
Kayu Manis Restauran Slamet Riyadi Solo
Jaehyun menatap judes ke arah Stephen Blair yang hanya membalasnya dengan wajah geli. Savitri yang tahu Jaehyun dongkol, akhirnya menarik tangan pria itu untuk duduk bersamanya.
"Jaehyun Oppa, janganlah marah. Perkenalkan ini beneran Oom aku, Oom Stephen Blair, Oomnya Bang Duncan juga."
Jaehyun menatap Stephen dan Savitri bergantian. "Stephen Blair? Adik Edward Blair?" Pria berdarah Korea itu mengulurkan tangannya.
"Begitulah!" senyum Stephen sambil menjabat tangan Jaehyun.
"Sebentar, jika anda datang..." Jaehyun menoleh ke arah Savitri. "What have you done, Savitri-ya?"
Savitri hanya tersenyum manis.
"Nooooo! Kamu kan sudah aku peringatkan, Savitri-ya!" Jaehyun memegang pelipisnya.
Savitri dengan cueknya merangkul lengan Jaehyun dan menatapnya dengan berkedip sok imut.
"Astaghfirullah!" Perasaan Jaehyun langsung tidak enak.
***
"Jadi Oom Stephen mewakili para orangtua yang anaknya menjadi korban si guru ca*bul itu?" tanya Jaehyun.
"That's right Jae. Oom tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan para orang tua anak-anak itu. Mereka merawat dari bayi, disekolahkan hingga menjadi remaja lalu dilecehkan oleh oknum bajigur begitu? No way, Oom akan pastikan dia mendapatkan hukuman maksimal."
"Tapi kenapa pas Nina, tidak sampai ke kepolisian?" Jaehyun menatap Savitri.
"Soalnya kedua orangtuanya dan Nina sendiri tidak mau maju ke polisi. Lagipula dia sudah mendapatkan karmanya kok!"
"Apa itu Sav?" tanya Stephen.
__ADS_1
"Hidden gem nya dipatahkan oleh istrinya sampai bunyi 'krek' gitu! Tanya Mas Abian kalau nggak percaya. Malah mas Abian bilang "Duh, patah deh!" Dan itu nightmare buat aku Oom. Suaranya very haunted."
Stephen melongo. "Oh Astagaaa! Dioperasi dong!"
"Iyalah Oom. Salahnya manuknya diumbar!"
Jaehyun hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
"Jae, apa kamu sabar punya pacar model keponakan Oom begini?" Stephen menoleh ke arah Jaehyun.
"Mommy malah suka sama dia, Oom. Katanya pasti hidup aku penuh warna dan memang sih Oom. Banyak hal yang tidak terduga keluar dari otak dan mulut Savitri-ya."
"Heeeiiii, Ahjussi!" protes Savitri sambil melirik judes.
"Apa Savitri-ya sayang?" goda Jaehyun.
"Iiissshhh!"
Savitri langsung melengos.
"Oom?" Jaehyun menatap Stephen Blair karena tahu gadisnya tidak akan berbicara.
"Well, Savitri menendang hidden gennya dengan dengkul..." senyum Stephen.
Jaehyun langsung menoleh ke arah Savitri yang menggigit steaknya.
"Oh My... Savitriii!"
"What?" Savitri menatap Jaehyun polos.
***
__ADS_1
Stephen Blair bersama dengan asistennya kembali ke hotel Alila tempat mereka menginap sedangkan Jaehyun bersama dengan Savitri pulang ke arah Manahan.
"Vespamu tidak apa-apa ditinggal di sekolahan?" tanya Jaehyun.
"Tidak papa, kan ada penjaga disana jadi aman. Lagipula aku parkirnya di tempat yang terlihat dari pos satpam dan sudah aku kunci dobel."
"Sav, kamu tuh jangan brutal kenapa sih?" Jaehyun melirik ke arah gadis yang duduk di kursi depan bersama dirinya. Jaehyun memang menyetir mobilnya sendirian karena pak Harto sudah pulang ke rumahnya.
"Habis Oppa, dia masih sok ngelak! Aku kompori saja sekalian."
"Sayang, aku tidak mau kamu kenapa-napa lho. Bisa berabe nanti."
Savitri menatap Jaehyun dengan wajah sok imut. "Insyaallah nggak papa Oppa sayang, atau aku panggil mas Jae?"
Jaehyun mengerem mendadak mendengar ucapan Savitri, beruntung tidak ada mobil di belakang dan posisi berada di lampu merah.
"Apa? Mas Jae?" pendelik Jaehyun.
"Kenapa? Nggak pas ya? Ya udah kembali ke Ahjussi..." Savitri menatap ke luar jendela mobil.
"Savitriii!"
***
Yuhuuuu Up Malam
Sorry pendek, besok disambung lagi.
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift cards
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️