
Savitri dan Dina menjalani proses pengadilan Pak Safri dengan menjadi saksi saat para siswi korban pelecehan itu melaporkan kepada mereka. Savitri bahkan dicecar oleh pembela Pak Safri karena melakukan tindakan kekerasan. Namun bukan Savitri kalau tidak melawan tim pembela dengan ucapan sarkasme nya.
"Anda itu seorang guru bimbingan konseling dan harusnya bisa menahan emosi anda" ucap pembela pak Safri.
"Menahan emosi? Look pak pembela, apa saya harus diam saja pada saat pak Safri mau memukul saya? Asal bapak tahu ya, kedua orang tua saya selama 24 tahun saya hidup, tidak pernah main tangan ke saya tapi saya harus diam saja pas mau dipukul orang lain? Seriously, semut saja pasti bakalan balas gigit kalau diinjak! Apalagi saya! Jadi saya membela diri saya itu! Lagian ya pak, kalau seorang pria berani bermain tangan sama wanita itu namanya banci!" omel Savitri panjang lebar membuat Stephen Blair dan Jaehyun yang datang ke pengadilan memegang pelipisnya.
"Oom..." bisik Jaehyun yang hanya dijawab smirk oleh Stephen.
"Tapi gara-gara anda, pak Safri harus mengalami kesakitan di alat vi*talnya dan harus menjalani pengobatan dan perawatan lebih lanjut."
"Lalu, korban pelecehan dia tidak perlu perawatan trauma psikis gitu?" balas Savitri judes. "Pak Safri bisa sembuh dan bisa berdiri lagi itu burungnya tapi trauma korban berlangsung seumur hidup! Parah mana?"
"Nona Savitri. Saya peringatkan ini sidang pengadilan, bukan ruang debat!" Hakim ketua menegur Savitri.
"Maap yang mulia hakim. Saya hanya menyampaikan pendapat saya sebagai seorang wanita yang menempatkan diri sebagai korban."
"Jaga emosi anda, nona."
"Baik yang mulia hakim" jawab Savitri patuh tapi matanya menatap judes ke tim pembela pak Safri.
Stephen menuliskan sesuatu di kertas dan diberikan kepada Jaehyun.
Yang sabar ya sama Savitri. Dia paling tidak bisa kalau ada yang salah dibela.
Jaehyun tersenyum ke arah pria bermata biru itu dan memberikan jempolnya.
***
Jaehyun, Savitri dan Dina memutuskan makan siang di gudeg adem ayem setelah persidangan apalagi Savitri ribut lapar.
"Kamu sih Savitri-ya, kalau bar-bar lihat-lihat dong!" tegur Jaehyun yang untuk keduakalinya melongo melihat gadisnya makan dua porsi nasi opor dan nasi gudeg lengkap tanpa sisa.
"Lagian pembelanya gitu sih..." sungut Savitri sambil memakan es puter.
"Itu kan tugasnya Sav. Kamu pakai acara kepancing" kekeh Dina yang hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat rekannya tidak ada jaim nya. "Pak Kim, tabah nih sama kelakuannya Savitri?"
Jaehyun tertawa. "Ini masih belum seberapa. Sebelumnya lebih parah dia makannya."
"Aku tuh heran. Kamu makan segini banyak tapi kok awet langsing ya?" komentar Dina.
"Mau tahu? Habis ini paling sejam kemudian panggilan alam hadir. Jadi belum sempat jadi lemak, sudah dikeluarkan" cengir Savitri yang membuat Jaehyun dan Dina melongo.
"Jorok ih!" celetuk Jaehyun sambil memukul kepala Savitri pelan.
"Beneran kayak burung jalak kamu!" gelak Dina.
Savitri hanya tersenyum manis.
"Pak Kim hari ini nggak ke pabrik?" tanya Dina mengalihkan pembicaraan unfaedah.
__ADS_1
"Hari ini saya sengaja off demi mengantar kalian ke persidangan. Sebab saya ingin tahu bagaimana jalannya sidang. Jujur mendengar cerita dari Savitri-ya, saya tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan para ayah dan ibu mereka mendengar putrinya menjadi korban pelecehan." Jaehyun menatap sendu ke Savitri.
"Itu dia pak Kim. Para orangtua mempercayai kami akan mendidik dan melindungi anak-anaknya di sekolah tapi yang terjadi malah anak-anak mereka menjadi korban kejahatan yang dilakukan oleh oknum guru sendiri. Saya merasa malu kepada semua orangtua korban karena saya tidak mampu melindungi anak-anak mereka..." Dina mengusap matanya yang basah.
