
Mansion Giandra
Savitri sudah siap dengan dress code hitam dan celana jeans sedangkan Jaehyun memilih memakai suit santai bewarna abu-abu karena dia juga akan bertemu dengan beberapa anggota keluarga Savitri nanti usai acara reuni.
Cantiknya Bu Guru satu ini
Yang nemenin Bu Guru
"Kamu pakai jas? Nggak sumpek?" tanya Savitri.
"Kan aku menghormati teman-teman SMP dan sepupu kamu jadi rapih dikit lah." Jaehyun memberikan senyum manisnya.
"Oke deh Ahjussi..." sahut Savitri sambil ngeloyor.
"Oppa Savitri-ya, Oppa!" balas Jaehyun gemas.
"Kok aku mirip Budhe Nabila ya..." gumam Savitri.
"Memang kenapa?" tanya Jaehyun yang duduk di sofa untuk menali sepatutnya.
"Kami biasa memanggil Pakdhe Mike dan Budhe Nabila tapi pakdhe Mike selalu membahasakan dirinya Oom. Padahal kalau di adat Jawa, jatuhnya memang pakdhe."
"Wah kacau deh!" kekeh Jaehyun. "Kamu juga ikutan mereka Savitri-ya. Jangan ya!" ucapnya sambil berdiri.
"Sudah siap? Jadi nanti ketemu dengan Rain dan Ryoma kan?" tanya Gozali.
"Iya jadi. Kita bertemu di RR's Meal Kuningan." Savitri mengambil tas Hermès nya.
"Bang Gozali, nanti aku pulang ya" sahut Maira yang sudah cantik dan rapi.
"Hati-hati pulangnya ya Mai" ucap Gozali sambil merangkul dan mencium pelipis istrinya.
"Oom Abi, Tante Dara, kami pergi dulu" pamit Savitri sambil mencium punggung tangan pasangan suami istri itu.
"Hati - hati dan have fun" senyum Dara.
***
Hotel Mulia Senayan Jakarta
Gozali memarkirkan Rubicon hitamnya dan ketiga orang di dalamnya pun turun. Savitri tersenyum tipis ketika melihat mobil Innova hitam juga terparkir di sebelah mobil Gozali.
"Tetap dengan pengawal bang?" kekeh Savitri.
"Tetap lah! Bapak sama ibu sekarang semakin parno setelah kejadian itu jadi aku tetap membawa pengawal kemanapun meskipun tidak terlalu tampak." Gozali tersenyum ke sepupunya.
"Ya nggak heran sih kalau Oom Abi dan Tante Dara sampai seperti itu." Savitri lalu menggandeng tangan Jaehyun.
"Jae, aku belum punya nomor ponselmu. Misal kamu bosan di acara reuni, bisa hubungi aku dan kita bisa ngopi sambil nunggu Bu Guru selesai acaranya." Gozali menoleh ke Jaehyun.
"Sure bro. Lagian kita harus jumatan kan nanti." Jaehyun mengambil ponselnya dan kedua pria tampan itu saling bertukar nomor ponsel.
Setelahnya mereka berpisah di lobby.
***
__ADS_1
Ballroom Hotel Mulia Senayan Jakarta
Savitri dan Jaehyun saling bergandengan ketika mendekati area ballroom yang sudah banyak orang yang merupakan teman-teman SMP nya.
Gadis itu menyapa banyak orang dan memperkenalkan Jaehyun sebagai tunangannya. Banyak yang memuji tapi tidak sedikit yang iri dengan keberuntungan Savitri mendapatkan kekasih tampan.
"Apakah dia seorang aktor atau idol?" tanya teman Savitri.
"Oh bukan, dia juragan tekstil" jawab Savitri asal yang membuat Jaehyun mendelik sebal.
"Wah beruntungnya kamu mendapatkan calon suami sabar. Apa kamu pelet juga agar dia tidak tahu bagaimana bar-barnya kamu?"
Tubuh Savitri membeku dan Jaehyun bisa melihat perubahan wajah gadisnya. Lalu Savitri pun berbalik dan memberikan senyum palsu.
"Halo Rizki. Apa tendangan ku dulu masih kurang? Apa maksud kamu aku pakai pelet?" Savitri menatap tajam ke arah wanita yang mengenakan gaun bewarna hitam dengan menonjolkan belahan dadanya. "Rasanya kita ini reuni, bukan ajang pamer aurat."
"Halah sok suci kamu!" cebik Rizki. "Bah, Hermès? Asli tuh?"
"Asli lah! Apa kamu lupa aku anak siapa? Yang membuat kamu iri dan membully aku dengan gerombolan kamu. Ngomong-ngomong kamu kerjanya apa?" Savitri menatap judes ke kakak kelasnya itu.
"Aku seorang manajer di sebuah bank. Kamu?"
