
Grand Indonesia Jakarta.
Savitri bersama Santi dan Aisyah ditemani oleh Fahmi pengawal merangkap sopir, akhirnya tiba di Grand Indonesia.
Savitri dengan cueknya menyeret Fahmi untuk menemani dirinya dan kedua temannya. Entah kenapa perasaannya tidak enak.
"Pacar kamu namanya siapa?" tanya Savitri ke Santi.
"Namanya Dani. Dani Raditya."
"Umur?"
"28 tahun."
"Kamu sudah diobok-obok sama dia belum?" tanya Savitri tanpa filter yang membuat Aisyah terkesiap dan Fahmi berlagak tidak mendengar kalimat vulgar guru eksentrik itu.
"Astaghfirullah! Savitriii!" tegur Aisyah.
"Look Syah, kalau si Santi sudah diobok-obok sama Dani, harus tanggung jawab dong. Aku tidak perduli cinta atau suka sama suka. Tapi bagi aku, pria yang meminta haknya sebelum janur kuning, bleketepe dan penghulu berada di rumah kamu, itu cowok kurang ajar! Padahal kamu belum tentu akan menikah sama dia tapi kamu sudah tidak memiliki sesuatu yang bisa kamu banggakan ke suami kamu! Boleh dibilang aku kolot, tapi aku sangat menjunjung tinggi martabat wanita, karena kalau kita sudah tidak perawan pasti ketahuan, sedangkan laki nggak ada!" omel Savitri gemas dan panjang lebar. "Jujur sama aku, kamu masih virgin atau nggak?"
Santi melongo ke arah sahabatnya yang memang sejak menghajar Rizki menjadi brutal dan tanpa Tedeng aling-aling kalau bicara.
"Aku masih virgin, Sav! Memangnya aku apaan? Cewek murahan?" sungut Santi.
"Bagus. Jadi kamu tidak dalam posisi rugi bandar San" ucap Savitri sambil memakan sebuah coklat yang disimpannya di dalam tas. "Ngomong-ngomong, si Dandang dimana reuninya?"
"Dani, Sav" ralat Aisyah.
"Iya si Dani."
"Katanya di restauran Remboelan" jawab Santi.
"Mbak Savitri, restauran nya sebelah sini" ucap Fahmi.
Ketiganya pun mengikuti Fahmi yang sepertinya hapal seluk beluk Mall Grand Indonesia.
"Kok elu hapal Mi?" tanya Savitri ke pengawalnya yang diberikan oleh Gozali.
"Saya pernah mengawal seorang putri pejabat yang hobinya belanja disini hampir setiap hari jadi saya hapal. Apalagi kalau di perusahaan pak Gozali, harus bisa menghapal semua bangunan yang didatangi oleh klien."
"Pantas kamu hapal ya Mi" senyum Savitri.
Tak lama mereka tiba di sebuah restauran Remboelan yang menyajikan masakan Nusantara. Ketiga wanita itu celingukan mencari kekasih Santi tapi tidak menemukan pria itu.
"Kalau reuni kan pasti dengan meja panjang San. Tapi ini kok nggak ada para pria yang berkumpul?" tanya Savitri sambil celingukan sana sini.
"Maaf mbak, ada yang bisa kami bantu?" tanya seorang pelayan.
__ADS_1
"Begini, teman saya ini mencari suaminya yang katanya makan disini tapi kok nggak ketemu." Savitri menjawab pertanyaan pelayan itu.
"Apa ada fotonya? Kebetulan saya hapal wajah orang."
Santi menunjukkan foto Dani di ponselnya.
"Maaf mbak, mas nya ini ada di ruang VIP... tapi tadi..." Pelayan itu menatap Santi dan Savitri bergantian dengan ragu-ragu.
"Dia dengan seorang wanita kan?" tebak Savitri.
Pelayan itu mengangguk.
"Dimana?"
Pelayan itu menunjukkan sebuah ruang VIP.
Savitri dan Santi pun membuka pintu VIP itu dan melihat Dani sedang berciuman dengan seorang wanita. Keduanya terkejut saat melihat dua wanita berdiri di pintu VIP.
