
Mansion Kediaman Ryu Reeves
Jaehyun tampak surprise dengan rusuhnya keluarga Savitri. Generasi kedua maupun ketiga sepertinya tidak mengenal tempat kalau sudah gesrek dan kali ini dirinya melihat bagaimana Mike Cahill dan Irjen Manggala Syahputra ribut rebutan Nabilla Pratomo.
"Nggak usah kaget, B aja." Savitri tertawa melihat dua pria yang sudah berumur itu masih meributkan wanita yang sama padahal Manggala sudah menikah dengan dokter Geya.
"Apa mereka selalu seperti ini?" tanya Jaehyun.
"Biasanya lebih parah."
Jaehyun mendelik. "Biasanya lebih..."
"Savitriii!" panggil seorang pria dengan wajah cupu bersama dengan pria berwajah geek lengkap dengan kacamata jadulnya.
"Oom Sean! Oom Brandon! Apa kabar duo Oom ku yang super antik dan nggak pernah akur sama Tante Vivienne!" Savitri langsung memeluk dua pria itu bergantian.
"Eh cantik, kamu sudah menghajar berapa orang hah? Ampun deh kamu tuh!" omel Sean sambil mencium pelipis Savitri.
"Banyak! Salah siapa reseh! Oom, aku perkenalkan ke pacar depan rumah aku." Savitri menggandeng kedua Oomnya itu.
"Seriously Sav, benar kata Eiji. Gak kreatif!" ucap Brandon.
"Eh kreatif tahu! Lha kalau cakep dan Membagongkan ada di depan rumah, why not!" Savitri tersenyum ke Jaehyun yang bingung melihat dua pria bule yang digandeng gadisnya.
"Oppa, kenalkan ini Oom aku, Sean Cooper. Dia sahabat budhe Nabila sejak kuliah, sama-sama dokter bedah. Lalu ini suaminya, Brandon. Oom, perkenalkan ini pacar Savitri, Kim Jaehyun."
Jaehyun melongo. "Suami?"
"Yup. We're g@y." Sean dan Brandon tersenyum ke arah Jaehyun.
Oh my God.
***
Setelah mengobrol dengan dua oom antiknya, Jaehyun pun dikenalkan ke Ghani Giandra dan Javier Arata. Ketiganya langsung cocok apalagi Jaehyun memang supel dan wawasannya juga luas membuat Javier dan Ghani asyik-asyik saja ngobrol.
Ketika Jaehyun akhirnya berkesempatan mengobrol dengan Eiji Reeves, pria itu tahu bagaimana pianis tampan satu ini memang sama dengan gadisnya, unfiltered mouth.
"Aku bilang sama si guru bar-bar, dia beruntung kamu musibah!"
"Maksudnya gimana Ji?" kekeh Jaehyun.
"Dia beruntung mendapatkan kamu yang sangat perhatian dan Membagongkan tapi kamu musibah dapat cewek bar-bar yang jauh lebih kacau dari aku" jawab Eiji jumawa.
"Ah, kami sama-sama beruntung kok Ji. Savitri itu gadis yang sangat istimewa" senyum Jaehyun.
Eiji tiba-tiba berbisik di sisi telinga Jaehyun. "Aku tidak tahu, apa yang akan terjadi padamu jika Savitri tahu kamu bisa bahasa Indonesia. Payah tuh anak, pacaran lama tidak pernah tahu soal itu."
Jaehyun terbahak. "How did you know?"
__ADS_1
"Really Jahe? Aku melihat kamu tertawa meskipun disamarkan ketika ngobrol dengan Rhea padahal saat itu dia pakai bahasa Indonesia bersama dengan Savitri."
"See Eiji. Savitri kan memang limited edition."
"Pokoknya jangan sampai dia kekurangan makanan saja kalau sedang ngamuk. Bahaya!"
"I know." Jaehyun tersenyum sambil melihat gadisnya tampak heboh mengobrol dengan Ghani dan Alexandra.
***
Keesokan harinya, Savitri dan Jaehyun sedang asyik menikmati morning tea bersama dengan Reza, Andira, Adrian dan Niken. Semua membahas acara lamaran Jaehyun ke Savitri.
"Mumpung masih pada disini tapi Savitri mintanya nggak usah ramai-ramai cukup keluarga inti saja, Opa, Oom Reza" ucap Jaehyun.
"Yah nggak bisa dong Sav. Mumpung semuanya kumpul di Jakarta, kenapa nggak sekalian saja pada datang saat acara lamaran kamu?" Adrian menatap cucunya.
"Tapi Opa, tahu sendiri kan sepupu aku gerombolan sirkus. Nanti Oom Young-ji dan Tante Kirana shock lihat mereka, ilfill kan aku sing rekoso ( aku yang susah )! Aku sudah klik dan cucok meong sama pacar depan rumah aku ini." Savitri tidak terbayang bagaimana gegerannya.
Acara nikahannya Rain aja rusuh. Mana semalam pada ribut nggak nemu mereka berdua! Dasar Eiji dan Javier! Pada mau gagalin malam pertama! Kan kampret!
