Guruku Bar-bar Sekali

Guruku Bar-bar Sekali
Honeymoon


__ADS_3

Hotel Lor In Solo


Usai acara ijab, kedua pengantin mengucapkan doa bersama dengan semua orang disana lalu dilanjutkan dengan acara pemasangan cincin. Savitri melongo ketika Jaehyun memasangkan cincin baru lagi yang jauh lebih indah daripada cincin tunangan.


"Lho kok?" tanya Savitri bingung.


"Kiri tunangan, kanan nikah. Biar adil jari manisnya, kagak Meri ( iri ) nanti. Kan kasihan" jawab Jaehyun cuek yang membuat semua orang yang di meja tempat mereka ijab melengos.


"Tapi saya setuju dengan mas Jaehyun, harus adil ke jari manis kiri dan kanan. Kalau saya njih mboten mampu, lha wong rego cincinnya mas Jaehyun kagem mbak Savitri itu lima tahun gaji saya je itu pun nggak dipotong bayar macam - macam ( kalau saya ya tidak mampu, karena harga cincinnya mas Jaehyun buat mbak Savitri itu lima tahun gaji saya itu pun nggak dipotong bayar macam-macam )" celetuk pak penghulu itu yang membuat para keluarga Savitri dan Jaehyun tertawa.


"Astogeee! Reza Nemu penghulu dimana sih?" bisik Mike ke Hiroshi.


"Mana aku tahu mas" balas Hiroshi.


Savitri lalu mencium punggung tangan Jaehyun yang kemudian dibalas dengan ciuman di kening Bu guru cantik itu.


Setelahnya mereka menandatangani semua berkas, lalu dilanjutkan acara sungkeman ke semua tetua keluarga. Adrian Pratomo tidak bisa menahan harunya karena cucu bar-barnya akhirnya mendapatkan jodoh yang satu server dengannya.


"Jangan suka jahil sama Jaehyun. Jangan kamu tendang..." pesan Adrian sambil memeluk cucunya yang membuat Savitri tertawa.


"Tergantung Opa" cengir Savitri.


"Wis Ojo ya nduk..." Adrian mencium kening cucunya.


"Njih opa."


***


Acara selanjutnya diteruskan dengan resepsi dan banyak tamu undangan termasuk para rekan kerja Savitri yang terbengong bengong melihat bagaimana mewahnya pesta pernikahan Savitri dan baru tahu bahwa guru bar-bar itu adalah salah satu pewaris PRC Group.


Savitri sendiri dengan santainya menyapa semua tamu undangan dari sekolahnya karena gadis itu tidak melewatkan semua guru dan staf di sekolah nya.


"Astaghfirullah! Jebule Kowe kiiee anake pak Reza Pratomo ( Rupanya kamu itu anaknya pak Reza Pratomo )" seru Bu Anti.


"Ketahuan ya?" cengir Savitri.


"Ya ampun. Pantas kamu cuek saja pas dipanggil polisi" ucap rekan guru yang lain.


"Lha kan memang harus begitu." Savitri tersenyum ke semua orang yang bisa melihat aura bahagia tampak dari guru cantik itu.


Jaehyun sendiri membiarkan istrinya menemui semua tamu-tamunya dari sekolah tempatnya bekerja. Tadi dia sudah diperkenalkan ke semua tamu undangan dan sekarang memilih bertemu dengan para rekan bisnisnya. Pria berdarah Korea - Indonesia itu menyetujui konsep garden party agar bisa membaur dengan para tamu undangan.


***


"Kamu malam pertama dimana?" tanya Eiji tanpa basa basi ke Jaehyun.


"Kenapa?" Jaehyun menyipitkan matanya. Dirinya sudah mendapatkan pesan dari Elang yang meminta maaf tidak bisa hadir karena Rain sedang hamil besar.

__ADS_1


Kalau Eiji atau siapapun sepupu Savitri yang pria bertanya kamu malam pertama dimana, just RUN! Begitu pesan yang dikirimkan oleh Elang.


"Just curious" sahut Eiji sambil mengedikkan bahunya.


"Ji, kamu itu bakalan jadi monyet curious George deh..." kekeh Jaehyun.


"Oh come on! Jangan kamu ikut cara Jeremy dan Rain main kabur membuat kita semua bingung mencarinya!"


"Sebenarnya apa sih yang membuat kalian demen sekali mengganggu malam pertama seseorang?"


"Adrenalin nya" seringai Eiji. "Dan perasaan bisa mengganggu seseorang gagal unboxing itu memiliki nilai tersendiri bahkan melebihi saat kamu masuk nominasi Grammy award."


