Guruku Bar-bar Sekali

Guruku Bar-bar Sekali
Pagi Di Kediaman Pratomo


__ADS_3

Kediaman Keluarga Pratomo di Jakarta ( Rumah Adrian Pratomo )


Rumah bergaya Mediterania itu tampak semarak dengan banyaknya hiasan dan di halaman belakang disulap menjadi garden party lengkap termasuk makanan yang sudah dipersiapkan pihak RR's Meal milik Ryu Reeves.


Pagi ini menurut rencana, kedua orang tua Jaehyun, Kim Young-ji dan Kirana Kim akan datang bersama dengan putra mereka untuk melamar cucu Adrian Pratomo juga putri Reza Pratomo.


Keluarga Adrian Pratomo sudah hadir lengkap termasuk Mike Cahill dan Nabila Pratomo, Hiroshi Al Jordan dan Shanum Pratomo beserta Panji dan keluarganya, Joshua dan Miki, Mamoru dan Ingrid serta Masayuki.


Tak lama para sepupu Savitri yang lain pun pada hadir kecuali keluarga Reeves yang di Tokyo karena sudah harus kembali bekerja. Tinggal Eiji dan Ayame yang mewakili. Edward dan Yuna pun hadir begitu pula dengan Irjen Manggala Syahputra beserta dokter Geya. Neil Blair dan Aurora mewakili ayahnya karena harus terbang ke Brunei Darussalam atas undangan kerajaan sana.


"Apa kamu sudah yakin sama pacar depan rumah? Terus nanti tinggalnya bisa sana sini dong, maksudnya bosen di rumah kamu, bisa ke rumah si Jahe. Apa kamu yang pindah ke rumah Jahe?" cerocos Eiji rusuh.


"Dih kepo! Terserah aku sama Oppa lah mau tinggal dimana" balas Savitri sebal dengan sepupu tampannya itu.


"Yah harus ditentukan dong, rumah Jahe atau Lengkuas!"


"Ji, kok bisa jahe dan lengkuas?" tanya Duncan bingung.


"Lho kata Oom Ryu, jahe itu kakak judesnya lengkuas. Karena Jaehyun kalau dibaca cepat jadi jahe dan bakalan menikah sama guru bar-bar ini kan otomatis jadi kepala keluarga, nah guru satu ini jadi lengkuas lah!"


Semua orang hanya menatap sebal ke Eiji yang suka memberikan argumen yang Membagongkan.


"Males banget!" Mamoru langsung meninggalkan para sepupunya sambil menggandeng Inggrid yang hanya tertawa mendengar ucapan Eiji.


"Mbak Sav tampak cantik" puji Rain yang tangannya tidak lepas dari genggaman Elang.


"Thanks Rain" ucap Savitri yang pagi ini mengenakan baju warna peach.


"Eh, Oppa kamu sudah datang, dik Sav" lapor Panji.


"Ayo, kita ke ruang tengah" ajak Duncan sambil menggandeng Rhea dan menggendong Kaia.


***


Kim Young-ji dan Kirana tampak saling menyapa ke semua keluarga Pratomo apalagi mereka ada kerjasama bisnis di Tokyo dan Seoul.

__ADS_1


"Tidak ada pembicaraan bisnis ya disini. Acaranya berbeda" tegur Adrian Pratomo yang membuat para generasi kedua tertawa. "Bisa ngamuk cucuku kalau kalian masih ngobrol bisnis."


"Yuk kita duduk. Duh, Jae, kamu cakep banget" goda Andira ke calon menantunya.


Jaehyun tersenyum namun setelahnya dirinya melongo melihat Savitri berjalan menuju ruang tengah didampingi oleh Miki dan Audrey Pratomo, kakak iparnya.


"Son, biasa saja lihatnya" goda Kim Young-ji ke putranya.



Yang bengong dan mau nembung



Yang mau ditembung


"Jae, itu pipi kenapa?" tanya Adrian yang sudah tahu kenapa tapi gemas juga harus bertanya.


"Kena cium tangan Savitri-ya" jawab Jaehyun kalem.


"Well, Savitri-ya baru tahu saya bisa bahasa Indonesia setelah sekian tahun pacaran dan akhirnya dia ngamuk lah kena bohong..."


Sontak para tetua tertawa terbahak-bahak mendengar kebagongan keduanya.


"Astaghfirullah, Savitri! Masa kamu nggak tanya?" ledek Nabila ke keponakannya.


