Guruku Bar-bar Sekali

Guruku Bar-bar Sekali
Level Kalian Beda


__ADS_3

"Apa maksudmu dengan Hwoarang?" tanya Jaehyun sembari membuka jasnya karena merasa gerah, apalagi dirinya berkeringat usai berolahraga dadakan.


"Kan kalau di game Tekken ada karakter namanya Hwoarang dan basic dia taekwondo macam Oppa lah! Dan tadi Oppa macam dia pas melakukan final kick dari tujuh kombonya!" jawab Savitri menggebu-gebu.


"Kok kamu tahu game Tekken?" tanya Jaehyun yang sudah membuka mobilnya lalu melempar jasnya sembarangan di kursi belakang.


"Kan aku dulu suka main game itu, Oppa."


"Maaf pak. Tapi bagaimana dengan korban yang anda tendang? Kami takut jika nama restauran kami..."


"Pak, bisa panggilkan manajer Amco? Biar kami yang bereskan?" pinta Savitri sambil melihat teman Ekadanta yang bernama Samsul, menggotong pria itu bersama dengan beberapa orang yang tadi berada disana ke dalam mobil Pajeronya.


Tidak lama, manager Amco pun datang dan Jaehyun beserta Savitri dengan kesaksian para orang disana memaparkan kejadian yang baru saja terjadi.


"Jika pihak Amco ingin kami bertanggungjawab, ini kartu nama saya" ucap Jaehyun sembari memberikan kartu namanya.


"Tidak perlu Mr Kim karena kami juga bisa melihat dari rekaman CCTV kalau anda membela diri dan bapaknya tadi yang memang menyerang anda terlebih dahulu" jawab manager restaurant itu.


"Baik. Terima kasih atas pengertiannya. Tapi kami tetap bertanggung jawab dengan korban karena pingsan akibat tendangan saya."


"Sejujurnya Mr Kim, kami bagaikan melihat adegan film laga jadi kami pun menikmati pertunjukkan nya" kekeh manager itu dengan cueknya membuat Jaehyun dan Savitri melongo.


Kenapa malah pada heboh sendiri?


"Mas Samsung eh Samsul, si pak Eka mau dibawa ke rumah sakit mana?" tanya Savitri ke teman Ekadanta itu mengalihkan dari kekacauan manager Amco.


"PKU Muhammadiyah."


"Yang Di Timuran?" tanya Savitri lagi.


"Iya, mbak Savitri."


"Oke."


"Kita ke PKU?" tanya Jaehyun.


"Terserah Oppa."


"Kita kesana saja, Sayang. Aku juga merasa bersalah sudah membuatnya bonyok." Jaehyun dan Savitri lalu berpamitan ke manager Amco lalu masuk ke dalam mobilnya.


"Oppa ada kotak p3k nggak? Aku mau obati bibir Oppa itu."


Tanpa diduga Jaehyun mencium bibir Savitri penuh perasaan. "Dah sembuh!" ucapnya usai mencium tunangannya.


"Lebay!" Savitri lalu menowel bibir Jaehyun yang mulai membiru.


"Sakit Savitri-ya!" Jaehyun meringis.


"Makanya nggak usah sok iye. Sudah kita ke rumah sakit dan aku akan obati disana."


***


RS PKU Muhammadiyah Surakarta


Jaehyun langsung mendapatkan kompres dari Savitri setelah guru cantik itu membeli di apotek rumah sakit. Pria itu memegangi kompres itu dengan manyun karena Savitri tampak sedang mengobrol dengan teman si stalker.


"Jaehyun?"


Jaehyun menoleh dan tampak Imelda bersama dengan seorang pria tampan yang mengenakan sneli berdiri di sebelah Jaehyun duduk.

__ADS_1


"Eh Imelda" sapa Jaehyun.


"Kenapa itu bibir kamu?" tanya Imelda concern. "Kamu habis ditonjok Savitri?"


"Ish nggak lah!" cebik Jaehyun.


"Imel? Ngapain kamu disini?" tanya Savitri yang datang menghampiri sahabatnya.


"Ini aku lagi mau makan malam sama mas Erik tapi ada emergency jadi kami kemari. Mas, perkenalkan ini sahabat aku dari kuliah Savitri dan calon suaminya Kim Jaehyun."


"Erik Setiawan" ucap dokter tampan itu sambil menyalami Jaehyun dan Savitri bergantian.


"Setiawan?" Savitri menatap usil ke Imelda.


"Just stop!" sungut Imelda sambil manyun.


"Memang ada apa dengan nama Setiawan?" tanya Erik bingung ke Imelda.


"Kapan-kapan aku ceritakan. Mas katanya ada ops?" Imelda berusaha mengalihkan Erik.


"Ah iya! Maaf saya harus meninggalkan kalian. Permisi semuanya" pamit Erik.


