
Kediaman Pratomo Manahan Solo
Jaehyun dan Abian tertawa melihat wajah pucat Savitri yang langsung panik mengingat ucapannya yang asal njeplak.
"Mas Abian, jangan laporan ke Opa ya. Bisa dijewer aku nanti..." rengek Savitri dengan wajah memelas.
"Mas Abian sih nggak bilang ke Opa Adrian. Entah kalau bang Joshua atau Ahjussi di depan kamu itu..." goda Abian.
Savitri menatap tajam ke Jaehyun. "Awas ya Ahjussi!"
"Aku nggak bakalan bilang ke Mr Adrian Pratomo asal kamu memanggil aku dengan benar. Jaehyun Oppa. Gimana?"
"Setu*buh!" sahut Savitri yang membuat Abian melotot.
"Hah? Apa maksudnya?" Jaehyun menatap Abian seolah tidak tahu artinya padahal dirinya menahan tawa.
"Intercourse" jawab Abian.
Jaehyun langsung memundurkan tubuhnya dan memegang dadanya seolah syok. "Aaahhh" dengan gaya centil yang membuat Savitri melongo.
"Lebay!" cebik Savitri.
"Lagian siapa suruh kamu bilang begitu, Sav" gelak Abian.
"Yak, aku sudah kenyang. Terima kasih atas tawaran makan malamnya" senyum Jaehyun.
"Haaah? Siapa yang nawarin elu makan malam? Kamu kan yang minta makan disini!" Savitri melotot ke Jaehyun.
"Really?" cengir Jaehyun.
Savitri pun berdiri. "Aku permisi dulu." Gadis itu pun masuk ke dalam kamarnya yang berada di lantai dua.
"Have a nice dream, Savitri-ya" ucap Jaehyun manis.
Savitri menjulurkan lidahnya ke Jaehyun.
***
Abian dan Jaehyun memutuskan untuk duduk di teras rumah sambil menikmati kopi. Pria bule itu memang ingin tahu banyak soal pria asal Korea Selatan itu.
"Kamu dan Savitri ada apa sih sebenarnya Jae?" tanya Abian sambil merokok.
"Kamu tahu Abian, ibuku jatuh cinta dengan Savitri-ya."
Abian tersedak asap rokok. "Wh...What?"
Jaehyun mengangguk. "Kamu tahu, ibuku langsung menyukai Savitri-ya gara-gara dia berani memarahi ku dengan bahasa gado-gado nya. Dan ibuku sampai meminta pada Mr Adrian dan Mr Reza untuk menjodohkan aku dengan Savitri-ya."
Abian melongo. "Jaehyun, tapi kan kamu tahu pria yang dicari Savitri. Dan aku rasa kamu bukan tipenya."
"Tentu saja! Siapa juga yang betah dengan bar-bar dan tukang berantem, mulut tidak ada filter..." gelak Jaehyun. "Bukan tipe aku banget!"
"Tapi kamu datang saat kami di rumah sakit."
"Karena aku tidak ada kerjaan dan orang yang aku kenal disini hanya Yudha asisten aku dan Savitri-ya."
"Jae, asal kamu tahu, Savitri dikejar-kejar oleh rekan gurunya dan dia menolaknya. Tapi tetap saja pria itu mengejar tanpa lelah."
"Kenapa Savitri-ya tidak mau menerima pria itu?"
__ADS_1
"Dia itu cenderung stalker. Bayangkan kami ke Solo Square diikuti hingga masuk bioskop. Tentu saja Savitri tidak nyaman. Anak itu pemberani tapi bukan berarti dia tidak memiliki rasa takut. Aku sendiri tidak mungkin menjaga dirinya karena sepulang dari Tokyo besok, aku akan kembali ke New York dan Savitri sendirian lagi disini."
"Stalker? Sampai ke gedung bioskop?" Jaehyun menatap tidak percaya. "Padahal sudah ditolak?"
"Berulang kali, Jae. Aku tidak tahu ada tendensi apa dia seperti itu pada Savitri."
Jaehyun manggut-manggut. "Antara dia muka tembok atau obsesi terlalu."
"Itu dia. Dan kamu tahu, selama enam bulan bekerja, Savitri memakai alamat rumah pak Dewo di Gentan. Dia tidak mau ada yang tahu kalau rumahnya disini."
"Kenapa?"
"Biar tidak ada yang tahu dia anaknya Reza Pratomo."
***
Rumah Keluarga Al Jordan Solo Baru
Joshua sibuk di ruang komputer nya untuk memeriksa perusahaan IT nya yang sekarang dipegang oleh Masayuki dan Abian. Dia tahu Abian ada di Solo dan selalu bekerja meskipun ijin ke Duncan liburan tapi sepupunya itu tidak pernah melepaskan tanggung jawabnya.
