Guruku Bar-bar Sekali

Guruku Bar-bar Sekali
Ke Jakarta


__ADS_3

Bandara Soekarno Hatta Jakarta


Savitri dan Jaehyun menanti kedatangan Gozali Ramadhan yang katanya akan menjemputnya. Setelah kasus tertembaknya kakak angkat Ghani dan Rhea Giandra, Abi dan Dara menjadi sangat protektif dengan anak dan keponakannya meskipun mereka semua sudah dewasa.


"Gozali itu anak angkatnya Abimanyu Giandra? Pemilik Giandra Otomotif?" Tanya Jaehyun ke gadisnya.


"Iya Oppa, ceritanya panjang bisa jadi anaknya Oom Abi dan Tante Dara. Dia sekarang pacaran sama Maira, keponakannya Oom Abi."


"Dia yang gegeran kan sama Jeremy McCloud?" Tanya Jaehyun lagi.


"Iya, Jeremy pacarnya Rain. Keluarga aku aduhai kan Oppa? Seru kan? Semua ada deh dramanya" cengir Savitri.


"Kita juga punya dramanya sendiri, Savitri-ya" kekeh Jaehyun sambil memeluk dan mencium pelipis Savitri.


"Savitri Pratomo?"


Jaehyun dan Savitri menoleh ke arah suara di samping mereka. Tampak seorang pria tampan mengenakan sweater coklat berdiri di sana.


"Bang Gozali!" Seru Savitri sambil memeluk sepupu angkatnya.


"Selamat datang di Jakarta, Bu Guru" senyum Gozali.



Siapa kangen Gozali Ramadhan, bokapnya Arya Ramadhan, opanya Adrian dan Anandhita, opa buyutnya Arabella?


***


"Beneran ini kamu pacaran sama cowok depan rumah?" Gelak Gozali saat mereka sudah berada di dalam mobil Rubicon hitam milik kekasih Maira itu.


"Serius bang. Ini pacar lima langkah nyebrang tapi ya gitu, maunya makan di rumahku" adu Savitri yang membuat Jaehyun manyun.


"Kan aku bayar cateringnya ke mbok Mar, Savitri-ya" protes Jaehyun.


"Kamu sudah tabah sama Bu Guru satu ini, Jae? Secara dia dikenal bar-bar lho! Ibu saja yang juga mantan guru bimbingan konseling nggak sebar-bar anak ini!" Gozali menoleh ke arah Jaehyun yang duduk di sebelahnya.


"Ibu?" Jaehyun menatap Gozali.


"Di rumah, Oom Abi dan Tante Dara dipanggil Ghani sama Rhea itu mommy dan Daddy tapi khusus bang Gozali itu manggil mereka bapak dan ibu. Dari kecil ya bang?" Jelas Savitri.


"Iya. Kalau aku dulu nggak ditolong bapak sama ibu, mungkin aku sudah tinggal di panti asuhan, malah bisa jadi anak jalanan" senyum Gozali.


"Memang ceritanya gimana kok bisa kamu diangkat anak oleh keluarga Giandra?" Tanya Jaehyun.


Gozali pun menceritakan kejadian mengenaskan yang menimpa dirinya. ( Bisa dibaca di Menikahi Suami Sahabatku chapter Gozali Ramadhan ). Jaehyun mendengarkan tanpa memberikan komentar sampai Gozali selesai bercerita seperti kebiasaannya jika ada orang berbicara.


"Kamu sangat beruntung mendapatkan keluarga yang sangat sayang padamu, Goz."

__ADS_1


"Thanks Jae, jadi kamu paham kan kenapa aku sayang sekali dengan keluarga Giandra yang kemudian merembet ke keluarga Pratomo. Aku beruntung dikelilingi orang-orang yang sangat sayang dengan keluarganya padahal kalau dipikir-pikir, aku itu bukan siapa-siapa tapi bang Duncan dan para sepupunya tanpa pikir panjang langsung mencari pelaku penembakan aku."


"Bang Goz masih marah sama Jeremy?" Tanya Savitri yang tahu mereka kalau bertemu bakalan bisa adu tembak macam koboi jaman baheula.


"Marah sih sudah mulai berkurang, Sav, karena secara tidak langsung Jeremy menyelamatkan Abang dari Glenn yang hendak membunuh Abang. Cuma tinggal kesal saja kena tembak dua tempat!" Sungut Gozali.


"Savitri-ya, apa semua keluarga kamu bisa menembak?" Jaehyun menoleh ke belakang tempat gadisnya duduk.


"Wajib itu Oppa!"


"Paling jago siapa?" Tanya Jaehyun.


"Bang Duncan, pianis durjana, Javier Arata, bang Joshua dan Ryoma Reeves. Kalau perempuan, Rain dan mbak Miki. Oh, asal kamu tahu, sepupu priaku itu adrenalin junkie! Pianis durjana itu lolos hell week Navy Seal lho, begitu juga Javier yang sudah lolos tiga kali dan katanya mau ikut lagi!" Gelak Savitri.


