
Hotel Dana Slamet Riyadi Solo
Ketiga orang itu menoleh tajam ke Damar saat mereka mengantri hendak bersalaman dengan pengantin di pelaminan.
“Ya ampun mas Damar, nggak usah lemes itu mulut kenapa sih!” gerutu Anita.
“Lha memang kenyataannya begitu” ucap Damar tanpa dosa.
“Kok berani ya pakai basahan?” gumam Savitri.
“Iya ya. Apa udah … “ Anita menghentikan ucapannya ketika mereka sampai di pinggir panggung pelaminan.
Keempatnya pun menyalami orang tua yang diketahui sebagai orang tua pengantin wanita, lalu menuju Ekadanta dan istrinya. Wajah Ekadanta tampak kagum dengan dandanan Savitri membuat Jaehyun langsung merangkul pinggang ramping gadisnya. Savitri hanya tersenyum tipis melihat bagaimana posesifnya pacar depan rumahnya.
“Selamat ya pak, mbak. Semoga langgeng, sakinnah mawardah waromah” ucap Savitri tulus yang kemudian diikuti oleh Jaehyun.
“Selamat ya pak, mbak semoga sakinnah mawardah waromah. Dieman-eman pak istrinya” sindir Anita yang mendapat colekan dari Damar.
“Terima kasih bu Anita, dik…Bu Savitri” balas Ekadanta yang mendapatkan pelototan dari Savitri karena memanggilnya ‘dik’ di depan istrinya.
“Ini tho yang namanya Savitri” ucap Maya, istri Ekadanta dengan nada sinis.
“Iya mbak. Tenang, saya sudah punya pasangan jadi monggo di hak milik mawon pak Ekadantanya.” Savitri merasa istri Ekadanta tampak cemburu dengannya. “Yuk Oppa, kita turun” ajak Savitri.
“Foto dulu bu” ajak Ekadanta.
Savitri dan Anita saling berpandangan lalu akhirnya menempati posisi untuk berfoto disisi kiri dan kanan pengantin. Savitri sendiri bersebelahan dengan Maya.
“Kamu jangan sekali-kali menggoda suami saya ya!” bisik Maya.
“Ih ngapain goda suami mbak. Wong saya punya yang jauh lebih baik dari suami orang. Kalau ada yang single, ngapain cari laki orang, kayak nggak ada cowok lain saja!” sungut Savitri kesal. Wong dari awal nggak doyan kok sekarang dikira doyan… Ora sudi! Jaehyun hanya mengelus punggung gadisnya agar sabar.
Anita dan Damar lalu mengajak turun namun sebelumnya mereka bersalaman dengan kedua orang tua Ekadanta. Wajah ibu Ekadanta tampak kecut saat melihat bagaimana Savitri tampak cantik dan berkelas ditambah dengan pria tampan di belakangnya.
“Selamat ya bu, sudah mendapatkan menantu yang priyayi menurut versi ibu” sindir Savitri manis.
“Terima kasih!” jawab ibu Ekadanta itu sedikit judes. Sejujurnya dirinya merasa kecewa melarang putranya mengejar Savitri sebelum dia tahu gadis itu anak siapa.
Jaehyun hanya tersenyum sambil menyalami lalu disusul oleh Anita dan Damar. Keempatnya pun turun dari panggung guna mencari makanan. Savitri sudah gemas ingin mengomel bersama Anita tapi dirinya harus mendapatkan asupan dulu demi perdamaian house of cacingnya.
__ADS_1
“Oppa, mau makan apa?” tanya Savitri ke Jaehyun.
“Itu apa? Kambing guling?” Jaehyun menunjuk ke sebuah stand.
“Iya kambing. Mau?”
“Mau lah! Pak Damar, kita makan itu?” ajak Jaehyun.
“Ayo lah!” Damar menggandeng Anita untuk mengantri kambing guling.
Setelah mendapatkan makanan yang diinginkan, keempatnya mencari tempat yang dekat dengan stan minum agar mempermudah nanti kalau haus.
“Eh tahu nggak. Masa si Maya, istrinya si stalker itu bilang aku jangan menggoda suaminya. Lah opo ( ngapain )? Wong aku sudah mendapatkan yang jauh dari laki dia. Nehi lah ya!” sungut Savitri sambil menyuap nasinya.
“Hah? Jaman lakinya masih lajang dan elu belum ketemu sama pak Jaehyun saja kamu emoh! Ini malah dikira kamu mau ambil ? Ya wegaaahhh ( ya malas )!” timpal Anita.
“Kayaknya udah tekdung duluan deh!” sahut Damar.
“Tekdung apaan Savitri-ya?” tanya Jaehyun bingung.
