Guruku Bar-bar Sekali

Guruku Bar-bar Sekali
Savitri Bertemu Chris Pine


__ADS_3

Mansion Giandra Jakarta


Savitri tiba di rumah milik Abimanyu Giandra sambil membawa banyak makanan yang dibelinya dari RR's Meal. Dan ketika dia masuk, terjadi keributan yang membuatnya buru-buru menuju ruang tengah.


Betapa terkejutnya gadis itu melihat Abimanyu ribut dengan besannya, Edward Blair. Savitri menoleh ke arah Jaehyun yang hanya mengedikkan bahunya tanda tidak paham dua orang itu ribut apaan.


"Oom Chris Pine Kawe! Oom Abi!" bentak Savitri membuat dua orang paruh baya itu menoleh.


"Enak saja bilang aku Chris Pine Kawe!" sungut Edward. "Salim dulu!"


"Daripada gegeran, aku cut saja lah!" sungut Savitri sambil mencium punggung tangan Edward dan Abi. "Kalian berdua itu, Ya Allah! Ada tamu kok ya nggak malu ribut!"


"Pakai baju saja kok Sav. Ngapain malu?" jawab Abi cuek.


"Iiissshhh nggak gitu juga Ooommm!" desis Savitri gemas. "Ini pada ribut apa sih?"


"Oom cuma bilang Kaia itu gen Blair nya kuat banget dibandingkan sama gen Giandra. Eh, besan Durjana ini nggak terima!" ucap Edward sambil melirik sombong ke Abimanyu.


"Enak saja! Tetap lah gen Giandra ada andil disana!" balas Abimanyu.


"Dari mana? Wong fisiknya Kaia itu plek Duncan sama aku! Mata sama biru, rambut sama blonde nya. Gadha jawanya sama sekali Bi" kekeh Edward.


"Mereka sudah seperti ini sejak berapa lama?" Savitri bertanya pada Jaehyun.


"Sejak aku bilang Kaia cantik dan matanya sama birunya sama Oom Edward. Eh langsung ribut tuh berdua! Ada mungkin lima belas menitan..." Jawab Jaehyun.


"Kamu itu kasih jawaban yang salah, Oppa. Bilang saja Kaia cantik. Titik! Nggak usah ditambah warna matanya mirip Oom Edward! Makin durjana lah mantan mafia kampret itu!" omel Savitri.


"Siapa yang mafia kampret?" Edward menoleh ke arah Savitri.


"Oom lah!"


"Siapa yang bilang begitu?"


"Budhe Nabila pas ngatain Opa Duncan. Kalau dilogika kan berarti Oom juga bagian dari mafia kampret kan?"


Edward menatap judes ke keponakannya yang 11-12 dengan Eiji yang asal njeplak kalau ngomong tanpa ada beban dan takut.


"Lho sudah pulang Sav? Kok Tante Dara nggak tahu." Adara Utari tampak keluar dari dapur bersama dengan wanita berparas anggun dan memiliki mata coklat cerah tajam yang menunjukkan kepercayaan diri tinggi.


Savitri pun berdiri dan mencium Dara lalu wanita di sebelahnya. "Tante Yunaaa!"


"Sudah acara reuninya? Katanya kemarin ada gegeran ya?" senyum Yuna. "Mr Edward, sudah berhenti julidnya sama Abi! Lihat Jaehyun sampai bingung lihat kalian berdua! Kaia itu cucu kalian, nggak usah rebutan deh! Nanti kalau Duncan dan Rhea nggak mau ke rumah kita atau Dara, berabe tahu!" omel Yuna ke suaminya.


"Tapi darling, aku kan cuma..."


"Stop, Edward! Berisik tahu nggak!" hardik Yuna yang duduk di sebelah suaminya sedangkan Dara duduk bersebelahan dengan Abimanyu.


"Kamu bawa apa itu Sav?" tanya Dara.


"Lha lupa! Aku bawakan makanan dari RR's Meal. Biar dipanaskan dulu deh!" Savitri pun langsung menuju dapur.

__ADS_1


"So Jaehyun, jadi kalian belum membicarakan soal pernikahan?" tanya Yuna.


"Belum Tante karena saya masih memberikan kebebasan pada Savitri-ya untuk menjadi guru bimbingan konseling dulu sekitar setahun lagi. Setelahnya kami akan bicarakan bagaimana hubungan kami ini dibawa."


"Setahun lagi berarti Savitri usia berapa?" tanya Dara.


"26 tahun."


"Pas lah! Tante dulu menikah usia-usia segitu. Memang tingkat kedewasaan seseorang itu tidak terpancang dari usia" sindir Dara ke suaminya dan besannya.


"Kamu nyindir Adara?" pendelik Abi.


