
"Nyuwun Sewu Ki Dalang Kartokusumo, saya penasaran kok bisa tahu Opa kami?" tanya Duncan.
"Mas Duncan cucunya siapa?" Ki Dalang Kartokusumo balik bertanya.
"Saya cucunya Opa Aryanto Pratomo, kalau Eiji cucunya Oma Adriana Pratomo, Joshua cucu menantu Adrian Pratomo, kalau Javier cucunya Adinda Pratomo."
"Kok Ki Dalang kenal opa kami?" tanya Eiji penasaran.
"Kenal lah, wong saya kecil dulu sering main dengan mas Adrian dan mas Arya. Mereka sudah besar-besar saya masih imut. Tapi saya tidak menyangka cucu kedua mas saya malah jadi bule dan cakep-cakep begini."
"Saya bule karena ayah saya orang Inggris" senyum Duncan.
"Berarti kamu putranya Yuna ya?"
"Betul."
"Tapi benar saya tidak mengira bahwa Bu Savitri, eh harusnya mbak Savitri ya, adalah cucunya Mas Adrian. Kalau mengingat galaknya, mirip dengan Opanya. Mas Adrian itu orangnya lurus, sama dengan Pakdhe Arga. Kalau ada yang melenceng sedikit saja, wuih bisa habis!" kekeh Ki Dalang Kartokusumo.
"Tampaknya kalau besok Ki Dalang rawuh ( datang ), bakalan ramai deh!" celetuk Joshua.
"Lho memang acaranya Midodareni nya dimana dan kapan?"
"Halaman rumah opa Adrian di Manahan di hari Jumat."
***
Kediaman Keluarga Pratomo Jumat Siang
Savitri melongo ketika bagian dekorasi merubah tampilannya menjadi sebuah panggung yang berada di halaman sudut.
"Ini apa-apaan ada panggung begini? Memang pada pesan organ tunggal?" tanya Savitri ke para tukang disana.
"Nggak tahu mbak. Tapi kami memang disuruh begini."
Savitri hanya mengerenyitkan dahinya. Siapa juga yang kasih perintah?!
"Savitriii! Ayo masuk! Kamu itu lagi dipingit! Nggak boleh kelihatan Jaehyun!" teriak Andira.
"Mom! Itu ada panggung! Awas kalau pada pesan dangdut, organ tunggal atau koplo-koploan !" omel Savitri.
"Nggak ada koplo-koploan, adanya koprol! Sudah kamu masuk!" perintah Andira.
"Siapa sih yang nyuruh bikin..."
"Sudah nggak usah ngomel-ngomel nanti cantiknya hilang! Kamu di kamar saja sama Miki dan Rhea sana daripada ikutan rempong!" perintah Andira ke putrinya.
__ADS_1
Savitri pun menurut lalu masuk ke dalam kamar nya sedangkan kamar Midodareni dibuat tersendiri karena banyaknya barang di kamar gadis itu.
"Kenapa kamu?" tanya Miki yang masih asyik membuat desain pekerjaannya di Tokyo diatas iPad.
"Bingung ada panggung di pojok. Curiga aku kalau si pianis durjana pesan dangdut koplo!" sungut Savitri.
"Hah? Masa malam Midodareni ada dangdut koplo? Kak Eiji cari mati lah kalau gitu, bisa digantung sama Oom Alex" kekeh Rhea.
"Awas kalau memang iya!" Savitri tampak geram mengingat panggung yang baru dibangun itu.
Rhea dan Miki hanya saling berpandangan sembari tersenyum karena tahu itu panggung untuk apa.
***
Malam Midodareni
Savitri benar-benar dipingit di dalam kamar dan tidak boleh keluar selama Jaehyun datang ke rumahnya. Gadis itu hanya bisa melihat dari ponselnya hasil dari video call Masayuki.
"Ih gantengnya calon suami aku" gumam Bu Guru cantik itu.
"Bestiiiieeeee!" seru Anita dan Imelda yang datang ke kamar Savitri yang sudah dihias dengan nuansa putih dan peach.
