
Solo Jawa Tengah
Savitri dan Jaehyun merayakan hari jadian mereka yang setahun di restauran Korea Daegu. Jaehyun dan Savitri memang sudah berapa kali makan disini dan untuk kali ini berbeda, karena adalah hari yang spesial.
"Nggak papa kan? Anniversary di Daegu?" tanya Jaehyun sambil mengambil kimbabnya.
"Santai saja Oppa. Yang penting aku makan banyak dan dibayari" cengir Savitri yang membuat Jaehyun melengos.
"Kamu tuh!" kekeh Jaehyun gemas.
"Eh Oppa, aku tidak menyangka kita bisa pacaran setahun dengan kejadian yang banyak Membagongkan..." gumam Savitri.
"Aku sendiri juga tidak menyangka. Punya pacar yang diluar bayangan aku."
"Hah? Diluar angkasa?" Savitri menatap kekasihnya.
"Diluar bayangan, Savitri-ya! Iiissshhh kamu tuh. Aku tuh dulu bakalan mengira akan mendapatkan kekasih yang kalem, cinta damai, bukan tukang malak... Eh lha kok malah yang brutal, bukan pecinta perdamaian dan hobinya tukang malak!"
"Seriously Oppa. Seberapa sih malak nya aku? Toh yang aku palak makan enak, bukan barang branded. Lagian Oppa, bukan gayaku malak barang-barang branded. Tahu nggak alasannya aku malak makan enak?"
"Apaan Savitri-ya?" Jaehyun yang malam ini memakai topi beanie itu menatap gadisnya yang dandan cantik.
"Biar aku bisa bareng Oppa. Masa gitu ajah nggak bisa nangkep maksud aku sih!" cebik Savitri manyun.
Bingung kan lu?
Yang dandan all out demi anniversary
"Haaaaahhh? Alasannya itu?" tanya Jaehyun melongo.
"Ya iyalah! Dikira aku itu malak makan enak itu tanpa tujuan sok romantis gitu? Nggak ya! Aku tuh lebih suka berdua makan begini, ngobrol tidak jelas dan apa adanya. Justru dari makan itu aku bisa menilai apa Oppa tabah jika aku lagi mode ngamuk terus makan banyak atau nggak. Soalnya mengingat si tukang stalking itu menghina cara makanku yang macam Buto Ijo binti Buto Cakil, aku bisa tahu bahwa baru segitu saja sudah mencela aku, gimana kalau tahu jeleknya aku yang lain?" papar Savitri panjang lebar.
"Sayang, namanya orang penjajagan itu memang lebih baik tahu jeleknya dulu di depan jadi pada saat tahu eh banyak baiknya, otomatis yang jelek agak terlupakan meskipun nggak lupa banget sih!"
__ADS_1
"Nah itu Oppa paham. Memang sesuai dengan doaku sih, mendapatkan pasangan yang Membagongkan tapi tetap kecerdasan itu penting!"
"Kamu tahu kenapa aku bisa jatuh cinta padamu, Savitri-ya?"
Savitri duduk mendekati Jaehyun dan menatapnya serius. "Apaan? Apa karena aku cantik?"
Jaehyun menepuk kepala Savitri pelan. "Itu salah satunya tapi yang membuat aku suka sama kamu adalah, kamu itu orangnya tidak suka pura-pura. Bukan cewek munafik. Pada saat aku tahu kamu anak siapa, itu bonus Savitri-ya. Dan perlu kamu ingat, aku tidak melihat kekayaan kamu karena aku sendiri sudah kaya."
"Aku juga biasa aja begitu tahu Oppa adalah pemilik pabrik di Sukoharjo dan Sragen. Aku tahu berapa kekayaan Oppa tapi aku lebih melihat Oppanya bukan isi dompet mu karena kalau kita mau adu kartu di dompet, bakalan sama."
Jaehyun tertawa kecil. Inilah yang membuatnya semakin suka dengan Savitri. Cablak dan apa adanya.
"Kalau kamu misalnya bukan anak Reza Pratomo, apakah kamu akan berbuat sama? Pamer dompet?"
"No, Oppa. Kalau aku bukan anak Reza Pratomo, aku akan lebih kalem meskipun tidak mengurangi kepercayaan diri aku. Opaku pernah bilang jika kamu merasa punya kelebihan meskipun kamu kekurangan, tonjolkanlah kelebihan itu karena dengan begitu, orang tidak akan melihat kekurangan aku. Jika aku terlahir dari keluarga biasa saja tapi aku dikaruniai otak cerdas, maka otakku lah yang aku tonjolkan. Aku akan lebih banyak baca dan belajar agar orang melihat berbobotnya isi otakku bukan isi dompet ku yang mengenaskan!"
