden gem."
Savitri terbahak.
***
Mobil mewah itu pun terparkkir rapi di pelataran parkiran rumah sakit. Keduanya pun turun sembari bergandengan dan membawa roti dan makanan lainnya untuk besuk.
Rumah sakit PKU Muhammadiyah tampak ramai apalagi di jam besuk seperti ini. Penampilan Jaehyun yang berbeda membuat banyak pasang mata melirik bahkan melihat penuh minat ke pria Korea itu. Savitri langsung merangkul lengan tunangannya dengan wajah judes.
"Kenapa kamu?" tanya Jaehyun bingung wajah Savitri ditekuk sepuluh.
"Menjauhkan kamu dari mata jelalatan ingin ngemplok kamu! Enak saja!" sungut Savitri judes.
"Astaghfirullah! Lha apa kabar kalau besok kamu hamil? Apa nggak tambah parah galaknya?" kekeh Jaehyun.
"Hah? Besok aku hamil? Akad dulu bambaaannggg!"
"Ijab qobul sayang..."
"Sama saja lah itu!"
__ADS_1
"Beda sayang! Akad itu bisa macam-macam, akad tanah, akad perjanjian jual beli, akad nikah tapi kalau ijab qobul itu sudah fix bakalan menikah!"
Savitri menatap Jaehyun dengan cemberut. "Kamu tuh..."
"Apaan?" Jaehyun menatap lembut ke tunangannya.
"Makin menggemaskan!"
Jaehyun tertawa renyah mendengar pujian receh Savitri namun keduanya langsung terdiam melihat ibu Ekadanta keluar dari ruang rawat inap nya. Jaehyun memang meletakkan pria itu di ruang VIP.
"Selamat sore Bu" sapa Savitri dan Jaehyun bersamaan.
"Sore" jawab ibu Ekadanta itu ketus lalu pergi meninggalkan keduanya.
"Astaghfirullah demi Bezita dan Bulma yang bakalan jadi emak babehnya Trunks" ucap Savitri sambil mengelus dada. "Pantas anaknya kampretos bikinikos, lha wong emaknya dari spesies unjelas..." ucap Savitri membuat Jaehyun cekikikan mendengar perkataan absurd gadisnya.
"Kamu tuh kalau sudah ngomel" kekeh Jaehyun. "Yuk masuk, sayang."
Jaehyun mengetuk pintu kamar Ekadanta dan membukanya setelah pria yang sedang dirawat itu mempersilahkan masuk.
"Halo?" sapa Jaehyun ramah sambil menggandeng tangan Savitri. "Bagaimana keadaan kamu?"
"Alhamdulillah mulai mendingan." Ekadanta menatap keduanya dengan perasaan malu karena ternyata dirinya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan pria Korea itu. Dirinya merasa kalah di segala bidang.
"Bagaimana prognosis dokter?" tanya Savitri sambil meletakkan kantong berisikan roti dan makanan untuk Ekadanta.
"Sudah baik dan Senin besok aku bisa kembali mengajar seperti biasanya."
"Aku rasa pak Agus juga bisa memakluminya kok" sambung Savitri.
"Aku...aku mau minta maaf, Jaehyun karena aku memukulmu kemarin."
"It's okay. Aku juga minta maaf membuat kamu sampai tanggal gigi dan gegar otak ringan."
"Aku...tidak akan mengganggu Savitri lagi, Jae. Aku lihat kalian memang serasi..."
"Ya Allah pak, setelah sekian purnama dari Toyib kabur, Toyib balik sampai Toyib ngilang lagi kamu baru sadar?" omel Savitri gemas. "Kan aku sudah bilang pak, aku mencari pria yang sesuai dengan kriteria dan aku mendapatkan di Oppa. Mengapa aku tidak tertarik padamu dari awal, karena kamu tidak sesuai dengan kriteria aku terlepas kamu bukan keluarga konglomerat seperti Oppa."
"Savitri-ya..." Jaehyun mengusap bahu kekasihnya.
"Habis aku gemas Oppa. Aku tidak melihat orang itu dari duitnya tapi dari personalitinya. Kamu ganteng, kaya tapi kalau kelakuan minus, ya ogah!"
Ekadanta hanya terdiam.
"Maaf Dik Savitri... Kamu bisa menjamin ucapanku. Aku tidak akan mengganggu kamu lagi, baik di sekolah maupun diluar."
"Good pak. Karena aku tidak bisa menjamin Oppa bisa lebih kalem dari kemarin!"
***
Usai basa basi, akhirnya Savitri dan Jaehyun pun berpamitan karena jam besuk juga hendak habis. Ketika keduanya hendak keluar, mereka bertemu dengan Samsul yang baru datang.
__ADS_1
"Mbak Savitri? Mas Jaehyun? Habis besuk Danta?" sapa Samsul.
"Iya mas Samsul. Apa mas Samsul yang jaga di rumah sakit buat menemani Ekadanta?" tanya Jaehyun.
"Iya, saya bagian menemani karena kasihan kalau mamanya Danta disini."
"Sebenarnya mas Samsul apanya pak Ekadanta sih?" tanya Savitri penasaran.
"Saya sahabatnya dari SMA dan karena saya masih jomblo, jadi saya bisa lah menemani dirinya."
"Memang mas Samsul kerja dimana?" tanya Jaehyun.
"Oh saya kerja di Pemkot Solo kok mas."
"Baik. Kalau begitu kami permisi dulu mas Samsul. Kalau besok Ekadanta jadi pulang, kabari saya saja biar nanti asisten saya yang menyelesaikan semua sisa adminstrasi nya."
"Baik mas Jaehyun. Semoga dengan kejadian ini, Danta bisa sadar dari obsesinya yang ngaco" senyum Samsul.
"Pak Ekadanta harusnya bersyukur memiliki teman seperti anda" ucap Savitri serius.
"Terkadang teman itu bisa seperti saudara sedangkan saudara malah bisa rasa teman atau bahkan musuh."
"Anda benar mas Samsul. Kami permisi dulu. Assalamualaikum" pamit Jaehyun sambil menggandeng tangan Savitri.
"Hati-hati. Wa'alaikum salam." Pasangan itu pun pergi meninggalkan Samsul yang tersenyum melihat bagaimana serasinya mereka berdua.
Samsul pun masuk ke ruang rawat inap Ekadanta yang tampak melamun.
"Are you okay?" tanya Samsul sambil meletakkan duffle bag nya yang berisikan baju ganti untuk bekerja besok.
"I'm fine" jawab Ekadanta pelan.
"Bagaimana perasaan kamu ditengok mereka?" tanya Samsul sambil melihat kantong - kantong disana dan terkejut melihat banyaknya makanan yang dibawakan oleh Savitri dan Jaehyun.
"Aku kalah Sam... Aku sudah kalah semuanya..."
"Lalu?"
"Aku tidak akan mengganggu dik Savitri lagi."
Samsul tersenyum. "Bagus! Karena kalau kamu masih ngeyel, Kowe pancen gob**lok!"
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1