
Ayam Goreng Kartini Surakarta
Jaehyun melongo melihat Savitri makan sangat kalap. Total dia sudah makan tiga potong ayam, dua porsi nasi, tiga es teh dan satu porsi trancam ( macam urap sayur ).
"Kamu tuh doyan apa kalap sih?" tanya Jaehyun yang hanya makan satu potong ayam, satu porsi nasi dan satu es teh.
"Kalap!" balas Savitri cuek.
"Astaghfirullah!" Jaehyun menggelengkan kepalanya.
"Kok aku mau sendawa ya... Heeeekkk! Alhamdulillah..." cengir Savitri tanpa dosa membuat Jaehyun sebal.
"Cewek kok gadha jaim-jaimnya!" sungut Jaehyun sebal.
"Ih enak tahu joroknya dulu lah. Lagian kalau ditahan, bahaya tahu!"
"Terserah kamu lah! Ngomong-ngomong, kamu kenapa makan banyak macam orang puasa seminggu langsung khilaf?"
Savitri menceritakan apa yang dia lakukan tadi di sekolah membuat pria Korea itu menatap tidak percaya.
"Jangan panggil aku Savitri Pratomo kalau tidak bisa sebar-bar Tante Yuna Pratomo Blair yang dikenal singa betina Pratomo. Malu aku sebagai keponakannya, tidak mampu menghajar anak-anak durjana macam murid-muridku!"
Jaehyun hanya tersenyum tipis.
Sabar yeee bang...
"Tapi apa kamu nanti nggak dipanggil KPAI?" tanya Jaehyun. "Secara kamu kan mau melakukan KDRT ke murid."
"Mau, baru akan dan belum terjadi. Coba deh orang KPAI rasain jadi aku, sebulan saja kalau nggak sambat, itu sesuatu!" sahut Savitri sengit.
__ADS_1
"Iya deh... Iyaaaa" kekeh Jaehyun. "Terus, ini makan segini banyak, siapa yang bayar?"
"Oppa lah! Memang gaji guru seberapa sih?" seringai Savitri.
"Dasar!"
***
Jaehyun membayar makanan mereka dengan wajah datar karena melihat mbak kasir yang melirik ke arah Savitri yang cuek makan segitu banyaknya.
"Ini pak kembaliannya..."
"Thank you" jawab Jaehyun sambil tersenyum. Untuk kali ini dia memilih membayar dengan uang kontan.
"Sudah Oppa?" tanya Savitri.
"Sudah. Yuk kita pulang..." Jaehyun menggandeng tangan Savitri.
"Kok gandengan lagi?" bisik Savitri.
"Ish kirain Oppa nggak lihat..." balas Savitri.
"Aku dah lihat dari tadi soalnya kamu heboh dengan makananmu..." kekeh Jaehyun. "Kayaknya dia bakalan tobat lihat kamu makannya macam kuli habis angkut buldozer..."
Savitri menatap Jaehyun. "Kuli angkut buldozer? Mokat dong! Hulk pun tak mampu!"
"Soalnya kalau Hulk pasti dismash" gelak Jaehyun.
"Ih jawabannya sok nyambung bambaaannggg!" cebik Savitri sambil berjalan menuju mobil pria itu terparkir. Tampak pak Harto sudah siap setelah sebelumnya diajak makan juga oleh Jaehyun.
"Mending nyambung daripada nggak!" Kini keduanya sudah masuk ke dalam mobil Jaehyun.
***
__ADS_1
Ekadanta menatap interaksi kedua orang yang sejak tadi heboh sendiri. Dia melihat bagaimana Jaehyun dengan sabar menghadapi Savitri bahkan sesekali menepuk tangan gadis itu jika sudah heboh bercerita.
Makannya dik Savitri benar-benar brutal dan berantakan. Ibu pasti tidak bisa melihat gadis makan macam seperti itu.
Ekadanta menghela nafas panjang. Tampaknya sudah tertutup pintu hatinya karena aku sendiri tidak bisa melihat seorang gadis makan macam orang kelaparan seperti itu.
***
Savitri menatap layar ponselnya dan wajahnya tersenyum. Sepupunya Rain, akan ke Solo Minggu depan dan rencananya akan ikut rombongan ke Tokyo dari Adi Soemarmo.
"Ada apa tersenyum ?" tanya Jaehyun.
"Ini sepupuku Rain, mau ikutan kita ke Tokyo dari Solo."
"Kalian jadi ke Jepang?"
"Jadilah! Kapan lagi lihat pianis durjana itu nikah!" kekeh Savitri.
"Semoga bisa bertemu dengan mommyku..."
"Lho memang Oppa nggak datang?"
"Kan aku nggak diundang..." cengir Jaehyun.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Maap pendek soalnya aku sudah ngantuk
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote gift and comment
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️