
Gaeeesss ini Bonchap nya waaaayyyy back jaman Savitri belum nikah dengan Jaehyun yaaa. Masih ingat kan ketiga muridnya yang dijuluki trio bahlul? Davi, Seno dan Abiyu? Nah ini cerita bagaimana akhirnya Savitri berhasil menggundul salah satu dari mereka ...
Kalau ada yang lupa, bisa buka chapter Hukuman Savitri dan Gundul & Demi Moore
Pagi ini Savitri berangkat ke sekolah tempatnya bekerja dengan semangat empat lima setelah semalam Jaehyun membawakan seafood kesukaannya untuk makan malam. Gadis pecinta kepiting dan kerang simping itu langsung kalap melihat makanan kesukaannya membuat Jaehyun hanya bisa mengelus dadanya.
"Savitri-ya!" panggil Jaehyun.
"Apa Oppa?"
"Jangan lupa minum obat kolesterol" goda Jaehyun sebelum masuk ke dalam mobil membuat Savitri melongo
"Oppa nyebeliiiinnnn!" teriak Savitri dari atas motor Vespanya.
Pak Dewo sang penjaga rumah hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar keributan keduanya setiap pagi. Kapan nikahnya mereka ini? Makin lama makin Membagongkan...
***
SMKN 11 Surakarta
Savitri tiba di sekolahnya dan segera memarkir kan Vespa miliknya di sebelah Anita yang baru datang.
"Pagi Sav."
"Pagi Nit."
"Bahagia tampak?"
"Iyalah. Semalam dapat seafood enak."
"Pacar depan rumah."
"Tentu saja. Siapa lagi?"
Kedua guru itu pun mengambil tas masing-masing dan berjalan menuju ruangan mereka sambil mengobrol unfaedah.
Sesampainya di dalam ruang bimbingan konseling, keduanya menyapa Dina dan Titi yang sudah datang. Dan mereka pun memulai hari dengan pekerjaan rutinnya.
***
"Apaaa?" teriak Savitri ke Doni, ketua kelas tempat trio bahlul itu belajar. "Davi tidak ada di kelas?"
"Iya Bu. Tadi saya absen satu-satu, Davi menghilang."
"Kemana anak kutu kupret bin bahlul itu!" sungut Savitri gemas.
"Sav, buka Instagram deh!" celetuk Anita.
__ADS_1
"Kenapa?" Savitri mengambil ponsel centilnya lalu membuka akun Instagram miliknya dan melotot tidak percaya.
Doni pun mengambil ponselnya dan membuka akun Instagramnya. "Astaghfirullah!"
"Gue cincang anak itu!" ujar Savitri geram.
Sementara itu Davi melakukan live Instagram di warung bubur kacang ijo dekat sekolahannya.
"Hai Gaeeesss ketemu lagi dengan Davi yang imut ini... Sekarang Davi sedang berada di warung burjo paling enak se solo raya! Kalian pengen tahu atau tahu banget?! Komentar di kolom yaaa..." Suara Davi menghilang ketika nama Savitri masuk di komentar.
"Davi! Kamu balik ke sekolah atau ibu seret dari warung burjo mbrangkang ( merangkak )?"
"Bye Gaeesss!" Davi langsung mematikan Instagram livenya.
***
Dan kini Davi duduk di kursi pesakitan di hadapan Savitri yang menatapnya tajam. Tanpa berbicara satu patah kata pun, Savitri mengambil alat cukur rambut elektrik nya dari dalam laci.
Davi menatap horor ke arah alat cukur itu dan berpindah ke guru BK nya yang cantik tapi kali ini wajahnya mirip Maleficent dari Sleeping Beauty.
"Bu Savitri..."
Savitri mengangkat tangannya tanda dirinya tidak mau mendengar pembelaan Davi.
"Davi, kamu tahu kan konsekuensinya kalau kamu nakal lagi? Apa kamu sudah lupa ucapan ibu di lapangan saat kamu dan dua teman bahlulmu makan di warung bakso bang Adi?"
Davi menggelengkan kepalanya.
Davi menunduk.
"Kedua, kamu kalau naik kelas besok syukurlah, tinggal kelas, sukur, mau mengundurkan diri, ibu akan bilang Alhamdulillah. Setidaknya sumber emosi ibu agak berkurang satu jadi otak ibu tidak penuh.
