Guruku Bar-bar Sekali

Guruku Bar-bar Sekali
Pagi Di Kediaman Abimanyu Giandra


__ADS_3

Pagi ini Dara dibantu oleh Savitri serta para pelayan di dapur, sibuk membuat sarapan untuk orang-orang di rumah. Semalam Gozali dan Maira memutuskan untuk menginap di rumah Abi dan Dara karena Jumat libur nasional.


"Maira kalau habis subuhan, biasanya tidur lagi kalau libur. Lagipula dia pekerjaannya kan di bidang akuntansi, bertemu angka terus, jadi kalau day off, bisa istirahatkan otak" ucap Dara sebelum Savitri menanyakan keponakannya.


"Iya Tante. Sama lah sama aku."


"Nanti reuni jam berapa Sav? Kok tumben Jumat, biasanya Sabtu."


"Jam sepuluh pagi tapi nanti dipotong jumatan. Mumpung libur long weekend, Tan. Besok bisa buat reuni angkatan sendiri. Hari ini reuni tiga angkatan."


"Tante jadi ingat kalau sama Rhea pagi begini suka menyiapkan sarapan bareng."


Savitri memeluk bahu Oma cantik itu yang biasa dipanggil Necan atau Nenek cantik oleh Rhea setelah memiliki Kaia. "Gadha Rhea, ada Savitri."


"Ah kamu memang manis, Sav." Dara mengusap bahu keponakannya.


"Kaia itu lucu banget ya Tan. Rhea pamer di grup keluarga dan Bang Duncan plek ketiplek, Rhea nggak dikasih sama sekali" gelak Savitri.


"Kamu tahu, mas Abi dan mas Edward itu saling ribut bibit siapa yang unggul coba! Tante sama Tante Yuna sampai pusing. Kalau sudah begitu berantem rebutan cucu!"


Savitri tertawa terbahak-bahak. "Ya ampun dua orang itu kok ya pada nggak ingat umur sih!"


"Nggak bakalan ingat, Sav. Tante sampai bingung, dari jaman kami baru menikah sampai akhirnya besanan, adaaaa saja keributan keduanya. Tante sampai pusing kalau berdua sudah ketemu. Tapi lucunya, kalau salah satu nggak ada kabar, malah bingung. Terus telepon dan nanyanya nggak ada manis-manisnya. 'Woi Ed, kamu masih hidup?' Astaghfirullah... beneran deh berdua itu!" omel Dara yang membuat Savitri makin terbahak.


"Tan, itu tandanya Oom Abi dan Oom Edward saling care satu sama lain dengan cara anti mainstream. Nggak kebayang kalau salah satu nggak ada..."


"Tante yakin, pasti akan merasa kehilangan sekali..."


***


Seperti kebiasaannya, Abi selalu duduk di sofa ruang tengah yang dekat dengan kolam renang sambil menikmati teh wasgitel dan camilan berupa roti bakar diolesi saus sarikaya. Pria paruh baya yang masih tampan itu menikmati pagi dengan membaca buku jika hari libur, ditambah anak-anak sudah pada mentas.



"Pagi Oom Abi" sapa Jaehyun yang datang dengan mengenakan kaos hitam dan celana kargo.



Segernya nih bocah


"Pagi Jaehyun. Duduk. Nih, cobain teh wasgitel yang dibuat tantemu" Abi menawarkan teh ke Jaehyun.


"Terima kasih Oom. Sama dengan kebiasaan di rumah Savitri-ya" senyum Jaehyun sambil menuang teh ke dalam cangkir.


"Ohya? Ngomong-ngomong, kamu kok bisa pacaran sama anak bar-bar itu sih?" kekeh Abi sambil meletakkan bukunya.


"Buktinya bisa Oom" cengir Jaehyun. "Dia gadis yang spesial dan saya sayang dengannya."


"Reza dan Andira sudah bisa menerima kamu?"


"Alhamdulillah, Oom. Kedua orangtuanya Savitri-ya welcome dengan saya bahkan kami sering mengobrol tanpa sepengetahuan Savitri-ya."


Abi tersenyum. "Baguslah kamu bisa dekat dengan Reza dan Andira. Tinggal Oom Adrian saja yang belum kamu dekati kan?"

__ADS_1


"Opa Adrian orang sibuk, Oom. Tapi aku akan menyempatkan waktu untuk bisa bertemu dengan tetua Keluarga Pratomo."


"Itu baru gentlemen. Reuni nya Savitri jam berapa?"


"Katanya jam sepuluh pagi."


"Pakai saja salah satu mobil disini, Jae, daripada kamu ke rumah Reza."


