Guruku Bar-bar Sekali

Guruku Bar-bar Sekali
Kirana Kim


__ADS_3

Tokyo Jepang


Sehari usai pesta pernikahan Eiji dan Ayame ditambah Savitri dengan durjananya foto bareng Takanori Nishikawa alias T.M Revolution dan Gakuto Oshiro aka Gackt yang dikirimkan ke Anita, gadis itu bersama dengan Ingrid belajar bahasa Jawa.


Mamoru yang melihat Savitri mengajari bahasa Jawa versi guru nyentrik itu, langsung duduk bareng. Bukan apa-apa, dokter bedah itu tidak mau gadisnya terkontaminasi bahasa kasar yang vocabulary nya sangat dikuasai oleh Savitri.


"Awas kalau kamu ngajari bahasa planet yang artinya kasar!" ancam Mamoru.


"Idih, justru itu yang paling gampang dihapal mas!" cebik Savitri. "Aku punya kenalan guru bahasa Inggris asal Skotlandia dan tahu apa yang dia tanya sama aku?"


"Apa?" tanya Mamoru.


"Apa makian paling kasar bahasa Jawa? Ya aku bilang saja kalau kita paling kasar tuh 'Asyu' kalau di Surabaya atau Jawa Timuran ada dan***** dan diam**put. Terus..."


"Stop! Savitriii!" hardik Mamoru sambil menutup telinganya Ingrid. "Aku kan sudah bilang, jangan kosakata bar-bar begitu!"


"Mas Moru, sudah nggak papa. Sekedar tahu kan bukan berarti dipraktekkan" senyum Ingrid manis.


"Hadddeeehhh! Grid, kalau kamu mau, belajar sama mommy deh! Sama Savitri itu brutal!" keluh Mamoru yang membuat Savitri manyun.


"Ih, sakpiro tho aku brutale?" sungut Savitri.


"Lha Kowe banting wong Wis ping Pindo ( kamu banting orang sudah berapa kali )?" tanya Mamoru.


"Tante Shanum sudah berapa kali hajar Oom Hiroshi?" balas Savitri tidak mau kalah membuat kedua sepupu itu saling menatap tajam.


Ingrid yang melihat keributan kekasihnya dan sepupunya hanya tertawa geli.


"Gue kasihan saja sama laki yang bakalan jadi pasangan elu. Harus tabah lahir batin!" ucap Mamoru.


"Kan gue sudah bilang bolak balik, calon gue itu kudu ganteng dan Membagongkan! Ditambah harus sehat jasmani dan rohani karena harus bisa menghadapi gadis cantik macam ini yang limited edition." Savitri mendongakkan wajahnya dengan gaya songong.


"Perasaan yang sepupu kandung itu gue sama elu, kenapa elu ikutan Eiji sih?" sungut Mamoru.


"Nek Wis ngene tho mas, sing kudu disalahke opa buyut Arga sareng Oma buyut Ajeng, marake kasih gen gesrek tur bar-bar Ning anak cucunipun. ( Kalau sudah gini tho mas, yang harus disalahkan opa buyut Arga dan Oma buyut Ajeng, karena kasih gen gesrek plus bar-bar ke anak cucunya )" jawab Savitri kalem yang membuat Ingrid terbahak.


"Astaghfirullah Al Adzim! Savitriii!" hardik Mamoru kesal.


***


Seminggu waktu yang dihabiskan Savitri di Tokyo bersama dengan para sepupunya dan keponakannya Aditya putra Panji, kakak kandungnya.


Savitri, Rain dan Valora pun banyak belanja disana termasuk di Harajuku dan Shibuya. Savitri membeli banyak oleh-oleh untuk rekan kerjanya, bik Mar, Pak Dewo dan Bik Yuni. Ketika melewati area sake dan beberapa minuman beralkohol lainnya, Savitri teringat Jaehyun yang tinggal di depan rumah.

__ADS_1


"Si Ahjussi paling belum pulang dari Amrik, tapi beli dulu nggak papa ya. Toh kasih bulan depan nggak papa" gumam Savitri. Gadis itu pun membeli beberapa sake dengan rasa dan kadar alkohol berbeda.


"Mbak, kamu beli buat siapa?" tanya Valora yang melihat kakaknya membeli banyak sake.


