
Ballroom Hotel Mulia Senayan Jakarta
Savitri duduk bersama Lusi di kursi pojok untuk menghindari kerumunan banyak orang. Gadis itu sangat terkejut saat mendengar bagaimana teganya seorang Rizki Damayanti merebut suami yang bisa dibilang sahabatnya sendiri.
Teman b@ngs@t kalau begini namanya! Kayaknya kalau cuma ditendang kok kurang ya!
"Mbak Lusi masih cinta nggak sama mantan?" tanya Savitri. Karena baginya, mantan yang bajigur macam begitu, harusnya diletakkan di tadah hujan, bukan ditampung kembali. Semoga pacar depan rumah nggak begitu! Amit-amit!
"Antara cinta nggak cinta sih Sav..."
"Buang! Mikir dong mbak! Dia udah celup - celup sama si Rizki padahal Rizki termasuk WC umum! Nggak mikir apa bawa penyakit nantinya?" ucap Savitri pedas.
Lusi melongo mendengar ucapan gadis di hadapannya yang tanpa filter. "Omonganmu Sav..."
"Mbok nalar saja mbak! Kita tahu Rizki itu oportunis dan bukan tidak mungkin dia juga bermain di belakang mantanmu sebelum bertemu dengan sugar Daddy yang baru. Apa bukan WC umum itu? Bahkan Pela*cur pun masih mending daripada Rizki."
"Sav!" Lusi mengelus bahu Savitri. "Astaghfirullah! Kamu tuh!"
"Mbak, aku kasih tahu ya, masalah pria celutak macam mantan kamu, aku sudah hajar sebelumnya. Di Solo, aku menemukan banyak kasus seperti ini. Jangan dikira Solo kota tidak sebesar Jakarta nggak ada kasus... Dimana-mana bisa bahkan di desa pelosok sekalipun! Ini masalah nepsong dan selang*kangan serta perburungan yang tidak pernah sekolah moral!" Savitri menatap judes ke Lusi.
"Iya tapi bahasamu itu lhooo..."
"Apa? Kurang halus? Kagak perlu halus kalau membahas orang b@ngs@t seperti itu!" Savitri langsung memasukkan kroket ke dalam mulutnya yang memang dibawanya untuk meredam emosinya.
Lusi hanya memegang pelipisnya.
"Mbak Lusi bekerja?" tanya Savitri.
"Alhamdulillah bekerja sebagai administrasi di sebuah perusahaan di Kuningan."
"Aku sarankan jangan pernah menerima mantanmu karena apa, saat dia jaya kamu dilepeh. Saat dia miskin, dia nyari kamu. Kan kampret! Jadi wanita itu harus bisa stand up! Insyaallah, mbak Lusi akan diberikan gantinya yang lebih baik tapi bukan mantan! Lagipula, living single bukan musibah kok. Mbak bekerja, punya uang untuk diri sendiri, nikmatilah! Mau jalan-jalan nggak ada yang recokin, mau belanja apa aja, nggak ada yang melarang. Soal kebutuhan biologis? Mastur or pakai Dil*do lah!"
Lusi terbahak mendengar ucapan adik kelasnya yang tanpa beban dan seenaknya saja.
"Ya ampun, Sav. Mbak jadi salut sama tunanganmu. Bisa tabah ke kamu yang absurd dan bar-bar begini" gelak Lusi.
__ADS_1
"Jangan salah mbak, dia sama saja Membagongkan denganku."
***
Acara reuni dipotong untuk diadakan ibadah sholat Jumat yang membuat para pria pun berbondong-bondong menuju mesjid. Jaehyun dan Gozali berpamitan ke Savitri untuk ke mesjid. Savitri sendiri masih menikmati mengobrol dengan teman-temannya. Lusi sendiri ikut menimbrung dengan Savitri dan teman-temannya.
Menjelang jam satu siang, para pria pun kembali ke ballroom dan dimulai acara pemilihan alumnus terbeken setiap angkatan. Savitri hanya tersenyum smirk saat mendengar nama Rizki Damayanti menjadi alumni terbeken di angkatannya.
Tiba-tiba acara pemilihan alumnus itu menjadi tegang ketika seorang wanita paruh baya masuk ke dalam ballroom dengan wajah menahan amarah.
"Heh Rizki Damayanti! J4L4NG tidak tahu malu! Dasar pela*cur! Kembalikan semua uang yang diberikan oleh suami saya!" teriak wanita bertubuh agak gemuk dengan penampilan chic itu.
Savitri dan para teman-temannya melongo. Wajah cantiknya celingukan mencari Jaehyun dan Gozali. Apa mereka berdua ada kaitannya dengan kedatangan wanita ini? Tapi dirinya tidak melihat dua pria tampan itu.