"Savitri-ya, keluargamu itu menyenangkan lho! Aku bisa melihat bagaimana kalian berasal dari background berbeda tapi kalau sudah kumpul, kacau balau!" gelak Jaehyun.
"Kamu jangan terkontaminasi dengan pianis durjana ya! Pokoknya jangan!" Savitri menatap serius ke Jaehyun membuat kedua opa Oma dan orangtuanya tertawa.
"Opa juga nggak mudeng, Adriana itu ngidam apa lahir Alex yang kaku. Eh Alex punya anak gesreknya minta ampun" kekeh Adrian.
"Iya, keluarga saja. Nanti mommy minta tolong Oom Ryu kamu urus kateringnya" senyum Andira.
Suara notifikasi ponsel Savitri berbunyi membuat gadis itu menatap layar ponselnya. "Oppa, diajak makan siang di RR's Meal Kuningan sama Bang Duncan."
"Ya udah kesana lah. Memang ada apaan sih?" tanya Jaehyun.
"Paling kumpul-kumpul generasi kalian. Mumpung bisa bertemu" ucap Adrian. "Salam buat semuanya."
***
RR's Meal Mega Kuningan
Jaehyun melongo melihat ruang VIP sudah banyak sepupu Savitri. Diakui, keluarga gadisnya tidak ada yang jelek fisik dan otaknya tapi soal gesrek dan rusuh, biangnya.
Tampak pengantin baru, Elang dan Rain pun ada disana yang tentu saja jadi obyek empuk untuk digoda oleh Eiji. Kenzo Kim saudara tertua yang juga sama dengan Joshua dan Jaehyun yang berdarah Korea - Indonesia itu mengajak untuk berkumpul. Jaehyun melihat bagaimana semua sepupu Savitri patuh dan menghormati dosen matematika Universitas Tokyo itu. Semua orang duduk di meja masing-masing yang sudah disiapkan.
Para sepupu Savitri tampak menyimak ucapan pria berkacamata itu dan Jaehyun bisa melihat darimana keguyuban mereka. Didikan keluarga Pratomo memang bagus.
"Perusahaan keluarga kita semakin besar dan memang diantara kita tidak semuanya mau terjun di bidang bisnis kita. Tapi mas harap, meskipun kalian tidak terjun langsung, setidaknya mengetahui tentang perusahaan yang dibangun sejak jaman eyang Kakung hingga ke orangtua kita hingga ke generasi kita." Kenzo menatap ke semua adik-adiknya.
Eiji mengacungkan tangannya. "Ya, Ji? Kamu tahu kan ini bukan ruang kuliah?" kekeh Kenzo yang memang seorang dosen di Tokyo University sama dengan Joshua dan Masayuki.
"Aku ada pertanyaan." Eiji menatap Rain dan Elang. "Kalian berdua unboxing dimana?"
__ADS_1
"EEIIJJJIIII !!!"
Jaehyun terbahak melihat bagaimana wajah Rain dan Elang tampak merah padam akibat pertanyaan anti mainstream pianis durjana itu.
***
"Savitriii! Ayo kumpul sini!" ajak Sabina dan Ajeng, istri Kenzo dan Keanu.
"Oppa nggak papa kan ditinggal? Aku kumpul sama ibu-ibu dulu."
"Sana, aku ngobrol sama Joshua Hyung."
Savitri mencium pipi Jaehyun lalu berjalan ke para sepupu perempuannya.
"Jae, Savitri masih belum tahu?" kekeh Joshua.
"Belum." Jaehyun menoleh ke arah Joshua sambil tersenyum.
Kedua pria berdarah sama, Korea-Indonesia itu terlibat pembicaraan santai apalagi setelah itu Duncan bergabung. Pria bertubuh tinggi besar itu sangat welcome dengan Jaehyun yang menurutnya cocok dengan adiknya.
Menjelang sore, Kenzo meminta mereka semua berkumpul bersama lagi sebelum pulang ke rumah masing-masing.
"Buat para calon ipar, Alexandra, Agatha, Jaehyun, mas harap jangan kaget jika keluarga pasangan kalian tidak seperti yang kalian baca di majalah bisnis."
"Saya sih malah senang dengan keluarga yang guyub dan rukun seperti ini meskipun ramai dan rusuh luar biasa" jawab Jaehyun menggunakan bahasa Indonesia yang membuat Savitri terkejut.
"Kok kamu nggak bilang bisa bahasa Indonesia?" tanya Savitri bingung.
"Lho memang kamu nggak tahu Jaehyun bisa bahasa Indonesia?" tanya Joshua dengan wajah jahil.
Savitri menggeleng.
Jaehyun menatap intens Savitri. "Salahnya kamu nggak nanya" ucapnya dengan nada baritonnya yang membuat Savitri melongo. Semua orang disana pun tertawa terbahak-bahak.
"Datang lagi makhluk nggak punya akhlak di keluarga kita" gelak Yuki.
Savitri merengut. "Kamu nyebeliiiinnn!" teriaknya kesal.
***
Acara hajarnya next chapter yaaa
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1