“Hamidun aka hamil Oppa” jawab Savitri. “Kok Pak Damar tahu?”
Anita dan Savitri melongo begitu juga Jaehyun. “Mata kamu ada scanner atau penerawangannya?” tanya Anita.
“Bukan scanner bisa lihat kamu transparan kelihatan tengkoraknya macam rontgent gitu, nggak. Tapi ada feeling tersendiri soal itu. Kalau kalian berdua, anak baik-baik jadi masih…” Mulut Damar langsung ditutup tangan Anita.
“Stop! Makin lama mulutmu tambah lemes saja!” hardik Anita gemas.
“Jarene wis pitu sasi mbakyu. Eka ne ora kelingan kapan gawene. ( katanya sudah tujuh bulan. Ekanya tidak ingat kapan buatnya ).”
Kuping keempat orang itu langsung kepo. Anita pun tidak menyia-nyiakan kesempatan menjadi wartawan gosip pagi dengan menghampiri kedua ibu-ibu yang sedang berghibah itu.
Savitri dan Jaehyun memilih meninggalkan Anita yang asyik sendiri dengan perghibahannya, untuk mencari makanan.
“Kalau memang hamil duluan, ya yang penting bertanggung jawab lah” ucap Jaehyun dengan bahasa Korea.
“Ya mungkin ini karmanya mengingat dia adalah player sejati. Ditegur sama Gusti Allah supaya eling jangan kurang ajar sama anak gadis orang” balas Savitri sambil mengambil zupa sup.
“Aku setuju padamu karena pernikahan yang berawal dari niat baik, insyaallah akan lebih langgeng.”
__ADS_1
“Nggak itu saja Oppa, bagaimana dua orang dengan ego masing-masing bisa berkompromi dalam membangun biduk rumah tangga berdua disamping bisa berhubungan baik dengan keluarga. besar kedua belah pihak. Karena menikah itu tidak hanya dua orang melainkan ditambah bonus keluarga besar yang pasti ada friksi dan gesekan didalamnya.”
“Kalau keluarga aku, tidaklah sebanyak dengan keluarga kamu, Savitri-ya.”
“Well, kalau kami semua kumpul, sama saja mengundang satu RT kumpul bocah!”
***
“Si Maya sudah hamil duluan makanya memakai baju pengantin model basahan yang bisa menyembunyikan perut buncitnya” lapor Anita setelah keempatnya memilih untuk ke restauran Adem Ayem setelah dari acara. Anita memang meminta untuk kumpul dulu berempat demi melaporkan hasil interview sebagai wartawan gosip.
“Tunggu! Kalau sudah tujuh bulan dibandingkan aku yang baru 1,5 tahun di SMKN 11 berarti pas aku mau ke Jakarta mereka sudah berhubungan? Benar nggak?”
“Iya Savitri-ya” jawab Jaehyun sambil merangkul bahu gadisnya.
“Benar kan sudah tekdung duluan”sahut Damar tanpa dosa.
“Iiisshhh ini lagi! Jadi Maya itu adik kelasnya di UNS dan sudah mengincar Ekadanta sejak masih junior tapi Ekadanta tidak meliriknya karena dia cuma anak seorang buruh pabrik. Kita tahu kan bagaimana sombingnya ibu si Ekadanta. Nah, delapan bulan lalu, mereka ketemu saat acara reuni di kampus dan kejadian lah. Sebulan kemudian, Maya bilang sama Ekkadanta kalau dia hamil. Ekadanta tidak mau mengakui kalau itu anaknya soalnya si Maya sudah nggak virgin waktu mereka berhubungan. Dasar player ya hapal lah! Tapi Maya nekad, maju ke orang tua Ekadanta apalagi dia suka bercerita soal kamu. Dan ibunya membandingkan kamu dengan Maya.”
“Haaaaahhhh? Lha kamu tadi dapat bahan ghibah dari siapa?” Savitri menatap Anita penasaran.
“Tadi itu tantenya yang menyarankan agar mereka segera menikah karena kehamilan Maya semakin membesar ditambah kedua orangtuanya Maya hendak membuat viral dan kamu tahu sendiri kan bagaimana mereka sok priyayi begitu?”
“Player ketemu player… Pas no. Panci ketemu tutup!” celetuk Damar.
“Kita dong, bagong ketemu bagong jadinya saling membagongkan!” gelak Savitri jumawa.
“Tabah ya pak Jaehyun dengan sahabat saya. Sebenarnya dia anak baik tapi kebanyakan nonton kungfu jadinya begini” ucap Anita dengan nada prihatin.
Savitri menatap Anita judes. “Reseh lu!”
***
Yuhuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don’t forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1