
Masih Acara Midodareni POV Jaehyun
"Eh... Oom Abi... Enak Oom wedang ronde nya?" cengir Eiji dengan kikuk.
"Hhhmmm."
"Itu ambil dimana Oom wedang ronde nya?" tanya Eiji berusaha membuat mertua Duncan itu tidak marah. "Adduuuhhh! Duh! Duh! Duh!"
Abi menjewer telinga Eiji dengan penuh perasaan. "Kamu itu! Bisa-bisanya minta lakon macam itu, Hah! Yang namanya manten itu pasti cerita Rama dan Sinta, atau Abimanyu dan Dewi Utari. Bukan Abimanyu Gugur!"
"Ampun Oom! Duh! D, bantuin dong! Mertua lu galak banget!" rengek Eiji yang hanya mendapatkan tawa dari para sepupunya.
"Mas Abi! Kok Eiji mbok jewer tho ( kok Eiji kamu jewer sih )?" seru Dara melihat suaminya durjana ke keponakannya yang memang biang gesrek.
"Habis! Ngaco ini Adara!" adu Abi kesal sambil melepaskan jewerannya.
"Kamu ngapain lagi Eiji?" tanya Dara sambil melihat telinga Eiji yang merah ditambah pria itu memang berkulit putih.
"Nggak ngapa-ngapain kok Tante Dara" ucap Eiji sambil mengusap telinganya.
"Hah! Kamu tuh...!" Abi langsung terdiam saat Dara menepuk dadanya lembut.
"Sek sabar. Biar aku yang tanya Eiji" ucap Dara lembut. "Eiji, bilang sama Tante. Kamu kenapa sampai dijewer sama Oom Abi? Kalau kamu tidak mau bilang... Duncan! Bilang sama mama, Eiji ngapain?"
"Err... " Duncan menatap Eiji, Abi dan Dara bergantian. "Eiji sempat ingin minta lakon wayang malam ini Abimanyu Gugur padahal aku sudah melarang dia. Eh, tadi pas bilang gitu, pas papa lewat... Langsung kena jewer deh..."
Dara menatap Eiji tajam. Meskipun Oma Kaia itu termasuk mungil diantara para pria-pria tinggi disana, tapi aura ibu-ibu ala kungfu hustle tampak menguar darinya.
"Eiji Adipramana Reeves..." desis Dara gemas. Heran keponakannya satu ini benar-benar hobi membuat darting siapa saja tanpa pandang bulu!
"Njih tante Dara ku yang cantik, Omanya Kaia..." rayu Eiji. "Adduuuhhh! Adduuuhhh!"
Dara mengeplak bahu Eiji gemas. "Kamu tuh! Beneran deh! Sukanya bikin gara-gara!"
"Ya Allah Tante. Gadha maksud lagi! Aku cuma ingat itu ceritanya dramatis..." elak Eiji.
"Ya nggak pas nikahan dong Eijiiii!" Dara mengeplak bahu Eiji sekeras-kerasnya.
"Hiks. Iya deh Tante. Eiji yang salah" ucap Eiji mendrama membuat para sepupunya melengos.
"Ini ada apa kok malah gegeran?" tanya Yuna yang datang bersama Edward Blair.
__ADS_1
"Biasa! Anak satu ini bikin perkara!" tuding Abi ke Eiji.
"Ayo, Bi, ceritakan padaku. Siapa tahu aku bisa menambah hukuman ke Eiji" seringai Edward sambil merangkul Abimanyu yang membuat mulut Eiji menganga. Keempatnya kemudian meninggalkan para pria-pria muda tampan disana.
"D, apa kamu yakin matahari besok terbit dari timur? Mengingat papa dan Daddymu tiba-tiba berakur ria?" Eiji menoleh ke Duncan.
"Shut up Ji!" pendelik Duncan kesal.
"Eeerrr apakah kalian selalu rusuh setiap kumpul?" tanya Jaehyun mengingat ini sebenarnya malam Midodareni yang harusnya sakral, kenapa jadi amburadul tidak jelas.
"Kamu akan tahu jika sudah menikah nanti" cengir Mamoru sambil menepuk bahu Jaehyun.
"Jaehyun!" panggil seorang wanita yang membuat para pria itu menoleh.
"Hai Imelda. Lho kok barengan sama Anita?" sapa Jaehyun ke kedua sahabat Savitri itu.
"Iya kami datangnya barengan. Mas Erik habis tindakan di rumah sakit" jawab Imelda.
"Aku harus menunggu mas Damar selesai buat laporan" sambung Anita.
"Masuk saja ke dalam. Savitri pasti manyun sendirian" ucap Duncan ke kedua gadis itu.
"Kami masuk dulu ya. Mas Damar disini sa... Whoah! Wayang kulit!!" seru Anita heboh. "Seru dong!"
***
"Aku perkenalkan ini Letnan Damar dan ini dokter Erik Setiawan. Letnan Damar beberapa kali mengurus masalah Savitri-ya dan dokter Erik kekasih Imelda." Jaehyun memperkenalkan dua pria itu ke para sepupu Savitri.
"Wah, suatu kehormatan bisa bertemu dengan para saudara Bu Savitri" senyum Damar.
