Guruku Bar-bar Sekali

Guruku Bar-bar Sekali
Dia Kekasihku


__ADS_3

Pabrik Tekstil Kim Sukoharjo


Jaehyun menatap Joshua dengan bingung. "Apa yang ingin kamu ketahui, Hyung?"


"Meskipun sejujurnya aku bisa mencari aibmu di Seoul, tapi alangkah enaknya jika kamu bicara sendiri. Bukan apa-apa, aku hanya ingin tahu siapa teman adikku." Joshua tersenyum.


"Well, aku bikin gegeran di Gangnam" cengir Jaehyun. "Aku pergi bersama dengan beberapa temanku dan kami terlalu mabuk hingga merusak bar. Yang mengakibatkan kami masuk sel dan mommyku marah besar jadi mengirimku kemari. Aku diminta bertanggung jawab atas banyak orang disini sebagai hukumanku."


"Parah juga ya kamu bikin kacaunya di Gangnam" kekeh Joshua saat mencari berita tentang Kim Jaehyun, putra Kim Young-ji dan Kirana Putri.


"Makanya mommy ngamuk berat!" gelak Jaehyun.


Joshua tersenyum. "Dan kamu disini bagaimana?"


"Fun meskipun pada awalnya aku merasa dipindahkan ke kota yang menurut aku masih kalah sama Seoul. Ternyata sangat menarik terutama adik mu itu yang bar-bar."


"Apakah kamu tertarik dengan Savitri?"


Jaehyun menggelengkan kepalanya. "Saat ini belum karena so far kami nyaman dengan kondisi sekarang, teman yang menyenangkan. Memangnya Savitri sudah mendapatkan pria yang ganteng dan Membagongkan?"


Joshua tertawa. "Belum tapi jika dia menemukan, aku berharap orang yang sudah aku screening dengan baik."


"Apakah aku di-screening juga?"


"Siapa yang dekat atau berusaha dekat dengan keluarga aku, pasti aku screening dalam artian kami mencari background keluarga nya, apakah kamu pemadat atau alkoholik karena kami tidak mau anggota keluarga kami berteman dengan orang-orang seperti itu."


"Aku bukan pemadat Hyung, hanya saja suka minum Soju tapi bukan alkoholik. Aku masih tahu batasannya hanya pas di Gangnam memang kebablasan" ucap Jaehyun. "Aku adalah orang yang paling anti psikotropika karena jauh lebih merusak tubuh dibandingkan dengan alkohol ataupun rokok. Lagipula, adikmu kan selalu manggil aku Ahjussi yang menyamar menjadi Oppa."


Joshua terbahak. "Savitri memang seenaknya."


"Tapi adikmu memang lucu. Seperti tidak ada beban hidup."


"Sebenarnya Savitri dulu tidak seperti ini, Jaehyun-ah. Adikku satu itu adalah korban bullying saat SMP kelas 1 ketika para teman-temannya tahu dia putri Reza Pratomo. Dan mereka memalaknya padahal Savitri itu sudah belajar judo sabuk coklat. Awalnya Savitri tidak mau meladeni tapi mereka semakin melunjak, akhirnya dihajar lah mereka."


Jaehyun melongo. "Dihajar?"


"Kamu bisa bayangkan, sepuluh anak perempuan kelas 3 SMP mengeroyok anak kelas 1 SMP hanya karena adikku anak orang kaya dan populer. Sejak saat itu, Savitri menjadi bar-bar dan mulutnya nggak ada filter karena sebagai defense mechanism dirinya. Dan Oom ku, Stephen Blair, harus membereskan semua tuntutan para orang tua siswi kelas 3 itu dengan membongkar aib mereka satu-persatu. Aku dan ayah Abian berjibaku membongkar skandal orang tua mereka."


"Astaghfirullah! Kalian itu Yaaa..." kekeh Jaehyun.


"Dan Savitri seolah memberikan sinyal 'elu macem-macem, kaki lu patah!' dengan dia mengikuti semua pertandingan judo baik tingkat sekolah maupun tingkat propinsi hingga nasional."


Jaehyun melongo. "Adikmu itu juara judo?"


"Oh yeah. Jadi jika kamu suatu saat nanti tiba-tiba ada momen jatuh cinta dengan adikku, setidaknya aku sudah memberitahukan padamu jangan membuatnya dia ngamuk kalau tidak mau punggungmu memar."


Jaehyun hanya meringis.


***

__ADS_1


SMKN 11 Surakarta


"Haaaattssyyiinnggg!" Lagi-lagi Savitri bersin keras di ruang bimbingan konseling nya. Kampret! Siapa lagi gibahin gue? Nggak mungkin Opa kan? Wong aku nggak bikin masalah kok!


"Kamu flu?" tanya Dina. "Nek flu, berarti rak sidho ning Tokyo ( tidak jadi ke Tokyo ) dong!"


