
SMKN 11 Surakarta
Ketiga murid yang memang dikenal bandel itu meraung minta ampun ke ketiga Bu guru bimbingan konseling itu dan memohon agar mereka tidak digundul.
Savitri menatap ke kedua rekannya dan memberikan kode agar mereka menghentikan aksi hukumannya.
"Janji kalian tidak nakal lagi?" Savitri menatap ke ketiga muridnya sambil tetap menyalakan alat cukurnya yang membuat trio cuplis itu merinding.
"Janji Bu..." ucap ketiganya.
"Meskipun kalian tidak senang dengan pelajaran dan gurunya, kalian tetap masuk?"
"Iya Bu..."
Savitri mengangguk. "Kalian dengar semua ya terutama yang teman sekelas dengan trio cuplis ini!"
Para murid yang menyaksikan tertawa mendengar panggilan asal guru nyentrik itu. "Bu, kok nggak Unyil, Ucrit, Usrok sekalian?" celetuk salah satu murid.
"Lha keapikan ( Kebagusan ). Kan ibu sakjane pengen gundul cah telu Iki, patutnya cuplis tho ( Kan ibu benadnya pengen gundul tiga anak ini, bagusnya cuplis lah). Masa Ikyuu-san?" sahut Savitri cuek.
"Buuuu jaman Ikyuu-san kita belum lahir buuuu..." teriak murid-muridnya.
"Lha terus opo dong?"
"Aang the last Airbender..." timpal murid lainnya.
"Hasyiiaahhh! Aang bocahe apik, lha Iki?" Savitri menunjuk ke ketiga muridnya.
"Lho ibu tahu Aang tho jebule!"
Savitri menatap judes ke muridnya yang main celetuk. "Mbok kira ibu nggak tahu apa di hp mu ada Maria O****?"
Sontak semua siswa disana langsung riuh mendengar ucapan guru cantik itu.
"Modyar rak Kowe!" seru lainnya.
Siswa itu langsung menggaruk kepalanya. "Sini, berikan ponselmu. Ibu restart ke mode pabrik kalau kamu tidak hapus yang haram-haram!"
"Jangan Bu. Saya hapus Bu..." Siswa itu langsung menghapus semua barang haram dan menyerahkan pada Savitri yang langsung mengutak-atik ponselnya.
"Rumangsamu ( memangnya ) ibu nggak tahu folder hidden? Ta busak Kabeh ya ( ta hapus semua )!" Savitri langsung menghapus folder hidden yang berisi barang haram itu.
Siswa nya pun langsung lemas karena dikira gurunya tidak paham teknologi. Setelahnya Savitri mengembalikan ponsel itu dan si pemilik hanya manyun.
__ADS_1
"Sudah kembali ke topik. Ingat ya Davi, Seno dan Abiyu berjanji di depan kalian semua dan para guru kalau tidak nakal lagi. Dan ini berlaku ke semua siswa. Barang siapa yang nakal, tidak mau manut, pilihannya cuma dua kalau yang cowok. Digundul rambutnya atau digundul anunya... "
"Ibu tegaaaaa!" teriak para siswa laki-laki.
"Opo pengen ta banting ( Apa mau aku banting )? Boleeeehhh... Wis suwi ( Sudah lama ) ibu ga banting orang!" cengir Savitri. "Buat yang perempuan, potong rambutnya model Demi Moore atau bersihkan kamar mandi! Ingat itu!"
Semua siswa disana pun langsung mengkerut nyalinya karena sudah tersebar kalau Savitri adalah juara judo tingkat nasional.
Pak Agus sebagai kepala sekolah hanya bisa tertawa mendengar ancaman guru bar-bar satu itu. Karena memang murid-muridnya termasuk nakal-nakal dan wajib diberikan efek jera.
"Wis ya cah! Kalian saksinya ke trio cuplis ini. Dan ingat-ingat ucapan Bu Savitri. Kalian itu disekolahkan oleh orang tua kalian yang banting tulang demi melihat kalian menjadi pintar dalam arti, pintar IQ, EQ dan SQ. Kualat Kowe nek wani Karo wong tuamu ( kualat kamu kalau sampai berani sama orang tuamu )!" Savitri menyapu pandangan ke semua orang.
"Baik Bu Savitri. Anak-anak, Bu Savitri tidak akan marah kalau tidak ada pasal. Dan saya setuju dengan hukuman Bu Savitri jika nakal yang pria digundul rambutnya dan tidak mungkin anunya lah! Hukuman ini maksudnya baik karena kalian di sekolah itu tanggung jawab kami. Dan kami harus melaporkan kepada orang tua kalian apa hasil didikan kami. Jangan dikira kami tidak sedih jika ada dari kalian yang gagal, sangat sedih. Sekarang kalian kembali ke kelas masing-masing!" perintah pak Agus.
