
Masih Di Amco Solo
Jaehyun melirik ke arah tempat Ekadanta duduk bersama dengan temannya dan hanya tersenyum smirk. Dia tahu bagaimana tatapan pria itu ke tunangannya yang seperti tidak rela melihat dirinya duduk dengan dekat bersama Savitri.
Dia calon bini gue, kampret!
"Kamu kenapa?" tanya Savitri sambil menoleh ke Jaehyun yang wajahnya seperti hendak mencincang orang kecil - kecil terus dilempar ke kandang buaya.
"Tuh! Si stalker kamu! Pengen aku cincang terus dibuang ke kandang buaya!"
"Yeeee mana doyan! Buaya itu doyannya ayam utuh, kambing separo... Jadi jangan kamu cincang! Kagak kenyang! Mending kamu bikin patty terus kamu kasih Bun tambah mayonaise, saus tomat, mustard sama pickle, baru kamu lempar ke kandang buaya."
Jaehyun melongo. "Kok jadi dimasakin?"
"Lho biar totalitas kalau kasih makan. Anggap saja royal canin buat buaya" jawab Savitri cuek.
"Nggak sekalian kamu kasih dessert nya Oreo mcflurry?"
"Sebenarnya kita bahas mekdi atau bahas burger king sih?"
Setelahnya keduanya terbahak. "Astagaaa, Oppa, mau mendekati menikah kok perasaan aku makin Membagongkan."
"Bukannya kamu dari dulu memang begitu, Savitri-ya."
"Oppa, apa rumah tangga kita nanti bakalan penuh kebagongan?"
"Mungkin malah ada wayang orang, ketoprak, Srimulat atau ludruk sekalian Savitri-ya mengingat kamu seperti ini."
"Kamu tahu nggak Oppa, kata Opa Adrian, dia belum siap dipanggil pulang kalau belum lihat aku menikah. Mungkin Opa takut aku tidak mendapatkan jodoh yang cucok meong buat aku kayaknya."
"Dan sekarang setelah dapat?" Jaehyun tampak menggoda Savitri.
"Well, Opa tampak ayem."
"Soal bagaimana rumah tangga kita, ya bagaimana kita menghadapi nya. Kita mungkin sekarang masih baik-baik saja tapi di tengah jalan pasti ada polisi tidur yang bikin kita tersandung atau ada galian kabel yang buat kita kejeglong. Akan banyak hal, Savitri-ya. Insyaallah kalau kita seperti ini saling terbuka, saling jujur, berkomunikasi dengan baik, akan lapang jalannya macam jalan tol tanpa harus mampir ke rest area."
Savitri melongo mendengarkan paparan dari Jaehyun. "Oppa..."
"Sudah minum obat anti stress?"
"Belum. Aku belum sempat menebusnya, Savitri-ya" jawab Jaehyun dengan wajah memelas.
"Pulang dari sini, kita ke apotek."
Setelahnya keduanya saling berpandangan dengan wajah usil dan tertawa geli.
__ADS_1
***
Ekadanta melihat bagaimana Savitri bisa tertawa lepas bersama dengan pria Korea itu, merasakan cemburu berat karena selama ini Savitri tidak pernah melihat atau bersikap seperti itu padanya.
"Sudah. Nggak usah pasang muka jutek gitu! Wong memang kamu nggak membuat Savitri tertarik sama kamu."
"Reseh lu Samsul!" hardik Ekadanta ke temannya.
"Aku cuma kasih tahu kenyataannya. Belum tentu Savitri bisa seperti itu sama kamu" balas Samsul tanpa ada gentar-gentarnya.
Ekadanta mendengus kasar. "Brengseeekkk! Mereka bikin aku panas!"
"Lha Kowe sing golek perkoro lan panas dhewe, kok nyalahke wong liyo ( Lha kamu yang cari perkara dan panas sendiri, kok menyalahkan orang lain )? Sing salah ya Kowe dhewe ( Yang salah ya kamu sendiri )! Wong Savitri gak gelem karo Kowe kok meh mbok pekso ( Savitrinya nggak mau sama kamu kok mau kamu paksa ). Eling Ta ( Ingat Ta )! Kowe ki kalah Kabeh ( Kamu kalah semuanya. )! Tampang, status, duit menang cowok Korea itu ndul!" papar Samsul berusaha membuka pikiran Ekadanta.
Guru matematika itu menoleh ke Samsul dengan wajah judes. "Kok kowe ngunu tho Karo aku ( Kok kamu begitu sih sama aku )?"