"Bank mana?"
"Bank Arta Jaya. Hebat kan aku?"
"Hebat. Aku hanya seorang guru bimbingan konseling di Solo. Tapi setidaknya, aku menjadi PNS dengan jujur, tidak seperti kamu yang mampunya membuka selang*kangan" sindir Savitri.
Wajah Rizki tampak memerah menahan amarah. "Beraninya kamu!"
"Aku tahu semua tentang kamu, Rizki Damayanti. Ternyata kamu memang tidak berubah sifatnya, oportunis dan mau serba instan. Ngomong-ngomong apakah Nyonya Hadiyanto tahu kalau kamu berusaha merayu suaminya?"
"Ngomong-ngomong soal pelet, biasanya orang yang mengatakan soal pelet, dia sendiri yang menggunakan pelet. Benar?" seringai Savitri.
"Savitri-ya" bisik Jaehyun yang membuat Savitri melepaskan cengkramannya. Rizki memegang pergelangan tangannya yang memerah.
Savitri menoleh ke arah Jaehyun. "Hei, I'm cool."
Jaehyun tersenyum smirk. "Aku belum nemu makanan buat kamu, jadi tahan dulu ya."
Savitri terbahak. "Ah Oppa, kamu selalu membuat aku terbagong-bagong. Yuk kita masuk ke ballroom." Savitri menggandeng tangan Jaehyun.
"Kamu kok tahu soal Rizki? Itu kah yang bernama Rizki yang memalak dan membully kamu?" Jaehyun melirik ke arah wanita dengan dandanan mencolok.
"Iya, dia yang bernama Rizki. Dan aku mencari tahu via mas Abian. Setidaknya aku tahu musuhku siapa sebelum aku berkonfrontasi dengannya."
Jaehyun hanya tersenyum melihat bagaimana gadisnya tampak santai. Jangan macam-macam dengan keluarga Pratomo deh!
"Menurut aku, Savitri-ya. Tipe wanita yang tidak pernah puas akan sesuatu. Selalu merasa kurang dan tidak suka melihat orang lain lebih darinya meskipun dirinya sendiri banyak kekurangan. Ciri khas insecure dan sosiopat."
Savitri melongo. "Oppa, sebenarnya yang sarjana psikologi itu siapa ya?"
Jaehyun tertawa kecil lalu memeluk gadis itu sayang. "Surprise?"
"Saranghae Oppa. Ternyata pacar depan rumahku otaknya wow!" Savitri menatap Jaehyun dengan tatapan kagum.
***
Coffe Lounge Hotel Mulia Senayan Jakarta
__ADS_1
Gozali menatap tajam ke kliennya yang membuat emosinya naik. Baru kali ini dia mendapatkan permintaan mengawal gendakan seorang general manajer sebuah bank.
"Kenapa perusahaan saya harus mengawal selingkuhan anda?" tanya Gozali sambil bersedekap.
Jangan galak-galak dong Bang Goz
"Karena saya takut istri saya akan melakukan sesuatu padanya."
"Ya jelas saja, pak! Anda yang salah! Anda yang tolol!" ucap Gozali pedas.
Kliennya tampak marah mendengar dikatakan 'tolol' oleh pria tampan di hadapannya tapi perusahaan pengawal Ramadhan adalah yang terbaik dan dikenal diluar negeri.
"Beraninya anda mengatakan saya tolol!" geram pria dengan perut buncit itu.
"Coba anda rasional pola pikir anda. Harusnya anda melindungi istri sah anda bukan selingkuhan anda! Tapi ini terbalik! Apa yang membuat anda lebih membela gendakan anda? Apakah servisnya di ranjang hot?" Gozali memicingkan matanya.
Pria itu memerah wajahnya.
"Sekarang dimana selingkuhan anda?" tanya Gozali.
"Dia... sedang reuni disini."
Gozali melotot tidak percaya. Berarti salah satu teman SMP Savitri.
"Siapa namanya?" tanya Gozali lagi.
"Rizki Damayanti."
Gozali tampak terkejut. Apakah Savitri kenal dengannya?
***
Ballroom Hotel Mulia Senayan Jakarta
Jaehyun tersenyum melihat gadisnya tampak menikmati acara reuninya bersama para teman-teman seangkatannya.
Pria itu hanya berdiri di sudut sambil membuka ponselnya dan terdapat pesan dari Gozali.
📩 Gozali Ramadhan : Jae, apakah kamu masih di ballroom? Tempat reuni Savitri.
📩 Kim Jaehyun : Masih. Kenapa Goz?
📩 Gozali Ramadhan : Apakah ada nama Rizki Damayanti disana?
📩 Kim Jaehyun : Ada. Kenapa?
📩 Gozali Ramadhan : Damn it!
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1