"Abang..."
Joshua menoleh dan melihat Miki berdiri disana sambil membawakan es kopi hitam dan camilan.
Salfok Segeran yang mana
"Makasih sayang."
Miki langsung duduk diatas pangkuan Joshua. Kedua putri mereka masih di Tokyo bersama Shanum dan Hiroshi karena kedua Opa dan Oma itu tidak mau berpisah dengan cucunya.
"Ini ada guru cowok ngejar - ngejar Savitri." Joshua menunjukkan pada istrinya profil Ekadanta Hirawan.
"Manis tapi kok Savitri gak mau ya?" Miki mengalungkan tangannya di leher Joshua.
"Dia stalking Savitri saat pergi dengan Abian."
Miki melongo. "Stalking? Kok serem sih bang!"
"Itu dia tapi Abang coba cari aibnya kok belum dapat ya?" Joshua mengetik sesuatu dan tanpa sadar pipinya menempel di dada Miki yang hanya memakai tank top.
"Apa perlu dicari ke keluarganya?" Miki menatap layar monitor.
"Keluarga nya masih ada kekerabatan dengan Mangkunegaran jadi pasti bibit bebet bobot yang dicari..."
"Dan Savitri tidak termasuk bang!" gelak Miki. "Anak itu terlalu njeplak."
"Padahal kalau tahu dia keturunan siapa ya Mi-chan... Eh ini apa empuk - empuk?" goda Joshua sambil mendusel di dada Miki.
"Iiiihhh Abang!" rengek Miki manja.
"Yuk ah! Ke kamar!" Joshua memundurkan kursi nya dan langsung membopong Miki menuju kamar tidur.
"Masih kuat ih Abang." Miki cekikikan sambil mengeratkan rangkulannya di leher Joshua.
"Bodi Abang memang tidak sebesar Duncan tapi gendong kamu masih kuat lah!"
"Mau berapa ronde?" goda Miki.
__ADS_1
"Kamu mau berapa?" balas Joshua dengan wajah sok meshum.
Miki terbahak. "Manut!"
***
Kediaman Keluarga Pratomo Manahan Solo
Abian sedang memanasi mobil Savitri ketika melihat mobil Mercedes milik Jaehyun datang ke rumahnya. Rupanya pak Harto, supir pria itu datang menjemput.
"Mas Abiaaaannn!" teriak Savitri membuat Abian terkejut.
"Apaaa?" balas Abian dengan teriak juga.
"Handuk kotor itu jangan taruh sembarangan dong ah!" Savitri melempar handuk bekas mandi Abian telak di wajah pria tampan itu.
"Astagaaa! Savitri, kan kamu tinggal jemur kenapa sih!"
"Itu yang pakai siapa?" bentak Savitri kesal.
"Aku."
"Jadi tanggung jawab siapa?" Savitri menatap judes ke sepupunya. Hampir semua sepupu Savitri yang pria paling susah disuruh jemur handuk habis mandi. Apakah itu kebiasaan atau memang gen keturunan tapi yang jelas jika lebaran berkumpul, entah para oma, mommy, istri dan sepupu perempuan pasti pagi-pagi sudah ngomel panjang lebar untuk masalah perhandukan.
"Iya deh!" Abian pun ngeloyor masuk ke dalam rumah. Pagi ini rencananya usai mengantar Savitri, dia akan ke rumah Joshua dan Miki.
"Savitri-ya! Jangan judes-judes kalau pagi. Nanti cepat tua!" teriak Jaehyun dari seberang.
"Eh tetangga, pergi kerja sana, cari cuan yang banyak! Habis itu traktir aku makanan enak-enak!" balas Savitri.
"Beneran ya! Aku ganti soal makan di rumahmu!" cengir Jaehyun.
"Beneran?" Savitri adalah gadis yang selalu tuing-tuing jika ada yang mentarktirnya makan. Bu guru itu pun menghampiri Jaehyun yang bersiap berangkat kerja.
"Beneran! Nanti malam aku jemput nyebrang."
"Haaaaahhh? Kok jemput nyebrang?"
"Rumah kita cuma dipisahkan jalan kan berarti jemputnya tinggal nyebrang dong!"
"Aaahhh! Benar juga!" Savitri menepuk jidatnya. "Ahju... Eh Oppa. Aku tunggu!"
Jaehyun hanya tersenyum dan memberikan tanda V.
"Sok imut lu Oppa!" sungut Savitri.
Jaehyun terbahak.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote gift and comment
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1