
SMKN 11 Surakarta
Savitri dan Anita tiba kembali ke sekolah dan langsung mengawasi jalannya orientasi. Kali ini para siswa baru diharuskan menggambar sekolah apalagi bagi anak-anak yang masuk jurusan animasi lebih spesifik lagi gambarnya.
"Saya minta kalian menggambarkan apa yang ada di sekolah ini dengan style kalian masing-masing. Terserah mau gedung sekolah, kelas, ataupun orangnya sekalipun, terserah! Mau ambil style model studio MAPPA ( studio anime yang memproduksi Attack on Titan, Jujutsu Kaisen ) atau Studio Ghibli ( Kiki's Delivery Service, Spirited Away ) atau Toei Animation ( One Piece, Dragon Ball, Sailor Moon ) atau Production I.G ( Ghost in The Shell, Attack on Titan ). Yang penting kalian memperlihatkan kemampuan gambar kalian" ucap ketua panitia orientasi.
Savitri melihat bagaimana para siswa baru langsung mengambil alat menggambarnya yang diwajibkan bawa kemarin. Guru cantik itu ikut memperhatikan bagaimana masing-masing memiliki style masing-masing.
Tanpa Savitri ketahui, para siswa kelas satu banyak yang mengagumi guru cantik itu. Dan tidak sedikit menjadikan Savitri menjadi obyek gambar nya.
"Dik..." panggil Ekadanta ke Savitri yang sedang duduk di kursi batu yang disediakan di area dekat lapangan basket tempat para siswa baru menggambar.
"Ya pak Ekadanta?" tanya Savitri.
"Bisa bicara sebentar?"
"Dimana pak?"
"Ruang UKS."
Savitri mengangguk lalu berdiri dan berjalan menuju ruang UKS. Anita sendiri sejak datang sudah kembali ke ruangannya karena hari ini memang jadwal Savitri yang mengawasi jalannya masa orientasi siswa baru.
Kepergian Savitri dengan Ekadanta membuat banyak siswa berbisik - bisik tentang mereka.
"Tapi Bu Savitri sudah punya kekasih. Orang Korea. Aku tadi lihat dan pacarnya jauh lebih ganteng dari guru itu!" bisik seorang siswa.
"Kakakku yang sekolah disini juga bilang, pak Ekadanta ngejar - ngejar Bu Savitri tapi Bu Sav nggak mau."
"Iyalah nggak mau. Wong pacarnya lebih cakep dan kaya."
"Sudah jangan ghibah! Lihat tuh kakak kelas sudah melotot."
***
Ruang UKS
Savitri menatap malas ke arah Ekadanta sambil bersedekap.
"Ada apa pak?" tanya Savitri dingin. "Kalau tidak ada yang penting, saya harus kembali mengawasi anak-anak."
"Apa benar kamu menghajar pak Safri dengan menendang anunya pakai dengkulmu?" Ekadanta menatap Savitri dengan wajah cemas.
"Memang iya. Pak Ekadanta mau ngerasain?" balas Savitri santai. "Boleeeehhh kalau mau."
"Ya Allah dik, kamu itu perempuan kok nggak ada anggun - anggunnya sih?"
"Lho, kan saya dicap bukan priyayi jadi suka-suka saya dong!" kekeh Savitri. "Lagipula, kekasih saya tidak keberatan tuh sama perilaku saya."
__ADS_1
"Aku tuh kasih tahu kamu supaya lebih kalem lagi..."
"Terimakasih atas kasih tahunya. Bapak cuma mau bilang itu saja kan? Kalau begitu saya kembali ke lapangan basket. Permisi." Savitri lalu keluar ruang UKS yang sengaja pintunya tidak dia tutup karena tidak mau ada fitnah dan gosip.
Ekadanta hanya menatap kepergian Savitri dengan perasaan gemas.
"Sudah ditolak bolak balik itu kudune ( harusnya ) sadar pak." Sebuah suara terdengar dari balik bilik ruang rawat UKS.
Ekadanta terkejut dan wajahnya memucat melihat siapa yang berada disana.
"Pak Agus?"
***
Savitri kembali ke lapangan basket untuk mengawasi para siswa baru dan betapa terkejutnya mereka tampak senyum - senyum melihatnya.
"Ada apa ini?" tanya Savitri ke arah para muridnya.