"Iya Oom, terimakasih."


"Aku antar saja nanti, pak."


Abi dan Jaehyun menoleh ke arah Gozali yang sudah tampak rapi.



Duh bang Goz... jangan ganteng kenapa?


"Lho kamu mau anterin?" tanya Abi.


"Aku ada janji dengan klien yang kebetulan juga di hotel Mulia. Jadi sekalian saja lah" jawab Gozali sambil duduk di sebelah Jaehyun.


"Kliennya sudah kamu screening kan Goz?"


"Sudah pak. Pengalaman kemarin dengan politisi bang*sat itu membuat aku lebih aware." Gozali menuangkan teh ke cangkir yang tersedia.


"Jaehyun sudah tahu ceritanya kan?" tanya Abi ke Jaehyun.


"Sudah Oom. Savitri-ya bercerita pada saya, apalagi saya juga kenal Rain, Joshua Hyung dan Abian Smith."


"Mereka durjana bukan?" senyum Jaehyun sambil menyesap tehnya.


"Banget!" sahut Gozali. "Tapi kamu akan merasakan bahwa mereka saling care, macam bapak dengan Oom Edward."


Abi mendelik ke arah Gozali. "Ngapain kamu bawa-bawa besan Durjana itu Goz?"


"Lha bapak sama Oom Edward itu sebenarnya saling care satu sama lain, cuma kejulidan kalian itu terlalu haqiqi." Gozali tertawa kecil.


"Siapa yang Julid?" cebik Abi.


"Bapak lah dan Oom Edward."


"Enak saja!" Abi pun manyun.


Jaehyun dan Gozali tertawa melihat Opa nya Kaia manyun.


"Kalian kenapa?" tanya Dara dan Savitri yang menghampiri para pria di ruang tengah.


"Ini ghibah perjulidan bapak sama Oom Edward, Bu" kekeh Gozali.


"Owalaahhh" senyum Dara yang duduk di sebelah suaminya dan Abi langsung merangkul pinggang istrinya. "Maira belum bangun Goz?"


Savitri duduk di sebelah Jaehyun sedangkan Gozali pindah tempat duduk ke sofa kecil.

__ADS_1


"Belum Bu, biarkan saja. Dia kemarin cerita pusing dengan pekerjaannya."


"Kamu tuh malah manjain Maira. Nanti kalau sudah punya anak gimana?" Abi menatap anak angkatnya.


"Nggak papa. Kan aku sudah tahu Maira dari kecil jadi sudah hapal kebiasaannya" senyum Gozali.


"Savitri-ya, nanti kita berangkat reuni diantar Gozali." Jaehyun menatap gadisnya yang sedang memakan roti bakar.


"Lho kok diantar bang Gozali?" Savitri menoleh ke arah pria tampan di seberangnya.


"Aku ada acara bertemu dengan klien yang kebetulan di hotel Mulia juga jadi kenapa tidak sekalian saja?" jawab Gozali kalem.


"Oh ya sudah. Malahane."


"Apa itu 'malahane' Sav?" tanya Jaehyun.


"Kebetulan atau bisa dibilang pas timingnya."


"Kamu lama di Solo bakalan bisa bahasa Jawa nanti" senyum Dara.


"Susah Tante. Tapi tetap mencoba belajar mungkin tidak bisa bilang setidaknya paham." Jaehyun tersenyum manis ke arah Dara.


"Lhooo kok sudah pada bangun sih?" Tampak Maira masih dengan piyama Pikachu nya keluar dari kamar plus wajah berantakan.


"Ande ande lumut keluar juga!" sindir Abi ke arah keponakannya.


"Siapa ande ande lumut?" tanya Maira masih belum menyatu jiwa dan raga.


"Kamu itu ande ande lumut nya Mai!" cebik Abi.


"Iiissshhh Oom Abi mah gitu!" Maira pun manyun.


"Mai..."


"Ya bang Gozali?" Maira menatap wajah kekasihnya.


"Itu ilernya dilap dulu kenapa."


Maira melongo dan sejurus kemudia mengusap sudut bibirnya. "Aaaaaahhhh! Mai maluuuuu!" Wanita itu langsung masuk kembali ke kamarnya sambil membanting pintu.


"Astaghfirullah! Dari kecil kok ya masih saja suka ngiler sih si Mai?" gelak Dara.


Abi hanya menggelengkan kepalanya. "Kebayang kan Goz, kamu bangun tidur diberi penampakan nggak ada cantik cantiknya dari Maira setiap pagi?"


Jaehyun dan Savitri terbahak sedangkan Gozali hanya tersenyum kecut.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2