"Terimakasih mas Damar sudah membantu adik saya" ucap Duncan.
"Sudah menjadi tugas saya, mas Duncan."
"Kalau mas Erik dokter apa?" tanya Mamoru Al Jordan.
"Saya dokter bedah, mas Mamoru. Anda sendiri?" tanya Erik.
"Bang Moru ini juga dokter bedah tapi tinggalnya di Den Haag Belanda" ucap Eiji. "Nama lengkapnya Mamoru Al Jordan."
Erik melongo. "Suatu kehormatan bagi saya bisa bertemu dengan seorang dokter bedah yang terkenal dengan delicate operasinya" ucapnya sambil menyalami Mamoru.
__ADS_1
"Whoah! Ternyata elu beken juga ya?" kekeh Eiji.
"Dokter Al Jordan terkenal, mas Eiji. Apalagi saat saya ikut simposium di Singapura bulan lalu, bagaimana teknik operasi dokter Al Jordan yang diterapkan sangat halus dan resiko untuk trauma ke pasien sangat minim. Waktu itu dokter Al Jordan memperlihatkan live dari rumah sakit di Singapura. Tapi karena saat itu memakai masker operasi, saya jadi tidak mengenali. Maafkan saya."
"Eh kalian berdua ambil makan dulu soalnya jam sembilan malam, mau langsung acara wayang orang" ucap Masayuki ke kedua tamu itu.
***
Kamar Tidur Jaehyun lantai dua
Jaehyun berdiri diatas balkon kamarnya untuk menyaksikan pagelaran wayang lakon Savitri. Banyak yang tidak tahu tokoh Mahabaratha Dewi Sawitri / Savitri karena bukan main character seperti Pandawa Lima atau Kurawa.
Alkisah Prabu Aswapati memiliki seorang putri bernama Dewi Savitri yang membuatnya bingung karena menolak lamaran banyak pria. Akhirnya sang ayah menyerah karena putrinya akan memilih sendiri calon suaminya. Pada saat perjalanan untuk bertapa di hutan belantara tempat pertapaan para Brahmana, Dewi Savitri bertemu dengan Setiawan, putra Brahamanaraja bernama Jumatsena yang sebelumnya adalah raja di negeri Syalwa. Karena mengalami buta, kekuasaan Jumatsena dirampas oleh musuh dan bersama dengan Setiawan kecil, memilih tinggal bersama para Brahmana.
Savitri langsung memutuskan untuk menikah dengan Setiawan dan Prabu Aswapati pun menyetujui meskipun tahu umur Setiawan hanya tinggal setahun lagi tapi Savitri tetap keras pada pendiriannya. Selama menghitung hari itu, Savitri dan Setiawan tidak henti-hentinya berusaha untuk melepaskan takdir itu. Namun sekuat apapun mereka berusaha, suratan takdir tetaplah terjadi.
Savitri melihat bagaimana Batara Yama, sang pencabut nyawa itu datang untuk mengambil nyawa suaminya. Namun Savitri adalah wanita keras kepala, dia tetap mengikuti Batara Yama yang membawa nyawa suaminya. Melihat wanita itu mengikutinya tanpa lelah, Batara Yama mencoba bernegosiasi dengan wanita itu yang meminta mengembalikan kekuasaan dan penglihatan mertua Savitri.
Tapi Savitri yang sudah memutuskan sesuatu dan super ngeyel, tetap mengikuti Batara Yama. Dewa pencabut nyawa itu lalu mengatakan apalagi permintaan Savitri asal bukan dikembalikannya nyawa Setiawan. Savitri meminta untuk mendapatkan 100 putra yang gagah dan hidup di suatu kerajaan yang panjang punjung, pasir wukir, loh jinawi, gemah ripah tata tentram karta raharja. Hal itu dikabulkan Batara Yama tapi Savitri tetap mengikuti dirnha
Sabda batara Yama, “100 orang putra yang gagah perkasa, bahagia sempurna akan kuberi dan sekarang kembalilah Sawitri, karena kau telah berjalan terlalu jauh.”
Dewi Sawitri berucap, “Bagaimana patik dapat berputra 100 orang, apabila patik tidak bersuami, tak ada gunanya patik selamat dan bahagia, jika suami patik tak ada. Oleh karena itu hidupkanlah Setiawan junjungan patik.” Batara Yama bersabda, “Baiklah kulepas nyawa suamimu, berbahagialah engkau dengan junjunganmu. Dan Setiawan akan kuberi usia 100 tahun.”
Setelahnya Batara Yama pun menghilang dan Savitri kembali ke tubuh suaminya yang tidak lama membuka matanya. Savitri pun bersyukur bisa hidup bersama dengan pria yang sangat dicintainya.
Jaehyun tampak terharu mendengar cerita tentang Savitri dan setelahnya dia tersenyum lebar.
"Savitri dan Savitri di perwayangan itu sama! Sama-sama ngeyelan apalagi kalau memang benar!" kekehnya yang melirik ke arah gadisnya yang asyik menonton di teras meskipun tertutup sepupunya.
"See you tomorrow, sayang."
***
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️