"Oh jadi begini ya kelakuan kamu? Berlagak seperti kekasih yang perhatian, posesif tapi ternyata kamu lebih munafik dari gaya kamu." Santi menatap dingin ke arah Dani. "Kamu siapa?" tanyanya ke arah wanita yang duduk di sebelah Dani.
" Aku istrinya!" jawab wanita itu.
Santi dan Savitri hanya tersenyum smirk.
"Kami tahu." Santi menjawab tenang.
"Namanya pria, tidak mungkin bersikap sok posesif seperti itu, memeriksa setiap saat seolah mengecek aku dimana, sama siapa..."
"Terimakasih kamu sudah membuat aku melek bahwa apa yang kamu lakukan bukanlah perhatian mesra antara pria dan wanita tapi kamu takut kepergok aku maupun istrimu." Santi tersenyum manis. "Mbak, saya harap anda semakin menjaga Dani karena jika dia berani melakukan itu kepada saya, bukan tidak mungkin bisa melakukan dengan wanita lain."
"Santi..." Dani tampak menahan amarah apalagi Santi tidak tampak marah maupun terluka.
"Jangan pernah menemui Santi lagi, karena kamu akan berhadapan dengan keluarga Pratomo." Savitri menatap Dani dingin.
"Keluarga... Pratomo...?" bisik Dani.
"Perkenalkan, Savitri Pratomo, putri Reza Pratomo CEO PRC Group." Savitri tersenyum manis.
Wajah Dani memucat begitu juga dengan istrinya karena dia tahu perusahaan tempatnya bekerja memiliki kerja sama dengan PRC Group.
"Ka..kalau kamu anggota keluarga Pratomo... berarti juga bagian ... keluarga Blair?" ucap istri Dani.
"Tentu saja lah. Oom Stephen Blair kan Oom aku" jawab Savitri santai. "San, kamu gimana? Patah hati? Tenang? Bebas?"
Santi menatap Savitri dengan senyuman lebar. "Alhamdulillah bebas. Setidaknya aku tahu lebih dulu sebelum ada komitmen yang lebih serius."
"Syukurlah. Kalau begitu, kami permisi. Maaf mengganggu kemesraan suami istri." Savitri menggamit Santi tapi gadis itu melepaskan pegangannya lalu berjalan ke meja makan dan mengambil segelas juice jeruk. Santi lalu mengguyur Dani dengan juice itu.
__ADS_1
"Jaga rumah tangga kamu! Karena karma akan menimpa kamu!" ucap Santi dingin. "Aku sih merasa istrimu tidak akan macam-macam tapi tidak ada yang tahu kedepannya bagaimana. Dan jika terjadi sesuatu, pikirkan apa yang menyebabkannya."
Gadis itu lalu berjalan meninggalkan mantan kekasihnya dengan dagu terangkat dan langkah tegap.
***
Savitri dan Aisyah beserta Fahmi yang menunggu Santi, tampak tersenyum puas dengan cara Santi membalasnya begitu elegan.
"Tidak perlu bar-bar ya San?" cengir Savitri.
"Itu mah elu!" cebik Santi.
"Padahal aku gatal sih ingin menghajarnya..." Savitri menggerakkan lehernya ke kiri dan ke kanan.
"Savitri, kamu itu guru yang harus menjadi panutan yang baik, bukan panutan bar-bar." Aisyah menatap judes ke Savitri.
"Lho aku itu termasuk guru favorit di sekolah aku. Coba kalau kalian ke Solo, nanti tahu aku bagaimana."
"Sekarang kita kemana mbak Savitri?" tanya Fahmi.
"RR's Meal! Aku traktir kalian semua!" seru Savitri.
Santi dan Aisyah melongo.
"Sav, untuk masuk sana harus reservasi dulu!" ucap Aisyah yang tahu karena pernah diajak suaminya untuk merayakan anniversary dan harus memesan tiga bulan sebelumnya.
"Apa kamu lupa aku anaknya siapa?" Savitri mengerlingkan matanya.
***
RR's Meal Mega Kuningan
"Selamat siang menjelang sore, Nona Savitri Pratomo. Mau ruang VIP atau tidak?" sapa pelayan di restoran milik Ryu Reeves itu.
"Tempat biasa saja" jawab Savitri sopan.
"Baik. Silahkan Nona Savitri."
Aisyah dan Santi hanya melongo.
Benar-benar nona muda keluarga Pratomo.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️