"Jadilah! Ini cuma bersin kena ghibah!" balas Savitri sambil nyengir.


"Memang siapa yang ghibahin elu?" balas Anita.


"Menilik dari bersinku yang super melengking, sepertinya sodara gue deh!"


Ketiga rekan Savitri hanya melengos sebal.


"Bukannya kamu kalau bersin memang melengking gitu?" tanya Titi.


"Lho nadanya masuk mana dulu Bu Titi. A minor atau D mayor?"


Bu Titi melongo. "Memang pakai nada gitu ya Sav?"


"Iyalah. Semua yang keluar dari mulut kita itu ada nadanya. Mau A minus atau D+ itu bernada Bu" balas Savitri yakin.


"Nek Kuwi kiieee biji jaman kuliah, Savitriii! Bukan nada suara!" cebik Anita kesal.


"Oh salah ya?" Savitri menatap polos.


"Ndelok log, marakke otakku mreteli ( lihat log, bikin otakku rontok )" keluh Savitri sambil menatap layar laptop nya.


"Pantas dekne jawabannya ora jelas, lha wong otak e mreteli" gumam Anita.


***


Rumah Kediaman Pratomo Manahan Solo


Savitri memarkirkan motor Kawasaki Ninja nya ke dalam garasi. Beberapa hari diantar jemput oleh Abian, membuatnya rindu menggeber si Pinky Saki.


Usai meletakkan helm kesayangannya di dalam lemari khusus, Savitri berbalik dan terkejut melihat Ekadanta berada di balik pagar sedang mengobrol dengan Pak Dewo.


Mau ngapain orang itu kemari? Benar - benar deh! Duh mana mas Abian lagi ke AJ Corp ada meeting sama Oom Rudy pula!


Jaehyun yang dalam perjalanan pulang, terkejut melihat Ekadanta, guru yang ditemuinya saat menemui Savitri usai insiden keributan di jalan, berada di pagar rumah mewah Savitri.


Dilihatnya gadis itu berjalan menuju pagar menghampiri Ekadanta. Wajah Savitri tampak kesal dan seingat Jaehyun, gadis itu sudah menolaknya beberapa kali.


"Mr Kim. Apa saya dibutuhkan lagi nanti?" tanya Pak Harto ke bossnya.


"Tidak pak Harto. Anda boleh pulang."


"Baik Mr Kim." Pak Harto pun memarkirkan mobil mewah hitam itu ke dalam garasi dan Jaehyun pun berjalan menuju pagar rumahnya karena kepo mendengar ribut-ribut.

__ADS_1


***


"Jadi benar kamu itu adalah putri Reza Pratomo?" tanya Ekadanta.


"Memang pak Ekadanta tahu dari siapa?" balas Savitri judes.


"Aku berusaha mencari tahu dan pak Agus keceplosan mengatakan kalau kamu adalah anak Reza Pratomo CEO PRC group."


Iiiihhh dasar Agus Agak Gundul Sedikit padahal aslinya banyak! Savitri mengumpat dalam hati.


"Kalau iya kenapa? Kalau bukan kenapa?"


"Kamu berarti bibit bebet bobot nya bagus. Bisa aku perkenalkan dengan kedua orang tuaku."


Savitri melongo. Kalau ada komet nyasar ke bumi, tolonglah hajar pria yang tidak punya kema**Luan tingkat awan kinton.


"Dengar ya pak Ekadanta Hirawan terhormat! Saya memang tidak mau dengan anda karena dua pasal! Pasal satu, saya tidak mencintai anda sama sekali. Pasal dua, saya tahu aib anda yang seorang player. Pasal tiga, kalau masih ngeyel, baca lagi pasal satu dan dua! Paham?" bentak Savitri kesal.


"Tapi aku cinta kamu dik Savitri."


"Oh sekarang kamu bilang cinta tapi tiga bulan lagi kamu bakalan bosan pak dan akan cari cewek lain. Begitu kan modus operandi kamu?"


"Memangnya kamu sudah punya kekasih? Kamu pun juga sama playernya dengan ku, pergi dengan dua pria ke wedhangan Gareng."


Savitri melongo. "Kamu stalking saya lagi?"


"Aku tidak sengaja melihat kamu dengan dua pria asyik mengobrol."


"Eh pak, kadang apa yang terlihat, tidak sesuai dengan asumsi anda !" ucap Savitri sengit.


"Apa kamu sudah punya pacar?"


Savitri tampak terdiam tapi matanya melihat dua orang pria berdiri di belakang Ekadanta. "Sudah!"


"Siapa?"


"DIA!" Savitri menunjuk ke salah satu pria yang berdiri di belakang Ekadanta yang membuat pria itu menoleh ke belakang.


"Yang benar saja dik!"


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote gift and comment


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2