Jaehyun terbahak. "Ya ampun kamu tuh!"
"Lho kan benar Oppa. Aku dulu tidak seperti ini lho. Aku pendiam, dan pada saat SMP semua orang tahu aku anak siapa, mereka berusaha memanfaatkan aku dan membully aku."
Jaehyun mendengarkan dengan penuh perhatian. Ini yang disuka Savitri. Pria Korea di hadapannya selalu memberikan perhatian setiap dia bercerita, dan tentu saja Savitri mengikuti cara Jaehyun. Tanpa sadar, Savitri menerapkan di setiap konselingnya.
"Kakak kelasku. Aku masih kelas satu SMP dan pada tahu aku anak Reza Pratomo. Mereka banyak yang tidak suka aku dari keluarga Pratomo dan setiap hari, ada saja yang membuat aku terbully." Savitri menatap sendu ke Jaehyun. "Mas Panji sudah mau kuliah karena kami jaraknya lumayan jauh."
"Lalu?"
"Lalu, suatu saat, para kakak kelas ku itu memalak aku. Mentang-mentang aku anak kaya, dikira uang jajan aku juga banyak. Asal Oppa tahu, aku tidak pernah mendapatkan uang jajan banyak karena mommy selalu membawakan bekal. Selain memalak uang, mereka juga mengambil bekal aku..."
Jaehyun menggenggam tangan gadisnya.
"Lalu, setelah hampir tiga bulan aku mengalami pembullyan, aku tidak tahan. Oppa tahu bahwa aku sudah berlatih judo sejak usia lima tahun. Dan pada saat itu, aku sudah memegang sabuk coklat. Disaat aku menolak memberikan uang atau pun bekal, mereka menyeret aku di sebuah lapangan. Disana mereka mengata-ngatai aku abcd... Aku sih macam masuk kuping kanan bablas kuping kiri. Tapi begitu mereka menghina kedua orang tua ku, opa dan omaku, tidak bisa dibiarkan!"
Jaehyun memberikan minum ke Savitri yang tampak emosi dan gadis itu menghabiskan teh nya.
"Mbak, tambah es teh dua ya!" panggil Jaehyun ke pelayan yang lewat.
"Yes Sir."
Jaehyun mengusap wajah Savitri yang ternyata hidupnya juga tidak selalu mulus.
__ADS_1
"Lalu gimana Sav?"
"Aku hajar lah! Pertama yang aku hajar adalah pemimpinnya yang bernama Rizky. Benar - benar tidak sesuai namanya tapi sesuai ding karena mendapatkan rejeki bogem dari aku!" gelak Savitri.
Jaehyun hanya tersenyum tipis.
"Rizky sempoyongan langsung aku kasih tendangan balik dan pingsan. Melihat pemimpin nya terkapar, aku tantang yang lain sekalian saja keroyok aku. Lagipula, aku kan mau ujian kenaikan tingkat jadi tak ada salahnya sekalian latihan kan?" kerling Savitri usil yang membuat Jaehyun terbahak.
"Astagaaa kamu tuh!"
"Mereka pun maju dengan ragu-ragu tapi aku sudah kondisi trance dan langsung aku gampar dan tendang kaki mereka satu persatu hingga jatuh dan babak belur."
"Astagaaa kamu tuh!" Jaehyun mengusap-usap kepala Savitri. "Tapi puas kan?"
"Puas banget meskipun aku kena skors dari sekolah dan kedua orang tuaku dipanggil kepala sekolah. Tapi Daddy tidak menyalahkan aku sepenuhnya karena pengawal bayangan opa selalu melaporkan semua kegiatan aku setiap hari."
"Apakah sejak saat itu kamu aman?"
"Aman banget Opa. Tidak ada yang berani sama aku karena mereka melihat bagaimana Rizky babak belur."
"Ngomong-ngomong, yang namanya Rizky itu cewek atau cowok? Terus sekarang jadi apa dia?"
"Cewek lah Oppa. Terakhir aku dengar, dia jadi simpanan Oom-oom pejabat."
Jaehyun hanya menggelengkan kepalanya. "Dia tidak belajar bahwa sebenarnya kamu sudah memberikan warning untuk menjadi lebih baik tapi ternyata memang wataknya begitu."
"Nah Oppa saja paham. Sudah ah! Kita nggak usah urus orang unfaedah!"
Jaehyun tersenyum manis.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa gaeesss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gifts
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1