"Ini untuk ibu." Para siswa baru itu memberikan hasil gambarnya yang baru sketsa dengan berbagai style.
Savitri melihat satu persatu gambar yang dibuat dan dirinya terharu cara mereka mengekspresikan wajahnya.
"Ya ampun, kenapa obyeknya malah ibu?" Savitri menatap murid-muridnya.
"Soalnya ibu cantik!" seru para siswa pria itu.
"Ya Allah Bu... galake tapi tetap ayu." Para siswa baru itu ramai menggoda Savitri.
Savitri hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. ABG oh ABG.
***
Jaehyun duduk di kursi taman yang terdapat di halaman depan sekolah Savitri. Pak Yahya yang pernah membawa Jaehyun menemui Savitri mengijinkan pria Korea itu duduk disana karena tahu, guru cantik itu tidak membawa motornya semalam.
Bel pulang sekolah pun berbunyi dan para siswa pun berhamburan pulang menuju parkiran. Tidak sedikit siswi-siswi yang heboh melihat Jaehyun duduk manis sambil memainkan ponselnya.
"Ya ampun! Gantengnya! Macam aktor Korea!" bisik-bisik para siswi itu.
"Itu pacarnya Bu Savitri. Guru BK yang cantik itu" sahut siswi lainnya.
"Yaaahhh saingannya beraaaattt..."
Savitri dan Anita berjalan menuju parkiran setelah absen, terkejut melihat Jaehyun sudah duduk disana.
"Oppa? Ngapain kesini?" tanya Savitri ke Jaehyun.
__ADS_1
Lihatnya B aja Jae
"Jemput kamu lah!" jawab Jaehyun cuek.
"Lho, si Papa kan masih disini. Nih lihat aku sudah bawa helmku." Savitri memperlihatkan helm miliknya yang dibawanya.
"Suruh pak Harto bawa pulang, kamu pulang sama aku."
"Haaaaahhh?" Savitri mendelik. "Oppa, aku nggak bakalan pinjamkan helm aku sama pak Harto!"
"Pak Harto sudah bawa helm sendiri. Aku yang suruh ambil tadi. Sudah, mana kunci si papa?" Jaehyun berdiri dan meminta kunci Vespa Savitri.
Gadis itu memberikan kuncinya ke Jaehyun.
"Oppa, kenalkan ini sahabat aku, Anita. Anita ini mas Jaehyun" senyum Savitri yang membuat Jaehyun melongo.
"Kamu manggil dia Oppa tapi bahasain ke aku Mas. Gimana sih?" kekeh Anita. "Anita."
"Jaehyun." Keduanya saling bersalaman. "Yuk Sav, kita pulang. Kami duluan Anita." Jaehyun lalu menggandeng tangan Savitri berjalan keluar gerbang sekolah.
"Hati-hati" balas Anita sambil berjalan menuju parkiran motor.
Setibanya di mobil mewah Jaehyun, pria itu memerintahkan pak Harto untuk membawa Vespa pink Savitri. Sopir Jaehyun itu mengambil helm dari bagasi mobil dan menerima kunci Vespa Savitri. Pria berumur itu pun masuk ke dalam sekolah untuk mengambil motor.
Jaehyun membukakan pintu dan mempersilahkan pacar depan rumahnya masuk yang diberikan senyuman manis Savitri.
Setelahnya, Jaehyun memutar dan masuk ke sisi pengemudi. Tak lama mobil itu pergi meninggalkan area sekolah Savitri.
***
Ekadanta melihat bagaimana interaksi Savitri dengan pria Korea itu dengan tatapan nanar. Tadi dirinya habis kena tauziah dari pak Agus tentang sikapnya yang tidak akan membuat Savitri berpaling dari Jaehyun ke dirinya.
"Dengar pak Ekadanta. Saya tidak melarang anda menyukai Bu Savitri karena kalian sama-sama single tapi saya sendiri sebagai laki-laki, risih mendengar ada seorang laki-laki mengagungkan soal priyayi. Kalau anda tahu siapa nenek buyut Bu Savitri, gelar kebangsawanan keluarga anda mungkin tidak ada apa-apanya dibandingkan keluarga Bu Savitri."
Ekadanta hanya menunduk mendengar Omelan Pak Agus.
"Berhenti mengejar Bu Savitri, dia sudah punya kekasih!" ucap pak Agus final.
***
Yuhuuuu Up Siang menjelang Sore Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1