Jaehyun mendelik. "Hell week Navy Seal?"


"Iya, memang mereka hobi ikut kegiatan seperti itu" sahut Gozali kalem.


"Astaghfirullah!" Jaehyun memegang pelipisnya.


***


Mansion Giandra Jakarta


Dara menyambut kedatangan putra dan keponakannya dengan hangat. Bahkan tanpa ragu, Oma cantik itu memeluk Jaehyun dan mengucapkan selamat datang ke keluarga rusuh.


"Iya Tante, ada urusan disana sekalian ketemu sama mas Moru. Kangen sama keponakannya disana juga dan rencana habis dari Belanda mau ke London karena Opa lagi ketemu besan, Opa Duncan McGregor."


"Memangnya kamu reuni dimana Sav?" Tanya Gozali sambil menunjukkan kamar tidur Jaehyun. "Kamar kamu yang ini Jae, biasanya sih dipakai sama Eiji. Jadi kalau kamu menemukan kertas not balok diselipkan di tempat tidur, jangan kaget ya."


"Di hotel Mulia Senayan, Bang Goz" jawab Savitri.


"It's okay. Terimakasih sudah menerima aku dan Savitri disini" senyum Jaehyun.


"Malah Tante yang senang Savitri sama kamu kemari, biar mansion ramai. Sepi lah ditinggal anak-anak ke New York. Gozali dan Maira paling bisa weekend karena mereka harus bekerja" ucap Dara dengan wajah sendu.


"Nanti tho Tante, biar ramai, aku main piano deh! Meskipun nggak secanggih Rhea Dan pianis durjana itu sih!" Savitri mengusap bahu tantenya yang masih awet cantik.


"Sav, perasaan kamu dari tadi manggil Eiji selalu pianis durjana deh! Jarang memanggil namanya" kekeh Gozali.


"Enak manggilnya begitu kan?" Kerling Savitri.


"Kalian itu memang satu server. Soalnya pas Eiji tahu kamu ke Jakarta, dia juga tidak pernah manggil kamu Savitri. Selalu guru bar-bar."


Savitri dan Jaehyun terbahak sedangkan Dara hanya tersenyum.


***

__ADS_1


Acara makan malam ini agak berbeda karena Abi dan Dara tidak berdua saja tapi ada Savitri, Jaehyun, Gozali dan Humaira yang ikut disana. Dara sendiri tampak sangat senang mendengar keributan di meja makan dengan bahasa gado-gado antara Inggris dan Korea. Apalagi Maira sedang getol-getolnya belajar bahasa Korea.


"Jadi ini ceritanya Savitri reuni SMP dan si bocah Korea ikut karena ingin tahu siapa saja yang dulu membully guru bar-bar satu ini?" Rangkai Abi yang sudah tahu cerita soal Savitri dari Dara tadi sore usai Maghrib. Savitri dan Dara memang sempat membahas soal trauma pembullyan hingga akhirnya Oma Kaia itu tahu kejadian yang menimpa Savitri waktu SMP.


"Oom Abi, bocah Korea ini namanya Jaehyun" protes Savitri.


"Iya si Jahe" sahut Abi cuek.


"Ternyata asal njeplak itu memang menular ya Savitri-ya" kekeh Jaehyun melihat Savitri manyun.


"Memangnya mbak Savitri pernah di-bully?" Tanya Maira.


"Pernah waktu aku kelas 1 SMP hanya gara-gara aku anak Reza Pratomo dan anak orang kaya. Mereka, kakak kelas aku membully dengan memalak uang dan bekal mbak. Aku tuh nggak pernah dibawakan uang banyak sama mommy dan selalu membawa bekal. Bukan apa-apa, mommy tidak mau aku takabur mentang-mentang aku anggota keluarga Pratomo. Setelah tiga bulan, aku nggak tahan. Ya sudah, aku hajar lah mereka. Karena sebenarnya mereka itu adalah pecundang yang beraninya hanya main keroyok macam monyet!" Ucap Savitri dengan gemas.


"Nih, dimakan dulu mashed potatoes nya." Jaehyun memberikan sepiring mashed potato Dan Savitri melahapnya.


"Astaghfirullah! Savitri! Ngamuk makan nih ceritanya? Dan Jaehyun apal?" Gelak Dara.


"Bahaya Tante kalau tidak dikasih makanan, bisa cranky!" Kekeh Jaehyun.


Abimanyu Giandra terbahak. "Makanya kalian cocok! Sama-sama membagongkan!"



Siapa kangen mas Abi?



Siapa kangen Adara Utari?



Bu Guru tukang makan



Yang hapal kelakuan gadisnya


***


Yuhuuu Up Pagi Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2