"Lha Oppa berlagak nggak paham kok Budhe Nabila, jadi aku kan menganggap dia nggak bisa" elak Savitri.


"Tapi kan mamanya orang Indonesia, sayang" timpal Shanum.


Savitri hanya manyun yang membuat Jaehyun semakin gemas dengan guru satu itu.


"Sudah, kita mulai saja acaranya daripada tambah manyun nih bocah" kekeh Reza Pratomo yang tahu putri bungsunya bisa tambah ngambek dan bahaya karena belum waktunya makan.


"Baik Pak Reza" kekeh Kim Young-ji yang juga geli mendengar calon menantunya koplak dan polos. "Assalamualaikum, selamat pagi keluarga besar Pak Reza Pratomo dan Bu Andira Pratomo yang kami hormati. Pak Adrian, Bu Niken, Pak Hiroshi, Bu Shanum, Pak Mike dan Bu Nabila. Kedatangan saya dan istri kemari bersama putra tunggal saya Jaehyun, bermaksud untuk melamar putri Pak Reza yang bernama Savitri Putri Pratomo.

__ADS_1


Sebagaimana anda semuanya tahu, Jaehyun dan Savitri sudah pacaran hampir dua tahun plus tanpa tahu putra saya fasih bahasa Indonesia nya..." goda Kim Young-ji yang membuat para hadirin tertawa lagi. "Jaehyun dan Savitri merasa sudah cocok hingga keduanya ingin memasuki jenjang yang lebih serius lagi, yaitu pernikahan. Dan di kesempatan hari ini, kami menembung putri pak Reza dan Bu Andira untuk putra kami." Kim Young-ji menutup pembukaannya.


"Wa'alaikum salam. Terimakasih pak Kim. Kita sama-sama tahu kan dua anak kita memang sudah pacaran cukup lama bahkan pacar depan rumah, istilahnya meskipun kenyataannya begitu. Saya pribadi dengan ibunya Savitri, sangat menyukai Jaehyun yang bisa mengimbangi kebar-baran putri kami. Bahkan apal soal harus ada makanan kalau dia habis ngomel-ngomel. Itu kebiasaannya yang kami sendiri tidak bisa rubah. So, Jaehyun. Kami ingin mendengar sendiri darimu kenapa kamu mau menikahi Savitri."


Jaehyun berdehem sebelum akhirnya berkata. "Assalamualaikum. Oom Reza, Tante Andira, Mas Panji dan Mbak Audrey yang saya hormati. Opa Adrian dan Oma Niken serta semua keluarga besar Pratomo. Pertama-tama saya berterima kasih atas kesempatan yang diberikan ini meskipun mendadak tapi mumpung semua pada di Jakarta jadi why not sekalian saja.


Oom Reza dan Tante Andira, saya dan Savitri-ya sudah berhubungan lama, saya pikir ini adalah waktu yang tepat bagi kami berdua menuju jenjang yang lebih serius mengingat kami dari sisi usia sudah pas untuk berumah tangga meskipun age is just a number."


Jaehyun tampak berdehem lagi guna menutupi rasa gugupnya.


"Jahe, ini baru lamaran belum ijab qobul. Biasa saja..." celetuk Eiji yang langsung mendapatkan pelototan tajam semua orang. "Lho kan benar tho?"


Duncan mengeplak kepala sepupunya dengan gemas. "Shut up Ji!" desis putra Edward dan Yuna Blair itu.


Jaehyun tersenyum tipis mendengar ucapan Eiji. "Oom Reza, Tante Andira... Angsal Boten Angsal Putri Panjenengan Bade Kawulo Suwun ( Boleh tidak boleh putri bapak akan saya minta )."


Adrian, Niken, Reza dan Andira melongo mendengar ucapan Jaehyun sedangkan Nabila dan Shanum sudah terbahak.


"Jaehyun, kamu itu melamar putri saya atau mau ngajak gelut?" Reza menatap tajam Jaehyun.


Savitri melongo tidak percaya mendengar pacar depan rumahnya melamar dengan cara anti mainstream dan Membagongkan.


Semua keluarga Pratomo yang paham bahasa Jawa tertawa terbahak-bahak sedangkan Kim Young-ji dan Kirana hanya memegang pelipisnya.


"Pripun Oom Reza? Angsal mboten? ( Bagaimana Oom Reza? Boleh tidak? )" senyum Jaehyun manis.


"Astaghfirullah!" Reza menepuk jidatnya.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2