"Buat oleh-oleh lah! Ada tetangga depan yang merangkap friend in benefits jadi harus dikasih oleh-oleh." Savitri memasukkan banyak botol sake itu ke dalam tas koper kecilnya.


"Apakah orang Korea itu?" tanya Rain.


"Orang Korea? Seperti bang Joshua?" Valora menoleh ke Rain.


"Iya. Kata mas Abian gitu."


"Sebenarnya dia itu Ahjussi yang oplas menjadi Oppa" sahut Savitri dengan cueknya.


"Masa sih Ahjussi?" tanya Valora bingung.


"Ngakunya umur 26 tapi aku yakin, pasti usianya 35" jawab Savitri yakin.


"Anak saya benar-benar masih 26 tahun." Sebuah suara terdengar di belakang ketiga gadis itu membuat mereka membeku.



Nah lho neng!


"Eh? Maaf, anda siapa ya Ma'am?" Savitri bertanya sopan.


"Perkenalkan. Saya Kirana Putri Kim, mommynya Kim Jaehyun."


Savitri melongo.


***


Restauran RR's Meal Shibuya


Kini Savitri duduk berhadapan dengan Kirana yang memindai dirinya. Savitri merasakan bagaimana tidak nyamannya di screening akhirnya karena biasanya, dirinya yang melakukan screening. Kedua sepupunya dia suruh pulang karena tahu pasti bakalan lama mengobrol dengan ibunya Jaehyun.


Kirana hanya tersenyum tipis apalagi mendengar pesan putranya untuk tidak memberitahukan bahwa dirinya bisa bahasa Indonesia.


Pokoknya mommy jangan sampai keceplosan kalau aku bisa bahasa Indonesia. Biar aku yang membuat Savitri-ya terbengong bengong.


Kirana memegang pelipisnya. Kadang berpikir punya anak ajaib begono ya.


"Ehem... Maaf Tante Kirana kalau saya mengira Jaehyun Oppa itu Ahjussi tapi Oppa sendiri juga cuek kalau aku panggil Ahjussi. Cuek tapi sambil ngomel sih sebenernya..." Savitri tersenyum manis. "Maaf sekali lagi. Saya kalau gugup suka nyerocos tidak jelas macam ini."

__ADS_1


Kirana tertawa kecil. "Kamu itu lucu. Pantas kalau Jaehyun bilang kamu itu menyebalkan terkadang."


"Apa Oppa juga bercerita saya marahi dia?"


Kirana mengangguk.


"Saya minta maaf Tante karena memarahi Oppa tanpa beban soalnya sopirnya yang harusnya terbebani rasa bersalah" ucap Savitri.


"Oh astagaaa. Ternyata kamu menggemaskan ya!" gelak Kirana. "Bagaimana hidup bertetangga dengan Jaehyun?"


"Well, tiap malam suka ke rumah sambil membawa piring atau rantang untuk makan di rumah saya lalu sambil bawa pulang juga. Katanya malas pesan online dan apa gunanya punya tetangga depan rumah yang hidup sendirian kasarnya tapi banyak masakan dan makanan. Jadi kata Oppa, daripada saya makan sendiri kan lebih baik ditemani" cerita Savitri.


"Jadi setiap malam Jaehyun makan malam di rumah kamu?" Kirana menatap Savitri tidak percaya.


Savitri mengangguk. "Ya aku sih tidak masalah tapi nanti akan ada tagihan akhir bulan yang harus dibayar."


Kirana terkejut. "Tagihan apa Savitri?"


"Makan di rumah saya kan anggap saja rantangan tho Tante."


Kirana tertawa terbahak-bahak. "Astaghfirullah! Savitriii..." gelaknya.


"Kenapa Tante? Apa ada yang salah?" tanya Savitri bingung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Jujur Savitri. Dari semua cewek yang dekat dengan Jaehyun, baru kamu yang mampu membuat Tante tertawa. Dan kamu bukan tipe cewek jaim atau dibuat-buat."


"Tante saya dididik oleh kedua orang tua saya untuk bisa mengeluarkan apa yang ada di otak atau hati saya. Dan saya tidak suka basa basi basu. Suka bilang suka, nggak bilang nggak."


Kirana meletakkan dagunya diatas kedua tangannya di meja.


"Lalu, apa kamu suka dengan anak saya?" tanya Kirana tanpa tendeng aling-aling.


Savitri hanya terdiam.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa gaeesss


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2