Davi, Seno dan Abiyu langsung mencium punggung tangan Savitri, Anita dan Bu Titi.
"Bu, ibu nggak beneran kan gunduli rambut saya?" tanya Davi.
"Rumangsamu ibu kiiieee ora serius? Meh arep mbok jajal ( Kamu kira ibu tidak serius? Mau kamu coba )? Hayuk sini ibu gundul sisan!" Savitri menatap galak.
"Jangan Bu. Please, Ojo Bu. Kulo kapok tenan!" jawab Davi sambil bergidik.
***
"Ya ampun Sav... Gualake dirimu!" kekeh Anita.
"Nek ora ngunu, Nit, keblandrak. Soyo ndodro ( semakin menjadi ) kan ciloko ( celaka )!" sahut Savitri cuek.
"Tapi ponselnya si Andri mau memang ada Maria Ozawa nya?" tanya Bu Titi.
"Memang ada. Aku tahunya dari ketua kelas multi 2 tapi saat aku razia, pintar dia di hidden terus aku ajaran tho sama kakak sepupuku yang melek IT jadi tadi aku bisa bongkar hidden filesnya." Savitri memamerkan deretan giginya yang putih dengan wajah durjana.
"Owalaahhh kok ya Ono-ono wae..." komentar Dina.
"Jenenge ae cah ABG ( namanya saja anak ABG ), hormon kekepoan sangat tinggi apalagi hormon sek**sual sudah mulai kan? Harusnya kita membimbing karena aku sudah kecolongan si Nina. Sayangnya di Indonesia tidak ada pelajaran s3x education. Bukan soal porno atau tabu tapi lebih menjurus pencegahan perilaku s3x bebas sih..." gumam Savitri.
"Tapi di luar negeri pada melakukan hal itu meskipun ada pendidikannya" timpal Anita.
"Budayanya Bu..." sahut Bu Titi.
"Iya yaaaa..."
***
__ADS_1
Sore harinya pukul lima, Jaehyun datang menjemput Savitri. Tadi pria tampan itu sudah menghubungi kekasih dadakannya bahwa akan menjemputnya.
Satpam sekolah yang sudah pernah melihat Jaehyun pun mengijinkan pria itu masuk apalagi sudah diluar jam sekolah.
Savitri yang sudah siap pulang sedang asyik main game di ponselnya, melirik saat Jaehyun datang dan mengetuk pintu ruangannya.
"May I come in, darling?" Jaehyun menatap Savitri dengan tatapan geli. Baru kali ini dia memanggil seorang wanita dengan sebutan 'darling'.
"Sure you may, Anata" balas Savitri cuek.
"Ih harusnya Oppa lah Savitri-ya."
"Anata kan sama aja biarpun bahasa Jepun!"
"Jepun?" Jaehyun menatap bingung.
"Jepang lah! Orang Malaysia kan kalau bilang Jepang itu Jepun."
"Ooohhh. Yuk pulang!" ajak Jaehyun sambil mengulurkan tangannya.
"Ayo, aku sudah lapar!" Savitri memasukkan ponselnya ke dalam tasnya lalu menyambut uluran tangan Jaehyun. Demi Konten kan harus totalitas! Savitri menutup pintu ruang kerjanya dan menguncinya.
"Mau makan dulu?" tawar Jaehyun.
"Boleh deh! Aku capek tadi marah-marah! Nasi rames Bu Midi kurang!"
"Memangnya kamu ngapain marah-marah?" Jaehyun menatap lembut ke wanita cantik itu. Ternyata nyaman juga ih gandengan sama tetangga.
"Nantilah di dalam mobil aku ceritakan. Yang jelas tadi pengen banting dan makan orang!" sungut Savitri kesal. Sesampainya di pos satpam, Savitri menyerahkan kunci ruangannya ke satpam shift sore.
Setelahnya keduanya pun masuk ke dalam mobil mewah dengan Jaehyun membukakan pintu mobilnya dan menghela gadis itu masuk baru pria itu memutar lalu masuk ke dalam mobilnya.
Interaksi Jaehyun ke Savitri tidak lepas dari pandangan Ekadanta yang belum pulang karena tahu Savitri masih di ruangan nya. Niat Ekadanta jika Savitri tidak dijemput oleh 'kekasihnya', dia yang akan mengantarkan pulang. Ekadanta masih penasaran ke gadis itu.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1