Guruku Bar-bar Sekali

Guruku Bar-bar Sekali
Priyayi


__ADS_3

Hari Kamis ini Savitri tidak diantar oleh Jaehyun maupun Abian karena dia ingin memakai si Saki. Apalagi besok Jumat mereka sudah terbang ke Tokyo untuk menghadiri acara pernikahan Eiji dan Ayame. Abian memang tidak mengantar Savitri karena harus menjemput Rain di bandara Adi Soemarmo Solo.


Savitri pun memarkirkan motor pink itu lalu melepaskan helmnya. Wajahnya yang hanya memakai polesan make up tipis, tampak semakin menonjolkan kecantikan alaminya.


Sambil membalas sapa para muridnya, Savitri berjalan menuju ruang kerjanya tapi entah karena dia lupa baca basmalah atau salah pakai under*wear, lagi-lagi dia bertemu Ekadanta.


Usai ujian semester memang tidak banyak orang di sekolah, hanya beberapa siswa yang menyelesaikan acara ekstra kulikuler atau pun memang lebih memilih berolah raga di lapangan basket.


"Dik Savitri..." sapa Ekadanta.


"Pagi pak. Kirain tidak masuk sekolah karena sudah mulai santai setelah ujian semester" senyum Savitri basa basi basu.


"Masih harus menilai hasil ujian semester. Kamu sendiri?"


"Menyelesaikan program tahun ajaran baru hari ini." Savitri melirik jam tangan baby G nya. "Aku belum absen pak. Permisi."


Gadis itu langsung pergi meninggalkan Ekadanta yang hanya menatap sendu.


***


Bandara Adi Soemarmo Solo


Abian tersenyum melihat sepupunya yang paling kalem, datang menghampiri dirinya. Abian langsung memeluk Rain Reeves dengan hangat.


"Welcome to Solo. Kamu mau sarapan apa?" tawar Abian mengingat Rain datang dengan pesawat paling pagi dari Jakarta.


"Soto Hj Fatimah" senyum Rain. "Aku rindu sate kikilnya."


"Ya ampun, kita ke Boyolali nih? Hayuk lah! Paling juga nggak sampai setengah jam sampai." Abian membantu membawakan koper milik Rain.


"Mobilnya mbak Savitri? Si mas daaah?" kekeh Rain mengingat kakak sepupunya itu sangat absurd dan unpredictable otaknya.


"Ho oh!" Keduanya kini sudah berada dalam mobil.


"Gimana kabar mbak Savitri?" tanya Rain dengan suaranya yang memang lembut.


"Brutal!"


Rain tertawa. "Bu Guru ngapain lagi mas?"


"Well, ada guru cowok yang ngejar-ngejar dirinya tapi kamu tahu sendiri kan Savitri kalau cari pasti yang ganteng dan Membagongkan. Masalahnya adalah guru itu caranya salah. Dia stalking Savitri."


Rain menatap Abian tidak percaya. "Astaghfirullah. Terus mbak Savitri gimana?"


"Well, bawa aku, bawa bang Joshua sama bawa tetangga depan supaya guru cowok itu mundur teratur tapi kayaknya dia itu spesies dari planet Rai tembok jadi masih saja ngejar-ngejar."


Rain cekikikan mendengar istilah Abian. "Tetangga depan itu siapa?"


"Oh orang Korea yang terpaksa menjadi kekasih dadakannya Savitri tapi mereka berdua sama-sama hanya merasa mereka bukan tipenya jadi ya macam teman tapi dibenefitkan." Abian tertawa kalau melihat hubungan tidak jelas keduanya.


"Lalu orang Koreanya?"


"Sayang kamu datang pada saat tidak tepat. Jaehyun sedang ada urusan bisnis ke Amerika selama sebulan jadi tidak bisa kita kenalkan."


Rain mengangguk. "Tidak apa. Nanti kan bisa bertemu kapan - kapan. Apalagi tetangga depan mbak Savitri."

__ADS_1


***


SMKN 11 Surakarta


Savitri sudah menyelesaikan semua tugasnya dan dirinya tersenyum membaca pesan dari Abian kalau dirinya sudah menjemput Rain dan sekarang berada di rumahnya di Manahan.


📩 Savitri Pratomo : Kamu ke rumahnya bang Joshua saja dulu Rain


📩 Rain Reeves : Nanti malam saja sama mbak dan mas Bian


📩 Savitri Pratomo : Kenapa harus nunggu aku?