Ketiga, ibu adalah orang yang memegang janji. Dan sekarang, sudah waktunya kamu kena hukuman ibu sesuai dengan perjanjian. Bu Anita, tolong ambilkan pashmina aku di laci lemari tempat kita taruh rukuh dan sajadah." Savitri menatap Anita yang memang tempat duduknya dekat dengan lemari itu.
Anita berdiri dan mengambil pashmina milik Savitri lalu menyerahkan kepada rekannya.
"Terimakasih." Savitri pun berdiri dan memasangkan pashmina di sekitar bahu Davi layaknya seperti tukang cukur rambut. Setelahnya Savitri mengambil alat cukur rambut dan mulai menyalakannya. Tanpa perasaan, Savitri langsung menggundul rambut Davi yang sudah menangis.
Remaja itu menangis bukan karena rambutnya gundul macam Upin Ipin tapi ucapan Savitri yang sudah tidak mau mengurus dirinya, dan kata karepmu ( terserah kamu ), sangatlah menohok dirinya yang sangat menyukai guru BK cantik itu.
Aku harus membuktikan pada Bu Savitri bahwa aku bisa lebih baik...
***
Keesokan harinya Damar dan Ibunya mendatangi Savitri untuk berkonsultasi tentang Davi. Sang ibu sendiri tidak menyalahkan guru BK cantik itu sampai menggundul rambut putra bungsunya karena tahu duduk permasalahannya.
"Bu Savitri, Kulo nyuwun ngapuro njih akibat ulah Davi ( saya minta maaf akibat ulah Davi ). Saya tidak marah karena apa yang dilakukan Bu Savitri kan memang sudah pernah dicetuskan sebelumnya bukan..." ucap ibunya Davi.
__ADS_1
"Bu Savitri, sebenarnya Davi berulah apa lagi? Kemarin saat saya tanya, dia hanya diam dan masuk kamar tanpa mengatakan apapun."
"Mas Damar, ibu, Davi kemarin bolos..."
"Bolos lagi?" seru Damar dan Ibunya. "Apa makan bakso lagi?"
"Ini lebih parah... Davi melakukan live Instagram di warung burjo dekat sekolah..."
"Astaghfirullah..." ucap ibunya Davi.
"Astagaaa anak itu!" ucap Damar geram.
"Saya bilang pada Davi kalau saya sudah tidak perduli dengannya apapun! Mau bolos, mau ngevlog, mau minggat, mau naik kelas atau tinggal kelas, itu terserah dia, karepnya karena saya sudah tidak tahu harus bagaimana lagi..."
"Bu Savitri, Davi adalah anak yang tidak bisa dikatakan 'Karepmu' karena membuat dia shock. Apalagi yang mengatakan adalah guru favoritnya jadi mentalnya down. Tapi jangan khawatir, justru itu menjadi trigger baginya untuk berubah" senyum Damar.
"Iyakah?" Savitri menatap kakak Davi itu.
"Iya Bu. Percaya deh!"
***
Seminggu usai peristiwa penggundulan Davi, Savitri mendapatkan laporan kalau anak itu menjadi rajin dan tidak membolos lagi. Dalam hatinya, Savitri bersyukur si Davi tobat asal nggak tomat aja aka tobat kumat. Sebulan sesudahnya, Savitri mendapatkan laporan nilai-nilai Davi mulai membaik dan guru cantik itu hanya tersenyum mendengarnya.
"Kenapa kamu senyam senyum Savitri-ya?" tanya Jaehyun ketika mereka berdua usai makan malam bersama di rumah Savitri.
"Hasil penggundulan aku dan ucapan judesku membuahkan hasil, Oppa."
"Maksudnya?"
"Muridku yang nakalnya nauzubillah itu akhirnya bisa tobat."
"Yang kamu gundul macam biksu itu?"
"Iya."
"Alhamdulillah. Setidaknya kamu sudah memberikan kesempatan terakhir membuat dia bisa paham, kalau kamu sebenarnya belum give up tapi nyaris."
"Ah oppa, manis deh kalau lagi sok menganalisis."
"Bukankah aku setiap saat memang manis?" kerling Jaehyun genit membuat Savitri mengeplak bahu pria Korea itu gemas.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️