"Ya ampun, kasihan laki elu. Dikerjain habis-habisan sama sodara-sodara lu yang nggak punya akhlak!" adu Imelda yang tahu beberapa sepupu Savitri karena pernah bertemu di Jakarta.
"Please jangan sampai Oppa nangis..." doa Savitri yang mendapat keplakan dari Anita.
"Lagi diselamatkan sama mas Damar dan dokter Erik" ucap Anita.
"Ah syukurlah. Aku tidak terbayang kalau Oppa sampai harus memberikan tendangan tanpa bayangan karena merasa terpojok."
Imelda dan Anita melongo. "Elu kira Jet Li jadi wong Fei Hung?" omel Imelda sebal.
Tak lama Kirana Putri masuk bersama dengan Andira Pratomo untuk melihat Savitri karena tradisinya begitu, hanya ibu pengantin pria yang memeriksa apakah gadis yang dipingit itu benar calon pengantin wanita yang hendak menikah besok.
Setelah berbasa-basi sejenak, Kirana pun keluar bersama Andira. Dan Savitri mendengar acara makan malam pun dimulai usai acara pembacaan Catur Wedha oleh Reza Pratomo ke Kim Jaehyun.
"Duh, itu ada panggung di depan buat apa Nit?" tanya Savitri saat Anita datang membawa makanan.
"Buat wayang kulit" jawab Anita serius.
"What? Wayang kulit?" seru Savitri tidak percaya lalu mengintip dari jendela kamar Midodareni yang langsung menghadap ke panggung di halaman rumah. Gadis itu melongo melihat layar putih sudah terkembang dan para Rombongan gamelan sudah ready.
"Siapa yang punya ide manggil dalang wayang kulit?" gumam Savitri.
__ADS_1
"Aku lah ... Sama D dan Javier sih" kekeh Eiji di pintu kamar Savitri membuat Savitri menoleh.
"Serius?" Savitri menatap Eiji. "Jadi bukan organ tunggal atau dangdut koplo?"
"Eh nggak ya! Enak saja! Asal kamu tahu, Ki dalangnya itu kenalan Opa Adrian dan Opa Aryanto. Tuh sekarang lagi pada heboh reunian" ucap Eiji sambil memperlihatkan live video antara Adrian dan Aryanto tampak asyik mengobrol dengan pria berbaju beskap.
"Lho mas Eiji?" sapa Imelda yang sempat bertemu saat kuliah dulu.
"Halo Imelda. Jaga Savitri, ya. Aku masih ada urusan." Eiji pun keluar kamar sepupunya.
Dan tepat jam sembilan malam usai makan malam dan Jaehyun beserta keluarganya pulang ke rumah mereka, acara wayang kulit pun dimulai.
Para keluarga besar klan Pratomo langsung menempati di kursi dan sofa serta karpet-karpet tebal yang sudah ditata untuk menyaksikan pagelaran wayang kulit. Bahkan para tetangga dan orang-orang yang kebetulan sedang berada disana, ikut menyaksikan.
Savitri sendiri usai berganti pakaian, ikutan menyaksikan dari teras agar tidak terlihat oleh Jaehyun karena pasti pria itu juga menyaksikan dari kamarnya yang di lantai dua.
"Lakonnya apa bang Joshua?" tanya Savitri penasaran.
"Savitri."
"Iya mas. Lakonnya apa?"
"Savitri" jawab Joshua.
"Ih beneran nanya!" Savitri tampak cemberut.
"Itu lakon nya. Savitri."
Savitri menoleh ke Imelda. "Mel, kamu pengen tahu kan cerita Savitri. Tuh lagi dimainkan kalau kamu mau tahu!"
Acara wayang kulit itu tampak meriah dan Savitri menangis terharu atas surprise yang diberikan oleh para sepupunya.
"Ini kejutan yang sangat indah..." ucap Savitri usai acara wayang kulit itu selesai sambil menangis di depan para anggota keluarganya.
Para sepupunya saling memeluk calon penganten itu.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1