"Saya berharap pengadilan bisa memberikan hukuman yang setimpal dengan kejahatan pak Safri" ucap Jaehyun.
"Aamiin." Savitri dan Dina saling berpandangan sambil tersenyum.
***
SMKN 11 Surakarta
Setelah beberapa kali sidang kasus pelecehan yang dilakukan oleh pak Safri, hingga menjadi trending topik di kota Solo, akhirnya keputusan pun keluar. Pak Safri dihukum penjara selama 25 tahun dengan pemotongan masa tahanan. Meskipun merasa kurang, tapi semua orang tua korban bisa menerima hukuman itu dan pak Safri dipenjara dalam waktu yang lama.
Savitri sendiri bersyukur hukumannya lama juga meskipun berharap seumur hidup tapi hukuman 25 tahun sudah cukup banyak.
Dan hari-hari Bu guru cantik itu pun kembali ke rutinitasnya bersama dengan para muridnya yang sering Membagongkan dan meresahkan.
***
"Rain sama siapa?" tanya Savitri saat mengobrol dengan Duncan Blair.
"Jeremy McCloud tapi Rain biasa memanggilnya Elang. Dia yang menyebabkan Rain terluka." ( Baca Elang Untuk Rain )
"Tapi Bang D, Jeremy hanya menembak kaki bang Goz. Dan dia ada disana kan waktu Rain kena tembak?"
"Bang Duncan, kalau Rain sudah punya karep, dia akan lebih keras kepala dibandingkan aku!"
"Makanya kamu ngobrol lah. Kasih tahu."
Savitri memegang pelipisnya. Kejadian di Jakarta memang menguras energi apalagi sepupunya Rain Reeves nyaris melayang nyawanya saat diculik oleh saudara tiri Jeremy McCloud aka Elang, teman masa kecil Rain.
"Bang, Savitri nggak jamin lho ya tapi tetap mencoba membuka pikiran Rain. Cumaaaaa kalau Rain masih kekeuh, aku jangan dimarahi, cukup dikirimkan tas Hermès satu!"
Duncan mendelik. "Kamu tuh guru tukang malak!" gelak Duncan.
Savitri hanya tersenyum manis.
Siapa kangen Duncan Blair?
***
Savitri pun mencoba menghubungi sepupunya, Rain Reeves yang dia tahu sedang dalam pemulihan akibat tertembak. Untung kakak sepupunya Mamoru Al Jordan bisa menyelamatkan nyawanya.
"Assalamualaikum" sapa Rain dalam panggilan video melalui MacBook nya.
__ADS_1
Rain Reeves
"Wa'alaikum salam. Hai adikku" sapa Savitri ramah. "Bagaimana keadaan mu?"
"Beginilah mbak. Masih menjadi kaum tahanan kamar sambil memulihkan kondisi" senyum Rain sendu.
"Kamu kangen Jeremy ya?" tanya Savitri. "Memangnya kayak apa sih Jeremy? Apakah cakep? Cakep mana sama pacar aku depan rumah?"
Rain tertawa kecil. "Mbak Sav beneran pacaran sama cowok Korea itu?"
"Beneran. Nih aku kasih fotonya!" Savitri memamerkan foto Jaehyun.
"Manis mbak" puji Rain. "Tapi bukan tipe aku."
"Iya lah! Tipe kamu itu yang bule, brewokan macam bang Duncan. Kalau aku macam mbak Miki, suka cowok klimis jadi kalau dicium nggak iritasi kena brewok!"
Rain tertawa. "Mbak, nggak iritasi kok..."
"Waaahhh berarti udah pernah dicium Jeremy!" seru Savitri yang membuat wajah ayu adiknya memerah. "Gimana rasanya?"
Rain hanya menyembunyikan wajahnya yang memerah di balik bantal.
"Oh my God! Is he a Good kisser macam Oppa ku?"
"Mana aku tahu mbak. Tapi menurut ku begitu."
"Memang kayak apa sih orangnya?" tanya Savitri penasaran.
Rain memperlihatkan foto Elang ke Savitri.
Elang McCloud
"Itu mah tipe elu banget Rain!" ucap Savitri sambil tertawa. "Gue yakin, dia bucin berat sama kamu!"
Rain hanya memerah wajahnya.
***
Yuhuuuu Up Sore Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1