Jaehyun hanya melengos mendengar argumen pianis durjana itu. Memang akhir tahun ini, Eiji mendapatkan nominasi Grammy award dalam kategori classic modern composer.


"Eiji, jangan bilang kamu mencari tahu dimana Jaehyun hendak malam pertama dengan Savitri!" tegur Mamoru yang sebenarnya harus menuruti permintaan istrinya Ingrid datang ke Solo meskipun hamil besar demi bisa menikmati nasi liwet dan bestik.


"Itu suatu seni yang indah bang Moru. Sayang pas elu nikah, gue pas konser. Coba kalau kagak, sudah gue usilin deh!"


"Eiji, apa kamu lupa Ayame juga sedang hamil? Ingrid, Ayame dan Rain semua sedang hamil dan janganlah berusil ria. Aku tidak kebayang jika anakmu sama usilnya denganmu Ji."


"Berarti tak usah tes DNA. Simpel!"


Jaehyun tersenyum mendengar keributan keduanya.


***


Pasangan pengantin baru itu pun mendapatkan kamar honeymoon suite dari hotel Lor In dan keduanya langsung masuk ke dalam. Dua koper besar mereka sudah ada di dalam kamar.


"Oppa. Tahu nggak..."


"Apa Savitri-ya?" tanya Jaehyun sambil membuka jasnya.


"Eiji berencana mengganggu kita! Dasar pianis durjana! Sudah mau punya anak saja masih lucknut kelakuannya!" omel Savitri sambil melepaskan semua aksesoris yang melekat di tubuhnya.


Jaehyun hanya tersenyum manis dan berlutut di depan istrinya yang duduk di tempat tidur.


"Kamu percaya padaku kan?"


Savitri mengangguk.


"Eiji atau siapapun tidak akan mengganggu kita, sayang."


"How?"


"Just follow my plan."


***

__ADS_1


Menjelang malam hari, Eiji, Duncan, Masayuki, Neil yang baru menyusul, Gozali, Javier dan Ryoma mendatangi honeymoon suite yang ditempati Jaehyun dan Savitri.


Para pria paripurna itu dengan pemaksaan dari pianis durjana, langsung berdiri didepan pintu. Dengan penuh percaya diri, Eiji memencet bel kamar itu.


Setelah sekian lama tidak ada jawaban, akhirnya Gozali antusias untuk memanggil manajer hotel untuk membuka kamar itu. Betapa terkejutnya para pria itu saat melihat hanya ada satu koper yang diketahui milik Jaehyun dan tidak ada tanda-tanda kedua pengantin baru itu berada di kamar.


"Kemana mereka berdua?" gumam Eiji yang langsung menoleh ke Duncan. "D! Jangan bilang ibumu yang buat perkara lagi! Sudah Elang Botak terus Ghani dan sekarang guru bar-bar!"


"Elang botak? Oh come on Eiji." Mamoru memegang pelipisnya.


"Sembarangan kamu menuduh mommyku menjadi biang semua ini! Aku yakin mommy tidak ada hubungannya, Ji!"


"Lalu siapa lagi? Hanya Tante Yuna yang berani melakukan ini"


"Sini tuh Solo, bukan Jakarta, bukan New York yang merupakan daerah jajahan Tante Yuna, Ji. Jadi jangan sembarang nuduh!" timpal Ryoma.


"Iiissshhh! Kemana sih tuh anak?" sungut Eiji kesal.


***


Meanwhile...


Jaehyun dan Savitri kini dalam perjalanan menuju Jogjakarta dalam mobil Mercedes miliknya. Keduanya saling berpandangan dan tersenyum membayangkan semua sepupu pria Savitri manyun tidak dapat menemukan mereka.


"Pasti yabg dituduh pertama sama pianis durjana itu adalah Tante Yuna" kekeh Savitri.


"Kenapa? Kalau soal Rain aku tahu tapi kenapa ke Tante Yuna lagi?" tanya Jaehyun sambil konsentrasi menyetir.


"Sebab, Ghani dulu juga diungsikan sama Tante Yuna bahkan Oom Abi sampai ribut kehilangan anak dan menantunya."


Jaehyun terbahak. "Nggak kebayang pianis durjana itu mendapatkan jeweran lagi."


"Lagi? Oppa, apa yang terjadi pada saat malam Midodareni?" tanya Savitri kepo.


"Kamu pasti akan bahagia diatas penderitaan Eiji."


"Ceritakan padaku, lengkap!"


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2