"Eh Bu! Salah siapa suamimu tidak puas sama kamu di ranjang!" balas Rizki dengan pongahnya membuat semua orang yang di ballroom ribut.
Savitri menutup mulutnya tidak percaya omongan tanpa edukasi itu keluar dari mulut Rizki. Astaghfirullah! Macam tidak pernah sekolah saja!
"Bu, tolong jangan buat keributan disini" bujuk para panitia ke wanita itu.
"Heh! Dengar ya kalian semua! Wanita murahan ini adalah Pela*cur kelas atas! Sudah banyak korbannya dan sekarang dia merayu suami saya dan dia meminta diberikan pengawal karena merasa terancam oleh saya! Kalian sebagai wanita, wajar kan jika saya mempertahankan milik saya dari pelakor macam teman kalian ini!"
"Saya? Fitnah? Siapa yang disini suaminya menjadi korban J4L4NG ini? Bullsh1t jika tidak ada yang menjadi korban?" balas wanita itu.
Tak lama beberapa wanita mengacungkan tangannya. Savitri melongo melihat banyaknya korban Rizki, bahkan beberapa temannya pun ikut serta termasuk Lusi.
"Astaghfirullah Al Adzim!" Savitri banyak-banyak beristighfar.
"Kenapa kalian tidak ada yang berani melawan, hah?" bentak wanita paruh baya itu. "Kenapa kalian seperti takut dengan wanita murahan itu?"
Rizki yang berdiri diatas panggung pun tampak tidak nyaman meskipun Savitri angkat topi dengan pedenya wanita yang menjadi pusat perhatian itu.
"Maaf, ibu namanya siapa?" tanya Lusi pelan tapi karena dekat dengan mic, jadi terdengar suaranya.
"Nama saya Amira Saleh, suami saya adalah Bowo Saleh dan wanita itu asistennya. Mungkin kalian semua yang menjadi korban pelakor itu mendapatkan modus yang sama. Suami kalian didekati untuk mau membuka deposito di bank Artha Jaya kan? Dan setelah mau, dia memberikan servis di ranjang. Benar begitu?" Amira menatap ke beberapa wanita yang mengacungkan tangan tadi.
__ADS_1
Para wanita itu bergumam membenarkan.
"Masih mengelak kamu?" bentak Amira ke arah Rizki.
"Tidak ada buktinya, jadi hanya ucapanmu dan ucapanku. Siapa yang bakalan dipercaya?" jawab Rizki.
"Jadi kamu seperti itu kelakuannya?"" sebuah suara bariton terdengar disana. Wajah Rizki tampak memucat saat seorang pria berusia empat puluhan dengan dandanan perlente datang.
Savitri menatap bingung ke arah pria itu dan Jaehyun menghampiri gadisnya.
"Siapa itu Oppa?" bisik Savitri ke Jaehyun yang duduk di belakangnya.
"Namanya Kamal Hadiyanto. Dia juga dirayu oleh Rizki Damayanti. Kamu kan melihat dari atas kamera CCTV yang posisinya dari atas jadi tidak terlihat wajahnya dan dia adalah komisaris utama Bank Artha Jaya. Putranya Kresna yang masih dua puluhan sempat terkena rayuan Rizki" bisik Jaehyun.
"Oh yang langsung mendorong Rizki itu?" balas Savitri mengingat rekaman yang dikirimkan oleh Abian.
"Betul sekali, sayangku."
"Rizki Damayanti, sebagai komisaris utama, mulai hari ini, saya pecat kamu dari Bank Artha Jaya dan nama kamu saya masukkan blacklist ke semua perusahaan di Indonesia dan Asia." Kamal Hadiyanto berbicara dengan lantang di ballroom itu membuat wajah Rizki semakin memucat.
"Bagaimana Kamal bisa kemari Oppa?"
"Gozali yang menghubunginya karena kami tahu, istri Bowo Saleh akan datang ke reuni ini setelah tahu suaminya ke hotel Mulia. Tidak perlu menjadi Einstein untuk bisa merangkai ada hubungan apa Bowo Saleh kemari dengan acara reuni SMP kamu."
"Bang Gozali menghubungi Kamal Hadiyanto agar bisa sekalian mempermalukan Rizki agar kapok kah?" Savitri menikmati drama yang sedang berlangsung itu.
"Iya dan juga sebagai generasi ketiga Hadiyanto, Kamal juga tidak mau Kresna semakin terjerumus dengan wanita murahan itu. Apa kamu tahu, Savitri-ya, Bowo Saleh akan didepak oleh Rizki karena wanita itu sudah mengincar Kresna."
Savitri menggelengkan kepalanya. "Benar - benar hanya modal selang*kangan!"
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa gaeesss
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️