"Lha aku kudu piyeee ( Lha aku harus gimana )? Kamu soalnya kagak mengaca sama diri kamu sendiri! Cewek macam Savitri, mana mau sama kamu? Duda, cuma guru meskipun wong tuwomu sugih ( orang tua mu kaya ). Tapi aku yakin, Savitri pasti pernah ilfill sama kamu jadi sama sekali emoh ( tidak mau ) dan mbuh babar blas ( tidak perduli sama sekali )." Samsul menghembuskan asap vape nya.
Ekadanta merengut. Brengseeekkk lu Samsung!
***
"Duh jadi pengen wedhangan..." celetuk Savitri yang membuat Jaehyun melongo.
"Itu perut apa gudang rabat?" komentar Jaehyun.
"Kamu sudah makan empat piring sushi, sayang" kekeh Jaehyun. "Tunggu! Kamu tidak sedang membahas Game of Thrones kan?"
"Yeeeww, kan masih berkaitan meskipun aku tidak terlalu mengikuti. Masih cukup buat dua bungkus nasi bandeng, satu jadah, satu gelas wedang jahe merah. Yuk ke pak Basuki!" ajak Savitri yang membuat Jaehyun menepuk jidatnya.
***
Setelah membayar, Jaehyun dan Savitri keluar dari restauran Amco menuju parkiran mobil Mercedes milik pria keturunan Korea itu.
Tiba-tiba Ekadanta menarik jas Jaehyun dan memberikan bogem ke pria itu membuat kekasih Savitri itu terhuyung.
"Heeeeiiii! Kampret kamu pak!" teriak Savitri hendak menghajar Ekadanta tapi ditahan oleh Jaehyun.
"Memangnya bisa apa sih cowok macam cewek ini? Paling juga tidak bisa berkelahi!" ejek Ekadanta ke arah Jaehyun sedang mengusap bibirnya yang berdarah.
"Oppa, biar aku banting. Sudah lama aku ingin menghajar cowok celutak ini!" bisik Savitri gemas.
"Anida. Naega jigmyeonhage haejwo ( tidak usah. Biar aku yang hadapi)" ucap Jaehyun yang langsung memasang posisi bersiap untuk bertarung.
"Hwagsilhabnikka ( apa kamu yakin )?" Savitri tampak khawatir karena tidak tahu Jaehyun bisa bela diri atau tidak.
__ADS_1
"Positive!" jawab Jaehyun tanpa mengalihkan pandangannya dari Ekadanta.
"Ta! Jangan berkelahi!" hardik Samsul yang mencoba menarik Ekadanta.
"Lepas, Samsul! Sudah lama aku ingin menghajar muka sok kecakepannya!"
Beberapa tukang parkir dan keamanan di restauran itu pun mendekati dua pria itu tapi Savitri memberikan kode agar mereka semua tidak ikut campur.
Pria itu harus menyelesaikan dengan otot kalau otak sudah bumpet!
Ekadanta yang sejak SMA terbiasa mengikuti latihan tinju pun maju untuk memberikan swing tinjunya tapi Jaehyun dengan lincahnya bisa menghindari jab guru matematika itu.
Savitri melongo melihat gerakan Jaehyun itu yang ternyata basic bela dirinya taekwondo! Ya ampun aku lupa! Dia kan anak Korea dan sudah pasti bakalan berlatih Taekwondo di sekolahnya dari kecil! Blo'on kamu Ekadanta!
"Jangan menghindar saja bisanya! Maju hadapi aku!" hardik Ekadanta.
"Ohya! Jangan nangis kalau kamu terkapar dan wajahmu besok tidak berbentuk!" balas Jaehyun kalem sambil menangkis semua gerakan Ekadanta.
"Kelemahan tinju adalah dia hanya mengandalkan kekuatan di tangan dan kaki tidaklah selincah taekwondo" ucap Jaehyun yang berhasil menendang Ekadanta hingga pria itu mundur beberapa langkah dan kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Jaehyun dengan menendang Ekadanta menggunakan jurus tendang memutar taekwondo.
Langsung Ekadanta terkapar terkena tendangan maut Jaehyun yang dikenal dalam jurus Taekwondo sebagai salah satu jurus mematikan.
Samsul menghampiri Ekadanta yang pingsan akibat tendangan Jaehyun.
"Maaf, tapi saya harus memberikan pelajaran pada pria tidak tahua malu itu" ucap Jaehyun tenang sambil membenarkan jasnya.
"Tidak apa-apa, mas. Biar saya yang urus" ucap Samsul.
Jaehyun pun berjalan menuju Savitri yang melongo.
"Kamu mirip Hwoarang di Tekken!" seru Savitri heboh.
"Haaaaahhh?"
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1
Hwoarang