"Siapa yang nyindir? Memang aku bilang siapa?" Dara tersenyum smirk ke suaminya yang langsung manyun.


"Jae, selama kamu pacaran dengan Savitri, apa dia tidak nakali kamu?" Yuna menatap kekasih keponakannya.


"Nakali gimana Tante? Soalnya Savitri-ya kan memang anaknya seperti itu jadi sudah tabah deh." Jaehyun menatap semua Oom dan Tante Savitri itu sambil tersenyum meskipun tahu Edward Blair adalah CEO MB Enterprise mantan mafia.


"Oom Chris Pine sama Tante Yuna kapan datang?" tanya Savitri yang sudah kembali dari dapur.


"Enak saja bilang Chris Pine!" cebik Edward sebal.


"Tapi kamu memang mirip Chris Pine kok Mr Edward" senyum Yuna sambil mengelus pipi suaminya. "Kami datang tadi sebelum Maghrib. Kesini dalam rangka kangen Opa dan Oma mu, Sav."


"Oma Rani dan Opa Aryanto? Aku malah belum sowan ke sana" gumam Savitri.


"Besok kamu pulang jam berapa ke Solo?" tanya Abimanyu.


"Lha kok malah naik kereta?" tanya Abimanyu.


"Yeee, enak naik kereta lah Oom Abi. Lebih syahdu" balas Savitri. "Lagian kan bisa tidur lama. Kalau naik pesawat baru merem, eh udah nyampe! Njelehi!"


"Lagipula naik kereta lebih murah" kekeh Jaehyun.


"Bener tuh!"


"Astagaaa kalian itu!" Edward menggelengkan kepalanya.



Giliran dua besan Julid hadir


***


Jaehyun dan Savitri duduk di sofa halaman samping mansion yang dekat dengan ruang gym sambil menikmati makanan yang dibawa oleh gadis itu. Savitri sangat menggemari mashed potatoes khas RR's Meal jadi dia sengaja membeli beberapa kotak karena di Solo tidak ada restauran milik Ryu Reeves itu.


"Tadi kamu acaranya sukses? Kumpul sama Santi dan Aisyah?" tanya Jaehyun.


"Alhamdulillah Oppa. Tapi aku ya menjadi drop moodnya saat tahu si Santi diduakan eh... pacarnya Santi menduakan dengan istrinya."


"Hah? Pacarnya Santi udah punya istri dan temanmu tidak tahu?"

__ADS_1


"Nggak!"


"Terus tahunya gimana?"


Savitri lalu bercerita bagaimana sikap Santi yang menjadi kesal seperti diatur, posesif dan di stalking padahal supaya tidak bentrok saja antara Santi dan istrinya Dani.


"Wah, kacau. Tapi kamu nggak ngehajar Dani kan?"


"Maunya tapi itu kan bukan ranah aku jadi aku biarkan Santi yang maju. Buat ketenangan hatinya juga lah, dia dipermainkan seperti itu."


"Santi menghajar Dani macam kamu menghajar Safri?"


"No, Oppa. Santi cuma mengguyur Dani dengan juice jeruk."


Jaehyun tertawa. "Lengket deh! Alamat macam tikus kecemplung got!"


"Sebenarnya kurang sih menurut aku, tapi kan biar Santi saja lah. Oh habis itu aku bertemu dengan Azzam, suami Aisyah. Rupanya dia dulu juga ikut pertandingan judo antar perguruan tinggi se-Indonesia. Dan dia ingat saat aku protes ke juri karena aku dicurangi poinnya. Padahal jelas-jelas aku berhasil mendapatkan poin!"


"Nggak kamu hajar kan?" Jaehyun memainkan rambut coklat milik Savitri sambil menatap geli ke gadisnya yang jauh dari kata anggun.


"Hampir! Tapi aku tahan diri Oppa soalnya Daddy sudah bilang jangan hajar orang lain selain lawan tapi ngata-ngatain juri itu..."


"Kamu kata-katain apa?"


Savitri hanya nyengir.


"Savitriii... kamu kata-katain apa?"


"Matane picek..." bisik Savitri sambil menunduk.


"Hah? Apa artinya?"


"Matanya buta..."


Jaehyun melongo. "Terus? Kamu didiskualifikasi dong?"


"Iyalah! Aku langsung pulang dan ternyata ada pejudo yang mengalami hal yang sama denganku tapi dia tidak menahan diri seperti aku. Langsung dihajar tuh juri dan kata Azzam, hidungnya patah!"


"Astaghfirullah... Yang penting bukan kamu lah! Soalnya kalau kamu, yakin juri itu bakalan nggak bisa jalan tiga bulan!"


Savitri langsung memeluk lengan kekasihnya. "Iiiihh pacar depan rumahku kok ya sangat pengertian tho? Makin gemas deh!" ucapnya sambil tersenyum lebar.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2