"Monggo dok" balas Savitri dan Jaehyun.


"Memang ada apa dengan nama Setiawan?" tanya Jaehyun bingung.


Savitri dan Imelda hanya saling berpandangan.


"Aaaahhhh! Sejak kapan kamu bisa bahasa Indonesia?" pekik Imelda heboh.


"Oh astagaaa! Kamu juga mengira aku tidak bisa bahasa Indonesia?" tanya Jaehyun sambil memegang pangkal hidungnya.


Savitri hanya manyun.


***


"Jadi kamu akhirnya menghajar pria reseh itu?" tanya Imelda sambil menatap Savitri dan Jaehyun bergantian.


"Dia yang meninju Oppa duluan."


"Terus Jaehyun melakukan tendangan ala Hwoarang? Duh, sayang aku nggak disana! Kan aku pengen lihat juga!"


"Kalian kenapa tahu Hwoarang sih?" tanya Jaehyun bingung.


"Lho kita hobi main PS jaman kuliah dan kalau sudah jengkel ya mainnya Tekken atau nggak king of fighters" jawab Imelda kalem.


"Owalaahhh. Pantas Savitri-ya heboh tadi." Jaehyun menatap Savitri geli.


"Perlu aku panggilkan dokter jaga nggak?" Imelda melihat bibir Jaehyun yang sudah berhenti pendarahannya.


"Nggak usah. Nanti disalep juga sembuh, cuma segini saja kok" jawab Jaehyun.


"Ngomong-ngomong kalian sudah berapa lama pacaran?" tanya Savitri ke Imelda.


"Baru tiga bulan ini Sav. Masih memantapkan hati tapi so far ya asyik-asyik saja. Lagian aku juga tahu resikonya pacaran dengan dokter bedah. Sewaktu-waktu harus ready steady go kalau ada pasien dadakan."


"Semoga kalian berjodoh" doa Savitri tulus.


"Amin. Kalian jadi nikah besok Desember?"

__ADS_1


"Insyaallah jadi Mel. Kamu jadi Bridesmaids aku ya?"


Imelda tampak sumringah. "Thanks you bestie!I really appreciate that ( aku sangat menghargai nya )."


"Mbak Savitri..."


Ketiganya menoleh ke arah Samsul, teman Ekadanta.


"Bagaimana mas Samsul?" tanya Savitri. "Apa kata dokter?"


"Beruntung mas Jaehyun tidak sekuat tenaga menendangnya jadi tidak sampai cedera parah."


"Lalu?"


"Rahang memar, sedikit gegar otak dan satu giginya tanggal..." papar Samsul membuat Savitri menoleh ke Jaehyun.


"Kamu nggak sekuat tenaga saja begitu, gimana kalau sekuat tenaga?" gumam Savitri.


"Jug-eun ( mati )" jawab Jaehyun kalem.


Savitri melongo.


"Jadi sekarang pak Ekadanta gimana pak Samsul?" tanya Imelda.


"Harus dirawat dan kemungkinan tiga hari mendingan."


"Soal biaya tidak usah dipikirkan, biar saya yang bertanggung jawab" ucap Jaehyun.


"Really? Oppa?" Savitri menyahut dengan nada sinis.


"Hei, aku hanya ingin bertanggung jawab sudah membuatnya babak belur. Apalagi giginya hilang satu."


Imelda hanya tersenyum smirk. "Sav, laki lu itu memang baik tapi kok malah berkesan menyukurkan..."


Savitri menatap Imelda judes.


***


Jaehyun benar - benar membuktikan ucapannay untuk mengurus semua biaya administrasi Ekadanta. Dan hari ketiga, Ekadanta sudah lebih baik setelah sebelumnya dirinya mengalami kesulitan untuk berbicara.


Ibu Ekadanta tidak terima dengan kondisi putranya tapi Samsul memaparkan bahwa semua bermula dari Ekadanta bahkan pria itu sampai meminta rekaman CCTV agar percaya.


"Ibu nggak kesini Sam?" bisik Ekadanta yang sudah mulai bisa berbicara.


"Nggak, Ta. Ibumu katanya mau melabrak Savitri tapi akhirnya mengurungkan niatnya karena aku sudah bilang kamu yang mulai. Mana kamu tahu kan kalau pria Korea itu jago taekwondo?" Samsul menatap Ekadanta yang wajahnya tampak bengap.


"Kamu urus administrasi nya Sam... Ambil ATM aku."


"Kamu nggak usah mikir. Sudah diurus sama Jaehyun. Setidaknya dia mau bertanggung jawab karena membuat kamu kelenger. See, itu lah kenapa Savitri memilih pria Korea itu. Karena dia punya adab! Nggak macam kamu!"


Ekadanta hanya terdiam.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2