📩 Rain Reeves : Soalnya bang Joshua sedang meeting bareng Oom Rudy sebelum semua pergi ke Jepang besok.


📩 Savitri Pratomo : Owalaahhh. Ya udah. Mbak sebentar lagi pulang kok.


📩 Rain Reeves : Oke mbak.


***


Savitri bersiap-siap untuk pulang apalagi house of the cacingnya sudah berdemo hendak mengajak gelut house of the dragon. Ditambah tadi Rain bilang membawakan sate kikil dan tahu bakso dari soto Hj Fatimah yang memang endes, membuat house of the cacing semakin durjana di lambungnya, belum house of the dragon di ususnya.


Gadis itu bersama Anita pun langsung bersiap menuju parkiran setelah berpamitan dengan para rekan gurunya apalagi dia akan ke Jepang besok, membuat tiga rekannya memberikan list oleh-oleh yang harus dibawa.


Kini mereka berjalan beriringan dan Anita merayu Savitri untuk memberikan oleh-oleh yang dia tidak bisa membawanya karena dijamin akan dihajar semua pecinta J-Pop disana.


"Apa? Kamu minta dibawakan T.M Revolution atau nggak Gackt?" pekik Savitri ke Anita.


"Habis gara-gara lagunya Kenshin dan Gundam Seed Destiny, aku jadi suka mereka berdua. Salah satu wis!" rayu Anita.


"Gimana caramu lah, say. Please?" Anita mengerjapkan matanya dengan gaya sok imut.


"Kagak! Gue gak bakalan culik mereka berdua!" hardik Savitri sambil menarik resleting jaket kulit nya.


"Oh come on!" rengek Anita.


"Kagak ya Nita. Aku bilang kagak ya Kagak!"


Anita pun manyun tapi setelahnya dia melihat Ekadanta berjalan ke arah mereka berdua. "Stalker mu datang tuh!"


Savitri pun menoleh ke belakang. Apa lagi ini?


"Dik, bisa bicara sebentar?"


Savitri menghela nafas panjang. "Bicara apa pak?"


"Aku akan menyingkir sebentar" ucap Anita sambil menuju motor nya.


"Ada apa pak?" Savitri menatap Ekadanta malas.


"Aku tidak akan mengejar kamu lagi."


Yes! Akhirnya nyadar juga cumi satu ini!


"Oh?! Karena saya sudah punya Oppa?" kerling Savitri.

__ADS_1


"Bukan. Karena saya tidak suka melihat seorang gadis makan tanpa aturan seperti orang kelaparan tanpa mengindahkan manner makan."


Savitri melongo. "Makan seperti orang kelaparan tanpa mengindahkan manner?" beo gadis itu.


"Iya dik. Ternyata seperti itu ya didikan keluarga Pratomo, tidak ada aturan. Ditambah sikap bar-bar kamu, sangat tidak priyayi."


Savitri ingin terbahak mendengar kalimat 'sangat tidak priyayi' dan hal itu membuatnya kesal. Hari ini gini masih mengagungkan soal priyayi?! Makan tuh priyayi!


"Iya memang saya anak paling bar-bar di keluarga Pratomo dan orang tua saya tidak mempermasalahkan. Begitu juga dengan kekasih saya karena yang dilihat adalah inner beauty bukan sikap sok priyayi tapi kelakuan menyebalkan!" balas Savitri judes. "Apa mengikuti seseorang, mengajak pacaran dan meninggalkannya setelah tiga bulan karena bosan itu ajaran wong priyayi? Aku rasa tidak! Alhamdulillah jika saya bukan golongan orang priyayi karena bagi orang yang benar-benar priyayi tidak akan gembar-gembor kesana kemari!"


Ekadanta melongo.


"Good day pak Ekadanta dan saya harap anda menemukan gadis yang priyayi versi anda!" Savitri pun berbalik menuju motornya.


***


Bandara Adi Soemarmo Solo


Pagi ini rombongan Solo bersiap berangkat ke Tokyo termasuk Rudy dan Fyneen Akandra, Sabrina Akandra dan Sofyan pun sudah di bandara.


Savitri dan Abian bersama Rain, Joshua dan Miki sedang asyik mengobrol dan mereka terbahak mendengar cerita Savitri soal priyayi versi Ekadanta.


"Bagus lah! Biar dia menghentikan stalker nya" kekeh Abian.


"Iyalah! Malas aku!" cebik Savitri.



Bu Guru judes



Rain Reeves



Miki Al Jordan Akandra



Joshua Akandra



Abian Smith


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa gaeesss


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2